Berinvestasi di Reksa Dana USD

Sumber : Shutterstock, Kompas

Di awal tahun 2020 ini, kurs nilai tukar Rp terhadap USD telah menguat di rentang Rp 13.700an. Dibandingkan dengan dengan mata uang negara asia lainnya, mata uang Rp termasuk salah satu yang paling tinggi.

Tidak ada yang tahu sampai kapan Rp akan terus menguat, namun hitung-hitungan secara fundamental di tahun 2020 seharusnya nilai wajar Rp masih di atas rentang Rp 14.000an. Bagi yang suka mengumpulkan USD, kondisi ini merupakan kesempatan untuk mendapatkan USD di harga yang relatif murah.

Berinvestasi pada USD dapat dilakukan dengan membeli mata uangnya secara fisik dan menyimpannya di bawah bantal atau tabungan USD perbankan. Selain itu, investasi pada USD juga dapat dilakukan melalui reksa dana berdenominasi USD.

Dibandingkan membeli USD secara fisik atau tabungan yang bunganya sangat kecil, investasi di reksa dana USD dapat memberikan potensi kenaikan harga. Tentu saja, sebagai produk investasi, terdapat juga risiko seperti penurunan harga.

Continue reading “Berinvestasi di Reksa Dana USD”

Persiapan Menjadi Investor Reksa Dana 2020

Ilustrasi investasi
Sumber : Thinkstock, Kompas

Tahun 2020 diharapkan menjadi tahun pemulihan bagi ekonomi dan investasi. Hasil investasi reksa dana juga diharapkan bisa membaik pada tahun ini. Seperti apa persiapan bagi masyarakat yang berminat menjadi investor pada tahun 2020 ini?

Perang dagang antara China dan Amerika Serikat yang telah berlangsung selama 2 tahun ini mulai menemui titik terang dengan adanya kesepakatan tahap pertama. Hal ini memang tidak menjamin bahwa perang dagang berakhir, tapi paling tidak sudah kesepakatan yang diharapkan bisa terus berlanjut.

Harga komoditas kelapa sawit juga sudah mencetak rekor baru setelah mengalami penurunan berturut-turut selama 2 tahun terakhir. Hal ini diharapkan dapat memulihkan kinerja perusahaan sawit dan meningkatkan daya beli masyarakat terutama yang terkait dengan industri kelapa sawit.

Walaupun perbankan dan konsumsi adalah sektor yang dominan di pasar modal, dari kacamata investor asing, suka tidak suka masih ada persepsi bahwa pasar modal Indonesia identik dengan komoditas. Jadi naiknya harga sawit menjadi sesuatu yang positif terhadap pasar modal.

Di sisi lain, harga batu bara yang juga merupakan komoditas andalan masih stagnan. China merupakan importir batu bara terbesar di dunia. Perlambatan ekonomi di sana juga turut mempengaruhi harga komoditas. Berita baiknya adalah mulai ada kesepakatan dagang dan harga batu bara juga sudah tidak turun lagi walaupun belum naik.

Ketidakpastian politik akibat Pemilu dan Pilpres pada tahun 2019 sudah berakhir dengan terpilihnya kembali Joko Widodo sebagai Presiden RI dan bergabungnya Prabowo ke dalam kabinet Menteri.

Dukungan politik terhadap kuat terhadap pemerintahan ini dapat dilihat dari rencana penerbitan Undang-Undang omnibus law yang tidak mendapat halangan. Dari kacamata pasar modal, salah satu yang mendapat penilaian positif adalah penurunan tarif secara bertahap untuk pajak badan dan dividen.

Beberapa riset dari sekuritas asing juga menjadikan negara berkembang (emerging market) sebagai negara tujuan investasi di tahun ini mengingat valuasi di negara maju seperti Amerika Serikat sudah tinggi dan di negara berkembang masih murah. Net buy asing di saham sudah mulai terjadi sejak akhir 2019 dan diperkirakan masih akan terus berlanjut di 2020 ini.

Faktor-faktor di atas menjadi dasar mengapa tahun 2020 disebut sebagai tahun pemulihan untuk investasi di pasar modal. Faktor negatif dan kejutan memang akan selalu ada mengingat pasar modal memiliki karakter yang fluktuatif, namun setidaknya yang terburuk sudah lewat.

Continue reading “Persiapan Menjadi Investor Reksa Dana 2020”

Buku Terbaru : Reksa Dana Pahami, Nikmati!

undefined

Telah terbit buku terbaru saya dengan judul :
reksa dana
pahami, nikmati!

Buku ini menawarkan segala sesuatu yang harus Anda ketahui tentang reksa dana, mulai dari definisi, peraturan, tata cara investasi, praktik reksa dana, dan riset-riset berkaitan tentang reksa dana dan investasi pasar modal di Indonesia. Membahas, antara lain:

  1. Pengertian dasar tentang reksa dana, cara kerjanya, persiapan sebelum berinvestasi di reksa dana, hingga cara mengecek legalitas suatu produk investasi.
  2. Jenis-jenis reksa dana di Indonesia beserta kajian risk and return secara komprehensif.
  3. Cara mengambil dan mengolah data investasi, seperti data harga saham, harga reksa dana, dan menghitung risk and return yang menjadi topik penelitian investasi.
  4. Kumpulan riset dan strategi investasi yang sering menjadi pertanyaan investor, seperti Window Dressing, Sell in May and Go Away, Tanggal Baik untuk melakukan investasi berkala, dan cara memprediksi return IHSG dan Obligasi.
  5. Panduan step by step untuk pelaporan reksa dana dalam SPT secara elektronik.

