Mengapa Kinerja IDX-30 di Bawah IHSG ?

Dari awal tahun hingga 30 Juli 2021, IHSG membukukan kenaikan 1.52% jauh lebih baik dibandingkan kinerja Indeks IDX-30 yang -12.76%. Mengapa hal ini bisa terjadi ?

IDX-30 adalah Indeks yang mengukur kinerja harga dari 30 saham yang memiliki likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar serta didukung oleh fundamental perusahaan yang baik. Nama perusahaan yang masuk anggotanya juga merupakan perusahaan besar yang produk dan jasanya banyak digunakan masyarakat.

IDX-30 juga menjadi indeks yang paling banyak digunakan dalam Reksa Dana Indeks dan Exchange Traded Fund (ETF) berbasis saham serta paling besar secara dana kelolaannya. Lebih besar dibandingkan LQ-45 yang sudah ada pertama kali dan indeks-indeks baru yang diperkenalkan setelahnya.

Dengan logika tersebut, IDX-30 yang merupakan intisari  dari saham perusahaan besar yang terdapat di bursa seharusnya dapat membukukan kinerja lebih baik. Kalaupun ada perbedaan, biasanya juga tidak terlalu besar.

Dalam kenyataannya tidak selalu demikian. Faktor penyebab dan prospek ke depannya sebagai berikut.

Continue reading “Mengapa Kinerja IDX-30 di Bawah IHSG ?”

Video Tutorial : Menghitung Return, Rata-rata Aritmatik, Geometrik, Annualized Return Pada Harga Saham

Setelah belajar mengenai cara mengambil data harga saham dan reksa dana, langkah selanjutnya adalah belajar untuk mengolah data tersebut.

Dalam analisa pasar modal, dikenal risk and return.

Dalam video kali ini akan dibahas tentang RETURN terlebih dahulu. Perhitungannya antara lain, Return dari data bulanan, perhitungan Rata-rata Return Geometrik dan Rata-rata Return Aritmatik, perbedaan dan aplikasinya dalam praktek.

Kemudian dibahas juga tentang mensetahunkan data rata-rata return bulanan.

File mentah untuk coba-coba adalah sebagai berikut https://drive.google.com/file/d/1tJAWd5AoO0CUZz7RcyPNR2YHRbxyFnWr/view?usp=sharing

Selamat mencoba, semoga bermanfaat

Video Tutorial : Referensi Data Obligasi

Secara umum, pasar modal terdiri dari saham, obligasi dan reksa dana.

Di video sebelumnya telah dibahas bagaimana mencari dan mengolah data reksa dana di MS Excel. Pada video kali ini, membahas tentang data obligasi.

Berbeda dengan saham dan reksa dana, data historis harga obligasi hingga video ini dibuat, tidak ada tersedia secara gratis.

Semuanya berupa situs berbayar dan harganya juga tidak murah.

Obligasi juga memiliki jatuh tempo, sehingga cara kerjanya berbeda dengan saham dan reksa dana walaupun datanya bisa dihitung dengan menggunakan metode-metode pada analisa saham dan reksa dana.

Jadi video kali ini tidak membahas tentang data historis harga obligasi, tapi ke beberapa referensi data obligasi yang dapat dipindahkan ke MS Excel.

Untuk penelitian / perhitungan terkait dengan obligasi juga akan saya upload dalam publikasi2 mendatang.

Semoga bermanfaat

Video Tutorial : Mengambil Data Harga Reksa Dana Historis Dari Website OJK

Berbeda dengan harga saham yang data historisnya dapat diambil secara mudah di website yahoo finance, belum ada website serupa untuk data harga reksa dana di Indonesia.

Rata-rata berbayar dan itu juga bukan harga yang masuk di kantong mahasiswa / perorangan.

Di website OJK, data tersebut sebenarnya juga tersedia, hanya saja harus diolah terlebih dahulu. Cara mengolahnya juga perlu mengerti tentang fungsi Excel seperti PASTE SPECIAL, VLOOKUP, dan TRANSPOSE Dalam video ini saya akan berbagi tentang proses dari awal sampai jadi file excel siap olah.

Sama seperti data saham di IDX, data historis di website OJK juga tersedianya dari tahun 2015. Selain itu, datanya dalam bentuk bulanan, tidak ada harian. Jadi dalam melakukan penelitian, harus menyesuaikan dengan ketersediaan data tersebut.

Sebagai informasi, website OJK yang digunakan adalah http://www.reksadana.ojk.go.id

Video Tutorial : Cara Mengambil Data Seluruh Harga Saham di Website IDX

Jika anda ingin mendapatkan SELURUH harga saham dari IDX yang pada saat video ini dibuat sudah mencapai 700an dan bertambah setiap tahunnya, maka cara yang lebih praktis adalah menggunakan sumber data dari website Bursa Efek Indonesia atau IDX.

Namun data dan cara pengambilannya agak berbeda jauh dengan Yahoo Finance. Data di Yahoo Finance tersedia cukup jauh, sementara untuk data di IDX baru tersedia sejak tahun 2015 saja. Sehingga periode penelitian yang anda pergunakan, cuma bisa sampai pada periode tersebut.

Selain itu, penyajian datanya bukan satu-satu tapi sekaligus semua saham. Jadi ketika sudah diambil, perlu dirapikan dalam 1 file excel tersendiri. Untuk mempermudah, kita perlu memahami dan mempraktekkan fungsi VLOOKUP dalam MS Excel.

Untuk lebih lengkapnya silakan melihat video di atas.