Forum Diskusi

Halaman ini saya buat bagi anda yang mau menanyakan sesuatu namun tidak menemukan artikel yang berkaitan. Namanya juga forum diskusi. Jadi, jika ada rekan pembaca lain yang mau memberikan jawaban atau sharing atas pertanyaan juga bisa di bagian ini.

576 thoughts on “Forum Diskusi

  1. Yth Pak Rudi…
    Pak saya mau tanya…Panin Dana Maksima apakah termasuk RD SAHAM ? saya baca di website http://www.panin-am.co.id/PaninDanaMaksimaPerf.aspx , kebijakan investasi : Efek Saham 50% – 95 % dengan target 70%. Bukankah RD Saham harus min 80 asetnya adalah saham ?, Saya baca di sekian Prospektus Reksa dana baru kali ini saya tahu ada yang min 50 % pada saham untuk jenis RD Saham…

    Terima Kasih Pak Rudi…

    Like

  2. Salam Pak Rudiyanto,
    Saya ditawari sebagai agen penjual Reksadana Panin dari senior agen Panin Asset. Saya ingin tanya bbrp hal berikut:
    1. sbg agen penjual (free lance) apakah cukup kompetitif, dimana bank juga sebagai agen yg dpt menjual berbagai produk reksadana
    2. informasinya, pendapatan agen hanya dr komisi dari fee in (maks 2%); apakah lazimnya agen(juga bank) menjual dg fee in kurang 2% sehingga kompetisi tidak sehat
    3. apakah customer dpt membeli tanpa melalui agen utk mengurangi biaya, sehingga peran agen menjadi berkurang
    Saya urgent membutuhkan info ini utk memutuskan bergabung sebagai free lance agent. Terima kasih infonya Kurniawan

    Like

  3. @Antung Febby
    Yth Pak Antung Febby,

    Sebelumnya saya berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Panin Asset Management.

    Terkait pertanyaan anda tentang apa perbedaan dari Panin Dana Maksima dan Panin Dana Prima, saya akan membahasnya dalam satu artikel lengkap di kesempatan yang lain.

    Yang jelas, perbedaan antara kedua reksa dana tersebut terletak pada strategi investasi yang dijalankan dan bukan pada perbedaan harganya. Secara singkat, Panin Dana Maksima menjalankan 100% value investing, sementara Panin Dana Prima kurang lebih 80% Value Investing dan 20% Growth Investing.

    Terkait mana yang lebih baik, maka kembali ke masing-masing investor, apakah dia hanya percaya pada value investing atau percaya bahwa strategi baru efektif jika dikombinasikan dengan growth juga. Dan juga apakah kondisi ke depan, yang akan terjadi mendukung strategi yang growth atau value. Selengkapnya akan saya bahas pada artikel tersebut. Dan tidak ada hubungannya antara harga reksa dana dengan kinerjanya. Anda bisa baca ulasannya di sini http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2012/02/26/reksa-dana-mahal-reksa-dana-murah-3/

    Sambil menunggu, anda mungkin bisa memantau pergerakan harian antara Panin Dana Maksima dan Panin Dana Prima, coba anda lihat perubahannya pada saat market naik dan turun. Setelah sreg baru anda putuskan lebih cocok yang mana.

    Demikian pak Febby, semoga bisa menjawab sementara pertanyaan anda. Untuk selanjutnya, anda bisa menunggu artikel tentang pembahasan kedua reksa dana tersebut. Namun saya belum bisa janjikan kapan karena memang sudah ada beberapa artikel yang dalam antrian untuk saya publikasikan.

    Semoga Sehat dan Sukses Selalu.

