-
Continue reading →: FTSE vs MSCI. Part 1: 3 Kriteria Saham Masuk FTSEBanyak investor hanya fokus pada MSCI, padahal ada 1 lagi indeks yang sering digunakan sebagai acuan ETF raksasa yaitu FTSE. Kalau penerbit MSCI berbasis di New York, maka FTSE berbasis di London. Apa saja beda FTSE vs MSCI? MSCI : Morgan Stanley Capital International.FTSE : Financial Times Stock Exchange.Financial Times…
-
Continue reading →: Harus Berapa Harga ENRG, DEWA, BUMI, Agar Bisa Masuk MSCI Seperti BRMS?2025 benar-benar tahunnya saham konglo. Setelah Prajogo, Sinarmas, Salim, dan Hapsoro, kini tampaknya Bakrie mulai naik. Setelah BRMS berhasil masuk MSCI, kini giliran ENRG, DEWA, BUMI yang dapat panggung. Harus berapa harga-harga saham tersebut supaya masuk MSCI? Untuk BUMI dan BRMS, Bakrie bukan satu-satunya pengendali tapi juga Salim, hanya saja…
-
Continue reading →: Bank Himbara, Koperasi Merah Putih, dan Agrinas2025 adalah tahun yang berat untuk 4 bank besar Indonesia.Hingga September 2025, hanya BCA yang labanya naik. BRI, Mandiri, dan BNI mengalami penurunan laba. Koperasi Merah Putih menambah suramnya prediksi laba tahun depan, tapi dengan adanya Agrinas, bisa jadi sentimen berubah. Sebagaimana diketahui, pemerintah menargetkan 80.000 Koperasi Merah Putih dengan…
-
Continue reading →: Apakah Saham US Sudah Bubble??Memasuki hari 41 shutdown, rekor terlama sebelumnya 35 hari, mulai menunjukkan tanda-tanda akan berakhir.S&P500 juga merespon positif dengan +1.54% 10 November yang lalu.Sejak awal tahun, S&P500 sudah naik 16%++, menimbulkan kekhawatiran apakah saham USA sudah Bubble dan berpotensi pecah? Kenaikan harga saham USA yang sangat tinggi beberapa tahun ini memang…
-
Continue reading →: Prediksi vs Realisasi MSCI November 2025, Apa Yang Bisa Dipelajari?Pada 6 November lalu, MSCI mengumumkan daftar saham masuk dan keluar dari Standard dan Small Cap. Ada 2 saham yang masuk dan keluar dari Standar, kemudian 7 masuk dan 3 keluar dari Small Cap. Bagaimana perbandingan dengan seminar prediksi MSCI yang lalu?Apa yang bisa dipelajari? Daftar lengkap saham yang keluar…
-
Continue reading →: Rupiah Lagi-lagi Melemah Terhadap USD, Apakah Cadangan Devisa Kita Cukup?Nilai tukar Rp terhadap USD pada 7 November 2025 kembali melemah mendekati Rp 16.700an. Dalam rangka menahan pelemahan Rp, nilai cadangan devisa juga terus menyusut. Apa penyebab Rp kembali melemah?Apakah cadangan devisa kita cukup? Perjalanan nilai tukar Rp terhadap USD di 2025 ini memang penuh dengan gejolak. Di bulan April…
-
Continue reading →: Mau Investasi Saham US? Awas!!! Ada Pajak Warisan 40%Pasar modal 🇺🇸 adalah yang terbesar dunia dengan Apple, Google, Microsoft, Amazon, Meta (IG, WA, FB), Pfizer, Nvidia, di dalamnya.Makin banyak investor 🇮🇩 yang investasi ke saham 🇺🇸, tapi hati-hati, kalau tidak direncanakan dengan baik ada potensi kena pajak warisan hingga 40%. Namanya warisan, berarti baru dikenakan ke ahli waris…
-
Continue reading →: Bank Sentral US Akan Stop Bakar Uang Desember 2025 Ini. Apa Artinya?Bersamaan dengan penurunan suku bunga Fed dari 4-4.25% menjadi 3.75-4%, Gubernur Bank Sentral US Jerome Powell juga mengumumkan akan menyetop Quantitative Tightening (QT) atau kebijakan bakar uang Desember 2025 ini. Apa artinya?Apakah positif / negatif untuk pasar modal? Cara kerja pemerintah dan bank sentral secara sederhana sebagai berikut:– Pemerintah dan…
-
Continue reading →: Bongkar Pasang LQ45 dan IDX30, Saham yang Masuk Bakal Dapat Inflow Berapa?Berdasarkan info IDX terbaru, terdapat anggota baru dalam indeks LQ-45 dan IDX-30. Perubahan anggota ini juga biasanya diikuti dengan penyesuaian portofolio reksa dana indeks dan ETF (Exchange Traded Fund). Berapa potensi inflow (pembelian) dari reksa dana ke saham-saham tersebut? Acuan reksa dana indeks dan ETF adalah POJK No 48 tahun…
-
Continue reading →: Investor Institusi Berpeluang Kembali ke Saham Bluechip? Ini AlasannyaSelama 2025, transaksi saham didominasi oleh asing dan ritel. Sayangnya, asing banyak net sell. Sementara ritel mixed, konglo ada, blue chip juga ada. Investor institusi lokal lebih banyak diam bahkan mengurangi posisi sahamnya. Apakah institusi bakal balik lagi, apa alasannya? Cara kerja investor institusi lokal seperti Dana Pensiun, Asuransi, dan…
ok.. Pak Rudi, terima kasih banyak atas jawabannya.