Berbagai sentimen negatif datang bertubi-tubi dari dalam dan luar negeri

Tidak hanya IHSG 🇮🇩 yang turun tapi juga S&P500 🇺🇸 mengalami penurunan signifikan. Di tengah situasi tersebut, data inflasi 🇺🇸 pada Februari 2025 turun dibandingkan Januari

Apakah bisa menjadi sentimen positif?

Berdasarkan http://Tradingeconomics.com
Data Inflasi Total 🇺🇸
Januari 2025 : 3%
Februari 2025 : 2.8%

Data Inflasi Inti (Core Inflation) 🇺🇸
Januari 2025: 3.3%
Februari 2025: 3.1%

Data inflasi pada bulan Februari ini lebih rendah dibandingkan ekspektasi pasar

Data Inflasi PCE yang menjadi acuan Bank Sentral 🇺🇸 yaitu The Fed baru ada yang per Januari 2025 di 2.6%. Angka ini turun dari 2.9% Desember 2024. Berbeda dengan publikasi inflasi total dan inflasi inti di pertengahan bulan, informasi Inflasi PCE baru dilakukan pada akhir bulan.

Secara tren, jika inflasi total dan inflasi inti turun, maka inflasi PCE yang bobotnya berbeda, juga akan ikut turun.
Apakah penurunan inflasi ini adalah berita bagus? Tentu saja.
The Fed menargetkan Inflasi Inti PCE di 2%, semakin dekat, maka bunga makin cepat turun.

Hanya saja penurunan inflasi dalam 1 bulan saja masih sulit untuk mengubah persepsi investor. Apalagi perang dagang baru saja memanas dan sudah bukan 🇺🇸 vs 🇨🇳 saja tapi vs 🇲🇽 🇨🇦 🇪🇺 dan bisa terus bertambah. Saling berbalas perang dagang ini dikhawatirkan inflasi jadi tinggi.

Dibutuhkan setidaknya penurunan inflasi 3 bulan berturut-turut untuk investor yakin bahwa inflasi 🇺🇸 sudah terkendali, perang dagang tidak berdampak terhadap inflasi, dan Bank Sentral 🇺🇸 segera menurunkan suku bunga dengan agresif.

Apakah perang dagang bisa membuat inflasi naik?

Menurut Investopedia, secara historis di masa pemerintahan pertama Trump waktu perang dagang 🇺🇸 dengan 🇨🇳 berlangsung, inflasi di 🇺🇸 rata-rata di 2.46% jauh lebih rendah dibandingkan inflasi era Biden yang 4.95%. Bukan tidak mungkin di era yang kedua ini juga bisa.

Bagaimana bisa inflasi rendah di era perang dagang?

Ada beberapa kemungkinan. Ekspor dilakukan dari negara yang tidak kena tarif seperti 🇻🇳, eksportir menyerap tarif dengan menurunkan harga, produksi pindah ke 🇺🇸, hingga mata yang Dollar yang kuat membuat impor lebih murah.

Apabila sesuai perkiraan dimana investor butuh setidaknya 2-3 bulan berturut-turut data inflasi yang rendah, maka untuk sementara ini perang dagang masih akan menjadi sorotan. Apabila inflasi Maret yg diumumkan pertengahan April nanti kembali turun dalam, harapan akan mulai bersemi.

Selama masa tunggu ini, apa boleh buat, ketidakpastian akibat perang dagang masih akan menjadi penggerak pasar saham 🇺🇸 meskipun sebenarnya sudah turun cukup dalam. Tapi ini kesempatan untuk masuk bertahap, yang penting selektif dan berhati-hati, atau bisa juga melalui reksa dana.

Untuk pasar saham 🇮🇩, apabila penurunan suku bunga 🇺🇸 terjadi, bisa berdampak pada mata uang Dollar yang melemah dan potensi dana asing masuk kembali ke Indonesia.

Kondisi yang volatile masih akan terus berlangsung, pastikan portofolio anda terdiversifikasi dengan baik

GOOD DAY

Rudiyanto

Tinggalkan komentar

  1. avatar Rudiyanto
  2. avatar amedenthusiast
  3. avatar Rudiyanto
  4. avatar Hardi P
  5. avatar Rudiyanto