    Like

  4. @Fikar
    Salam Fikar,

    Senang sekali generasi sekarang, orang lebih sigap dengan informasi dan perkembangan terbaru tentang investasi dan bukan hanya menunggu saja. Semoga semua investor juga

    Terkait pertanyaan anda :
    1. Reksa Dana Saham, Campuran, Pendapatan Tetap dan Pasar Uang adalah jenis reksa dana yang konvensional (umum) sementara jenis reksa dana yang tidak konvensional adalah seperti yang anda sebutkan di atas. Lebih lengkapnya bisa anda baca di http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2012/03/25/mengenal-lebih-dalam-klasifikasi-reksa-dana-indonesia/

    2. Semua reksa dana yang ada sekarang berbentuk Kontrak Investasi Kolektif. Baik yang konvensional maupun tidak. Peraturan yang dibahas di Kontan tersebut spesifik hanya ke Reksa Dana Penyertaan Terbatas saja, dan bukan semua reksa dana lainnya. Jadi kamu tidak perlu khawatir. Lagipula tidak disebutkan satu kalimatpun dalam draft peraturan yang menyebutkan reksa dana harus berinvestasi di sektor riil.

    3. Karena investasi reksa dana penyertaan terbatas yang ke bisa ke sektor riil, sehingga dibutuhkan partisipasi dari investor yang juga dianggap mampu menganalisa risiko dan return dari sektor riil tersebut. Kemudian karena investasinya sudah ke sektor riil yang membutuhkan dana besar, maka investor yang bisa berinvestasi itu tentunya harus memiliki modal besar. Definisi dari investor profesional dalam hal ini adalah memiliki dana minimal Rp 5 M dan mampu melakukan analisa terhadap risiko dan return reksa dana penyertaan terbatas. Semua masyarakat yang memenuhi kriteria di atas dapat melakukannya. Kemampuan melakukan analisa juga tidak harus ada sertifikatnya. Kalau orang sudah punya 5 M untuk diinvestasikan, tentu orang tidak bukan orang sembarangan juga.

    4. Mata uang asing yang diperbolehkan dalam denominasi reksa dana adalah hanya USD dan Euro. Kalau dalam mata uang asing, harusnya nilai NAB/Up menyesuaikan juga.

    5. Pertanyaan tersebut tidak relevan karena sudah terjawab di no 2.

    Semoga bermanfaat.

    Like

  5. @Teguh Wijayanto
    Salam Pak Teguh Wijayanto,

    Memang prospektus Panin Dana Maksima agak unik. Namun setelah saya crosscheck dengan pihak kantor, memang benar prospektusnya berisi demikian.

    Hal ini disebabkan karena reksa dana ini merupakan salah satu dari reksa dana generasi pertama yang diterbitkan pada awal terbentuknya industri reksa dana di Indonesia. Pada masa tersebut, memang belum ada peraturan yang mengatur komposisi reksa dana seperti pada masa sekarang ini. Sehingga kebijakan investasi reksa dana ini agak unik.

    Namun jika anda perhatikan fund fact sheet dari bulan ke bulan, reksa dana Panin Dana Maksima memiliki komposisi yang sama seperti reksa dana saham lain pada umumnya yaitu investasi saham di atas 80%. Dan rasanya sepanjang saya bekerja disini, saya tidak pernah melihat komposisi sahamnya mencapai 70%. Dan untuk saya pribadi, yang lebih penting adalah kinerjanya, sepanjang konsisten, maka bagaimana reksa dana itu dikelola saya serahkan kepada ahlinya.

    Demikian penjelasannya semoga bermanfaat.

    Like

  6. Dear Bapak Rudiyanto

    Bapak apakah ada rencana untuk menyelanggarakan seminar di kota Medan?
    Jikalau ada, boleh saya minta jadwal nya. Saya tertarik untuk mengikutin seminar yang Bapak beri.

    Terima Kasih

    Like

  7. @Haryo
    Pagi Pak Haryo,

    Untuk acara di Kota Medan sebetulnya sudah terselenggara beberapa kali dengan saya ataupun oleh tim Panin Sekuritas Medan. Untuk informasi lebih lanjut anda bisa menjadi nasabah Panin Sekuritas Medan untuk mendapatkan informasi terupdate apabila ada seminar berkaitan dengan reksa dana. Contact Personnya sebagai berikut:
    Medan – Diponegoro
    Wisma BII Lt. 4 Suite 404
    Jl. Diponegoro No. 18
    Medan 20152 – Indonesia
    Tel.: (62-61) 451 9267
    Fax: (62-61) 451 9206
    E-mail: medan@pans.co.id

