Strategi Pengelolaan Reksa Dana di Era New Normal

Ilustrasi new normal. Orang-orang mulai kembali bekerja di kantor.
Sumber : Kompas, Shutter Stock

New Normal adalah kebijakan membuka kembali aktivitas ekonomi, sosial dan kegiatan publik secara terbatas dengan menggunakan standar kesehatan yg sebelumnya tidak ada sebelum pandemi. Penyesuaian ini tentunya akan berdampak terhadap perekonomian. Bagaimana dampaknya terhadap strategi pengelolaan reksa dana oleh Manajer Investasi?

Secara sederhana, ketika masyarakat berinvestasi pada reksa dana, manajer investasi selaku pengelola akan menempatkan pada 3 instrumen yaitu Deposito, Obligasi dan Saham.

Dalam melakukan penempatan, Manajer Investasi perlu memperhatikan kesesuaian dengan peraturan OJK sehingga tidak melanggar batasan-batasan yang telah ditetapkan. Misalnya penempatan di 1 perusahaan tidak lebih besar dari 10% jumlah dana kelolaan, di instrumen luar negeri tidak lebih dari 15% jumlah dana kelolaan, investasi pada pihak terafiliasi maksimal 20%, dan batasan lainnya yang bisa dilihat pada prospektus reksa dana.

Kemudian dalam pemilihan nama-nama perusahaan, Manajer Investasi perlu memastikan bahwa prospek ke depannya akan baik. Dalam bahasa yang sederhana, kalau menempatkan pada deposito dan obligasi, bank dan perusahaan penerbit diharapkan bisa membayar bunga dan pokok tepat waktu. Untuk penempatan pada saham, diharapkan ada kenaikan harga.

Untuk obligasi dan saham, Manajer Investasi juga perlu mengantisipasi adanya risiko fluktuasi harga. Meskipun tidak ada masalah dengan perusahaannya, terkadang karena situasi eksternal, perubahan suku bunga dan inflasi, dan sekarang ditambah wabah COVID-19, bisa menyebabkan gejolak harga.

Bentuk antisipasi dapat dilakukan dengan kombinasi saham – deposito atau saham – obligasi – deposito dengan batasan bobot sesuai ketentuan dan diversifikasi pada beberapa sektor / saham. Harapannya ketika pasar secara umum turun, masih ada instrumen / sektor saham tertentu yang naik sehingga risiko fluktuasinya bisa diminimalkan.

Apakah New Normal ini berdampak pada pertimbangan Manajer Investasi dalam mengelola reksa dana? Itu sudah pasti. Namun efeknya berbeda-beda untuk setiap jenis instrumen.

Continue reading “Strategi Pengelolaan Reksa Dana di Era New Normal”

Info Program CSR Panin AM Melawan COVID-19 #BerbagiKebaikan

Pandemi COVID-19 menjadi bencana bagi banyak negara. Berbeda dengan krisis yang selama ini mungkin hanya muncul di koran, situs berita dan perdebatan di sosial media, dampak dari COVID-19 benar-benar dirasakan oleh semua kalangan masyarakat.

Mulai dari kaum “berada” hingga masyarakat kecil biasa, dari kota besar hingga pelosok desa merasakan dampaknya. Tidak bisa beraktivitas secara normal, wajib memakai masker, harus sering cuci tangan, hingga butuh surat izin untuk sekedar keluar masuk dari daerah yang menetapkan PSBB.

Bagi yang punya tabungan atau bidang usahanya kebetulan diuntungkan dari situasi ini, mungkin masih bisa bertahan. Tapi bagi yang tidak, tentu untuk menjalani kehidupan sehari-hari menjadi tantangan besar.

Bersama kolega di kantor, kami mencoba mencari apakah ada sesuatu yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk membantu situasi ini. Setelah brainstorming dan kerja lintas divisi mulai dari divisi Investasi, IT, Business Development, Customer Service, Marketing, Operation, dan Marcom.

Dengan memanfaatkan dana CSR perusahaan yang berasal dari dana cleansing di reksa dana syariah dan dana CSR Panin Dana Teladan, terselenggara program CSR #BerbagiKebaikan bersama Panin AM melawan COVID-19.

