Dalam kesempatan kali ini, topik yang ingin saya sharing adalah tentang rating. Dalam investasi, rating merupakan salah satu hal yang sangat penting karena menentukan suatu perusahaan / negara bisa mendapatkan pendanaan dari penerbitan obligasi atau tidak dan berapa besar kupon atau imbal hasil yang harus dibayarkan supaya mau diterima oleh investor. Dalam investasi, baik saham, reksa dana ataupun obligasi, perubahan rating terutama rating suatu negara bisa menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi arah investasi. Untuk itu, sedikit banyak investor perlu mengetahuinya.

Apa itu Rating?

Rating adalah suatu penilaian yang TERSTANDARISASI terhadap kemampuan suatu negara atau perusahaan dalam membayar hutang-hutangnya. Karena terstandarisasi artinya rating suatu perusahaan atau negara dapat dibandingkan dengan perusahaan atau negara yang lain sehingga dapat dibedakan siapa yang mempunyai kemampuan lebih baik, siapa yang kurang. Rating dikeluarkan oleh perusahaan pemeringkat, dan biasanya untuk menjadi perusahaan pemeringkat harus mendapat izin resmi dari pemerintah. Di Indonesia, perusahaan yang mendapat izin serta menjadi market leader dalam pemberian rating  adalah PT. PEFINDO (Pemeringkat Efek Indonesia). Selain itu, belakangan ini juga terdapat perusahaan baru yang memiliki bidang usaha serupa yaitu Fitch Rating Indonesia dan ICRA (Indonesia Credit Rating Agency). Informasi  perusahaan pemeringkat tersebut bisa anda baca di icraindonesia.com dan new.pefindo.com.

Umumnya perusahaan yang mendapat izin dari pemerintah Indonesia hanya memeringkat perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Indonesia. Sementara rating terhadap kemampuan membayar hutang suatu negara dilakukan oleh perusahaan pemeringkat yang mendapat pengakuan internasional. Dahulu perusahaan pemeringkat ini didominasi oleh 3 pemain besar seperti Standard & Poor, Moody’s Investor Service dan Fitch Rating. Namun belakangan ini juga semakin bermunculan perusahaan pemeringkat yang ratingnya juga diakui selain 3 pemain di atas. Sebagai contoh, jika anda melihat di website bank Indonesia, selain ketiga perusahaan di atas juga terdapat 2 perusahaan pemeringkat lain yaitu JCRA (Japan Credit Rating Agency) dan Rating & Information Service Inc.

Suatu rating terdiri dari 2 bagian Rating dan Outlook. Rating adalah kemampuan membayar hutang sedangkan Outlook adalah pandangan dari perusahaan pemeringkat apakah Rating akan naik, turun atau tetap pada periode penilaian berikutnya. Rating sendiri terdiri dari 2 yaitu 3 huruf yang disertai dengan tanda atau angka tergantung perusahaan pemeringkat. Sebagai contoh urutan dari yang paling tinggi hingga paling rendah secara umum adalah sebagai berikut

  • Investment Grade
    • AAA atau Aaa
    • AA+, AA dan AA- atau Aa1, Aa2 dan Aa3
    • A+, A, dan A- atau A1, A2 dan A3
    • BBB+, BBB dan BBB- atau Baa1, Baa2 dan Baa3
  • Non Investment Grade (junk Bond) dengan rating di bawah BBB atau Baa
    • BB+, BB dan BB- atau Ba1, Ba2, dan Ba3
    • B+, B dan B- atau B1, B2 dan B3
    • CCC+, CCC dan CCC- atau Caa1, Caa2, dan Caa3
    • CC+, CC dan CC- atau Ca11, Ca2 dan Ca3
    • C+, C dan C- atau C1, C2 dan C3
    • Default

Investment Grade adalah kategori bahwa suatu perusahaan atau negara dianggap memiliki kemampuan yang cukup dalam melunasi hutangnya. Sehingga bagi investor yang mencari investasi yang aman, umumnya mereka memilih rating Investment Grade. Praktek pada perusahaan lebih detail lagi. Sepengetahuan penulis, ada perusahaan yang menerapkan screening yang lebih mendalam seperti harus BUMN atau kalaupun investment Grade minimal A. Rating BBB dianggap masih belum aman.