    Medan – Iskandar Muda
    Jl. Iskandar Muda No. 99
    Medan 20112 – Indonesia
    Tel.: (62-61) 453 0123
    Fax: (62-61) 452 3934
    E-mail: medan3@pans.co.id

    Medan – Pemuda
    Gedung Panin Bank Lt. 5
    Jl. Pemuda No. 16-22
    Medan 20151 – Indonesia
    Tel.: (62-61) 457 6996
    Fax: (62-61) 453 1097
    E-mail: medan2@pans.co.id

    Semoga bermanfaat

    Like

  8. bapa saya baru baca buku bapa…sangat tertari dengan panin dana maksima,
    untuk pemula saya harus mempunyai tabungan bank panin/ menjadi nasabah bank panin?
    bisakah pembayaran melalui bank mandiri?
    semoga IHSH tebakan 4-7th di 10rb tercapai ya pa amiin ๐Ÿ™‚

    semoga dalam waktu dekat bapa ada talk show d bandung yah pa, trims

    Like

  9. @Asti
    Terima kasih Asti untuk kepercayaannya.
    Untuk menjadi nasabah reksa dana, anda harus memiliki tabungan di bank atas nama anda sendiri. Namun tidak harus Bank Panin atau Bank yang menjadi kustodian reksa dana. Bank apapun bisa. Demikian pula dengan cara transfer / pembayarannya.

    Untuk informasi lebih lanjut saran saya kamu bisa menghubungi cabang Agen Penjual Panin Sekuritas Bandung di:
    Bandung
    Gedung BPR Citradana Rahayu Lt. 3
    Jl. Sunda No. 2A
    Bandung 40262 – Indonesia
    Tel.: (62-22) 732 1434
    Fax: (62-22) 732 1435
    E-mail: bandung@pans.co.id

    Bandung
    Galeri Dago
    Jl. Diponegoro No. 2
    Bandung 40115 – Indonesia
    Tel.: (62-022) 4268127 / 4268129
    Fax: (62-022) 4268128
    E-mail: bandungdago@pans.co.id

    Untuk talkshow silakan ditunggu saja. Kalau memang sudah ada jadwal akan saya informasikan. Seingat saya Bandung tahun ini sudah ada beberapa kali ada event.

    Semoga bermanfaat.

    Like

  10. Pak Rudi,

    Saya masih belum yakin, apakah reksadana obligasi yield nya akan selalu lebih tinggi daripada BI rate? Sekarang BI rate sudah 7.5%, apakah obligasi pasti akan lebih tinggi daripada 7.5%?

    Kalau obligasi tidak selalu diatas BI rate dan apalagi di saat ini, BI rate 7.5%, bukankah lebih baik kita memilih deposito dibanding reksadana obligasi?

    Like

  11. Pak Rudi,

    Saya tertarik dengan Panin Dana Prima, tetapi saya keberatan dengan entry fee 2% dan redemption fee yang 1% walaupun sudah >2 tahun. Sementara sudah banyak sekuritas lain yang menawarkan entry fee 0% dan redemption fee 0% setelah >1 tahun.

    Kenapa Panin masih mengenakan fee yang besar? Apakah dengan mengenakan fee yang besar, Panin dapat menjamin kualitas dan performance kepada nasabahnya? Atau alasannya lain? Jika lain, apa alasannya? Boleh penjelasan nya kepada saya?

    Like

  12. @Hasan Halim
    Yth Pak Hasan Halim,

    Terima kasih atas kepercayaan kepada Panin Asset Management.

    Terkait pengenaan fee, Panin Asset Management senantiasa memberikan yang terbaik kepada nasabah tidak hanya dari sisi kinerja reksa dana akan tetapi juga pelayanan.

    Dari sisi kinerja, terbukti produk Panin Asset Management telah mendapat penghargaan dan pengakuan dari berbagai media nasional dan internasional. Meski demikian, memang tidak ada jaminan bahwa kinerja masa lalu akan terulang di masa mendatang.

