Studi Case : Pergerakan Saham MTEL Hari Pertama Paska IPO

Hari ini saham Mitratel resmi diperdagangkan setelah IPO di harga 800 senilai Rp 18.79 T Target utk mengalahkan IPO Bukalapak tidak berhasil, tapi Rp 18 T adalah pencapaian luar biasa Namun hingga sesi 1 di 22 Nov harganya turun ke 785.. Nilai transaksi jumbo 800M++

Image

Hanya saja harapan mengulang kesuksesan right issue BBRI tidak menjadi kenyataan (ingat, baru sesi 1 ya…) Kira2 kenapa ya? Sepertinya krn valuasi yang cukup mahal Kalau diingat kembali rentang harga IPO adalah 775-975, akhirnya final di 800

Continue reading “Studi Case : Pergerakan Saham MTEL Hari Pertama Paska IPO”

Begini Cara Menghitung Accrued Interest Obligasi Pemerintah, Korporasi dan Ritel

Excel Latihan : https://1drv.ms/x/s!AqGLEdnaA8lxgiBh74ff_PW77Q1s?e=nCYuqK

Seiring dengan nilai nominal investasi yang semakin kecil, investasi obligasi semakin dikenal oleh masyarakat. Tidak hanya investasi di pasar primer saat IPO, semakin banyak obligasi yang bisa diperjual belikan sebelum jatuh tempo.

Ada beberapa bank yang secara aktif memberikan kuotasi jual beli, ada juga sekuritas yang menyediakan layanan transaksi obligasi.

Ketika transaksi terjadi di pasar sekunder atau setelah obligasi terbit, terkadang muncul yang disebut dengan Accrued Interest (AI). Sebagai pembeli, jumlah uang yang harus disiapkan adalah nilai pembelian + ditambah Accrued Interest.

Apa yang dimaksud dengan Accrued Interest dan bagaimana cara hitungnya? Silakan lihat video youtube berikut ini

Mengapa Harga SUN masih stabil di tengah Ancaman Stagflasi dan Krisis Energi?

Harga obligasi negara Indonesia sampai dengan saat ini aman2 saja Memang sempat koreksi di Februari-Maret, tapi sudah rebound dan stabil naik hingga saat ini Padahal sekarang di luaran ada berita seperti Stagflasi, krisis energi, kekhawatiran hiper inflasi krn cetak uang terus

Ternyata setelah lihat APBN pemerintah kuncinya disini Kolom E pembiayaan anggaran —> artinya mau terbitkan obligasi 1006 T di 2021 Realisasi 608 T dan sampai akhir tahun 894 T Artinya ada 106 T yg tadinya mau terbitkan obligasi, tapi ga jadi

Datanya sebagai berikut

Continue reading “Mengapa Harga SUN masih stabil di tengah Ancaman Stagflasi dan Krisis Energi?”

Setelah Tapering, Bagaimana Prospek Kinerja Reksa Dana ?

Pengurangan pembelian obligasi oleh bank sentral Amerika Serikat , atau dikenal dengan tapering, akhirnya resmi diumumkan pada 3 November 2021 yang lalu. Bagaimana dengan prospek kinerja reksa dana ke depan?

Sedikit kilas balik, isu tapering menjadi salah satu perhatian utama pasar modal sejak awal tahun ini. Ada kekhawatiran, jika tapering dilakukan, maka bisa menjadi pemicu investor asing menjual saham dan obligasinya di negara berkembang seperti Indonesia dan menarik kembali ke negara maju.

Sampai dengan artikel ini ditulis (8 Nov 2021), ternyata tidak terjadi gejolak yang berarti pada harga saham dan obligasi Indonesia. Harga keduanya malah cenderung naik jika dibandingkan posisi pada tanggal 3 November lalu pada saat diumumkan.

Komunikasi yang baik dari Bank Sentral AS, kelebihan likuiditas di sistem perbankan, laporan keuangan yang positif, dan tingkat inflasi Indonesia yang terkendali pada tahun ini menjadi penyebab masih positifnya tren harga saham dan obligasi meskipun diterpa tapering.

Apakah dengan diumumkan pada tanggal 3 November ini maka tapering sudah selesai? Jika melihat lebih detail, saat ini Bank Sentral AS mencetak “tambahan” 120 M USD per bulan untuk membeli 80 M obligasi pemerintah dan 40 M surat utang korporasi berbasis KPR.

Sementara kebijakan tapering yang diumumkan adalah pengurangan sebesar USD 15 M dengan perincian 10 M untuk obligasi pemerintah dan 5 M untuk korporasi “per bulan” mulai akhir November 2021 ini.

Artinya setelah tapering, Bank Sentral AS “masih” mencetak USD 70 M dan USD 35 M pada akhir November. Kemudian turun menjadi 60 dan 30 pada Desember 2021, 50 dan 25 pada Jan 2022, 40 dan 20 dan Februari 2022, 30 dan 15 pada Maret 2022, dan 20 dan 10 pada April 2022, 10 dan 5 pada Mei 2022 dan baru menjadi 0 pada Juni 2022.

Jadi, meskipun tapering telah diumumkan, Dari November 2021 hingga Mei 2022, Bank Sentral AS masih tetap mencetak “tambahan” uang untuk membeli obligasi, hanya jumlahnya saja yang berkurang secara perlahan. Secara teknis, Tapering baru “selesai” di Juni 2022.

Apakah pengumuman tapering pada bulan-bulan mendatang masih akan berdampak terhadap sentimen pasar?

Continue reading “Setelah Tapering, Bagaimana Prospek Kinerja Reksa Dana ?”