Akhir-akhir ini dihebohkan dengan potongan TAPERA yang untuk swasta mungkin baru mulai tahun 2027 nanti

Meski banyak yang kontra, menurut saya, dari perspektif perencana keuangan, iuran Tapera ini malah positif untuk membantu persiapan pensiun.

Berikut ulasannya

Tahukah anda berapa % dari gaji idealnya disisihkan supaya bisa pensiun dengan nyaman?
Well, itu tergantung banyak hal, mulai dari penghasilan, tanggungan, asumsi inflasi, asumsi pertumbuhan investasi, hingga taraf hidup yang diinginkan.
Tanya ke 100 orang bisa 100 versi jawaban.

Untuk itu saya membuat asumsi sebagai berikut:
– Gaji Tahunan Rp 100 juta
– Inflasi 3%
– Return Investasi 5%
– Usia Pensiun 65
– Harapan Hidup 80
– Kebutuhan Pensiun 60% dari Gaji Tahunan
(artinya jika pensiun hari ini Rp 60 juta per tahun)
– Tabungan Pensiun yang sudah ada

Hasil dari simulasi tersebut, sesuai dengan Usia saat ini antara 30-50 tahun, jika belum ada tabungan sama sekali maka harus menyisihkan antara 15-43% dari gajinya supaya bisa pensiun dengan nyaman.
Definisi nyaman 60% dari gaji saat ini dan disesuaikan inflasi nantinya.

Artinya jika anda belum punya tabungan pensiun sama sekali dan gaji Rp 10 juta per bulan:
Usia 30 perlu Rp 1.5 juta
Usia 35 perlu Rp 1.9 juta
Usia 40 perlu Rp 2.3 juta
Usia 45 perlu Rp 3.1 juta
Usia 50 perlu Rp 4.3 juta

Investasi tiap bulan asumsi 5% per tahun hingga usia 65.

Jika sudah punya tabungan 0.5x gaji tahunan, asumsi Rp 100 juta maka sebesar Rp 50 juta, maka investasi bulanan:
Usia 30 Rp 1.3 juta
Usia 35 Rp 1.6 juta
Usia 40 Rp 2.1 juta
Usia 45 Rp 2.8 juta
Usia 50 Rp 3.9 juta

Dengan catatan tabungan ini khusus pensiun, tidak bisa yang lain.

Makin besar tabungan khusus pensiun yang anda punya dan asumsi diinvestasikan dengan return 5% per tahun, maka semakin kecil pula investasi bulanan yang diperlukan.
Menyisihkan 15-43% apakah mudah? Tentu tidak. Boro-boro, tidak ngutang paylater saja sudah bagus.

Tapi jangan salah

Bagi anda yang bekerja di perusahaan dengan administrasi yang bagus, sebenarnya tidak nol sama sekali.

Saat ini ada:
Jaminan Hari Tua JHT BPJS Tenaga Kerja 5.7%
Jaminan Pensiun JP BPJS Tenaga Kerja 3%

Artinya secara tidak langsung, anda sudah “dipaksa” nabung 8.7%.

Kalau ditambah TAPERA 3%, berarti total jadi 11.7%.
Jika anda usia 30 tadi yang butuh 15%, tinggal tambahkan lagi sisanya 3.3%.
Kalau usia 40 butuh 23%, sisanya 11.3% lumayan besar tapi tidak seberat kalau 23%.

Tabungan khusus pensiun juga sebenarnya ada juga dan bisa cek di aplikasi JMO BPJS Ketenagakerjaan.

Tinggal lihat saldonya ada berapa dan bagi dengan gaji tahunan anda.

Apakah 0.5x, 1x atau syukur2 lebih sehingga mengurangi kebutuhan untuk persiapan pensiun dengan signifikan

Mengapa tidak masyarakat yang melakukan persiapan pensiun sendiri saja?

Jika anda mampu lakukan sendiri, bagus dan selamat.
Tapi secara umum orang Indonesia itu tingkat literasi keuangan masih kurang dan komitmen investasi jangka panjangnya kurang. Jadi butuh “dipaksa”.