    Dari sisi pelayanan, Kami membuat sistem online yang memungkinkan anda untuk melakukan pengecekan saldo, historis transaksi bahkan melakukan transaksi top up secara online tanpa harus menanda tangani dokumen apapun. Kemudian kami juga secara aktif mendidik staf penjual kami dengan layanan, pengetahuan, dan pemahaman investasi terbaru, serta aktif melakukan kegiatan sosialisasi ke berbagai daerah.

    Memang sulit, untuk mengatakan apakah bahwa kinerja dan layanan kami merupakan yang terbaik karena baik atau tidak hanya nasabah sendiri yang dapat merasakannya.

    Untuk itu, jika anda merasa fee tersebut tidak sebanding dengan kualitas yang diberikan itu berarti bahwa anda masih belum berjodoh dengan produk reksa dana tersebut. Tentu saja dalam dunia yang semakin kompetitif ini, anda punya hak untuk memilih produk lain yang menurut anda memiliki kualitas dan harga yang sebanding.

    Mengenai ketentuan entry fee apakah anda sudah mengetahui bahwa anda bisa mendapatkan diskon fee 50% yaitu hanya menjadi 1% saja dengan cara melakukan autodebet?
    Demikian penjelasan saya, semoga dapat menjawab pertanyaan anda. Terima kasih.

    Like

  13. selamat malam pak. setelah membaca buku bapak, saya jadi tertarik untuk investasi di reksa dana. saya berinvestasi dengan tujuan untuk biaya sekolah anak 6 tahun lagi. kira kira produk apa yang tepat untuk investasi tersebut, dan mulai kapan sebaiknya investasi tersebut dilakukan.
    terima kasih

    Like

  14. Dear Pak Rudi,

    Saya sudah membeli dan membaca buku sukses finansial bersama reksadana. Terima kasih telah “mencerahkan” saya tentang reksadana. Awalnya saya belum melek finansial, apalagi investasi.

    Di buku itu ada topik switching saham >< obligasi. Saya pun pernah membaca bahwa dalam portofolio investasi, jika di dalamnya terdapat saham, obligasi itu berfungsi sebagai pengaman.

    Saya ingin tanya Pak, sebenarnya korelasi saham/rds dengan obligasi/sukuk/rdpt itu gimana ya ? Apakah sebanding atau berbanding terbalik atau tidak ada hubungan sama sekali ?

    Kalau dirinci pertanyaannya :
    1. Faktor2 apa saja sih yang menyebabkan naik turunnya saham/rds ? Bagaimana korelasinya ?
    2. Faktor2 apa saja sih yang menyebabkan naik turunnya obligasi/rdpt ? Bagaimana korelasinya ?
    3. Bagaimana hubungan naik turunnya saham dengan obligasi ? Apakah ketika saham naik/turun juga akan menyebabkan obligasi naik/turun atau tidak ada hubungannya sama sekali ? Apakah fluktuasi harga saham punya pengaruh terhadap obligasi ?

    Maksud pertanyaan saya adalah ketika IHSG seding bearish, apa yang sebaiknya dilakukan ? Apakah switch ke rdpt atau keluar pasar (simpen cash/deposito) atau hold saja tanpa top up ?

    Mohon dibantu ya. Maaf merepotkan

    Terima kasih
    #pertanyaan newbie

    Like

  15. Dear Pak Rudi,

    Mau tanya lagi,
    MI itu kerjaan sehari-harinya ngapain ya ?
    Apakah dana investor di-trading-kan tiap hari ? atau di-investasi-kan long term (sekali-kali aja masuk pasar) ?

    Kapan biasanya/ketentuannya MI mengubah portofolio investasinya ? Apakah bulanan/tahunan, ataukah sesuai market trend aja ? Apakah kita bisa tahu portofolio investasi detil dan strategi investasi MI ?

    Terima kasih banyak ๐Ÿ™‚

    Like

  16. Selamat pagi pak,
    saya sudah baca buku bapak Sukses Finansial dengan Reksa Dana. terima kasih untuk bukunya yang sangat bermanfaaat. kebetulan saya sedang mencari bahan ta saya mengenai reksadana. pertanyaannya adalah bagaimana cara mencari data reksadana konvensional dan syariah yang aktif sejak 2010.

    terima kasih ๐Ÿ™‚

    Like

  17. @anan
    Mengenai pekerjaan MI sehari-hari, berhubung saya bukan MI, maka saya tidak tahu.
    Mengenai cara kerja, strategi dan lain2, maka itu kembali ke kebijakan dan strategi investasi masing-masing Manajer Investasi. Strategi investasi biasanya dijelaskan oleh para pemasar dalam melakukan pemasaran, sementara portofolio investasi bisa dilihat dalam fund fact sheet.

