Video Tutorial : Referensi Data Obligasi

Secara umum, pasar modal terdiri dari saham, obligasi dan reksa dana.

Di video sebelumnya telah dibahas bagaimana mencari dan mengolah data reksa dana di MS Excel. Pada video kali ini, membahas tentang data obligasi.

Berbeda dengan saham dan reksa dana, data historis harga obligasi hingga video ini dibuat, tidak ada tersedia secara gratis.

Semuanya berupa situs berbayar dan harganya juga tidak murah.

Obligasi juga memiliki jatuh tempo, sehingga cara kerjanya berbeda dengan saham dan reksa dana walaupun datanya bisa dihitung dengan menggunakan metode-metode pada analisa saham dan reksa dana.

Jadi video kali ini tidak membahas tentang data historis harga obligasi, tapi ke beberapa referensi data obligasi yang dapat dipindahkan ke MS Excel.

Untuk penelitian / perhitungan terkait dengan obligasi juga akan saya upload dalam publikasi2 mendatang.

Semoga bermanfaat

Video Tutorial : Mengambil Data Harga Reksa Dana Historis Dari Website OJK

Berbeda dengan harga saham yang data historisnya dapat diambil secara mudah di website yahoo finance, belum ada website serupa untuk data harga reksa dana di Indonesia.

Rata-rata berbayar dan itu juga bukan harga yang masuk di kantong mahasiswa / perorangan.

Di website OJK, data tersebut sebenarnya juga tersedia, hanya saja harus diolah terlebih dahulu. Cara mengolahnya juga perlu mengerti tentang fungsi Excel seperti PASTE SPECIAL, VLOOKUP, dan TRANSPOSE Dalam video ini saya akan berbagi tentang proses dari awal sampai jadi file excel siap olah.

Sama seperti data saham di IDX, data historis di website OJK juga tersedianya dari tahun 2015. Selain itu, datanya dalam bentuk bulanan, tidak ada harian. Jadi dalam melakukan penelitian, harus menyesuaikan dengan ketersediaan data tersebut.

Sebagai informasi, website OJK yang digunakan adalah http://www.reksadana.ojk.go.id

Video Tutorial : Cara Mengambil Data Seluruh Harga Saham di Website IDX

Jika anda ingin mendapatkan SELURUH harga saham dari IDX yang pada saat video ini dibuat sudah mencapai 700an dan bertambah setiap tahunnya, maka cara yang lebih praktis adalah menggunakan sumber data dari website Bursa Efek Indonesia atau IDX.

Namun data dan cara pengambilannya agak berbeda jauh dengan Yahoo Finance. Data di Yahoo Finance tersedia cukup jauh, sementara untuk data di IDX baru tersedia sejak tahun 2015 saja. Sehingga periode penelitian yang anda pergunakan, cuma bisa sampai pada periode tersebut.

Selain itu, penyajian datanya bukan satu-satu tapi sekaligus semua saham. Jadi ketika sudah diambil, perlu dirapikan dalam 1 file excel tersendiri. Untuk mempermudah, kita perlu memahami dan mempraktekkan fungsi VLOOKUP dalam MS Excel.

Untuk lebih lengkapnya silakan melihat video di atas.

Video Panduan : Mengambil dan Mengolah Data Harga Saham Historis

Berikut ini adalah beberapa video panduan yang saya buat di channel Youtube.

Data harga saham yang saat ini tersedia untuk umum dan dapat diakses secara gratis adalah melalui website Yahoo Finance. Untuk anda yang belum mengerti, berikut ini adalah cara untuk memindahkan ke MS Excel

Dalam data di Yahoo Finance, ada Close Price dan Adjusted Close Price. Bagaimana cara hitungnya dan mana yang lebih tepat digunakan dalam penelitian ?

Bagaimana data harian yang ada di Yahoo Finance dapat diolah menjadi Mingguan, Bulanan dan Triwulanan? Dalam video ini akan menggunakan beberapa fungsi MS Excel yaitu WEEKDAY, MONTH dan IF

Silakan subscribe channel Youtube saya untuk video-video yang lain.

Ini Jenis Reksa Dana Favorit Pilihan Investor Indonesia

Sumber : Kompas.com / shutterstocks

Ada banyak jenis reksa dana di Indonesia. Selain jenis reksa dana konvensional seperti pasar uang, pendapatan tetap, campuran dan saham yang kita kenal selama ini. Terdapat juga jenis lain seperti reksa dana terproteksi, reksa dana syariah, reksa dana efek global, reksa dana indeks, hingga yang lebih advance seperti ETF (Exchange Traded Fund), reksa dana berbasis sukuk hingga jenis produk pengelolaan investasi lainnya.

Dari sekian banyak jenis reksa dana yang ada, manakah yang kira-kira menjadi favorit investor Indonesia ?

Secara umum investor reksa dana terdiri dari 2 kategori besar yaitu orang perorangan dan institusi. Untuk institusi dibagi lagi menjadi banyak kelompok seperti Perseroan Terbatas, Bank, Asuransi, Koperasi, Yayasan, Dana Pensiun, BUMN, dan bentuk hukum lainnya.

Meski demikian, data reksa dana yang ditampilkan di publik tidak membagi berdasarkan kategori tersebut, hanya total saja. Sehingga belum bisa diketahui mana yang diminati investor institusi dan mana yang diminati perorangan.

Secara industri, dana kelolaan yang lebih dominan adalah dari investor institusi. Akan tetap investor perorangan juga meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Secara umum, perkiraan dana investor perorangan adalah antara 20 – 40% dari total dana kelolaan reksa dana.

Setiap bulannya, Otoritas Jasa Keuangan melalui situs www.reksadana.ojk.go.id menyediakan data perkembangan industri reksa dana dan pembagian per jenisnya.

Untuk data pada bulan Mei 2021 adalah sebagai berikut

Continue reading “Ini Jenis Reksa Dana Favorit Pilihan Investor Indonesia”