Harga Emas Naik Terus, Kok Bisa?

Kelas aset yang paling menguntungkan hingga September 2025 ini adalah Emas.
Kenaikannya mengalahkan IHSG, S&P500, dan Obligasi

Mengapa harga emas bisa terus naik?
Apa penopangnya?
Apa yang bisa membuat harganya turun kembali?

Secara angka, hingga 18 September 2025:
IHSG +12.92%
Obligasi Negara 10 tahun +5.93%
S&P500 +13.28%
Emas dalam USD +37.19%

Meski dalam USD naik, tapi dalam Rp sepertinya tidak naik sebesar itu.

Harga Antam 1 gram per 18 September 2025 di Rp 2.098.000.

Tweet image 1

Apakah harga emas selalu naik tiap tahun?
Tidak, berdasarkan data dari 2011 – 2025 ada tahun-tahun dimana harga emas naik, ada juga tahun harga emas turun. Bahkan pernah turun hingga 28% pada 2013.
Dari data, biasanya turun setelah naik 2 tahun berturut-turut kecuali 2025 ini

Tweet image 1

Mengapa kenaikan harga emas sangat tinggi pada 2024 dan 2025 ini?

Jika dirunut penyebabnya berbeda, untuk 2023 dan 2024, berawal dari Perang Russia vs Ukraina yang berlanjut menjadi Rusia vs Ukraina + pendukungnya. Di belakang Ukraina ada Eropa dan Amerika

Ketika mereka berpihak ke Ukraina, perang tidak hanya terjadi secara fisik tapi juga dunia keuangan. Eropa dan US membekukan aset Rusia secara sepihak, memblokir transfer USD untuk pembayaran ekspor impor, bahkan menahan pembayaran kupon dan pokok obligasi US yang dipegang Rusia.

Hal ini membuat Bank Sentral banyak negara berpikir, bagaimana kalau suatu saat ada konflik dengan US dan diperlakukan sama?

Akibatnya cadangan devisa yang terdiri dari kombinasi mata uang, obligasi, dan emas, porsi emasnya ditingkatkan secara signifikan terutama sekutu Rusia

Berdasarkan grafik dari , terlihat pembelian emas oleh Bank Sentral mengalami peningkatan signifikan dari sekitar puluhan hingga 150 ton per 3 bulan, menjadi 170 hingga 450 ton per 3 bulan. Asumsi harga emas 1 gram Rp 2 juta, maka 1 ton setara Rp 2 T

Tweet image 1

Pembelian emas oleh Bank Sentral sebagai bagian dari cadangan devisa, merupakan penyebab utama kenaikan harga emas signifikan di 2024. Memasuki 2025, kondisi berbeda meskipun pembelian emas oleh bank sentral terus berlanjut. Kali ini giliran pembelian emas untuk investasi.

Kenaikan harga emas menarik perhatian investor, namun karena penyimpanan yang sulit, tidak adanya keahlian untuk keaslian emas, pembelian melalui ETF emas yang sudah ada sejak lama

Waktu harga turun banyak outflow
Begitu naik, inflow kembali masuk

Tweet image 1

Kenapa investor kembali masuk ke emas?

1. Harga naik karena pembelian bank sentral
2. Suku bunga US turun ketika angka inflasi masih tinggi, hal ini menjadikan US dollar tidak menarik, akibatnya uang USD pindah ke komoditas atau aset yang menghasilkan (saham / obligasi)

Emas dianggap sebagai komoditas favorit sehingga mengalami lonjakan permintaan melalui ETF yang menyebabkan harga naik. Pembelian emas oleh Bank Sentral dan ETF Emas itu sudah lebih besar pembelian emas untuk perhiasan dan teknologi, sebelumnya paling dominan emas perhiasan

Artinya harga emas sudah mulai lepas dari pengaruh hari besar China dan India dimana pembelian emas perhiasan banyak, sama seperti Indonesia ketika menjelang lebaran. Pengaruh terbesar sekarang malah di Bank Sentral yang beli long term dan investor ETF yang spekulatif

Saat ini karena inflasi tinggi di US, menyebabkan ada sentimen positif yang mendukung kenaikan harga emas. Tapi begitu inflasi di US terkendali, Rusia – Ukraina damai, konflik Timur Tengah bisa reda (Israel vs Palestina, Yaman, Qatar), maka sentimen bisa berubah

Di Indonesia saat ini masih belum ada ETF berbasis emas. Sedang dalam penggodokan, tapi menurut saya masih ada kendala pajak yang menjadikannya kurang menarik karena keuntungannya kena pajak progresif, bukan final. Semoga ada terobosan dari Menkeu yang baru.

Have a nice day

Rudiyanto

Tinggalkan komentar