    Semoga bermanfaat.

    Like

  18. Salam kenal Pak Rudiyanto,

    Saya sering membaca artikel buatan Bapak, dan banyak yang bermanfaat, misalnya yang terakhir mengenai Analisa Laporan Keuangan. Artikel2 Bapak sangat menambah pengetahuan saya.

    Saya sendiri sangat tertarik untuk berkarir maupun menjadi investor independen di pasar modal, khususnya di Indonesia. Saya sekarang sedang studi S2 Business Management di Nanjing, China. Tesis saya adalah analisa fundamental emiten-emiten di BEI, meski hanya menggunakan metode Financial Ratio saja. Jumlah emiten yang saya analisa berjumlah 287 perusahaan, yakni emiten yg terdaftar di BEI per 6 Juni 2013, dan yang mencantumkan laporan keuangan di website masing2 emiten, bukan harus men-download dari website BEI, sebenarnya jumlah total emiten pd saat itu berjumlah 466 perusahaan, 179 perusahaan lainnya sebenarnya saya bisa download laporan keuangannya dr website BEI, tapi saya batasi hanya 287 saja, mengingat terbatasnya waktu. Rasio keuangan yg saya gunakan ada sebanyak 22 rasio.

    Artikel yang belakangan ini baru ditulis Bapak, selain cukup ada kaitan dgn Tesis saya tersebut, juga menambah wawasan saya secara pribadi, khususnya dalam membaca Cash Flow Statement.

    Sebenarnya selain proyek Tesis saya di atas, saya juga suka melakukan riset fundamental sendiri. Seperti terakhir kali, saya melakukan riset perusahaan2 yang masih sangat undervalued dan cukup bagus berdasarkan laporan statistik BEI kuartal III tahun 2013, dan saya menemukan sekitar 21 perusahaan. Riset independen ini di luar kepentingan Tesis, dan untuk kepentingan investasi saya sendiri. Sebab, setelah saya lulus nanti, saya berniat akan masuk pertama kalinya ke instrumen saham secara langsung. Saat ini saya hanya memegang portfolio berupa reksa dana dan emas. Saat ini, umur saya 23 tahun.

    Saya akan lulus studi S2 pertengahan tahun depan (sekitar Juli 2014). Saya sangat tertarik untuk berkarir di bidang pasar modal, khususnya Investment Banking dan Fund Management. Bahkan saya juga sempat cari2 lowongan dan tertarik pada lowongan Junior Analyst di Panin Asset Management http://panin-am.co.id/ViewJobDetail.aspx?id=2 . Akan tetapi saya kadang masih bingung. Pertanyaan pertama saya, menurut Bapak, lebih baik mana Investment Banking atau Fund Management? Lalu di Indonesia, Investment Bank apa ya yg bagus untuk tempat berkarir?

    Selain tertarik berkarir di bidang pasar modal, saya juga tertarik untuk menggali ilmu lebih dalam di bidang pasar modal. Oleh krn itu, setelah saya lulus S2 nanti, saya tertarik untuk mengambil program sertifikasi CFA. Yang saya mau tanyakan, utk di Indonesia, test center tempat yang mengadakan ujian CFA ada dimana saja ya? Saya sudah sempat baca2 di website cfainstitute.org Akan tetapi, di website tsb, hanya ditulis Jakarta, tanpa disebut institusi lokal mana saja yang memfasilitasi ujian CFA tsb. Saya sudah tanya Binus Business School, akan tetapi mereka hanya menyelenggarakan kelas preparation-nya saja.

    Lalu pertanyaan terakhir, setelah saya lulus S2 ini, lebih baik mana apakah langsung mengambil CFA, atau WMI, atau WPPE? Saya inginnya sih bisa menimba ilmu lebih dalam di pasar modal, sambil bekerja di bidang pasar modal. Jadi sambil kerja, juga sambil belajar lebih dalam di bidang tsb.

