Temuan SP2DK pajak yang paling sering adalah punya harta tapi tidak dilaporkan, jadi melaporkan Harta dalam SPT adalah kewajiban

Lampiran L-1 ada di bagian kanan induk. Tanpa perlu centang apapun, biasanya lampiran ini sudah otomatis ada. Beda dengan lampiran lain yang perlu anda centang Ya Tidak pada bagian induk. Tombol Posting pada Induk akan menarik data Harta dan Utang pelaporan tahun sebelumnya.

Ada 5 komponen utama
A. Harta Pada Akhir Tahun
B. Utang Pada Akhir Tahun
C. Daftar Anggota Keluarga Yang Jadi Tanggungan
D. Penghasilan Neto Dalam Negeri Dari Pekerjaan
E. Daftar Bukti Pemotongan PPh
Apabila data tarikan Posting tidak sesuai, tinggal di edit, hapus atau tambah
Harta dibagi ada 6
1. Kas dan Setara Kas
Pilihannya terdiri dari
– Uang Tunai
– Tabungan
– Giro
– Deposito
– Cek
– Wesel
– Uang Elektronik
– Commercial Paper
– Setara Kas Lainnya

Contoh Wajib pajak punya uang tunai kertas dan koin sebesar Rp 12.500.000 pada akhir 2025, maka pelaporannya :

Untuk uang tunai memang tidak ada nomor akun, atas nama, dan bank institusi, jadi saya masukkan sembarang kata saja karena memang tidak bisa dikosongkan. Tapi jika bentuknya USD, menurut saya dari salah satu kolom tersebut bisa diinput US Dollar atau mata uang lain. Tahun perolehan 2025 dan saldo sesuai nominal.
Di keterangan ada
Harta PPS
Harta Investasi PPS
Ini mengacu pada kebijakan Tax Amnesti yang dijalankan pada tahun 2022 dimana Program Pengungkapan Skarela (PPS) mengacu pada pengungkapan harta yang sebelumnya tidak dilaporkan dalam SPT. Apabila Uang Tunai atau apapun harta merupakan aset yang diungkap dalam program PPS, maka dipilih Harta PPS. Apabila harta yang diinput adalah hasil dari reinvestasi untuk mendapatkan tarif PPS yang lebih rendah sesuai dengan peraturan, maka dipilih Harta Investasi PPS. Harta Investasi PPS itu sangat spesifik, hanya terbatas ke seri obligasi yang diterbitkan secara khusus, sektor energi terbarukan, dan hilirisasi. Apabila bukan keduanya, cukup dikosongkan.
Contoh Wajib Pajak memiliki deposito di Bank Panin senilai Rp 500 juta yang di roll over setiap tahun, maka pengisian sebagai berikut :

Kolom Atas Nama tidak harus diinput nama wajib pajak, jika Suami Istri berstatus KK dan Deposito atas nama Istri, bisa diinput Atas Nama Istri. Jika ada anak belum dewasa dan masih mengikuti orang tua, tapi ada deposito atas nama anak yang signifikan, juga bisa ditulis Atas Nama Anak. Tahun Perolehan selalu tahun terakhir transaksi dilakukan, dalam konteks Deposito, berarti tahun dilakukan perpanjangan. Untuk input Pendapatan Bunga Deposito, akan dibahas pada bagian berikutnya.
2. Piutang
Mengacu kepada “pinjaman” yang diberikan wajib pajak kepada orang lain.
Pada deskripsi terdapat 3 pilihan yaitu:
– Piutang Usaha : misalnya dari supplier ke distributor
– Piutang Afiliasi : misalnya dari kakak ke adik / saudara
– Piutang Lainnya : misalnya ke teman / orang lain

Yang menarik, Nomor identitas Orang / Badan yang menerima pinjaman tersebut harus diinput dalam keterangan yang otomatis namanya muncul. Jadi misalkan saya pinjamkan uang ke teman, maka no KTP teman harus diinput dan pajak akan mengetahui bahwa teman saya tersebut punya aset yang sumbernya dari pinjaman.
Contoh Wajib Pajak memberikan pinjaman Rp 100 juta kepada saudara di tahun 2022. Hingga akhir tahun 2025, saudaranya baru mencicil pokok pinjaman Rp 20 juta dan untungnya di chat WA masih respon meskipun masih suka pamer healing-healing mahal di IGnya. Pengisian sebagai berikut :

