Webinar Panin AM 2020 : Market Outlook (30 Maret) dan Pajak (31 Maret)

Membahas :
– View Panin AM terhadap kondisi pasar
– Cara menganalisa risiko dan legalitas produk fixed rate
– Strategi investasi dengan teori Black Swan dan Asset Allocation

Membahas :
Tata cara untuk pelaporan di SPT Pajak untuk
-Tabungan
– Deposito
– Obligasi
– Saham
– Reksa Dana
– Unit Link
– P2P Lending

Pendaftaran bisa langsung dengan cara klik https://linktr.ee/paninassetmanagement

Aplikasi Theory Black Swan Event Di Pasar Saham Indonesia

Teori Peristiwa Angsa Hitam / Black Swan Event Theory merujuk pada peristiwa langka yang berdampak besar, sulit diprediksi dan di luar perkiraan biasa.

Pandemi COVID-19 yang menyebabkan kejatuhan bursa saham dan obligasi (yang belakangan naik lagi), stimulus terbesar dalam sejarah dunia, serta aturan physical distancing, dan berbagai perubahan lainnya sudah pasti bisa dikategorikan peristiwa Teori Angsa Hitam.

Dalam dunia pasar modal, jika terjadi peristiwa Black Swan Event, dapat dimanfaatkan 
+ Melakukan realisasi keuntungan jika naik pesat (Profit Taking)
+ Melakukan investasi jika turun dalam (Time to Buy)

Penurunan IHSG akibat pandemi COVID-19 yang dalam tentu sudah diketahui oleh semua orang, pertanyaannya berapa “dalam” persentase penurunan yang bisa dikategorikan sebagai Black Swan Event ? Apakah turun 10%, 20%, 30%? Kemudian berapa lama waktunya? Apakah 1, 3, 6 bulan atau 1 tahun?

Untuk menjawab pertanyaan di atas, berikut langkah dan hasil penelitiannya Black Swan Event pada pasar saham (IHSG) Indonesia.

Continue reading “Aplikasi Theory Black Swan Event Di Pasar Saham Indonesia”

Tanya Jawab Seputar Kondisi Pasar Dengan Panin Asset Management

Sehubungan dengan kondisi pasar yang amat fluktuatif dan juga rebound di hari ini, berikut ini adalah tanya jawab saya dengan tim Manajer Investasi Panin Asset Management di 26 Maret 2020

Tanya : Secara singkat, mengapa IHSG dan kurs nilai tukar terus mengalami pelemahan sejak awal tahun?

Menurut Panin AM, hal ini disebabkan meluasnya wabah COVID-19 membuat investor di seluruh dunia beralih ke aset safe haven yaitu USD. Akibatnya aset dari emerging market seperti saham dan obligasi dijual dan dialihkan ke US langsung. Hal ini juga yang menyebabkan mengapa nilai tukar USD sempat menguat mendekati Rp 17.000 / USD

Tanya : Dalam seminggu terakhir sempat terjadi IHSG turun sendiri padahal negara asia lain naik. Apa yang sebenarnya terjadi ?

Sejak awal tahun, investor domestik masih dlm suasana sangat berhati2, sejak kasus Jiwasraya. Baik investor retail maupun institusi. Sehingga walaupun ada sedikit rebound di pasar LN, investor lokal tidak berani masuk. Dipihak lain, ada tekanan jual terus menerus dari short seller asing, yang menjual saat ini untuk membeli kembali di harga bawah.

Tanya : bukankah saham US juga turun (sebelum kenaikan 1-2 hari terakhir)?

Perilaku investor beralih dari aset berisiko seperti saham dan obligasi ke cash juga terjadi di US sendiri. Makanya harga saham di sana ikut turun.

Tanya : Amerika Serikat, China, Indonesia dan banyak negara lainnya menyelenggarakan stimulus besar yang sebelumnya tidak pernah ada dalam sejarah. Stimulus dari US sendiri mendapat perhatian besar. Bagaimana pendapat anda?

Saat ini US masih menjadi ekonomi terbesar di dunia dan juga dianggap sebagai aset safe haven bagi investor di seluruh dunia. US sendiri juga mengalami kekurangan likuiditas akibat krisis ini sehingga banyak aset dari negara berkembang (Emerging Market) yang pindah ke US

Begitu ada tanda-tanda stimulus akan mendapat persetujuan, nilai tukar US melemah. Arus capital outflow dari negara berkembang ke US juga agak berkurang.

Tanya : Apakah hal ini akan membuat net sell asing berkurang?

Panin AM memiliki keyakinan kuat bahwa jika stimulus AS disetujui dan nantinya jika pertumbuhan case baru COVID-19 di AS menurun, maka tekanan jual asing akan semakin berkurang bahkan bisa berbalik menjadi net buy

Tanya : Bagaimana pendapat anda tentang rally IHSG hari ini (26 Maret 2020) yang sampai dengan siang ini sempat mendekati 10% dan asing yang melakukan net buy?

Rally hari ini membuat short seller menjadi lebih berhati-hati. Di sisi lain, investor Indonesia baik perorangan dan institusi yang punya cash besar mulai berani untuk masuk

Pembelian hari ini adalah gabungan antara short covering dari short-seller (Asing beli saham untuk menutup posisinya) dan lokal investor yang mulai berani.

