Forum Diskusi

Halaman ini saya buat bagi anda yang mau menanyakan sesuatu namun tidak menemukan artikel yang berkaitan. Namanya juga forum diskusi. Jadi, jika ada rekan pembaca lain yang mau memberikan jawaban atau sharing atas pertanyaan juga bisa di bagian ini.

597 thoughts on “Forum Diskusi

  1. Dear Pak Rudiyanto,

    Saya ingin bertanya, apakah Bapak tahu sumber data gratis untuk mengakses data turnover ratio dan expense ratio reksa dana saham?

    Saya sudah ke OJK dan mengakses dari website OJK juga, tapi tidak ada. Di Datastream, Bloomberg, dan Kontan pun tidak ada. Mungkin Bapak tahu sumber data lain.

    Terimakasih.

    Like

  2. @Vivi
    Salam Vivi,

    Kalau boleh tahu anda membutuhkan informasi tersebut untuk apa?
    Data tersebut biasanya terdapat dalam laporan keuangan reksa dana. Jadi kalau mau, kamu harus mengumpulkan laporan keuangan reksa dana yang biasanya ditampilkan bersama prospektus pembaharuan.

    Effort untuk mengumpulkan data tersebut tidak kecil, dan saya ragu ada yang mau memberikannya secara gratis. Saran saya kamu bisa tanyakan juga ke sumber data yang tidak gratis seperti Infovesta dan layanan bloomberg yang berbayar. Siapa tahu anda beruntung.

    Terima kasih.

    Like

  3. Terimakasih Pak Rudi.

    Saya membutuhkan data expense dan turnover ratio untuk skripsi saya, Pak. Saya sudah berusaha mencari laporan keuangan reksa dana saham yang menjadi sampel penelitian saya via Google, tapi memang sulit sekali dan masih banyak data kedua rasio tersebut yang belum saya dapatkan.

    Saya akan mencoba saran Bapak. Sekali lagi, terimakasih atas jawabannya Pak. Semoga Pak Rudi sukses selalu.

    @Rudiyanto

    Like

    1. Salam Vivi,

      Kalau menurut saya kamu bisa keliling ke MI dan agen penjual satu persatu utk mengumpulkan data laporan keuangan reksa dana. Saya yakin anda akan banyak belajar dalam proses tersebut. Terima kasih

      Like

  4. Selamat Siang Pak Rudy,

    Saya sedang melakukan penelitian untuk tesis S2 MM Untar.
    Saya ingin bertanya :
    a. Bagaimana cara membedakan Manajer Investasi Asing dan Lokal di Indonesia? Apakah bisa dari mayoritas kepemilikan saham dari MI tsb?
    b. Bagaimana cara memperoleh data ada atau tidaknya investor asing yang membeli produk reksadana saham di Indonesia? Jika ada, berapa besarnya persentase investor asing dan lokal yang membeli produk reksadana tsb?
    Misalnya : Reksadana saham Panin dana Prima, apakah ada investor asing yang membeli? dan berapa persentase kepemilikan asing dan lokal pada produk reksadana tersebut?

    Terima Kasih

    Muliadi

    Like

  5. @Muliadi
    Siang Muliadi,

    Sehubungan dengan pertanyaan anda:
    A. Sudah pernah mengecek data Manajer Investasi di OJK?
    B. Data nasabah merupakan kerahasiaan yang hanya bisa dikeluarkan jika memenuhi syarat tertentu seperti adanya permintaan dari OJK, Pengadilan, keperluan Audit dan lain2. Jika untuk tujuan penelitian, Manajer Investasi tidak diperbolehkan memberikan data tersebut.

    Semoga bermanfaat.

    Like

    1. Kalau hal tersebut kembali ke definisi perusahaan asing dan lokal yg kamu pergunakan. Semoga menjawab, terima kasih

      Like

  6. Dear Pak Rudiyanto,

    Mohon diberikan penjelasan cara mengukur The Black Litterman model dengan cara sederhana? Untuk membandingkan penerapannya pada MI yang ada di Indonesia.