Sebagai informasi, dana cleansing adalah dana dalam pengelolaan reksa dana syariah yang tidak sesuai kaidah syariah. Sumber yang paling umum adalah dari bunga dana mengendap ketika investor melakukan subscription.

Saat ini belum ada Bank Syariah yang mendapat izin sebagai bank kustodian, untuk itu reksa dana syariah masih menggunakan Bank Umum Konvensional sebagai bank kustodian. Ketika investor membeli reksa dana, dana dikumpulkan di rekening penampung, setelah itu baru dipindahkan ke rekening operasional untuk dibelikan saham syariah, sukuk atau ditempatkan di deposito bank syariah.

Proses perpindahan dari rekening penampung di Bank Konvensional ke rekening operasional biasanya memakan waktu 1 hari kerja. Untuk memaksimalkan, dana 1 hari tersebut ditempatkan di deposito on call yang memberikan bunga. Karena merupakan pendapatan non syariah, maka bunga tersebut “dimurnikan” (cleansing) ke yayasan sosial yang disetujui Dewan Pengawas Syariah.

Sumber dana cleansing juga dapat berasal dari bagian dividen perusahaan yang memiliki anak perusahaan non syariah. Sebagai contoh, ASII adalah perusahaan yang masuk ke kategori Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI). Namun ASII juga merupakan pemilik sebagian dari saham Bank Permata (BNLI). Jika ASII membagikan dividen, tentu ada kontribusi dari BNLI di dalamnya. Biasanya Bank Kustodian akan melakukan perhitungan dan mengeluarkan porsi dividen tersebut untuk kemudian “dimurnikan”

Reksa Dana Saham Panin Dana Teladan juga merupakan reksa dana yang sejak awal sudah dibuat memiliki tujuan sosial atau dikenal dengan nama endowment fund. Dalam peraturan OJK tidak ada kategori ini, biasanya ditetapkan sendiri oleh Manajer Investasi dan Bank Kustodian pada saat pembentukan produk.

Dalam Kontrak Investasi Kolektif (KIK) daripada Panin Dana Teladan, ditetapkan sebesar 25 bps dari Jumlah Dana Kelolaan akan disisihkan untuk disalurkan untuk kegiatan sosial. Sebelumnya fokus dari kegiatan ini adalah berkaitan dengan beasiswa pendidikan, namun karena ada kejadian COVID-19, dialihkan untuk bidang ini.

Cara Kerja Program CSR
Terdapat 2 cara bagi investor ataupun calon investor Panin AM untuk ikut berpartisipasi.
Pertama, penukaran Poin Fortuna. Ini adalah semacam reward point bagi nasabah yang bertransaksi dan mempertahankan saldonya. Nasabah dapat menukarkan saldonya menjadi donasi Sembako atau APD sesuai pilihannya.
Kedua, transaksi pembelian reksa dana. Setiap transaksi pembelian reksa dana dengan kelipatan Rp 10 juta, Panin AM akan mendonasikan senilai Rp 150.000 dalam bentuk Sembako dan APD.

Untuk lebih lengkapnya mengenai tata cara bisa membaca https://www.panin-am.co.id/donasiCOVID19.aspx

Dalam penyaluran ini, Panin AM bekerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Perancang Mode Indonesia (APPMI) untuk penjahitan Alat Pelindung Diri khusus untuk Baju Hazmat dan Yayasan Food Cycle Indonesia untuk penyaluran Sembako.

Per 26 Mei 2020, telah terkumpul total sebesar Rp 652.740.000. Program CSR ini akan berlangsung hingga 31 Mei 2020. Dan jangan khawatir, saat ini sedang disusun program CSR tahap 2 yang akan berlangsung di bulan Juni 2020.

Untuk tahap awal, Panin AM langsung mendonasikan 1000++ paket sembako dan 1500 baju APD ke berbagai rumah sakit dan Puskesmas di Indonesia. Kemudian ditambah dengan donasi yang terkumpul, telah dilakukan lagi donasi tambahan lagi sebanyak 1000 ++ paket sembako dan 800 APD tambahan.