Non Investment Grade adalah kategori bahwa suatu perusahaan atau negara dianggap memiliki kemampuan yang meragukan dalam memenuhi kewajibannya. Perusahaan yang masuk kategori ini biasanya cenderung sulit memperoleh pendanaan. Supaya bisa berhasil umumnya mereka memberikan kupon atau imbal hasil yang tinggi sehingga disebut juga dengan High Yield Bond. Investor yang memilih jenis obligasi ini biasanya cenderung memiliki sifat spekulatif. Sebab jika ternyata perusahaan berkomitmen melunasi seluruh kewajibannya, imbal hasil yang diterima bisa sangat tinggi.

Pada prinsipnya, semakin rendah rating, berarti semakin tinggi risiko gagal bayar dan berarti semakin besar pula imbal hasil (return) yang diharapkan oleh investor. Jadi ini menjadi alasan mengapa bunga deposito yang berbasis dollar seperti mata uang Singapura (AAA) bisa jauh lebih rendah dibandingkan bunga deposito Indonesia (BB) dan orang tetap mau menempatkan dana pada deposito tersebut.

Sebagai contoh rating Indonesia yang diringkas oleh Bank Indonesia adalah sebagai berikut

sumber: Bank Indonesia

Kesalahan umum dalam membaca rating

Dalam membaca rating umumnya salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menyamakan tanda + dengan Outlook. Sebetulnya tanda Plus, Minus atau 1,2, 3 dalam rating merupakan tingkatan. AA+ atau Aa1 lebih besar dari AA atau Aa2 dan AA atau Aa2 lebih besar dari AA- atau Aa3. Jadi ketika membaca BB+ orang berpikir ratingnya BB dengan peluang dinaikkan. Padahal dinaikkan atau tidak tergantung pada Outlook. Jika Outlooknya Positif artinya berpeluang dinaikkan pada periode rating mendatang, Stabil artinya akan tetap dan Negative artinya berpeluang diturunkan pada periode rating berikutnya. Perlu diingat Outlook bukan vonis, meskipun positif bisa saja rating tetap atau turun di masa mendatang karena kondisi bisa berubah dengan cepat.

Rating dan Implikasinya Terhadap Investasi

Rating dalam hal ini Rating terhadap Negara Indonesia memiliki implikasi yang signifikan terhadap investasi di Indonesia. Saat ini rating Indonesia berada pada BB+ atau 1 tingkat lagi supaya bisa mencapai BBB-. Jika Indonesia berhasilkan mendapatkan kenaikan rating tersebut pada tahun 2012 nanti, maka perkiraan saya akan ada beberapa dampak positif yang bisa dirasakan seperti:

  • Investor luar akan mengganggap negara Indonesia menjadi negara yang layak investasi (Investment Grade) dibandingkan negara yang hanya menjadi tujuan spekulasi saja
  • Dengan masuknya investasi, maka dana yang masuk tidak melulu hanya dana hot money yang bisa keluar setiap saat akan tetapi bisa jadi merupakan dana investasi yang sifatnya lebih jangka panjang.
  • Masuknya dana asing diharapkan dapat mendongkrak harga saham dan obligasi sehingga pada akhirnya juga meningkatkan tingkat pengembalian instrumen reksa dana.

Demikian artikel saya kali ini, semoga dapat bermanfaat bagi anda.

Penyebutan produk investasi  (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, ataupun rekomendasi jual beli atau tahan untuk instrumen tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang.

338 tanggapan atas “Mengenal Rating Obligasi”

  1. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @intan
    Dear Intan,

    Terkait pertanyaan anda:
    – Tidak semua perusahaan yang menerbitkan obligasi harus Tbk
    – Coba dibandingkan secara detail, kalau tidak ada perbedaannya untuk apa dipusingkan?
    – Betul sekali

    Semoga bermanfaat.

