Forum Diskusi

Halaman ini saya buat bagi anda yang mau menanyakan sesuatu namun tidak menemukan artikel yang berkaitan. Namanya juga forum diskusi. Jadi, jika ada rekan pembaca lain yang mau memberikan jawaban atau sharing atas pertanyaan juga bisa di bagian ini.

604 thoughts on “Forum Diskusi

  1. Dear Pak Rudy,

    Mohon informasi mengenai hal-hal berikut ini :
    1. Pengertian CAPM, Sharpe-Linter CAPM dan juga Roy CAPM
    2. Perbedaan antara Sharpe-Lintner CAPM dengan Roy CAPM
    3. Bagaimana mengidentifikasi makna efisiensi pasar dalam model CAPM
    4. Bagaimana mengidentifikasi perangkap dua beta yakni antar beta single indkeks model dengan beta CAPM

    terima kasih atas perkenannya.

    Like

    1. Selamat malam pak Irwan,

      Saya pikir kalau tugas kuliah seharusnya bisa mencari ke buku / tulisan mengenai pertanyaan di atas.

      Bisa juga tanya ke dosen pembimbing atau paling gampang ke Google.

      Semoga bermanfaat

      Like

  2. Selamat siang Pak Rudi.. Saya mau bertanya pak. Sebelumnya perkenalkan nama saya Dita, mahasiswa yg sedang menyusun skripsi. Skripsi saya tentang peraturan kebijakan tarif pajak penghasilan atas bunga obligasi pak. Saya butuh informan dari pihak wajib pajaknya pak, kalo investor obligasi itu kebanyakan perorangan atau institusi ya pak?

    Like

    1. Selamat siang Ibu Dita,

      Untuk datanya anda bisa coba cek ke situs Kementerian Keuangan, Bursa Efek Indonesia, atau KSEI. Setahu saya kepemilikan investor untuk instrumen bisa diperoleh di situs tersebut.

      Semoga bermanfaat

      Like

  3. pagi pak. ada bberapa yang ingin saya tanyakan. di beberapa prospektus reksadana turnovernya ada yg 1:0.50 ada juga yg 1:1.25 atau ada juga yg 0.49:1 nah itu semua bagaimana membacanya ya pak? interpretasi dari angka tersebut. terima kasih

    Like

      1. Selamat siang bu Anissa,

        Sesuai dengan rumusnya Portfolio Turnover dihitung dari Total Pembelian atau Penjualan mana yang lebih rendah dibagi rata-rata jumlah dana kelolaan.

        Berarti Pembilang adalah Total Pembelian atau Penjualan (yang lebih rendah)
        Penyebut adalah Rata-rata Dana Kelolaan

        Jadi mau angka 1 di pembilang atau penyebut, rumusnya masih konsisten.

        Kalau interprestasi, misalkan hasil dari pembagiannya adalah 1.5, maka nilai transaksi portofolio (pembelian saham dan obligasi) sekitar 1.5 kali dari rata-rata dana kelolaan. Semakin besar, maka berarti semakin aktif pula aktivitas transaksi yang dilakukan oleh MI.

        Semoga bermanfaat

        Like

  4. Hallo siang pak Rudi

    Saya Noviya Febriyani dari Mojokerto, saya mahasiswi dari STIE Al Anwar mojokerto, dan
    Saya mau nanya nih pak,
    1. Apakah obligasi itu termasuk instrumen investasi?

    Apakah obligasi antarperusahaan bisa digunakan sebagai penebusan laba konsolidasi?
    Dan mengapa obligasi perlu diterbitkan? Apa alasannya?

    Terimakasih pak🙏

    Like

  5. Hallo siang pak Rudi

    Saya Noviya Febriyani dari Mojokerto, saya mahasiswi dari STIE Al Anwar mojokerto, dan
    Saya mau nanya nih pak,
    1. Apakah obligasi itu termasuk instrumen investasi?

    Apakah obligasi antarperusahaan bisa digunakan sebagai penebusan laba konsolidasi?
    Dan mengapa obligasi perlu diterbitkan? Apa alasannya?

    Terimakasih pak🙏

    Like

    1. Selamat sore Ibu Noviya,

      Instrumen obligasi termasuk dalam kategori instrumen investasi.

      Kalau perihal obligasi antar perusahaan, saya terus terang kurang paham.

      Penerbitan obligasi tujuannya sebagai salah satu sumber pendanaan bagi perusahaan / negara. Itu menjadi alasan penerbitannya.

