Forum Diskusi

Halaman ini saya buat bagi anda yang mau menanyakan sesuatu namun tidak menemukan artikel yang berkaitan. Namanya juga forum diskusi. Jadi, jika ada rekan pembaca lain yang mau memberikan jawaban atau sharing atas pertanyaan juga bisa di bagian ini.

619 thoughts on “Forum Diskusi

  1. Dear Pak Rudy,

    Mohon informasi mengenai hal-hal berikut ini :
    1. Pengertian CAPM, Sharpe-Linter CAPM dan juga Roy CAPM
    2. Perbedaan antara Sharpe-Lintner CAPM dengan Roy CAPM
    3. Bagaimana mengidentifikasi makna efisiensi pasar dalam model CAPM
    4. Bagaimana mengidentifikasi perangkap dua beta yakni antar beta single indkeks model dengan beta CAPM

    terima kasih atas perkenannya.

    Like

    1. Selamat malam pak Irwan,

      Saya pikir kalau tugas kuliah seharusnya bisa mencari ke buku / tulisan mengenai pertanyaan di atas.

      Bisa juga tanya ke dosen pembimbing atau paling gampang ke Google.

      Semoga bermanfaat

      Like

  2. Di sini ada yg jadi pengguna neteller? Kalau ada mau tanya nih. Selama ini ngirim saldo neteller ke atm gmn ya? Excharge yg terpercaya kira kira mana ya

    Like

  3. Selamat siang Pak Rudi.. Saya mau bertanya pak. Sebelumnya perkenalkan nama saya Dita, mahasiswa yg sedang menyusun skripsi. Skripsi saya tentang peraturan kebijakan tarif pajak penghasilan atas bunga obligasi pak. Saya butuh informan dari pihak wajib pajaknya pak, kalo investor obligasi itu kebanyakan perorangan atau institusi ya pak?

    Like

    1. Selamat siang Ibu Dita,

      Untuk datanya anda bisa coba cek ke situs Kementerian Keuangan, Bursa Efek Indonesia, atau KSEI. Setahu saya kepemilikan investor untuk instrumen bisa diperoleh di situs tersebut.

      Semoga bermanfaat

      Like

  4. pagi pak. ada bberapa yang ingin saya tanyakan. di beberapa prospektus reksadana turnovernya ada yg 1:0.50 ada juga yg 1:1.25 atau ada juga yg 0.49:1 nah itu semua bagaimana membacanya ya pak? interpretasi dari angka tersebut. terima kasih

    Like

      1. Selamat siang bu Anissa,

        Sesuai dengan rumusnya Portfolio Turnover dihitung dari Total Pembelian atau Penjualan mana yang lebih rendah dibagi rata-rata jumlah dana kelolaan.

        Berarti Pembilang adalah Total Pembelian atau Penjualan (yang lebih rendah)
        Penyebut adalah Rata-rata Dana Kelolaan

        Jadi mau angka 1 di pembilang atau penyebut, rumusnya masih konsisten.

        Kalau interprestasi, misalkan hasil dari pembagiannya adalah 1.5, maka nilai transaksi portofolio (pembelian saham dan obligasi) sekitar 1.5 kali dari rata-rata dana kelolaan. Semakin besar, maka berarti semakin aktif pula aktivitas transaksi yang dilakukan oleh MI.

        Semoga bermanfaat

        Like

  5. Hallo siang pak Rudi

    Saya Noviya Febriyani dari Mojokerto, saya mahasiswi dari STIE Al Anwar mojokerto, dan
    Saya mau nanya nih pak,
    1. Apakah obligasi itu termasuk instrumen investasi?

    Apakah obligasi antarperusahaan bisa digunakan sebagai penebusan laba konsolidasi?
    Dan mengapa obligasi perlu diterbitkan? Apa alasannya?

    Terimakasih pak🙏

    Like

  6. Hallo siang pak Rudi

    Saya Noviya Febriyani dari Mojokerto, saya mahasiswi dari STIE Al Anwar mojokerto, dan
    Saya mau nanya nih pak,
    1. Apakah obligasi itu termasuk instrumen investasi?

    Apakah obligasi antarperusahaan bisa digunakan sebagai penebusan laba konsolidasi?
    Dan mengapa obligasi perlu diterbitkan? Apa alasannya?

    Terimakasih pak🙏

    Like

    1. Selamat sore Ibu Noviya,

      Instrumen obligasi termasuk dalam kategori instrumen investasi.

      Kalau perihal obligasi antar perusahaan, saya terus terang kurang paham.

      Penerbitan obligasi tujuannya sebagai salah satu sumber pendanaan bagi perusahaan / negara. Itu menjadi alasan penerbitannya.