    Suka

  2. intan Avatar
    intan

    @Rudiyanto
    Oh iya pak pertahun, hanya bingung dengan Latest Rating Announcement (yg ada di site pefindo) karena dipublish tiap bulan, mungkin itu revisian dari pefindo sendiri. jadi dikira perbulan.

    mau bertanya lagi.
    – perusahaan yg menerbitkan pengumuman di pefindo itu perusahaan yg terdaftar di BEI semua/tidak?
    – maksud/perbedaan rating release dan rating rational seperti apa? masih kurang mengerti
    – dilihat tidak ada tahun 2008 di ‘rating announcement’ hanya ada 2012-2013 saja, saran bpk saya harus mencari ulang atau dapat menghubungi pefindo?
    terimakasih banyak.

    Suka

  3. intan Avatar
    intan

    Pak mau bertanya, pengumuman rating obligasi yg dilakukan pefindo.com itu dilakukan pertahun atau sesuai keinginan dari pefindo itu sendiri? Terimakasih.

    Suka

    1. Rudiyanto Avatar
      Rudiyanto

      Dear Intan,

      Untuk mendapatkan jawaban tersebut, saran saya kamu bisa menganalisa beberapa rating beberapa perusahaan sekaligus dan menemukan trendnya. Apakah pengumumannya per tahun atau sesuai dengan keinginan PEFINDO.

      Kalau kamu sudah melakukan, hasilnya bisa kita diskusikan disini.

      Semoga berhasil.

      Suka

  4. nugrah Avatar
    nugrah

    pak saya mau tanya, gimana caranya mendapatkan data perusahaan yang menerbitkan obligasi di bursa efek indonesia ? terimakasih

    Suka

    1. Rudiyanto Avatar
      Rudiyanto

      Salam Nugrah,

      Sudah mencoba lihat2 di website Bursa Efek Indonesia?

      Suka

  5. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @TriLestari
    Halo Juga Tri Lestari,

    Anda bisa melakukan penelitian sederhana dengan melihat interval rating suatu perusahaan diberikan dari waktu ke waktu. Anda juga bisa baca lebih detail metodologi rating yang digunakan oleh perusahaan pemeringkat.

    Semoga bermanfaat.

    Suka

  6. TriLestari Avatar
    TriLestari

    Halo pak. Saya mau tanya mengenai data peringkat obligasi. Apa peringkat obligasi itu diterbitkan per bulan, per tahun, apa per tanggal terbit obligasi ya? Saya sedang proses mengerjakan skripsi, saya butuh data untuk diolah di bab 4. Namun, saya masih bingung karena masih belum tahu secara pasti, apakah peringkat itu diberikan secara bulanan atau tahunan. Saya menggunakan data dari PEFINDO sebagai acuannnya. Mohon bantuannya pak. terima kasih banyak..

    Suka

  7. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @kitin
    Dear Kitin,
    Boleh tahu darimana kamu mendapatkan informasi bahwa selalu berkaitan dengan perusahaan manufaktur? bukankah ada obligasi dari perusahaan jasa keuangan dan sektor lainnya juga?

    Saya baru saja mengakses laporan rating historis suatu perusahaan dari pertama kali perusahaan tersebut menerbitkan obligasi hingga sekarang dari website PEFINDO. Saran saya carilah dengan lebih teliti lagi.

    Kemampuan untuk mendapatkan informasi juga merupakan bekal yang berharga untuk masa depan kamu nanti.

    Semoga bermanfaat. Terima kasih.

    Suka

  8. kitin Avatar
    kitin

    pak, kenapa obligasi selalu berkaitan dengan perusahaan manufaktur?
    lalu, bagaimana caranya mendapatkan peringkat obligasi pada pt.pefindo mulai tahun 2010-2012??
    saya sudah mencari ke websitenya,tapi gak ada pak
    terimakasih

    Suka

  9. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @Ayyu Pertiwi
    Salam Ayyu,

    Peringkat perusahaan diukur menggunakan indikator gabungan yang terdiri dari faktor kuantitatif (rasio keuangan) dan faktor kualitatif (pendapat analis). Terkadang, tergantung kepada perusahaan rating atau nature daripada perusahaan yang diperingkat (BUMN atau bukan), bobot antara kuantitatif dan kualitatif bisa berbeda.