    Terima kasih Pak.

    Like

    1. Salam Muliadi,

      Coba kamu cari di Google dengan kata kunci tersebut. Kalau tidak salah ada artikel yg cukup komprehensif di website Morningstar. Semoga bermanfaat.

      Like

  7. Dear Pak Rudiyanto

    Saya memiliki 2 reksadana dari panin asset management yaitu panin dana unggulan dan panin dana ultima. Yang saya ingin tanyakan bagaimana kinerja kedua reksadana tersebut, apakah lebih baik memiliki panin dana unggulan atau panin dana ultima.

    Terimakasih

    Like

  8. @Agung
    Salam Pak Agung,

    Terima kasih atas kepercayaan kepada Panin Asset Management. Untuk kinerja kedua reksa dana tersebut anda bisa pantau perkembagan harga hariannya di website http://www.panin-am.co.id. Atau anda juga bisa mengajukan user log in untuk melihat perkembangan dana anda setiap harinya.

    Sehubungan dengan lebih baik memiliki yang mana, menurut saya selalu disesuaikan dengan tujuan dan jangka waktu investasi. Untuk reksa dana campuran – Panin Dana Unggulan, cocoknya untuk investasi dalam jangka waktu 3 – 5 tahun, sementara reksa dana saham – Panin Dana Ultima, cocoknya untuk investasi di atas 5 tahun.

    Jika mau lebih komprehensif, bisa dibuatkan juga rencana keuangan. Lebih detailnya bisa anda baca di http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2012/05/07/seni-menyusun-tujuan-investasi-dengan-prinsip-smart/

    Terima kasih.

    Like

  9. Reksadana Indeks – Actively or passively managed?

    Selamat Pagi Pak,

    Ingin beriskusi dengan bapak mengenai indexing lagi Pak 🙂

    Kira kira dari mana saya tahu apakah reksadana indeks tertentu di-manage secara aktif atau pasif pak?

    Saya coba baca baca brosur, fact sheet dan propektus, tapi masih belom dapat clue..

    Thanks pak
    Azerobart

    Like

  10. @Azerobart
    Salam Azerobart,

    Kalau reksa dana indeks itu tentunya dikelola secara pasif. Sebab haram bagi reksa dana indeks untuk berbeda dengan indeks acuannya sekalipun perbedaan itu karena return reksa dana indeks lebih besar.

    Kalau returnnya berbeda dengan indeks acuan dan itu selisihnya cukup besar dan dalam jangka waktu lama, maka itu tidak ada bedanya dengan reksa dana konvensional.

    Semoga bermanfaat.

    Like

  11. Met malam Pak Rudi.
    Di Juni 2013 Saya membeli RD Panin
    – Dana Maksima NAB 72.462,96
    – Dana Prima NAB 3.461,18
    – IHSG saat itu 4.760,75
    Tanggal 8 Juli 2014 IHSG 5024,71 dan Nilai NAB kedua RD itu adalah 68.895,03 & 3.321,22
    Pertanyaan saya:
    1. Kenapa RD ini kenaikannya tidak sejalan dengan kenaikan IHSG?
    2. Apakah RD yang sering mendapatkan penghargaan ini kinerjanya sudah tidak bagus?
    3. Apa yg harus saya lakukan terhadap RD ini, disimpan saja, diambil/ditarik saja seluruhnya atau di top up

    Makasih Pak Rudi

    Like

  12. Salam kenal Pak Rudi,

    Pertama2, terimakasih sekali pak atas ilmu2 yang telah bp berikan melalui website ini. sangat berguna sekali untuk saya yang masih awam dan baru mulai berinvestasi. saya ada pertanyaan pak.. saat ini saya memiliki dana tidak terpakai di deposito dan reksadana saham dengan komposisi deposito:rd saham 80%:20%. dana ini rencananya akan saya gunakan untuk membeli rumah 10 tahun lagi. melihat bunga deposito yang rendah dan tujuan investasi saya yang masih lama, apa sebaiknya semua dana saya letakkan di reksadana saham pak? dari 20% dana tersebut saya letakkan di dua produk reksadana saham dari 2 MI berbeda. apa meletakkan semua dana investasi yg sy miliki di beberapa produk rd yg berjenis sama yakni saham dapat disebut diversifikasi pak? mohon advise nya ya Pak.