      Semoga bermanfaat

      Like

  7. Pak rudy saya sedang membangun sebuah aplikasi dashboard simulasi untuk tugas akhir sya. cuma sya takut berbenturan dengan larangan2 tertentu ydan juga pernah dibahas di blog bapak
    1. Apakah boleh saya berikan persentase kemunkinan seseorang dapat mencapai target tertentu jika menggunakan produk reksadana tertentu. apakah boleh ? mengingat saya bukan penjual
    2. apakah boleh saya merekomendasikan jika saya bukan penjual. saya hanya mengurutkan top reksadana di aplikasi dashboard yang saya buat. mengingat saya bukan penjual dan kalau saya lihat aplikasi bibit juga merekomendasikan produk tertentu

    Like

    1. Malam pak Wan,

      Konteks dari Aplikasi itu tugas kuliah atau aplikasi utk tujuan komersial? Kalau utk tugas kuliah dan tidak bersifat komersial, tidak ada aturan yg mengatur setahu saya
      Membuat rekomendasi itu hak siapa saja. Yang penting didasarkan pada data dan metode yg bisa dipertanggung jawabkan. Kemudian hindari penjelasan yang menjelek2kan produk atau nama perusahaan tertentu krn ada UU ITE. Confoh misalkan produk diklasifikasikan jadi star dan dog.

      Bibit memang agen penjual reksa dana dan sudah diatur dalam POJK tentang APERD tentang pemberian rekomendasi

      Semoga bermanfaat

      Like

      1. simulasi ini nantinya akan saya pubilasikan di web blog. tapi sekali lagi tidak ada tujuan untuk komersil hanya memberikan gambaran agar seseorang dapat mendapatkan gambaran lebih ttg reksadana yang dibeli. kalau seperti ini masih ok pak. jika saya aplikasikan kasus no.1 dan 2 di atas

        Like

        1. Perlu dipahami bahwa saya bukan penegak hukum dan juga bukan regulator.

          Perihal boleh atau tidak, yang paling baik adalah bertanya ke mereka.

          Untuk masyarakat secara umum, saya melihat aplikasi yang dibuat itu sama seperti kamu menampilkan sesuatu di sosmed saja

          Like

  8. Selamat siang Pak Rudi.
    Untuk membahas ETF secara keseluruhan dari sisi investor dan sisi MI sendiri sebagai pembentuk ETF, adakah buku rekomendasi Bapak atau buku yang Bapak terbitkan? Saya sangat tertarik sekali. Terimakasih

    Like

  9. Permisi pak rudi, saya ijin follow bapak, saya tau bapak rudi dari blog di internet sangat mengedukasi,

    pak saya mau bertanya, saya baru lulus kuliah agustus kmren 2020 , saya punya tabungan sekitar 135 jt totalnya. Menurut bapak biar lebih produktif enaknya buat apa ya pak? Terimakasih mohon bimbingannya pak. 😊

    Like

    1. Selamat siang pak Hanani,

      Hebat sekali bisa punya dana tabungan sampai Rp 135 juta walaupun baru lulus kuliah.

      Kalau bukan uang sakunya besar dan anda berhemat, maka usaha yang anda jalankan itu sukses besar sehingga punya tabungan ini.

      Kalau saran saya yang mungkin bisa dipertimbangkan seperti ini
      1. Tentukan mau kerja atau usaha
      2. Kalau kerja, maka simpan sekitar 60-100 juta sebagai dana darurat. Bisa di deposito, pasar uang, emas, atau instrumen yang anda nyaman. Sisanya baru anda investasikan di pasar modal dengan harapan mendapatkan pasif income / kenaikan harga selain gaji dari pekerjaan utama anda. Cari kerja dalam kondisi ini memang tidak mudah, tapi selama usaha dan kerja keras, seharusnya akan tetap berhasil juga
      3. Kalau dipakai untuk usaha yg bisa menghasilkan tabungan seperti ini, silakan digunakan juga. Namun sebagai pengusaha, kita juga perlu menggaji kita sendiri yang akunnya terpisah dengan akun perusahaan. Tempatkan modal kerja secukupnya dan kalau masih ada sisa, bisa digunakan untuk investasi di pasar modal seperti reksa dana

      Semoga bermanfaat

      Like

      1. Terimakasih pak sudah memberi arahan

        Alhamdulillah karna hemat dan sering kerja apa aja saya lakukan jadi bertambah segitu pak karna semangat dan tekad sambil kuliah di perantauan.

        Dan Karna kondisi pandemi seperti ini untuk usaha pun sepertinya kurang tepat ya pak? Karna teman saya banyak yg gulung tikar karna kurangnya minat konsumen apalagi setelah resesi.

        saya sepertinya memutuskan untuk bekerja pak, tapi blm dapat pekerjaan padahal udh apply kemana2 via kalibrr.id , LinkedIn. Apa karna freshgraduate jadi agak susah ya pak.

