Apakah Sebaiknya Saya Menerima Tawaran Asuransi Ini ??

Pertanyaan

Pada artikel My Experience With Unit Link yang lalu, pembaca bisa mengetahui apa saja asuransi yang saya miliki dan kenapa saya memilihnya. Ceritanya beberapa hari yang lalu saya melakukan pengkinian data pada polis asuransi di Manulife. 2 hari kemudian, customer service perusahaan asuransi tersebut menghubungi saya untuk konfirmasi perubahan data dan sekaligus menawarkan produk asuransinya.

Produk yang ditawarkan itu saya lupa namanya. Namun fiturnya kurang lebih sebagai berikut :

  • Premi per bulan Rp 350.000 atau per tahun Rp 4.2 juta
  • Manfaat Asuransi Jiwa Rp 165 juta dan Asuransi Kecelakaan Rp 330 juta
  • Nilai premi tetap selama 15 tahun. Setelah 15 tahun bisa dilanjutkan tapi dengan uang pertanggungan lebih kecil
  • Setelah 15 tahun, jika tidak ada klaim, maka premi yang telah dibayarkan akan kembali 100%

 

Sebagai informasi, untuk 2 polis asuransi jiwa yang saya miliki dari Manulife berdasarkan artikel sebelumnya adalah:

  • Premi per tahun Rp 3,7 juta dengan manfaat Asuransi Jiwa Rp 1,4 M dan Asuransi Penyakit Kritis Rp 700 juta
  • Premi per tahun Rp 6 juta dengan manfaat Asuransi Jiwa Rp 2 M
  • Semua premi di atas tetap selama 10 tahun. Setelah itu bisa lanjut, tapi uang pertanggungannya lebih kecil
  • Premi yang dibayarkan hangus apabila tidak ada klaim selama masa pertanggungan

Saat ini saya tidak memiliki anggaran tambahan untuk membeli polis asuransi lagi, jadi kalau saya tertarik maka pilihannya adalah menutup semua polis asuransi yang lama dan menggunakan uang tersebut untuk membeli yang baru. Perhitungannya :

  • Total premi asuransi lama Rp 9.7 juta.
  • Jumlah uang yang sama jika dibelikan asuransi terbaru berarti bisa mendapat 2 polis dengan nilai Rp 8.4 juta dan masih ada sisa uang Rp 1,3 juta
  • Manfaat asuransi yang saya peroleh adalah Asuransi Jiwa Rp 330 juta dan Asuransi Kecelakaan Rp 660 juta
  • Dari Rp 8.4 juta yang saya bayarkan, jika dalam 15 tahun tidak ada klaim akan dikembalikan Rp 126 juta
  • Uang Rp 1.3 juta per tahun tersebut jika saya investasikan dalam reksa dana saham dengan hasil 20% per tahun akan menjadi Rp 112 juta dalam 15 tahun
  • Jadi pilihan ini akan membuat saya memiliki dana sekitar Rp 238 juta (126+112) di akhir tahun ke 15 jika saya tidak meninggal tapi dengan perlindungan asuransi lebih kecil

Pengalaman saya di atas mungkin juga pernah menjadi pengalaman teman2 disini. Pertanyaannya, apa saran anda? Apakah sebaiknya saya menerima penawaran tersebut atau menolak dan terus melanjutkan program yang lama?

Silakan sampaikan saran anda disini, semoga hasil diskusinya bisa menjadi referensi bagi para pembaca lain. Nanti saya juga akan sampaikan apa keputusan saya dan dasar dalam pengambilan keputusan tersebut.

Penyebutan produk investasi  (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, ataupun rekomendasi jual beli atau tahan untuk instrumen tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.

Sumber Foto : Istockphoto

Feedback : Apa Posisi Anda Sekarang ?

Umpan BalikDalam kondisi pasar yang tidak menentu seperti sekarang dimana berita dan sentimen buruk datang silih berganti. Apa posisi anda sekarang ?

  1. Buy, Strong Buy… Kapan lagi bisa beli di harga murah
  2. Sell, Pokoke Sell… Udah ga bisa tidur dan kapok investasi
  3. Wait and See, kaga ngapa2in toh investasi buat jangka panjang

Silakan sharing pendapat anda disini.

Feedback : Apa Harapan Anda Untuk Investasi Reksa Dana Di Tahun 2015?

Безымянный-2

 

Saya dan keluarga melalui kesempatan ini mengucapkan selamat tahun baru 2015. Dimanapun anda berada, semoga bahagia, sehat, dan sukses selalu.

Bagi keluarga yang mendapat musibah semoga diberikan ketabahan dan kekuatan.

Mengawali artikel di tahun 2015, saya ingin melakukan suatu survei kecil-kecilan tentang bagaimana pendapat bapak ibu sekalian untuk investasi reksa dana di tahun 2015 ini. Saya sendiri melalui artikel sebelumnya, terus terang sangat optimis dengan kondisi 2015. Akan tetapi saya menyadari bahwa situasi berubah dengan cepat, sebagai salah satu contoh saja kebijakan BBM subsidi yang berubah dalam hitungan bulan. Hal yang sama juga bisa terjadi pada indikator dan data makro ekonomi lainnya. Yang lebih penting lagi, itu adalah pendapat saya, pendapat anda bisa saja berbeda. Jika berkenan silakan berbagi pendapat disini.