Untuk penyaluran Sembako dilakukan secara bertahap. 1000++ paket pertama telah disalurkan sebelum Lebaran dan 1000++ paket kedua akan dilakukan setelah Lebaran ini.

Saya terus terang sangat kagum dengan Yayasan Food Cycle karena mereka benar-benar masuk ke pemukiman penduduk dan membagikan satu per satu. Penerima juga harus menandatangani pernyataan bahwa paket yang diterima tidak bisa dijual lagi.

Untuk baju APD, untuk penyaluran tahap pertama sesuai masukan dari salah satu nasabah yang menjadi dokter, terdapat kebutuhan yang bersifat mendesak dari daerah Sidoarjo dan Surabaya yang menjadi zona merah baru.

Kemudian kami juga mengirimkan ke 5 Rumah Sakit Rujukan COVID-19 di Jakarta. Untuk penyaluran tahap kedua yang baru akan dilakukan setelah Lebaran ini, akan ditujukan ke Puskesmas dan Rumah Sakit di daerah Jawa Tengah dan 1 di Sulawesi.

Kami sangat berterima kasih kepada yayasan APPMI karena dalam pembuatan baju APD mereka melakukan pembelian bahan kain dari pelaku usaha UMKM dan mempekerjakan penjahit yang mungkin rezekinya sedang berkurang karena pandemi ini.

Berikut ini adalah beberapa foto-foto terkait kegiatan yang sudah dilakukan :

Ilustrasi Paket Sembako dan Baju APD

Demikian informasi ini. Melalui kesempatan ini, saya dan keluarga juga ingin mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri. Mohon maaf lahir dan batin

Image

Webinar : Market Update Mei 2020

Image may contain: 1 person

Market Outlook Mei 2020 membahas tentang:

– Perkembangan Pandemi COVID-19 dari Kacamata Manajer Investasi

– Update Laporan Keuangan Q1 – 2020

– Sampai Kapan Net Sell Asing akan Berlanjut?

– Investasi di Reksa Dana Berbasis Saham, Obligasi, Pasar Uang, dan USD Paska COVID-19

– Update Program CSR Panin Asset Management terkait Pandemi COVID-19

Event ini tidak dikenakan biaya dan terbuka untuk umum.

Untuk pendaftaran, silahkan https://linktr.ee/paninassetmanagement

Savvy Investor Class : Perencanaan Keuangan Kartini Zaman Now (23 April 2020) – Free untuk umum

Dear Kartini Zaman Now, dalam rangkat menyambut Hari Kartini, Panin Asset Management ada acara khusus nih untuk kamu yaitu Savvy Investor Class – Perencanaan Keuangan Kartini Zaman Now.

Kamis 23 April 2020 – 13.30 – 15.30 WIB – Via Zoom

Selain membahas tentang fakta dan pentingnya peran perempuan di bidang finansial, akan dibahas juga loh produk-produk investasi yang sedang in dan tips menyusun portfolio khusus buat wanita.

Seru kan?

Yuk langsung daftar sekarang juga supaya enggak ketinggalan kelasnya. Untuk pendaftaran, silahakan klik https://linktr.ee/paninassetmanagement

Market Update Panin Asset Management – 31 Maret 2020

Bagaimana pandangan Panin AM terhadap penanganan pandemic COVID-19 saat ini?
Dalam konteks pasar modal, yang akan menjadi perhatian utama dari investor adalah penanganan oleh Amerika Serikat karena masih merupakan ekonomi utama di dunia. Saat ini AS sudah menjadi Negara dengan pasien COVID-19 terbanyak di dunia.

Dari sudut pandang kami, pesatnya test dan pertambahan pasien dikarenakan AS memiliki sumber daya dan teknologi untuk melakukan uji secara massal. Hal ini menjadi pertanda yang bagus karena upaya pengendalian dalam bentuk isolasi diri dan perawatan dapat dilakukan dengan lebih baik jika datanya lengkap.

Saat ini jumlah pasien baru memang masih bertambah banyak, namun mulai terlihat tanda tanda melandai. Untuk itu, Panin AM cukup optimis bahwa puncak wabah di AS akan terjadi dalam waktu 2-4 minggu ini.