        Maaf pak jadi curhat, mungkin saya akan lebih giat lagi untuk berinvestasi sambil mencari pekerjaan pak 😊

        Like

        1. Terima kasih untuk sharingnya

          Sebenarnya pekerjaan ada tapi saya lihat orang lebih suka harian daripada kontrak jangka panjang karena masih melihat situasi.

          Waktu pertama kali saya bekerja di bidang pasar modal, tahun 2005 kalau tidak salah, baru saja ada krisis di industri reksa dana. Kemana2 saya tawarkan produk berkaitan dengan analisa reksa dana tapi memang susah sekali.

          Tapi karena ditempa dengan kondisi yang susah, biasanya mental akan lebih tangguh

          Semoga harapannya bisa tercapai

          Sehat selalu

          Like

    1. Secara teori, kupon obligasi tetap sementara sampai jatuh tempo masih ada beberapa tahun lagi. Jika suku bunga berubah, apakah itu naik atau turun, untuk mengkompensasi dilakukan dengan penyesuaian pada harga obligasinya

      Semoga bermanfaat

      Like

  10. Selamat Pagi pak Rudi, mau tanya, saya sering mendengar istilah SBN/Obligasi (khususnya FR) Seri Benchmark, apa yang dimaksud dengan ini yah? Apakah ada keistimewaannya? Saya sering mendengar dari orang lain katanya seri benchmark lebih bagus, padahal saya lihat di daftar obligasi untuk FR yang mirip tenornya tapi tidak termasuk seri benchmark tidak ada bedanya dengan FR yang seri benchmark. Kenapa dana asing lebih diarahkan ke seri benchmark? Terima kasih atas pencerahannya.

    Like

    1. Selamat pagi Stan,

      Untuk pembentukan Yield Curve yang biasanya digunakan utk membuat standar nilai wajar, digunakan SUN umur 5, 10, 15, dan 20 tahun.

      Kalau dianalogikan dengan IHSG ini seperti LQ45 nya krn sangat likuid untuk ditransaksikan.

      Dan karena likuid juga, maka menjadi minat daripada investor asing yang kadang2 bisa in dan out dalam waktu cepat.

      Likuid bisa menyebabkan harganya lebih volatile. Tapi kalau bicara potensi gain loss, maka yang jangkanya lebih panjang seperti 20 atau 30 tahun itu yang menentukan.

      Sebab semakin lama, maka fluktuasi harganya juga akan semakin tinggi sehingga ada potensi capital gain atau loss yang lebih besar.

      Semoga bermanfaat

      Liked by 1 person

  11. Halo Pak Rudiyanto,

    Saya mendengar bahwa sebelum bisa melakukan perdagangan jual-beli saham, ada formulir yang harus diisi oleh investor di perusahaan perantara perdangangan efek. Kemudian, perusahaan perantara perdangangan efek akan melihat sifat investor (apakah dia risk taker atau bukan) berdasarkan formulir yang telah diisi tersebut dan menyarankan saham-saham yang baik untuk dibeli sesuai dengan sifat tersebut. Pada saat sang investor mengaku bahwa ia adalah seorang risk taker, maka perusahaan perantara perdagangan efek berkemungkinan menyarankan investor untuk membeli saham gorengan. Apakah benar prosedur dan praktiknya demikian Pak?

    Terima Kasih sebelumnya Pak.

    Like

    1. Salam Jessica,

      Prosedur pengisian profil risiko memang benar, tapi saya agak tidak sependapat dengan rekomendasinya

      Jika seseorang ingin berinvestasi di saham, kemungkinan sangat besar dia memiliki profil risiko yang agresif. Sebab kalau konservatif ya jangan investasi di saham.

      Rekomendasi yang diberikan perusahaan sekuritas juga tidak didasarkan pada profil risiko. Tapi sifatnya dibagikan ke semua nasabahnya.

      Perihal nasabah mau beli saham gorengan atau tidak, itu kembali ke preferensi masing2 orang.

      Saran saya daripada dengar, mungkin anda bisa coba sendiri langsung untuk mendapatkan gambaran praktek yang sebenarnya

      Semoga bermanfaat

      Like

  12. Assalamualaikum bapak tudi, saya mu bertanya untuk menganalisis NAB saat ini itu gimana ya pak?, saya ada tugas kuliah fi suruh mendownload prospektus reksadana pasar uang syariah terus di suruh analisis harga nabnya saat ini, mohon penjelasannya ya pak?

    Like

  13. Assalamualaikum bapak tudi, saya mu bertanya untuk menganalisis NAB saat ini itu gimana ya pak?, saya ada tugas kuliah fi suruh mendownload prospektus reksadana pasar uang syariah terus di suruh analisis harga nabnya saat ini, mohon penjelasannya ya pak

    Like

    1. Malam Zakiya,

      Bisa ditanyakan dengan Manajer Investasi, Agen Penjual, atau Dosen yang memberi anda tugas tersebut.