    terimakasih,111

    Like

  13. @Henhen
    Salam Henhen,

    Sehubungan dengan pertanyaan anda:
    1. Kinerja reksa dana di desain untuk mengalahkan IHSG. Caranya supaya bisa mengalahkan IHSG, maka mereka akan menyusun portofolio yang komposisinya berbeda dengan IHSG dengan harapan kenaikannya bisa melampaui IHSG. Masalahnya terkadang portofolio yang disusun, terkadang bisa benar, terkadang bisa salah. Untuk tahun 2014, strategi yang direncanakan ternyata tidak benar2 sesuai dengan yang diharapkan sehingga kinerjanya kalah dibandingkan IHSG. Untuk detail kenapa bisa kalah anda bisa baca http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/06/09/panin-dana-maksima-prima-syariah-saham-atau-ultima-pilih-mana-2/#comment-194075 komentar no 10.

    2. Untuk pertanyaan no 2 ini, ada 2 artikel yang bisa anda baca yaitu http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/01/16/apakah-ada-reksa-dana-saham-yang-konsisten-mengalahkan-ihsg/ dan http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/06/22/buy-and-hold-vs-market-timing-studi-kasus-mengejar-return-no-1/

    3. Keputusan untuk melakukan penarikan atau top up sebaiknya disesuaikan dengan tujuan investasi. Apabila hasil investasinya memang sudah mencapai target anda ya silakan ditarik. Jika belum, sebaiknya tidak. Perihal anda tidak puas dengan kinerja tersebut, alasannya sudah saya jelaskan di atas. Apabila anda tidak bisa menerima, maka apa boleh buat, silakan masuk produk investasi lain yang menurut anda lebih baik. Namun jika anda bisa menerimanya, maka bisa ditunggu sampai tujuan anda tercapai baru diputuskan untuk diapakan.

    Semoga bermanfaat. Terima kasih.

    Like

  14. Selamat sore Pak Rudi,

    Terimakasih Pak atas response dari Bp. Harga rumah yang ingin dibeli 2 M dengan menggunakan simulasi di salah satu website, dan dengan asumsi tingkat inflasi sebesar 10%, saya peroleh angka per bulan yang harus saya sisihkan untuk investasi dan sudah mulai saya top up setiap bulan dari gaji. Namun, dengan pertimbangan kebutuhan dana untuk beli rumah yang masih lama, apakah bijak jika seluruh dana menganggur saya diletakkan di reksadana saham, Pak? Saat ini saya memiliki reksadana saham agresif dari 2 MI salah satunya Panin Asset Management. Saya berencana menambah 2 produk reksadana saham lagi dari 2 MI lain yang saya lihat kinerjanya cukup baik, Pak. Sebagai informasi tambahan Pak, saat ini saya dalam kondisi tidak ada hutang maupun tanggungan dan telah memiliki perlindungan asuransi baik kesehatan maupun jiwa. Sebelumnya, saya ucapkan terimakasih sekali atas saran Bp.

    warm regards,

    Like

  15. @yen
    Pagi Yen,

    Mohon maaf sebelumnya saya kurang begitu mengerti kondisi anda.
    Saya melakukan simulasi di Kalkulator Kebutuhan Investasi Berkala http://www.panin-am.co.id/InvestmentCalculator.aspx sbb:
    Nilai Rp 2 M, Periode 10 tahun, Inflasi 10%, Hasil Investasi 20%.
    Nilai kebutuhan per bulan adalah sekitar Rp 15 juta.

    Apakah maksudnya kamu sudah melakukan top up berkala setiap bulan dengan nilai Rp 15 juta?