Untuk Indonesia sendiri, kami berharap dapat mengikuti tren di AS sehubungan dengan tindakan-tindakan yang sudah dan akan dilakukan pemerintah pusat dan daerah saat ini.

Mana yang lebih menjadi acuan dalam konteks investasi pasar modal? Penanganan di AS atau Indonesia?
Saat ini pergerakan harga saham di Negara Asia dan Eropa cenderung mengikuti pergerakan saham US. Untuk itu, dalam konteks pasar modal keberhasilan AS dalam menangani pandemic COVID-19 akan menjadi sentimen positif bagi pasar modal di dunia.

Apakah IHSG bisa turun lagi? mengingat minggu lalu ada rally belasan persen dalam 2 hari (26-27 Maret 2020) sehingga bisa saja efek stimulus sudah selesai?
Berdasarkan data perkembangan penanganan wabah di AS dan stimulus yang sudah diluncurkan, kemungkinan turun dalam jangka pendek memang masih ada.

Namun dalam pandangan kami, lHSG di level 4.000 merupakan level support yang sangat kuat. Karena pada level tersebut Short Seller cenderung berhati-hati, investor lokal baik institusi ataupun High Net Worth dengan dana besar sudah lebih berani untuk masuk.

Bagaimana pandangan Panin AM tentang pemulihan ekonomi dan pasar modal pasca COVID-19, apakah berbentuk V-shape atau U-shape ?
(V-Shape pemulihan secara cepat, U-shape pemulihan secara perlahan)

Ada 2 pandangan tentang hal tersebut. Untuk masing-masing Negara memang tidak sama juga tergantung struktur perekonomian, kesiapan infrastruktur, tingkat keparahan akibat dampak pandemic dan sebagainya.

Dalam pandangan Panin AM, untuk pemulihan pasca COVID-19 untuk AS berpotensi berbentuk V-Shape. Dasar pemikiran kami sebagai berikut :

Krisis ekonomi kali ini berbeda dengan krisis ekonomi pada tahun 2008 lalu. Krisis 2008 disebabkan adalah adanya spekulasi yang berlebihan pada sektor property sehingga terjadi krisis subprime mortgage. Apabila pemerintah mau melakukan bail out, masih ada pertentangan karena pertanyaan mengapa pihak yang bersalah karena melakukan spekulasi tersebut harus diselamatkan.

Untuk 2020, krisis kali ini bersifat force majeure. Tidak ada pihak yang bisa disalahkan selain virus itu sendiri. Untuk itu, proses pemberian stimulus akan lebih mudah dan merata ke masyarakat dan perusahaan yang dianggap terdampak.

Hal ini membuat ekonomi tumbuh lebih cepat sehingga potensi kenaikan pada saat virus ini berakhir bisa lebih cepat sehingga cenderung berbentuk V-Shape daripada U-Shape.

Untuk pasar modal, diharapkan juga demikian. Sebagaimana dari pengamatan beberapa hari terakhir, mulai ada riset yang menyarankan untuk membeli saham-saham dengan valuasi murah. Selain itu, pergerakan saham AS juga tidak terlalu fluktuatif meskipun pertambahan pasien baru masih banyak. Ada kemungkinan investor sudah mulai memperkirakan akhir dari pandemic semakin dekat.

Bagaimana dengan Indonesia?
Indonesia dan juga Negara Asia lainnya, cenderung akan mengikuti tren di Amerika Serikat. Jadi diharapkan pemulihan pasca COVID-19 juga mendekati V-Shape

Darimana negara memiliki dana untuk menyalurkan stimulus dalam jumlah besar tersebut? Mengingat pendapatan negara tentu sudah turun karena aktivitas ekonomi juga ikut menurun?

Untuk AS, sebagaimana yang sudah dilakukan dari masa-masa sebelumnya, stimulus ini akan berasal dari hutang. Sebab AS memiliki privilege sebagai negara adidaya sehingga kekurangan anggaran negara dapat diperoleh dengan cara pemerintah AS menerbitkan surat hutang kemudian dibeli oleh Bank Sentral dengan mencetak uang.