Tanya : Apakah menurut anda, IHSG sudah bottom?

Panin AM punya keyakinan bahwa dalam hitungan hari, US akan berhasil menurunkan pertumbuhan case COVID-19. Jika skenario itu terjadi, maka level 4000 merupakan strong support IHSG.

Semoga tanya jawab ini bisa menjawab pertanyaan anda seputar kondisi pasar terakhir.

Sehat selalu dan ikuti anjuran pemerintah.

Webinar : Pengisian Aset Keuangan dan Investasi Pada SPT

Image

Bagi yang belum mengisi SPT Pajak atau sudah mengisi SPT Pajak tapi masih bingung dengan pelaporan terkait harta berbentuk aset keuangan dan investasi tidak perlu khawatir. Sebab Ditjen Pajak telah memberikan kelonggaran pelaporan hingga 30 April 2020.

Bagi yang sudah terlanjur lapor, tapi masih ada kekurangan juga bisa melakukan pembetulan SPT. Pengisian SPT secara elektronik teramat praktis karena bisa dilakukan pembetulan kapan saja.

Saat ini aset keuangan dan investasi telah semakin dikenal masyarakat. Sebut saja Tabungan, Deposito, Saham, Obligasi, Reksa Dana, Unit Link, P2P Lending dan sebagainya. Dengan kemudahan untuk memulai dan minimum investasi yang relatif kecil, peminatnya juga semakin banyak.

Namun masih banyak yang bingung tentang bagaimana harta-harta tersebut dilaporkan dalam SPT. Begitu pula ketika menerima penghasilan dari aset tersebut. Artikel saya tentang topik tersebut juga merupakan salah satu artikel yang mendapat komentar paling banyak dibandingkan artikel lainnya.

Dalam kesempatan ini, Panin Asset Management menyelenggarakan Webinar dengan keterangan sebagai berikut :

Tema : Menyusun SPT Pajak, Aset Keuangan dan Investasi
Tanggal : 27 Maret 2020 Jam 09.00 – 11.30
Biaya : Gratis
Cara mendaftar : Melalui aplikasi Zoom dengan klik link Daftar Seminar

Seminar ini diselenggarakan secara online, untuk itu akan dimulai tepat waktu. Disarankan untuk diakses melalui komputer atau laptop yang memiliki fasilitas kamera dan mic untuk memudahkan interaksi.

Ditunggu kehadiran anda di webinar ini.

Ini Cara Mengatur Aset Alokasi Reksa Dana Dalam Segala Situasi Pasar

Sumber : Istockphoto

Kondisi pasar modal yang fluktuatif belakangan merupakan salah satu kesempatan yang tepat untuk mengevaluasi kembali portofolio investasi. Apakah investor masih bisa tidur nyenyak dengan penurunan yang terjadi? Bagaimana sebaiknya mengatur aset alokasi yang ideal?

Bisa tidur dengan nyenyak pada saat hasil investasi negatif merupakan indikator paling nyata seseorang bisa menerima risiko pasar modal. Sebaliknya jika sudah tidak bisa tidur nyenyak berarti memang sebaiknya beralih ke instrumen yang lebih konservatif.

Pertanyaan mengenai toleransi risiko memang menjadi salah satu pertanyaan standar dalam formulir pembukaan rekening reksa dana, namun ironisnya terkadang investor harus merasakan dulu penurunan 15-20% baru bisa menjawab dengan jujur apakah dia benar siap atau tidak.

Investor yang tidak siap, ketika mendapatkan kenyataan bahwa hasil investasi telah turun 15%, 20% atau bahkan lebih, biasanya akan mengambil keputusan seperti menghentikan investasi berkala, ada juga yang melakukan cutloss karena khawatir kerugian bertambah banyak.

Apakah tindakan di atas salah? Tentu tidak. Semua orang bisa memutuskan apa yang terbaik dan nyaman bagi dirinya sendiri. Namun untuk kategori investor ini, sangat disarankan untuk tidak masuk lagi ke jenis reksa dana saham pada saat pasar sudah membaik.

Sebab yang namanya pasar saham memang fluktuatif. Sekalipun sudah naik nanti, situasi penurunan seperti ini berpotensi kembali berulang. Untuk itu, jika nantinya memutuskan untuk berinvestasi kembali, bisa memilih jenis reksa dana yang lebih konservatif seperti pasar uang, pendapatan tetap dan terproteksi dengan tetap memperhatikan risikonya.

Bagaimana dengan investor yang siap? Reaksinya juga beragam. Ada yang tetap cutloss karena kerugian telah mencapai batas risiko yang ditetapkan sejak awal. Namun tidak sedikit juga yang tetap melanjutkan investasi berkala atau bahkan melakukan pembelian dalam jumlah besar karena saat ini harga reksa dana saham memang sedang terdiskon.

Diversifikasi Reksa Dana Pendapatan Tetap dan USD

Continue reading “Ini Cara Mengatur Aset Alokasi Reksa Dana Dalam Segala Situasi Pasar”