Dalam investasi saham, dikenal ada saham blue chip atau saham keping biru.
Blue chip diasosiasikan sebagai saham perusahaan berkapitalisasi besar dan memiliki fundamental yang baik.

Apakah membeli saham blue chip dapat mengalahkan IHSG dalam jangka panjang?

Istilah blue chip sendiri itu awalnya bukan dari pasar modal, tapi casino.
Yep… Casino tempat orang berjudi, bukan Kasino yang pemain film.
Casino tidak menggunakan uang cash, tapi kepingan bulat chip.
Pada waktu itu, kepingan dengan nilai nominal besar warnanya biru.

Di pasar saham, pada zaman dulu, harga saham perusahaan besar juga nominal harganya tinggi.
Para penjudi di casino itu juga berinvestasi di saham dan menjuluki saham dengan nominal besar sebagai Saham Blue Chip.
Julukan Blue Chip tersebut terus digunakan hingga saat ini.

Jika ditanya apa perusahaan yang menurut anda sebagai Blue Chip, mungkin sebagian besar dari anda akan menyebut BBCA, BBRI, TLKM, BMRI, ASII dan sebagainya.
Dengan semakin banyaknya jumlah perusahaan yang masuk bursa, daftar perusahaan blue chip bisa terus bertambah.

Namun ada semacam kesepakatan tidak tertulis di investor pasar modal, bahwa LQ-45 adalah salah satu representasi saham blue chip yang tertua di Indonesia.
Hingga saat ini, pengelola dana besar, asuransi, dana pensiun, hingga Manajer Investasi, banyak yang masih menggunakan LQ-45.

Ada yang menetapkan sebagai Benchmark/ patokan bagus tidaknya kinerja, ada juga yang menjadikan LQ-45 sebagai investment universe.
Artinya daftar saham yang dibeli, tidak boleh di luar LQ-45.
Begitu isi LQ-45 berubah, portofolionya juga berubah.
Ada juga yang keduanya.

LQ-45 sendiri ditentukan oleh divisi riset Bursa Efek Indonesia.
Tiap tahun ada 2 kali evaluasi mayor (anggota keluar masuk dan bobot berubah) dan 2 kali evaluasi minor (hanya berubah bobot).
Jadi tiap tahun ada 4x publikasi perubahan LQ-45 selang seling Mayor dan Minor.

Kemudian sekitar 5-8 tahun yang lalu, muncul IDX30 yang merupakan LQ45 dipilih hanya 30 saham.
Belakangan muncul indeks yang beraneka ragam seperti IDX80, IDX Value, IDX Growth, Kompas 100, Indeks Sri Kehati dan lainnya dari IDX dan pihak ketiga seperti Sri Kehati, Kompas dan sebagainya.

Dari sekian banyak, LQ45 dan IDX30 merupakan indeks yang paling banyak digunakan dalam reksa dana dan juga menjadi benchmark serta investment universe berbagai institusi keuangan besar.

Pertanyaannya, apakah membeli saham blue chip seperti LQ-45 dan IDX-30 mampu mengalahkan IHSG?

Berdasarkan data kinerja 10 tahun dari 2014-2023, sebagai berikut:

  • IHSG juara 6x, IDX30 juara 3x, LQ45 juara 1x
  • 2x terjadi IHSG berbeda dengan LQ45 dan IDX30 yaitu tahun 2021 dan 2022
  • Akumulasi 10 tahun.
    • IHSG +70.4%
    • LQ45 +36.4%
    • IDX30 +36.7%

(Kuning = tertinggi dalam 1 thn)

Dari kinerja 10 tahun, baik dari frekuensi tertinggi dalam 1 tahun dan akumulasi dalam 10 tahun, bisa disimpulkan bahwa beli saham blue chip = beli saham LQ45 dan IDX30, TIDAK BISA MENGALAHKAN IHSG.

Mengapa bisa demikian? Tiap tahun ada penjelasan yang berbeda-beda.

  • Untuk 2023, karena ada rally saham group Barito, dimana hanya ada BRPT di LQ45 dan tidak ada sama sekali di IDX30, menyebabkan IHSG jauh lebih tinggi.
  • Untuk 2022, karena saham teknologi yang bobotnya besar dalam LQ45 dan IDX30 berjatuhan, sementara di IHSG bobotnya kecil.
  • Untuk 2021, waktu itu masih demam saham digital tanpa fundemental yang jelas. Saham-saham ini tidak ada di LQ45 dan IDX30, tapi ada di IHSG dan mengalami rally tinggi.
  • Untuk 2020, bobot saham bank dalam LQ45 dan IDX30 lebih besar dibandingkan IHSG, dan turun dalam akibat pandemi.
  • Untuk yang sebelumnya terus terang saya sudah lupa.

Dan karena bobot dan susunan saham yang berbeda antara LQ45, IDX30 dan IHSG, tentu saja hasilnya juga akan berbeda.
Untuk itu, beli saham bluechip dengan copy paste bobot dan anggota LQ45 dan IDX30 saja akan sulit kalahkan IHSG.
Diperlukan manajemen portofolio yang aktif, stock picking yang jitu, aset alokasi yang mendahului ekspektasi pasar untuk dapat mengalahkan IHSG secara konsisten.

Mengganti indeks lain bisa saja, tapi tidak jarang indeks tersebut hanya bagus di beberapa tahun awal saja.

HAVE A NICE DAY.

Rudiyanto

Tinggalkan komentar

  1. avatar Rudiyanto
  2. avatar amedenthusiast
  3. avatar Rudiyanto
  4. avatar Hardi P
  5. avatar Rudiyanto