Seperti BPJS Tenaga Kerja saja, potongan untuk JHT dan JP itu total 8.7% lho, hampir 3 kali lipat dari TAPERA yang 3%.
Tapi ya karena ketentuannya sudah seperti itu, ya jalan saja.
Sesekali cek saldo di JMO, senang juga ada saldo sekian, tidak jarang orang tergoda mau cairkan.

Tapi ketika dicairkan sebelum pensiun, berapa banyak yang sukses mengolahnya sehingga jadi kaya raya? Saya tidak punya angkanya dan mendengar banyak cerita sedih.
Kebanyakan habis untuk hal-hal konsumtif atau biaya kesehatan yang sebenarnya bisa diminimalkan dengan BPJS Kesehatan.

Tantangannya cukup banyak:

  • Apakah BPJS Tenaga Kerja dan TAPERA mampu mengolah kumpulan dana tersebut dengan return 5% per tahun?
  • Apakah layanan untuk cek saldo dan administrasi pencairan / pengajuan kredit mudah?
  • Apakah sosialisasinya petugas lapangan sudah cukup baik ?

Jika semua itu bisa dilakukan, maka 3% iuran TAPERA bisa memudahkan pengajuan kredit bagi yang belum punya rumah dan menjadi bagian dana pensiun bagi yang tidak memerlukan kredit perumahan tersebut.
Pasti ada banyak kontra, mempertimbangkan kondisi ekonomi dan penghasilan.

Semua argumen tersebut juga tidak salah.

Tapi sekali lagi kalau tidak “dipaksa” untuk persiapan pensiun, kasihan juga orang-orang ini di usia pensiun nantinya dan akan menjadi beban bagi keturunannya yang terus menerus menciptakan Sandwich Generation baru.
Saya di pihak yang dukung.

Terlepas dari pro kontra TAPERA, dibutuhkan minimal 15% dari gaji untuk menjaga agar pada saat pensiun dan tidak punya penghasilan nanti, masih bisa setara 60% dari gaya hidup saat ini + inflasi.

Bagi yang belum, sebaiknya dimulai dari sekarang.

SEMOGA HARI ANDA MENYENANGKAN

Rudiyanto

4 tanggapan atas “Berapa % Dari Gaji Agar Bisa Pensiun Dengan Nyaman?”

  1.  Avatar
    Anonim

    Informasi yang menarik, memang memahami perhitungan gaji menjadi aspek penting bagi pekerja yang ingin pensiun dengan aman. Namun, perusahaan juga perlu memperhatikan perhitungan gaji karyawan agar lingkungan kerja menjadi lebih positif. Kami menyediakan aplikasi pengelola gaji yang bisa membantu perusahaan dalam mengatur penggajian karyawan. Silahkan cek website kami di programgaji.com untuk informasi lebih lanjut. Terima kasih

    Suka

  2.  Avatar
    Anonim

    Informasi yang menarik, memang memahami perhitungan gaji menjadi aspek penting bagi pekerja yang ingin pensiun dengan aman. Namun, perusahaan juga perlu memperhatikan perhitungan gaji karyawan agar lingkungan kerja menjadi lebih positif. Kami menyediakan aplikasi pengelola gaji yang bisa membantu perusahaan dalam mengatur penggajian karyawan. Silahkan cek website kami di programgaji.com untuk informasi lebih lanjut. Terima kasih

    Suka

  3.  Avatar
    Anonim

    justru kebijakan yang “memaksa” ini yang membuat tidak sreg. program yang dipaksakan terkesan “memalak” rakyat. agree to disagree.

    Suka

    1. Rudiyanto Avatar

      Agree to disagree

      Suka

Tinggalkan Balasan ke Rudiyanto Batalkan balasan

  1. avatar Rudiyanto
  2. avatar amedenthusiast
  3. avatar Rudiyanto
  4. avatar Hardi P
  5. avatar Rudiyanto