    Kemudian anda memiliki sejumlah dana menganggur yang berdasarkan statement anda sebelumnya kira2 nilianya 80 : 20 dibandingkan nilai investasi RD saham anda. Katakanlah anda sudah investasi selama 4 bulan, jadi anda punya reksa dana senilai 60 juta. Berarti di deposito anda ada sekitar Rp 300 juta?

    Jadi apakah benar bahwa pertanyaan anda uang Rp 300 juta tersebut mau diapakan?

    Kalau menurut saya, apabila kamu sudah bisa menyisihkan Rp 15 juta per bulan sesuai tujuan investasi, maka uang kamu yang dideposito tersebut tidak perlu dipindahkan. Bisa kamu anggarkan untuk dana darurat atau kebutuhan keuangan lainnya.

    Mengenai pilihan reksa dana untuk investasi, menurut saya memiliki sampai 5 reksa dana untuk 1 tujuan itu masih ok ok saja karena sudah saya buktikan dalam riset http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/05/20/berapa-jumlah-kepemilikan-reksa-dana-saham-yang-ideal/ Akan tetapi yang tidak ok itu memindah2kan reksa dana setiap tahun karena mengejar return. Untuk referensinya silakan lihat ini http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2014/06/22/buy-and-hold-vs-market-timing-studi-kasus-mengejar-return-no-1/

    Semoga menjawab pertanyaan anda, terima kasih.

    Like

  16. Pg pa rudi, sy mo tny apa panin sudah bisa membeli rd online via virtual account bca tanpa perlu tatap muka, krn sy domisili di luar kota n repot jg klo hrs ke jkt dulu, krn di panin daerah sy belum jual rd nya, sementara sy tertarik investasi di rd krn tulisan2 bpk byk memberi inspirasi . Tq

    Like

  17. mas rudi saya mau nanya… kalo saya membeli reksadana misal 120jt hari ini (trus nggak diapa-apain) dan saya jual tepat 10 tahun kemudian dari sekarang hasilnya akan lebih menguntungkan yang mana apabila saya membeli reksadana secara berkala yaitu 1jt perbulan mulai dari sekarang hingga 10 tahun kedepan (sama-sama 120jt) tentunya dengan asumsi return yang sama…

    terimakasih sebelumnya mas rudi..

    Like

  18. Selamat Sore Pak Rudi, saya adalah nasabah Reksadana Panin Dana Prima dari kota Medan. sebentar lagi saya akan membuat penelitian untuk tugas akhir di kampus saya dan saya memilih Produk Reksadana Panin sebagai rencana judul tugas akhir saya.
    saya ingin bertanya, apakah saya bisa memperoleh total jumlah nasabah reksadana Panin? karena jika judul tugas akhir saya di setujui maka kemungkinan besar saya akan menggunakan total jumlah nasabah reksadana tentunya hanya dalam bentuk angka (data sekunder). jika saya di ijinkan untuk mendapatkan data tersebut, syarat apa saja yang harus saya lengkapi agar saya memperoleh untuk kepentingan penelitian tugas akhir saya.
    atas kerja samanya saya ucapkan banyak terima kasih.

    Like

  19. @azwin
    Salam Azwin,

    Kebetulan saya sedang menyiapkan satu artikel yang berhubungan dengan pertanyaan tersebut. Mudah-mudahan bisa menjawab pertanyaan nanti.

    Like

  20. @Hendra
    Salam Hendra,

    Terima kasih telah menjadi nasabah Panin Asset Management. Untuk total jumlah nasabah di Panin Asset Management per Agustus ini mungkin sekitar 39.000an. Naik sekitar 6500an dibandingkan akhir tahun sebelumnya. Semoga bermanfaat untuk tugas skripsi anda.