      Semoga bermanfaat

      Like

  6. Pak rudy saya sedang membangun sebuah aplikasi dashboard simulasi untuk tugas akhir sya. cuma sya takut berbenturan dengan larangan2 tertentu ydan juga pernah dibahas di blog bapak
    1. Apakah boleh saya berikan persentase kemunkinan seseorang dapat mencapai target tertentu jika menggunakan produk reksadana tertentu. apakah boleh ? mengingat saya bukan penjual
    2. apakah boleh saya merekomendasikan jika saya bukan penjual. saya hanya mengurutkan top reksadana di aplikasi dashboard yang saya buat. mengingat saya bukan penjual dan kalau saya lihat aplikasi bibit juga merekomendasikan produk tertentu

    Like

    1. Malam pak Wan,

      Konteks dari Aplikasi itu tugas kuliah atau aplikasi utk tujuan komersial? Kalau utk tugas kuliah dan tidak bersifat komersial, tidak ada aturan yg mengatur setahu saya
      Membuat rekomendasi itu hak siapa saja. Yang penting didasarkan pada data dan metode yg bisa dipertanggung jawabkan. Kemudian hindari penjelasan yang menjelek2kan produk atau nama perusahaan tertentu krn ada UU ITE. Confoh misalkan produk diklasifikasikan jadi star dan dog.

      Bibit memang agen penjual reksa dana dan sudah diatur dalam POJK tentang APERD tentang pemberian rekomendasi

      Semoga bermanfaat

      Like

      1. simulasi ini nantinya akan saya pubilasikan di web blog. tapi sekali lagi tidak ada tujuan untuk komersil hanya memberikan gambaran agar seseorang dapat mendapatkan gambaran lebih ttg reksadana yang dibeli. kalau seperti ini masih ok pak. jika saya aplikasikan kasus no.1 dan 2 di atas

        Like

        1. Perlu dipahami bahwa saya bukan penegak hukum dan juga bukan regulator.

          Perihal boleh atau tidak, yang paling baik adalah bertanya ke mereka.

          Untuk masyarakat secara umum, saya melihat aplikasi yang dibuat itu sama seperti kamu menampilkan sesuatu di sosmed saja

          Like

  7. Selamat siang Pak Rudi.
    Untuk membahas ETF secara keseluruhan dari sisi investor dan sisi MI sendiri sebagai pembentuk ETF, adakah buku rekomendasi Bapak atau buku yang Bapak terbitkan? Saya sangat tertarik sekali. Terimakasih

    Like

  8. Permisi pak rudi, saya ijin follow bapak, saya tau bapak rudi dari blog di internet sangat mengedukasi,

    pak saya mau bertanya, saya baru lulus kuliah agustus kmren 2020 , saya punya tabungan sekitar 135 jt totalnya. Menurut bapak biar lebih produktif enaknya buat apa ya pak? Terimakasih mohon bimbingannya pak. 😊

    Like

    1. Selamat siang pak Hanani,

      Hebat sekali bisa punya dana tabungan sampai Rp 135 juta walaupun baru lulus kuliah.

      Kalau bukan uang sakunya besar dan anda berhemat, maka usaha yang anda jalankan itu sukses besar sehingga punya tabungan ini.

      Kalau saran saya yang mungkin bisa dipertimbangkan seperti ini
      1. Tentukan mau kerja atau usaha
      2. Kalau kerja, maka simpan sekitar 60-100 juta sebagai dana darurat. Bisa di deposito, pasar uang, emas, atau instrumen yang anda nyaman. Sisanya baru anda investasikan di pasar modal dengan harapan mendapatkan pasif income / kenaikan harga selain gaji dari pekerjaan utama anda. Cari kerja dalam kondisi ini memang tidak mudah, tapi selama usaha dan kerja keras, seharusnya akan tetap berhasil juga
      3. Kalau dipakai untuk usaha yg bisa menghasilkan tabungan seperti ini, silakan digunakan juga. Namun sebagai pengusaha, kita juga perlu menggaji kita sendiri yang akunnya terpisah dengan akun perusahaan. Tempatkan modal kerja secukupnya dan kalau masih ada sisa, bisa digunakan untuk investasi di pasar modal seperti reksa dana

      Semoga bermanfaat

      Like

      1. Terimakasih pak sudah memberi arahan

        Alhamdulillah karna hemat dan sering kerja apa aja saya lakukan jadi bertambah segitu pak karna semangat dan tekad sambil kuliah di perantauan.

        Dan Karna kondisi pandemi seperti ini untuk usaha pun sepertinya kurang tepat ya pak? Karna teman saya banyak yg gulung tikar karna kurangnya minat konsumen apalagi setelah resesi.

        saya sepertinya memutuskan untuk bekerja pak, tapi blm dapat pekerjaan padahal udh apply kemana2 via kalibrr.id , LinkedIn. Apa karna freshgraduate jadi agak susah ya pak.

        Maaf pak jadi curhat, mungkin saya akan lebih giat lagi untuk berinvestasi sambil mencari pekerjaan pak 😊

        Like

        1. Terima kasih untuk sharingnya

          Sebenarnya pekerjaan ada tapi saya lihat orang lebih suka harian daripada kontrak jangka panjang karena masih melihat situasi.

          Waktu pertama kali saya bekerja di bidang pasar modal, tahun 2005 kalau tidak salah, baru saja ada krisis di industri reksa dana. Kemana2 saya tawarkan produk berkaitan dengan analisa reksa dana tapi memang susah sekali.

          Tapi karena ditempa dengan kondisi yang susah, biasanya mental akan lebih tangguh

          Semoga harapannya bisa tercapai

          Sehat selalu

          Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s