4 Faktor Penentu Harga Emas

Berdasarkan data Antam, harga emas tertinggi sempat mencapai Rp 3.168.000 per gram dan per 12 April 2026 Rp 2.860.000. Dalam USD / Troy Ounce sempat USD 5645, per 12 April 26 di USD 4747.

Mengapa harga emas turun?
Bukankah perang masih berlangsung?
Apa faktor penentu harga emas?

Dalam menghitung harga wajar saham atau obligasi, yang biasanya digunakan Yield yang dihasilkan pada masa mendatang dalam bentuk Kupon dan Dividen, kemudian dihitung nilai saat ini dengan metode present value. Untuk emas, tidak bisa digunakan karena tidak menghasilkan yield.

Untuk itu metode yang digunakan adalah melalui demand dan supply. Secara umum, supply dari emas utamanya dari 2 yaitu :
– Emas hasil tambang (gold mine).
– Emas hasil daur ulang (recycled gold).
Rasionya sekitar tambang 70-75% dan sisanya daur ulang dari emas lama.

Supply emas relatif stabil karena tidak banyak temuan cadangan tambang emas baru yang menambah produksi secara signifikan. Indonesia juga salah satu negara penghasil tambang emas, tapi tidak masuk dalam 5 besar dan baik dari sisi produksi maupun cadangan emas.

Untuk Demand, ada sumber utama permintaan
Perhiasan
Teknologi
Bank Sentral
Investasi

Per Desember 2025, permintaan terbesar berasal Investasi sekitar 2175 ton, nomer 2 Perhiasan 1638 ton, nomer 3 Bank Sentral 863 ton, dan terakhir Teknologi 322 ton.

Untuk Demand, ada sumber utama permintaan
Perhiasan
Teknologi
Bank Sentral
Investasi

Per Des 2025,...

TEKNOLOGI
Emas menjadi salah satu komponen dalam elektronik seperti Chip, Ponsel, dan barang industri lainnya dengan porsi kecil. Permintaan dari sisi Teknologi bukan penggerak harga emas. Jika harga sudah terlalu mahal, biasanya diupayakan bahan lain pengganti melalui terobosan teknologi.

Emas menjadi salah satu komponen dalam elektronik seperti Chip, Ponsel, dan barang industri lainnya...

PERHIASAN
Perhiasan (Jewellery Fabrication) menduduki permintaan peringkat kedua dengan 1683 Ton, di tahun-tahun sebelumnya malah di nomor 1. Untuk Perhiasan, emasnya dari 2 sumber, emas baru dari tambang atau emas lama yang dileburkan. Sementara 90% dari emas daur ulang berasal dari Perhiasan.

Jadi ketika harga emas rendah, orang2-orang membeli perhiasan. Sebaliknya ketika harga emas tinggi, emas Perhiasan lama dilebur untuk dijual sebagai emas yang baru. Dari data 2020-2023, Perhiasan naik dari 1300 ton ke sekitar 2000-2200 ton per tahun, pada periode ini harga emas landai.

Pada 2024 dan 2025, Perhiasan turun ke 2000 ton dan 1638 Ton, sejalan dengan kenaikan harga emas. Jadi meski Perhiasan adalah terbesar kedua, sifatnya Price Follower bukan Price Setter. Artinya Konsumsi Perhiasan naik itu ketika harga emas turun dan tidak menggerakkan harga.

Perhiasan (Jewellery Fabrication) menduduki permintaan peringkat kedua dengan 1683 Ton, di tahun2 se...

BANK SENTRAL
Bank Sentral adalah permintaan terbesar ketiga dan menjadi salah satu penggerak harga. Sebab Bank Sentral biasanya membeli emas murni dari smelter dan menyimpannya dalam jangka panjang sebagai salah satu komponen cadangan devisa. Meski diperjualbelikan biasanya jarang.

Sejak perang Russia – Ukraina, Bank Sentral dari berbagai penjuru dunia terutama China meningkatkan cadangan emas secara signifikan. Akibatnya naik dari 254 ton 2020 menjadi 1092 Ton 2024 dan turun ke 863 ton 2025. Kenaikan lebih dari 300% ini mengerek harga emas era 2023-2024.

Secara kebijakan, biasanya Bank Sentral akan terus menambah cadangan devisanya dan emas sebagai alternatif utama. Tapi dalam kondisi “terpaksa” seperti 2026 ini dimana nilai tukar melemah, inflasi tinggi, impor energi USD akibat perang Iran-USA, bisa jadi dijual seperti Turki.

Bank Sentral adalah Price Setter. Pembelian dan penjualannya berdampak pada harga
Jika perang berkepanjangan, inflasi tinggi, gangguan supply energi berlanjut, bukan tidak mungkin aksi jual emas oleh bank sentral lain akan terjadi lagi. Ini menjadi sentimen negatif harga emas.

Bank Sentral adalah permintaan terbesar ketiga dan menjadi salah satu penggerak harga

Sebab Bank Se...

INVESTASI
Kenaikan harga emas yang tinggi beberapa tahun terakhir, isu dedolarisasi, hutang USA yang menggunung, kebijakan Trump yang mengubah tatanan dunia menciptakan story positif terhadap Investasi emas. Dana masuk dari pembelian emas batang dan ETF berbasis emas, bahkan digital gold.

Berbeda dengan Perhiasan yang Price Follower, Investasi dan Bank Sentral menurut saya lebih ke Price Setter. Tapi Bank Sentral lebih mudah diprediksi karena berorientasi jangka panjang dan kestabilan negara. Sementara Investasi lebih ke “Story” yang labil dan gampang berubah.

Ketika masuk dalam kategori investasi, maka Emas sebagai komoditas juga bersaing dengan Saham, Obligasi, Energi, dan Komoditas lainnya yang menjadi “mainan” para banker Wall Street. Perang Iran-USA menjadi sentimen negatif terhadap emas karena membuat inflasi energi tinggi.

Ketika inflasi tinggi, maka suku bunga berpotensi naik. Suku Bunga Naik –> USD bertambah kuat maka harga komoditas termasuk Emas akan melemah atau setidaknya begitulah “Story” di pasar modal. Bersamaan juga dengan penjualan emas oleh Bank Sentral Turki.

Story di pasar modal juga rentan berubah, IPO besar seperti Space X dari Elon Musk bisa memindahkan fokus karena nilainya valuasi perusahaan sangat jumbo sehingga dana investasi di tempat lain dipindahkan ke sana. Story pasar modal bisa berubah dengan cepat.

Kenaikan harga emas yang tinggi beberapa tahun terakhir, isu dedolarisasi, hutang USA yang menggunun...

Dari 4 faktor di atas, 2 faktor Price Setter adalah Investasi dan Bank Sentral. Bank Sentral 863 ton dan Investasi 2175 ton, hampir 2.5 kali lipat.

Jadi yang akan menjadi penentu harga emas secara berkesinambungan untuk 1-2 tahun ke depan tampaknya adalah Investasi

Wall Street yang bullish, kenaikan suku bunga US, kenaikan inflasi akibat perang, akan menjadi “story” negatif bagi investor untuk masuk ke Emas. Sebaliknya ketika suku bunga US turun, akan menjadi “story” positif bagi Emas untuk Investasi.


Semoga bermanfaat

Rudiyanto

Tinggalkan komentar

  1. avatar Rudiyanto
  2. avatar Banjar Kaya
  3. avatar Rudiyanto
  4. avatar Stevano
  5. avatar Tidak diketahui