    Terima kasih banyak Pak. Mohon maaf kalau pertanyaan saya seperti curhatan atau minta bimbingan. Mohon petunjuk dari Bapak.

    Warm Regards,
    Nohan Pradipta

    Like

  19. @Nohan Pradipta
    Salam Nolan Pradipta,

    Senang sekali mendengar putri-putri terbaik Indonesia mau kembali berkarir di Indonesia. Biasanya sebelum tamat saja, mereka sudah dikontrak perusahaan besar di luar negeri. Saat ini sudah ada angin positif di negara ini meski masih belum sempurna.

    Sudah semakin banyak bermunculan orang-orang dan lembaga yang benar-benar bekerja untuk kemajuan seperti bapak Dahlan Iskan, Jokowi, Ahok, Ibu Tri Rismaharini, KPK dll. Namun usaha dari mereka saja tidak cukup, butuh bantuan dari lulusan-lulusan terbaik seperti anda dan rakyat untuk benar-benar membangun negara ini dengan modal kemampuan dan kerja keras dan bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

    Kalau dilihat, sudah banyak juga perusahaan lokal yang sanggup dan berani menggunakan lulusan luar negeri dengan sistem remunerasi yang tidak kalah. Selain itu, potensi pangsa pasar yang masih besar masih menawarkan kesempatan kepada semua orang untuk menunjukkan kemampuannya. Jadi, sepanjang bekerja keras, keputusan anda berkarir di Indonesia saya jamin tidak akan salah.

    Terkait pertanyaan anda:
    1. Silakan anda baca http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2013/08/19/mengenal-profesi-pasar-modal/ Coba saja memasukkan lamaran yang sungguh2 dan bagus ke perusahaan2 yang menjadi tujuan anda. Untuk nama perusahaannya saya terus terang tidak memiliki info, anda juga bisa mencoba menggunakan jasa head hunter untuk “memasarkan” diri anda ke kalangan yang tepat.
    2. CFA itu adalah gelar yang diperoleh dengan cara lulus ujian dan memenuhi syarat untuk menjadi penyandang gelar. Institusi (CFA Institute) yang anda hubungi adalah tempat yang menyelenggarakan ujian dan hanya mereka yang berhak menyelenggarakan. Jadi memang tidak difasilitas di tempat lain. Untuk preparation, sebetulnya kalau pede, anda bisa belajar sendiri tanpa harus mengikuti kursus.
    3. Punya ketiganya juga bagus. Karena ketiganya bisa diperoleh dengan cara lulus ujian. Hanya saja perlu diketahui bahwa izin tersebut baru berlaku jika kamu bekerja di perusahaan yang memang menggunakan izin tersebut. Sebagai contoh jika kamu lulus WMI, namun tidak bekerja di perusahaan Manajer Investasi. Maka izin tersebut bisa hangus dalam kurun waktu tertentu. Kalau tidak salah 2 tahun.

    Semoga bermanfaat.

    Like

  20. Pak Rudi, saya mau tanya, kira-kira buku rekomendasi untuk belajar ekonomi makro yang lengkap dan mudah dipahami apa ya ? Trima kasih sebelumnya

    Like

  21. Pak Rudi, buku yang Bapak terbitkan sangat bermanfaat sekali untuk saya secara pribadi dan terus terang di Indo msh jarang buku mengenai reksadana. Pak Rudi, boleh share informasi untuk outlook di 2014, sektor mana saja yang prospektif ? Dan boleh share RD Equity mana saja yang layak dilirik, tentunya selain produk Panin ya Pak ๐Ÿ™‚

    Terima kasih banyak.

    Like

  22. @Ilham
    Salam Ilham,

    Anda bisa coba datang ke Toko Buku Gramedia dan coba lihat buku tentang Makro dan Mikro Ekonomi. Kalau yang lengkap banyak, tapi soal mudah dipahami atau tidak itu tergantung seberapa lama waktu dan usaha anda untuk memahami buku tersebut.