Berikut adalah beberapa contoh pendapat:

  1. Wah kayaknya kalau subsidi BBM dicabut dan harganya mengikuti perkembangan harga minyak dunia dan kurs nilai tukar terhadap USD, inflasi bakalan tidak bisa terkendali. Belum lagi potensi kenaikan suku bunga AS. Jadinya tahun 2015 akan menjadi tahun yang amat fluktuatif.
  2. Well, harga BBM memang turun, tapi tarif listrik naik. Harga barang-barang kebutuhan pokok juga tidak turun mengikuti penurunan harga BBM, jadi kelihatannya inflasi akan tetap tinggi. Jadi outlook investasi tidak sebaik yang diharapkan.
  3. Pemerintahan Jokowi – JK adalah pemerintahan yang “bekerja”. Mungkin tidak semua setuju dengan bagaimana cara mereka bekerja dan juga tidak ada orang / sistem / kebijakan yang sempurna karena akan selalu ada pro dan kontra. Akan tetapi saya merasa ada “harapan” karena ada sekelompok orang yang “berjibaku” untuk memberikan yang terbaik bagi Indonesia. Rp 230 Triliun yang dihemat dari kebijakan ini akan membangun infrastruktur, menggerakkan perekonomian dan mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia. Semua itu akan menjadi katalis positif bagi investasi di tahun 2015
  4. Pasar modal adalah pasar yang menggabungkan unsur persepsi dan fundamental. Jika persepsi bagus tapi fundamental perusahaan dalam hal ini laba bersih tidak tumbuh sesuai harapan, kenaikan tidak akan bertahan lama. Untuk itu, fokusnya adalah apakah laba perusahaan bisa bangkit di tahun 2015 ini. Jadi fokusnya adalah pada kinerja perusahaan dan bukannya kinerja pemerintahan.
  5. Atau ada pendapat lainnya, silakan berbagi disini.

Terima kasih

Feedback : Bagaimana Anda Mempersiapkan Rencana Pensiun?

Umpan BalikBeberapa hari yang lalu, ada pertanyaan dari rekan kantor saya. Sederhananya begini, bagaimana idealnya untuk mempersiapkan hari tua? Meski bekerja di perusahaan investasi, pada kenyataannya memang ada banyak pilihan untuk mempersiapkan masa depan kita. Sesuai dengan lagu dari OJK di bawah ini

 

Bagaimana anda sendiri mempersiapkan pensiun anda?

  1. Boro2 menyiapkan pensiun.. Untuk hidup sehari-hari saja sudah pas-pasan. Belum lagi biaya anak dan cicilan rumah. Jadi nanti tinggal mengandalkan anak untuk membiayai hari tua nanti. Kalau tidak, punya anak untuk apa??
  2. Dengan Jamsostek. Bukankah setiap bulan sebagian dari penghasilan sudah dipotong secara otomatis untuk Jaminan Hari Tua di Jamsostek, nanti tinggal mengandalkan penghasilan tersebut
  3. Gabungan antara Jamsostek dan Dana Pensiun. Khusus untuk teman2 yang bekerja di perusahaan besar yang memiliki dana pensiun, biasanya sudah memiliki Jamsostek dan Dana Pensiun dari perusahaan. Dengan adanya 2 hal tersebut, saya sudah yakin masa tua saya terjamin
  4. Mengikuti Dana Pensiun Lembaga Keuangan. Saat ini, perusahaan berpartisipasi pada Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). Saya juga menambah kontribusi ke DPLK, yakin deh, dengan DPLK, pensiun saya aman
  5. Unit Link dong. Setiap bulan saya sudah setor cukup banyak ke Asuransi + Investasi yang saya miliki. Kalau kinerja sesuai dengan ilustrasi yang ditunjukkan di awal, berarti nanti di saat usia saya 55, sudah ada uang miliaran buat pensiun.
  6. Reksa Dana Saham. Berkat dicekoki perencana keuangan dan marketing, akhirnya saya buat autodebet untuk pensiun hingga umum 55. Sekarang merem saja, nanti hasilnya tinggal dinikmati nanti. Lagipula, saya percaya dengan reksa dana dalam jangka panjang akan mencukupi semua kebutuhan nanti.
  7. Pensiun pakai Properti. Simpelnya begini, sekarang mumpung masih muda, cicil rumah yang ukurannya agak besar dan punya nilai jual. Nanti pada saat pensiun, harganya tentu sudah naik. Rumahnya dijual dan selanjutnya pindah ke apartemen yang lebih kecil. Sisanya buat menikmati masa pensiun. Cara ini juga sudah umum di luar negeri kok.
  8. Bisnis tentunya. Kalau bisnisnya sudah on track, maka tinggal nikmati dividennya sampai hari tua nanti.
  9. Rezeki sudah ada yang atur, namanya masa pensiun, baru kita pikirkan saat pensiun nanti.
  10. Atau ada pilihan lainnya??

Silakan share di sini. Saya sendiri juga akan share bagaimana saya menyiapkan pensiun. Ditunggu sharingnya. Terima kasih