Buku ini dapat dibeli pada Toko Buku Gramedia terdekat di kota anda, versi E-Booknya dapat dibeli melalui Gramedia Digital, atau dapat membeli melalui saya langsung.

Khusus untuk yang membeli melalui saya langsung, ada 2 pilihan yaitu Buku dan Buku + File Excel.

File MS Excel yang berisi data dan tata cara perhitungan untuk :
1. Return Tahunan Rata-rata Reksa Dana 2002 – 2019
2. Return Tahunan Indeks saham secara umum dari 1998 – 2019
3. Data dan tata cara perhitungan risk and return saham (Bab 16)
4. Data dan tata cara perhitungan Sharpe, Treynor dan Jensen Alpha (Bab 18)

Tata cara pemesanan sebagai berikut :

Continue reading “Buku Terbaru : Reksa Dana Pahami, Nikmati!”

Asing Net Sell, Akankah Kinerja IHSG Negatif ?

Sumber : Istockphoto

Investor di pasar modal terdiri dari investor lokal dan investor asing. Selama ini ada persepsi bahwa jika asing melakukan penjualan, atau dikenal dengan istilah Net Sell, maka kinerja IHSG cenderung akan turun. Sebaliknya jika asing melakukan pembelian, atau dikenal dengan istilah Net Buy, maka IHSG cenderung akan naik. Apakah memang demikian?

Yang dimaksud dengan investor asing adalah investor perorangan non Warga Negara Indonesia (WNI) dan investor institusi yang didirikan di luar Indonesia. Sebaliknya investor lokal adalah investor WNI dan institusi yang didirikan di Indonesia.

Investor Institusi ini beragam, mulai dari Perusahaan, Yayasan, Asuransi, Dana Pensiun, Trust Fund (Dana Perwalian), hingga reksa dana, ETF, unit link dan berbagai bentuk institusi yang diperbolehkan menurut hukum yang berlaku.

Transaksi pembelian dan penjualan biasanya terdiri dari 3 variasi yaitu :

  1. Investor Lokal Jual Beli dengan Investor Lokal
  2. Investor Asing Jual Beli dengan Investor Asing
  3. Investor Asing Jual Beli dengan Investor Lokal

Angka total transaksi bursa biasanya dihitung dari total 3 variasi di atas, namun untuk angka Net Buy atau Net Sell biasanya dilihat pada poin ketiga saja.

Misalkan jika total saham yang dibeli asing dari lokal lebih besar dari yang dijual, maka disebut Net Buy, sebaliknya jika saham yang dijual asing ke lokal lebih besar dari yang dibeli, disebut Net Sell.

Angka net buy dan sell asing biasanya dipublikasikan setiap hari oleh Bursa Efek Indonesia, media massa, ataupun dapat diakses secara online pada aplikasi perdagangan saham perusahaan Sekuritas dan website penyedia informasi seperti RTI, Bloomberg, Infovesta, dan sebagainya.

Sebagai contoh berikut ini adalah contoh tampilan informasi net buy dan sell di Harian Kontan

Sumber E-Paper Kontan, 6 Desember 2019 diolah

Cara membaca tabel di atas adalah sebagai berikut :

  • Tanggal 29 November 2019, Investor Asing melakukan Net Sell sebanyak 219.03 M
  • Tanggal 3 Desember 2019, Investor Asing melakukan Net Buy sebanyak 17.49 M
  • Total Transaksi Investor Asing dari tanggal 29 November – 5 Desember 2019 adalah Net Sell sebesar 476.78 M

Jika mengacu pada persepsi bahwa Asing Net Sell IHSG kurang bagus dan sebaliknya Asing Net Buy maka IHSG bagus, maka seharusnya kinerja IHSG selama pada saat Net Sell akan turun dan saat Net Buy akan naik. Untuk membuktikannya, maka dilakukan perbandingan dengan kinerja IHSG langsung dan hasilnya sebagai berikut :

Continue reading “Asing Net Sell, Akankah Kinerja IHSG Negatif ?”

Memanfaatkan Bulan Baik Investasi Reksa Dana Saham

Shutter Stock, Kompas Online

Sebenarnya secara teori, investasi reksa dana apalagi yang berbasis saham adalah untuk jangka panjang. Oleh karena itu, mau memulai di kapan saja sebenarnya tidak terlalu masalah. Meski demikian, kadang-kadang ada waktu-waktu tertentu yang memungkinkan bagi investor untuk mendapatkan timing yang tepat sehingga bisa mendapat keuntungan jangka pendek / menengah.

Waktu-waktu tertentu ini saya sebut dengan istilah bulan baik. Kapan bulan baik untuk investasi di reksa dana saham?

Bagi investor, tentu saja bulan baik itu adalah bulan dimana ketika ketika beli dan kemudian jual, selisih harganya positif alias naik.

Berikut ini ada 2 bulan “baik” yang bisa dimanfaatkan investor untuk memaksimalkan hasil investasi reksa dana sahamnya.

Continue reading “Memanfaatkan Bulan Baik Investasi Reksa Dana Saham”

Millennial Rich Update Digital Wealth Style : Uang Elektronik Bisa Bikin Lo Gaya dan Kaya, Gimana Caranya?

Millennial Rich Update Digital Wealth Style “Uang Elektronik Bisa Bikin Lo Gaya dan Kaya, Gimana Caranya?”

Harris Vertu Hotel – Jakarta
Minggu, 3 November 2019
Jam 08.30 WIB – Selesai
Ballroom lantai 5
Jalan Hayam Wuruk No 6 – 10120

Biaya pendaftaran Rp 100.000
Pendaftaran http://bit.ly/Daftar-Event