    Semoga bermanfaat

    Like

  23. @iman
    Salam Iman,

    Terima kasih atas dukungannya. Untuk Outlook dan Sektor, anda bisa mengikuti seminar outlook yang banyak diselenggarakan menjelang akhir tahun ini. Saya yakin juga banyak koran yang akan membahasnya baik di edisi khusus ataupun edisi harian.

    Mengenai sektor, terus terang saya bukan ahli saham, sehingga saya mengikuti sektor sesuai investasi di Panin Asset Management. Mengenai reksa dana saham yang lain, seperti pendapat saya sebelumnya, bahwa setiap reksa dana memiliki keunggulan dan kekurangan tersendiri. Dan saya yakin hanya para penjual / manajer investasi masing-masing yang memahami produknya. Sehingga pertanyaan ini lebih baik ditanyakan kepada masing-masing perusahaan.

    Anda juga bisa melihat kinerja reksa dana di http://www.infovesta.com.

    Semoga bermanfaat.

    Like

  24. Selamat siang Pak Rudi, saya sudah baca artikel Bapak yg ttg metode analisis saham dari buku Rule #1. Saya cuma mau tanya, ada rekomendasi buku lain gak ya selain buku Rule #1 tsb? Siapa tau Bapak punya referensi buku lain yg sama bagusnya. Krn akan sangat membantu saya dalam mengerjakan Tesis, sebagai referensi Tesis saya.

    Terima kasih banyak Pak.

    Like

  25. Selamat pagi Pak Rudi,

    Saya dari Medan dan melihat di iklan harian analisa bahwa Bapak ada membawa acara seminar market outlook 2014. Saya sangat ingin ikut tapi sayangnya dikenakan biaya ticket. Apakah biaya ticket bisa digratiskan khusus untuk saya? Hahaha

    Salam,
    Hasan

    Like

  26. salam pak…

    saya seorang mahasiswa s1 pak dan sedang dalam penyusunan skripsi, saya ingin bertanya pak mengenai salah satu variabel dalam penelitian saya yakni siklus bisnis perusahaan. saya meneliti pengaruhnya terhadap total return saham dan saya menemukan bahwa hasilnya tidak berpengaruh signifikan. saya bingung mencari jwaban logis apa yang bisa menjelaskan fenomena ini pak.
    bagaimana menurut bapak pengaruh siklus bisnis ini terhadap total return saham perusahaan ? dan justifikasi apa ya pak kira2 yang bisa saya gunakan untuk membenarkan hasil penelitian saya (yg tidak signifikan) ini ?
    terimakasih, mohon bantuannya pak, sangat dibutuhkan…

    salam…

    Like

  27. @andre
    Salam Andre,

    Tujuan dari penelitian bukan untuk mencari yang signifikan saja bukan? Kalau memang hasilnya tidak signifikan ya ditulis saja apa adanya.

    Kemudian untuk siklus bisnis itu, kamu gunakan indikator apa ya?

    Like

  28. @Rudiyanto

    Ok terima kasih Pak. Saya sudah beli buku yg Rule #1 tsb. seharga 120 RMB. Baru mau saya baca-baca.. hehe..

    Mungkin berikutnya tertarik juga sama buku2 yg judulnya:

    “One Up On Wall Street” – Peter Lynch
    “Learn to Earn” – Peter Lynch
    “Intelligent Investor” – Benjamin Graham

    Like

  29. @Rudiyanto
    trims pak sudah dijawab..
    saya gunakan indikator RETE (retained earnings to total equity) pak, dengan asumsi semakin tinggi RETE maka perusahaan semakin matur. referensi saya penelitian DeAngelo

    saya bingung penjelasan apa ya pak yang terkait RETE atau siklus bisnis ini yang bisa menjelaskan keadaan yang sebenarnya pak.
    lalu pak saya ingin tanya juga, apakah harga saham di bursa efek benar2 menggambarkan siklus bisnis si perusahaan ?
    mohon bantuannya pak
    salam….

