Keterbukaan Data >1% ✅
Daftar High Shareholding Concentration – HSC ✅
On progress
Klasifikasi Investor dari 9 jadi 39 🔃
Klasifikasi afiliasi atau bukan 🔃
Semua di atas tujuannya 1 menentukan Free Float
Seperti apa Free Float di mata IDX, MSCI, dan FTSE?
Studi kasus BBCA
Sumber utama atau Primary Source untuk data Free Float di Indonesia adalah Bursa Efek Indonesia. Sebab IDX, KSEI, dan KPEI adalah penyelenggara utama dan memiliki semua data tersebut. Semua emiten terdaftar juga diwajibkan untuk melaporkan ke IDX setiap bulan sesuai format.
Apa definisi Free Float menurut IDX?
Dalam Kep-00045/BEI/03-2026, Free Float adalah saham yang memenuhi 5 ketentuan.
Scripless, pemegang saham kurang dari 5%, bukan afiliasi, direksi komisaris, bukan saham treasury, dan bukan dalam status jaminan

Poin A sangat penting, karena dari data >1% yang dibuka jika ada nama Perorangan atau Badan, tidak serta merta dikategorikan non free float selama di bawah 5%. Berdasarkan format di atas, semua emiten diwajibkan untuk membuat pelaporan sesuai format di bawah setiap bulan.

Pada waktu konten ini dibuat, kebetulan data Maret 2026 belum tersedia sehingga saya menggunakan data Februari 2026. Data Keterbukaan Informasi BBCA periode Februari 2026 mencantumkan % Saham Free Float Januari 2026 sebesar 42.59% dan Februari 2026 sebesar 42.59%.

Bagaimana informasi publik seperti RTI ?
Tanggal yang sama, ternyata angkanya berbeda. Berdasarkan Masyarakat Non Warkat – Scripless periode yang sama yaitu 42.164%. Ada selisih sekitar 0.426%, darimana? Entahlah, soalnya kepemilikan saham oleh Direksi dan Komisaris tidak segitu.

Apakah angka itu yang digunakan MSCI dan FTSE?
Definisi Free Float menurut dokumen MSCI Maret 2026 beda lagi dimana saham dikatakan Free Float jika dimiliki :
Hedge Fund – yang tidak terlibat dalam manajemen
Individu – non afiliasi dan jumlah kecil
Asuransi
Reksa Dana
Dana Pensiun – non afiliasi
Sekuritas – non jaminan
Dana Sosial – semacam BPJS yang tidak terlibat manajamen

MSCI juga punya definisi sendiri soal Non Free Float, dimana jika pemiliknya kategori tersebut dianggap non free float
Bank – kecuali hanya atas nama
Perusahaan – semua perusahaan termasuk treasury
Karyawan – maksudnya non manajemen, bisa jadi karyawan senior dengan ESOP besar
Pemerintah – kepemilikan oleh SWF seperti Danantara
Direksi Komisaris
Private Equity dan Modal Ventura – kedua kepemilikan ini dianggap non free float

FTSE juga punya definisi free float dengan ketentuan yang serupa tapi agak beda dengan MSCI.
Berdasarkan dokumen Januari 2026, yang free float adalah maksimal 30 yang dipegang
– Bank dan Trust
– Perusahaan Keuangan
– Hedge Fund
– Penasihat Investasi
– Asuransi
– Dana Pensiun
– Manajer Investasi
– Sekuritas
– Reksa Dana
– ETF
dan maksimal 10% untuk kepemilikan oleh SWF.
Yang Non Free Float
– Korporasi dan ESOP
– Yayasan
– Lembaga Pemerintah
– Individu yang namanya muncul dalam pemberitaan
– Saham treasury
– Venture Capital dan Private Equity

Beberapa poin yang perlu diperhatikan dalam MSCI dan FTSE
– Individu jika namanya muncul, berapapun persentasenya, dianggap non free float oleh keduanya
– FTSE : Yayasan non free float, MSCI tidak mengatur
– MSCI : Kepemilikan oleh Bank dan Sekuritas di cek apakah nominee atau dalam status jaminan, FTSE : Free Float
– MSCI : SWF jika ada direksi / komisaris non free float, FTSE : SWF selama < 10%
Karena perbedaan-perbedaan di atas, makanya data kepemilikan perlu dipecah dari 9 menjadi 39, banyak dari kategori di atas tidak ada dalam versi KSEI.
Jadi berapa Free Float versi MSCI dan FTSE?
Yang jelas data RTI dan IDX belum bisa dipakai karena tidak ada kategorinya. Dengan menggunakan kepemilikan >1% untuk BBCA per Februari 2026 sebagai berikut :

CP (Corporation) 57.03 dan bentuknya scrip pula sehingga non free float, kemudian nama Anthoni Salim sebagai ID (Individual) 1.15% yang muncul dalam public filling, sehingga non free float. Sehingga Free Float = 100 – 57.03 – 1.15 = 41.82%. Tapi data ini kurang komplit karena masih ada saham treasury 0.323% (RTI) dan kepemilikan direksi komisaris yang harus dikurangi, tapi tidak muncul dalam data 1% karena angkanya di bawah itu.
Jika kita membaca aturan MSCI dan FTSE yang ada pengecualian seperti tipe Korporasi (CP) dan Yayasan (FD), serta pertimbangan untuk Bank (IB) dan Sekuritas (SC), maka perlu buka data KSEI. Berdasarkan KSEI Feb 2026, total saham scripless adalah 42.55%. Kalau tipe CP dan FD dikeluarkan, menjadi 40.32%.
Dari informasi yang katanya berlangganan MSCI, BBCA itu Free Floatnya 41.6%, hal ini belum bisa saya verifikasi karena memang tidak ada aksesnya

Jadi sebetulnya mana yang dipakai? Data keterbukaan informasi di IDX, data kepemilikan saham >1%, atau data KSEI?
Kalau sumbernya berbeda, angka free floatnya bisa berbeda juga. Angka Free Float ini sangat penting karena menentukan apakah saham masuk atau tidak dan bobotnya.
Terus terang saya sangat berharap yang digunakan oleh MSCI dan FTSE adalah versi IDX yang diperjelas. Dimana untuk poin F misalkan tidak hanya yang dalam masa lock up saja, tapi juga >1% dan masuk kategori Korporasi dimana MSCI dan FTSE sama-sama menganggap tipe ini non free float. Kemudian IDX juga menganggap harus di atas 5% baru non free float, sementara MSCI dan FTSE bisa saja berpendapat lain.

Kemudian data tersebut tersedia dalam format excel yang dapat diakses setiap bulan sehingga pengolahan data menjadi lebih mudah. Publikasi data kepemilikan saham per Maret 2026 yang akan terbit di April 2026 menjadi sangat penting apakah masih sama atau berbeda dengan yang lalu.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan komentar