    Like

  21. kalo dari itung-itungan saya kemarin sih lebih untung yang beli reksadana 120jt sekaligus terus diamkan aja selama waktu yang ditentukan.. tapi mudah-mudahan saya salah, soalnya saya pengen beli reksadana dengan return tertinggi tapi nggak punya modal, hehe tentu saya lebih tertarik dengan yang berkala dong..

    okesip pak, saya tunggu artikelnya ya pak..

    terimakasih sebelumnya…

    Like

  22. @azwin

    Saya coba beri input ke bapak dengan segala keterbatasan pengetahuan saya. Menurut saya apabila anda membandingkan investasi langsung 120 juta saat ini dengan 1 juta per bulan selama 10 tahun (120x mencicil) itu namanya bukan apple to apple, pak. Dilihat dari segi present value of money saja sudah jelas 120juta di saat sekarang nilainya jauh lebih besar daripada 120juta yang dicicil selama 10 tahun maka dari itu sudah jelas investasi 120 juta sekaligus akan memberi imbal hasil yang lebih besar daripada yang dicicil (dengan asumsi pertumbuhan investasi normal) mungkin artikel pak Rudi bisa memberikan penjelasan yang lebih mendetail.

    Like

  23. @jonas

    hehehe.. iya betul pak jonas, saya baru ngeh sekarang… 🙂

    mau nanya juga nih untuk para suhu.. kalo mau beli saham lewat PAM bisa nggak ya??
    trus saham itu bagusnya ditanam atau di trading…?? kira-kira jasa konsultasi yang bagus untuk urusan saham di mana??

    terimakasih sebelumnya..

    Like

  24. Selamat siang Pak Rudiyanto,
    saat ini saya sedang menyusun tesis tentang kinerja reksadana dengan model market timing ability dengan menggunakan model henriksson-merton dan treynor-mazuy. yang jadi permasalahan saya masih kebingungan bagaimana cara menghitungnya/meregresikannya.
    melalui media ini bisakah pak rudiyanto memberikan contoh bagaimana menghitung kedua model tersebut dengan menggunakan SPSS/Excel.

    terima kasih,

    Like

  25. @Amal
    Selamat siang juga,

    Menurut saya perhitungan metode tersebut pada dasarnya tidak terlalu sulit karena merupakan regresi dengan 3 variabel. Yang diperlukan adalah membaca penjelasan dari ketiga variabel tersebut dengan teliti dan mencari di buku statistik bagaimana melakukan regresi dengan dengan 3 variabel.

    Terima kasih.

    Like

  26. Selamat siang Pak Rudi,
    menyambung pertanyaan saya di postingan bapak yang laennya……mau tanya sedikit
    Kalo saya amati, perkembangan NAv untuk produk yang baru dengan kenaikan produk RD yang sudah lama kok beda kenapa y ? kalo produk baru perkembangan paling Rp10,- tp produk lama bisa sampe Rp100,-
    Apa sih penyebabnya ?

    makasih n maaf kalo perntanyaannya masih dasar sekali

    Like

  27. Pagi pak Rudy, saya salah satu penggemar blog blog bapak, dan salah satu nasabah panin sekuritas juga.. mohon info, beberapa waktu lalu sebelum lebaran saya redeem sebagian uang di reksadana saham. Nah sekarang saya mau inject lagi untuk dana prima dan dana ultima, tidak terlalu besar sih.. tapi saya butuh info kapan monent yang tepat untuk injectnya. Mohon infonya ya pak, dan saat ini jg saya rutin autodebet untuk dana prima dan bersama plus, apakah itu salah pak? Mohon tanggapannya ya pak. Yang penting sih saya butuh kira kira kapan saya bisa inject dana di reksa saham lagi. Terima kasih sebelumnya.. Hanny Handoko jakarta barat

    Like

  28. @Hanny Handoko
    Selamat Siang Hanny,

    Terima kasih atas apresiasinya. Untuk “kapan” waktu yang tepat saya tidak tahu. Yang saya tahu adalah “berapa lama waktu yang tepat”. Sepanjang anda investasi untuk jangka waktu minimal 7 tahun, kapanpun anda masuk itu sudah tepat.

    Untuk investasi secara autodebet itu salah kalau belum dibuatkan rencana keuangannya. Kalau belum silakan baca artikel http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2012/05/07/seni-menyusun-tujuan-investasi-dengan-prinsip-smart/

    Terima kasih.