    Like

  30. @andre

    numpang comment kalau boleh.. retained earnings itu laba yg diinvestasikan kembali ya? setau saya malah perusahaan yg sudah mature, akan lebih besar rasio dividen nya daripada retained earning nya..

    klo harga saham, bisa macem2 faktornya, bahkan salah satunya adalah emosi investor
    ( http://kolom.kontan.co.id/news/187/Overreaction-investor-saham ),
    lalu perubahan fundamental juga akan mempengaruhi harga saham menurut teori EMH (Efficient-market hypothesis), dan lain-lain..

    Like

  31. @andre
    Coba bayangkan kalau misalnya kamu yang punya perusahaan. Tahun pertama kamu buka usaha, siklus ekonomi bagus kamu untung 100 juta, 50 juta kamu jadikan laba ditahan. Tahun kedua siklus ekonomi kurang bagus, kamu cuman untung 25 juta, tapi semuanya kamu tabung untuk ekspansi tahun berikutnya.
    Saldo laba di tahan tahun pertama 50 juta, tahun kedua 75 juta. Apakah hal tersebut bisa mencerminkan siklus bisnis?

    Like

  32. Saya tidak yakin, apakah IDX/IHSG akan terus naik (uptrend) dalam jangka panjang (10 tahun kedepan, 2014 – 2023)?

    Karena saya melihat beberapa index seperti China, Thailand, Japan, dll. Kebanyakan index tidak uptrend seperti grafik IDX/IHSG. Uptrend IDX/IHSG ini baru terjadi sejak tahun 2002 sampai dengan tahun ini.

    Jadi, apakah 10 tahun kedepan, 2014 – 2023, IDX/IHSG akan terus uptrend juga? Jangan-jangan 10 tahun kedepan IDX/IHSG bergerak sideways antara 3500-5000 seperti index beberapa negara lain. Apabila iya, maka invest di Reksadana Saham akan menjadi sia-sia, lebih bagus deposito.

    Like

  33. @Hasan Halim
    Dalam investasi ataupun melakukan apa saja dalam hidup ini, dibutuhkan keyakinan.
    Jika memang keyakinan anda bahwa IHSG akan sideway selama 10 tahun, maka berinvestasi di deposito adalah hal yang sangat tepat.

    Like

  34. Thanks Pak Rudi, kalau begitu, bolehkah saya mendengar keyakinan Pak Rudi untuk IHSG 10 tahun kedepan tahun 2023, IHSG kira-kira akan berada di kisaran berapa?

    Like

  35. selamat siang pak rudi

    M-square itu adalah metode dari pengembangan dari metode sharpe yaitu namanya dikenal dengan Modligiani measure atau M2 sedangkan T-square yaitu metode dari pengembangan treynor measure ,saya sudah membacanya dibuku Bodie,kane and marcus yg judul bukunya โ€œInvestmentโ€ pak.

    saya masih bingung dengan penelitian saya ini pak karena dibuku tidak dijelaskan apa kelebihan dari M-square dan T-square masing masing metode tersebut pak ? yang saya bingung nya lagi kriteria dari metode tersebut kalau return reksa dana nya positif berarti kinerjanya baik sedangkan jika negatif kinerjanya buruk nah kalau dari penelitian yg saya lakukan menggunakan rumusnya tersebut hasil return nya negatif semua M2 dan T2 nya saya pake metode tersebut apakah ini emang efek reksa dana pasar uang pak yg bekinerja buruk atau kah saya yg salah perhitungannya ?

    adapun rumus M2 sbg berikut :
    M2=Rp*-Rm

    Rp*=w.Rp+(1-w)rf
    w= bobot menggunakan standar deviasi
    (1-w)=bobot risky portofolionya
    rf= return bebas risiko
    Rm= return pasar/ market

    adapun rumus T2 sbg berikut :
    T2=Rp*-Rm

    Rp*=w.Rp+(1-w)rf
    w= bobot menggunakan beta
    (1-w)=bobot risky portofolionya
    rf= return bebas risiko
    Rm= return pasar/ market

    terima kasih pak rudi

    Like

  36. selamat malam pak rudi

    untuk return pasar nya saya menggunakan return deposito pertahun dan menggunakan suku bunga bebas resikonya SBI dengan tenor tertentu pak.

    terima kasih pak

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s