3. Investasi / Sekuritas
Pada tombol deskripsi terdapat 12 pilihan:
– Saham yang dibeli untuk dijual kembali
– Saham bursa
– Saham non bursa
– Obligasi perusahaan
– Obligasi pemerintah
– Surat hutang lainnya
– Kontrak investasi Kolektif reksa dana
– Instrument derivatif : Opsi, Rights, Waran, Kontrak Berjangka
– Penyertaan modal bukan saham seperti CV atau Firma
– Asuransi
– Unit Link di Asuransi
– Investasi lainnya seperti Kripto, Trust Fund dan lainnya

Ada 3 macam jenis saham:
1. Saham yang dibeli untuk dijual
2. Saham bursa
3. Saham non bursa
1 dan 2 adalah jika anda membuat 2 akun saham, dimana yang satu untuk hold jangka panjang dan satu lagi untuk trading cepat bisa hitungan bulan, hari, bahkan jam. No 3 untuk PT non Tbk.
Contoh Wajib Pajak membuka rekening di BCA Sekuritas untuk tujuan trading.
Berdasarkan laporan akhir tahun 2025
Modal Investasi Rp 150 juta
Nilai Pasar Rp 120 juta
Saldo RDN Rp 10 juta

Untuk saham di Sekuritas ada PR baru yaitu minta no NPWP sekuritasnya. Modal investasi diinput sebagai Harga Perolehan. Tahun perolehan diinput tahun terakhir melakukan transaksi baik itu buy atau sell. Nilai saat ini diinput harga pasar. Saldo RDN diinput pada Kas dan Setara Kas dengan Pilihan Tabungan.
Bagaimana dengan capital gain/loss, penjualan, dividen?
Nanti di bagian selanjutnya.
Contoh Wajib Pajak membuka rekening di Panin Sekuritas untuk investasi jangka panjang. Investor sangat jarang transaksi dan terakhir beli itu tahun 2021.
Berdasarkan laporan akhir tahun 2025
Modal Investasi Rp 2 M
Nilai Pasar Rp 2.4 M
Saldo RDN Rp 0 juta

Jadi broker mesti memberikan informasi nomor NPWP. Kemudian apabila ini atas nama istri / anak, maka bisa ditulis pada nomor akun karena free text.
Sama seperti porsi saham trading, untuk penghasilan dari penjualan dan dividen di bagian berikutnya.
Contoh Wajib Pajak mendirikan PT bersama temannya pada tahun 2022 dengan modal awal Rp 1 M.
Porsi saham
WP Rp 750 juta
Teman Rp 250 juta
Usaha berjalan sukses, tapi karena mau ekspansi, keuntungan perusahaan terus digulung untuk meningkatkan modal.
Pada akhir 2025
Modal Disetor Rp 1 M
Akumulasi Laba Ditahan Rp 4 M
Total Modal Rp 5 M
Nilai saat ini dihitung dari 75% x Rp 5 M

Untuk Obligasi ada 3 macam yaitu:
– Obligasi Perusahaan
– Obligasi Negara
– Surat Utang Lainnya
Terus terang saya belum menemukan penjelasan tentang Surat Utang Lainnya tidak ada, untuk itu saya asumsikan sebagai MTN (Medium Term Notes) mengacu ke semacam obligasi, tapi ditawarkan hanya ke maks 49 pihak, Patriot Bond yang diterbitkan Danantara itu salah satu contohnya.
Contoh Wajib Pajak membeli ORI021 di Bank BCA sebesar Rp 500 juta Kupon 4.9% pada Februari 2025 harga 100. Pada laporan akhir tahun tahun, harga obligasi di 102 atau setara Rp 510 juta.

Untuk kupon dan capital gain di bagian selanjutnya
Kemudian membeli Obligasi Berkelanjutan Mandiri di pasar sekunder melalui Panin Sekuritas sebesar Rp 1 M Kupon 5.45% pada Desember 2025 harga 101.
Laporan akhir tahun harganya 100.

Untuk kupon dan capital gain di bagian selanjutnya.
Demikian pembahasan bagian 5 ini.
Have a nice day


Tinggalkan komentar