    Like

  29. selamat malam pak Rudy, saya seorang pendatang baru di reksadana pak, mau nanya gini saya seorang pegawai swasta pak, dengan gaji kecil. saya sudah terpikir tentang perencanaan keuangan masa depan dan sebulan saya ikut RDPU Rp.5 juta dari sebuah MI, saya berencana nambah investasi gitu, yang saya mau tanyakan apa lebih baik saya nambah reksadana yang sudah saya ikuti atau lebih baik saya ikut RDPU tapi dari MI yang berbeda begitu pak? juga saya mau tanya pak kalo liat data NAB RDPT sekarang ini dari situs majalah ekonomi ternama kok hampir semuanya terus menerus minus ya pak lha prospek kedepanya gimana tu pak? kira2 waktu yang tepat buat ikut kapan pak?

    Like

  30. @arifanto
    Selamat Siang Pak Arifanto,

    Kalau sanggup ikut reksa dana Rp 5 juta per bulan, itu gajinya tidak kecil pak. Kalau soal mau ikut dari MI yang berbeda atau sama, menurut saya kamu perlu membuat rencana keuangan dulu. http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/2012/05/07/seni-menyusun-tujuan-investasi-dengan-prinsip-smart/

    Kalau kinerja reksa dana yang kamu punya secara konsisten tidak sesuai yang diharapkan, kamu bisa pindah ke yang lain. Atau bisa juga anda punya jatuh cinta pada dua reksa dana dari MI yang berbeda. Daripada bingung beli saja dua-duanya.

    Kalau reksa dana pendapatan tetap turun karena dalam sejak 2013, terjadi kenaikan suku bunga Bank Indonesia. Selain itu inflasi juga terancam tinggi karena rencana kenaikan harga BBM. Secara historis apabila ada kenaikan inflasi dan suku bunga, kinerja reksa dana pendapatan tetap memang akan negatif. Harganya akan kembali naik ketika inflasi dan suku bunga berada dalam tren menurun.

    Waktu yang tepat untuk berinvestasi adalah ketika kamu memiliki tujuan keuangan, dan kamu sadar bahwa dengan menabung saja itu tidak cukup.

    Semoga bermanfaat.

    Like

  31. Salam sejahtera Pak Rudi…
    Pak, kalau boleh diusulkan bagaimana kalau dalam postingan juga dibahas tentang investasi di saham secara langsung. Misalnya bagaimana kinerja dari saham tertentu di masa yang akan datang. Karena sebagai seorang yg terjun langsung di pasar saham, informasi yang bapak sampaikan akan sangat bermanfaat bagi kita pelaku di pasar modal. Terima kasih pak

    Like

  32. @tjandra
    Salam Sejahtera pak Tjandra,

    Pembahasan tentang saham sebetulnya juga dibahas dalam blog ini meskipun mungkin tidak sebanyak reksa dana.

    Anda bisa coba cari di http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/category/saham/ atau http://rudiyanto.blog.kontan.co.id/arsip-artikel/

    Namun saya tidak membahas satu atau dua saham secara spesifik karena saya yakin riset dari analisis sekuritas sekarang sudah sangat lengkap dan canggih. Anda hanya perlu menjadi nasabah di perusahaan sekuritas untuk mendapatkan informasi tersebut.

    Terima kasih.

    Like

  33. @Rudiyanto
    Pak Rudyanto,

    Kebetulan saya punya dan ada maksud untuk mencairkannya karena katanya Amerika segera akan menaikkan suku bunganya sehingga kemungkinan harga indon42 akan tertekan.

    Bagaimana pandangan Pak Rudy? Apakah sekarang saat yang tepat untuk cut loss atau tunggu pelantikan presiden? Thanks .

    Like

  34. @Andre
    Salam pak Andre,

    Memang salah satu kendala dari investasi obligasi di Indonesia adalah sulitnya akses terhadap harga. Saran saya anda harus mereview kembali tujuan awal anda berinvestasi di obligasi itu adalah Hold to Maturity (pegang hingga jatuh tempo) atau ditradingkan.