      Baca kembali buku teori dan praktikum yg digunakan.

      Semoga bermanfaat

      Like

  14. Halo Pagi Pak Rudi,
    Saya mau tanya tentang reksadana ETF, untuk dapat membeli etf ini hanya bisa lewat bursa ya pak. Kemudian kalau kita mau jual kalau saya perhatikan di softwarenya, bidnya pada harga di bawah harga kita beli (terdapat spread jual beli), betul yah pak? Misalnya kita beli di harga offer 650, di bawah itu hanya ada bid di 641. Jadi tidak seperti reksadana konvensional dimana misalnya saldo kita 1 juta, ketika kita jual saat itu juga kita mendapatkan 1 juta. Tapi untuk etf, misalnya kita punya 1 juta, ketika mau jual hanya bisa di bid yang tersedia ya pak di mana terdapat spread. Walaupun tidak banyak juga, beli 650 jual 640 jadi selisih 1 lot = Rp 1000.
    Kemudian di bursa pada etf tersebut, pada bid dan offer tersedia jumlah lot yang lumayan besar (misalnya 18000 lot), ini berarti milik dealer partisipan ya pak dalam hal ini merupakan manager investasi?

    Terima kasih atas pencerahannya pak.

    Like

    1. Pagi Stan,

      Benar, untuk beli ETF hanya bisa via sekuritas. Lebih detailnya
      – Sekuritas apa saja untuk pasar sekunder dengan ketik kode sama seperti saham contoh XPTD
      – Sekuritas yang menjadi dealer partisipan di primary market sebagai contoh utk XPTD di atas adalah di Panin Sekuritas, Sinarmas Sekuritas dan Phillip Sekuritas

      Utk beli dan jual primary Market, kamu harus telp broker atau akses khusus tergantung fasilitas sekuritas. Minimum pembelian 1 unit kreasi setara 1000 lot sekitar 50 jutaan

      Harga bid dan offer di primary market sangat efisien dengan selisih yang sangat kecil dibandingkan secondary market. Pada kenyataannya transaksi ETF yg sebenarnya terjadi di pasar ini

      Bid dan offer di secondary market bisa dari investor dan dealer partisipan, sementara primary market hanya dealer participant.

      Kalau memang tertarik, bisa coba hubungi sekuritas Primary Market.

      Dalam pendapat pribadi, untuk investor retail daripada ETF lebih baik di reksa dana indeks. Tapi silakan dicoba saja kalau masih penasaran

      Semoga bermanfaat

      Like

  15. Halo Pak, terima kasih atas tulisan yang sangat membantu..

    Saya ingin bertanya tentang pengelolaan dana wakil manajer investasi (WMI).
    Misalkan saya sudah memiliki sertifikasi WMI dan memiliki izin WMI dari OJK.

    Apakah saya sebagai individu perorangan bisa mengelola dana dari teman atau keluarga saya? ataukah saya harus memiliki perusahaan manajer investasi / bekerja di perusahaan MI?

    Like

    1. Salam pak Zulkifli,

      Pengelolaan dana itu sebetulnya ada 2 bagian. Menghimpun dana dan mengelola dana.

      Ketika anda menghimpun dana dari publik dan mengelolanya, maka harus mendapat izin dari OJK, dimana perusahaannya mendapat izin sebagai Perusahaan Manajer Investasi dan karyawannya sebagai Wakil Manajer Investasi.

      Kalau kamu dititipkan dana oleh teman atau keluarga anda apakah bisa? Secara teknis tentu bisa, tinggal mereka transfer ke rekening bank kamu kemudian kamu buka rekening saham dan melakukan transaksi.

      Tapi secara kepemilikan berarti itu uang kamu krn atas nama kamu langsung. Artinya kalau anda jahat, ya uang itu anda bisa klaim.

      Kalau misalkan rekening itu atas nama teman atau keluarga, yang namanya user id dan pin itu rahasia. Kalau mereka percayakan ke kamu, ya bisa bisa aja. Tapi kalau ada apa2 kamu tidak bisa dimintakan pertanggung jawaban. Dan kamu juga tidak bisa mengutip biaya karena semua atas nama mereka langsung.

      Yang benar adalah dana dari teman dan keluarga dimasukkan ke dalam wadah reksa dana atau KPD sesuai ketentuan yang berlaku dimana hanya Perusahaan Manajer Investasi yang boleh menerbitkan dan dikelola oleh personel Wakil Manajer Investasi. Dgn skema reksa dana atau KPD kamu bisa mengutip biaya pengelolaan.

      Analoginya punya SIM B tapi kalau tidak bekerja di perusahaan taksi, ya plat mobilnya tidak bisa kuning dan anda ilegal.

      Semoga bermanfaat

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s