Privilege seperti itu, tentunya belum dimiliki oleh negara lain seperti Indonesia. Untuk itu, bisa melalui realokasi anggaran atau relaksaksi aturan dimana jika sebelumnya defisit adalah maksimal 3% dari APBN, maka dengan adanya kondisi ini bisa menjadi 5-6%.

Anggaran yang lebih longgar ini juga berpotensi membuat pemerintah lebih fleksibel di masa mendatang sehingga mempercepat tingkat pertumbuhan ekonomi.

Apakah harga minyak yang sangat rendah (level 20 USD/Barrel), bisa menjadi risiko baru seperti perusahaan minyak di AS yang bangkrut sehingga harga saham ikut turun?
Sebagaimana pendapat di atas, bahwa stimulus di AS bernilai sangat besar dan ada kemungkinan juga akan masuk ke sektor energy seperti minyak juga. Sehingga risiko daripada kebangkrutan perusahaan minyak dapat dihindari.

Untuk harga, jika nantinya kondisi sudah membaik dan permintaan meningkat, maka harga minyak berpotensi kembali naik.

Apakah ada perkiraan untuk harga wajar IHSG di 2020?
Berikut ini perkiraan harga wajar IHSG oleh Panin AM berdasarkan kondisi terbaru

Skenario Terbaik : IHSG di level 6400 dengan catatan puncak kurva pasien baru di AS terjadi dalam 2 minggu (pertengahan April) baru kemudian menunjukkan tren penurunan dan stimulus di AS berjalan (saat ini sudah disetujui)

Skenario Dasar : IHSG di level 6000 dengan catatan puncak kurva pasien baru di AS terjadi dalam waktu 2-4 minggu (akhir April) baru kemudian menunjukkan tren penurunan dan stimulus di AS berjalan

Skenario Terburuk : IHSG di level 5000 dengan catatan puncak kurva pasien baru di AS masih belum tercapai setelah 1 bulan (setelah Mei) dan stimulus di AS berjalan.

Webinar Panin AM 2020 : Market Outlook (30 Maret) dan Pajak (31 Maret)

Membahas :
– View Panin AM terhadap kondisi pasar
– Cara menganalisa risiko dan legalitas produk fixed rate
– Strategi investasi dengan teori Black Swan dan Asset Allocation

Membahas :
Tata cara untuk pelaporan di SPT Pajak untuk
-Tabungan
– Deposito
– Obligasi
– Saham
– Reksa Dana
– Unit Link
– P2P Lending

Pendaftaran bisa langsung dengan cara klik https://linktr.ee/paninassetmanagement

Aplikasi Theory Black Swan Event Di Pasar Saham Indonesia

Teori Peristiwa Angsa Hitam / Black Swan Event Theory merujuk pada peristiwa langka yang berdampak besar, sulit diprediksi dan di luar perkiraan biasa.

Pandemi COVID-19 yang menyebabkan kejatuhan bursa saham dan obligasi (yang belakangan naik lagi), stimulus terbesar dalam sejarah dunia, serta aturan physical distancing, dan berbagai perubahan lainnya sudah pasti bisa dikategorikan peristiwa Teori Angsa Hitam.

Dalam dunia pasar modal, jika terjadi peristiwa Black Swan Event, dapat dimanfaatkan 
+ Melakukan realisasi keuntungan jika naik pesat (Profit Taking)
+ Melakukan investasi jika turun dalam (Time to Buy)

Penurunan IHSG akibat pandemi COVID-19 yang dalam tentu sudah diketahui oleh semua orang, pertanyaannya berapa “dalam” persentase penurunan yang bisa dikategorikan sebagai Black Swan Event ? Apakah turun 10%, 20%, 30%? Kemudian berapa lama waktunya? Apakah 1, 3, 6 bulan atau 1 tahun?

Untuk menjawab pertanyaan di atas, berikut langkah dan hasil penelitiannya Black Swan Event pada pasar saham (IHSG) Indonesia.

Continue reading “Aplikasi Theory Black Swan Event Di Pasar Saham Indonesia”