    Jika tujuan anda adalah HTM, maka tidak perlu mengkhawatirkan bunga mau naik atau turun. Jika tujuan anda adalah melakukan trading, obligasi ini baru akan jatuh tempo tahun 2042. Dalam rentang waktu tersebut, saya yakin siklus naik turunnya suku bunga the Fed akan terjadi berkali2. Apakah anda sudah memikirkan hal tersebut?

    Menurut saya tujuan investasi anda mesti jelas dulu, bukan masalah tunggu pelantikan Presiden atau apa.

    Semoga bermanfaat.

    Like

  35. @Rudiyanto
    Iya, jadi setiap kali saya mesti tanya bank-nya untuk harga indon, agak merepotkan.

    Thanks inputnya Pak. maunya hold to maturity but then ragu ragu sendiri karena jangka waktunya yang sangaatt panjang, 28 tahun lagi sementara obligasi-obligasi usd baru dengan jangka waktu yang jauh lebih pendek terus dikeluarkan dan bunganya juga k.l sama.

    Uangnya memang tidak terpakai tetapi seringkali tergoda dengan suku bunga idr yang tinggi, hehhe.

    Thanks sarannya Pak. Salam hormat.

    Like

  36. Salam Pak Rudi,

    Jujur saja, artikel-artikel pak rudi mengenai bahasan investasi khususnya produk reksadana sangat membantu saya dalam menentukan investasi mana yang tepat dan pastinya sesuai dengan kondisi keuangan saya.

    Sekali lagi terima kasih Pak 🙂

    Oya kalau sempat main2 ke tempat saya Pak Rudi, barangkali Pak Rudi bisa memberikan ilmunya juga disini, http://www.forumreksadana.com

    Best Regards,

    Like

  37. Pagi. Saya lagi mencari data historical IHSG tentang PER dan PBV nya. Kalau bisa beserta dengan Indeks Regional. Apa ada yang punya data seperti yang saya inginkan? Mohon bantuannya. Thanks

    Like

  38. Dear Pak Rudi,

    Saya penasaran dengan data Top Holdings tiap reksadana di bloomberg. Apakah data ini real time diperoleh bloomberg dari BEI atau dimasukkan manual oleh MI per waktu tertentu? Data bloomberg begitu detail sampai ada berapa lembar saham dan total valuenya. Datanya kadang muncul tapi kadang not available.
    Yang saya cermati, datanya ada yang tidak sama dengan fund fact sheet beberapa bulan berturut-turut. Apakah ini berarti fund fact sheet MI tidak transparan (mungkin biar kelihatan big cap semua yang ditulis di ffs).
    Yang aneh, ada reksadana yg di ffs nya tidak mencantumkan top holding saham (hanya sectornya saja), mungkin biar tidak dicontek oleh pesaingnya, padahal di bloomberg bisa dilihat top holdingnya.

    Like

  39. @Chandra
    Malam Pak Chandra,

    Apakah anda sudah memperhatikan periode data portofolio di Bloomberg?
    Coba dilihat apakah itu data sekarang atau beberapa bulan atau bahkan tahun yang lalu.

    Kemudian secara peraturan, memang tidak kewajiban bagi para MI untuk mempublikasikan kepada umum. Yang diwajibkan itu untuk nasabah.

    Tidak ada ketentuan yang baku juga seperti apa penyajian FFS, sehingga jika ada yang mencantumkan persentase top holding dan lainnya, itu adalah inisiatif dari masing-masing Manajer Investasi.

    Semoga bermanfaat.

    Like

  40. Dear Mr Rudi,

    Ada bbrp hal yg ingin saya tanyakan megenai reksadana:
    1. apakah dalam investasi reksdana bisa menghasilkan tiap bulan? jika ia bagaimana caranya?
    2. bagaimana strategi investasi reksadana yang dirasakan paling efektif, resiko terkendali hasil yang memuaskan?
    terimakasih

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s