    Misalnya karena merupakan BUMN, mungkin saja secara rating akan lebih diuntungkan karena faktor kualitatif memberikan skor lebih tinggi pada jenis perusahaan ini. Tentu hal di atas hanya merupakan suatu kemungkinan, saya yakin analis obligasi tentu akan memberikan pendapat yang seobjektif2nya. Namun di satu sisi, karena pendapat analis juga berperan dalam rating obligasi, maka bisa saja suatu perusahaan yang rasionya baik atau kurang baik tidak mendapat peringkat yang sebagaimana mestinya jika dilihat dari rasio keuangan saja.

    Terakhir, rating obligasi dihitung dari kemampuan melunasi hutangnya. Jika kamu mempelajari metode Altman Z-Score, kamu akan melihat bahwa tidak hanya rasio profitabiitas yang diukur tapi juga rasio lainnya.

    Semoga bermanfaat.

    Suka

  10. Ayyu Pertiwi Avatar
    Ayyu Pertiwi

    kira2 DER berpengaruh positif itu bisa karena imbas inflasi tidak ya pak, sehingga nilai dari uang itu naik sehingga hutang perusahaan menjadi tinggi..tetapi saya bingung kok peringkatnya bisa bagus dalam keadaan DER yg tinggi..mohon penjelasannya pak…

    Suka

  11. Ayyu Pertiwi Avatar
    Ayyu Pertiwi

    itu hasil regres di skripsi saya pak ttg faktor-faktor yg mempengaruhi peringkat obligasi…hasil regresnya menunjukkan kalo DER berpengaruh positif sedangkan ROA tdk berpengaruh…sampel saya obligasi sektor non keuangan pak…dari tahun 2007-2010..

    Suka

  12. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @Ayyu Pertiwi
    Salam Ayu,

    Boleh tahu kamu mendapat informasi ROA tidak berpengaruh dari peringkat obligasi itu darimana?

    Suka

  13. Ayyu Pertiwi Avatar
    Ayyu Pertiwi

    sore pak, mau tanya kira2 profit perusahaan yg diukur dengan ROA tidak berpengaruh terhadap peringkat obligasi itu knp yah..blm nemu alasannya pak? terimakasih

    Suka

  14. tyas Avatar
    tyas

    selamat sore pak,
    saya sedang skripsi dan mau meneliti pengaruh mekanisme corporate governance terhadap peringkat obligasi, sudah lumayan banyak penelitian, namun sejauh ini saya belum menemukan teori yang kuat apakah dalam memeringkat obligasi itu ada unsur corporate governance, dari sekian penelitian belum ada yg menjelaskan secara gamblang tentang hubungan keduanya
    mohon sarannya ya pak, terima kasih 🙂

    Suka

    1. Rudiyanto Avatar
      Rudiyanto

      Dear tyas, saran saya kamu angkat telpon dan hubungi perusahaan pemeringkat utk menanyakan hal tersebut. Tidak ada yang lebih berkompeten menjawab hal tersebut selain mereka. Semoga sukses dengan skripsinya.

      Suka

  15. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @siska
    Semoga berhasil

    Suka

  16. siska Avatar
    siska

    nah itu dia, mau nanya dosennya tapi udah ga ada, di email ga di balas sama dianya. makanya coba2 nanya d sini.
    tapi makasih ya pak, udah ada masukan dikit 🙂

    Suka

  17. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @siska
    Dear Siska,

    Seharusnya pertanyaan itu ditanyakan ke dosen kamu. Untuk rating perusahaan bisa cari di perusahaan pemeringkat dan untuk kesehatan bank bisa coba pelajari laporan keuangannya.

    Semoga bermanfaat. Terima kasih.

    Suka

  18. siska Avatar
    siska

    sama aja ya pak sama rating obligasi perusahaan? menurut saya kalo kesehatan bank nya kurang ratingnya juga kurang sih. bank yang sehat itu bank yang mampu menjalankan fungsi – fungsi nya dengan baik.
    saya sedang memikirkan skripsi dengan judul : pengaruh kinerja perusahaan terhadap rating obligasi dengan variabel mediasi tingkat kesehatan bank. judulnya dapat dari dosen, tapi saya masih bingung gimana itu, dosennya malah udah keluar negri.
    tingkat kesehatan di cari dari rasio rasio keuangan, terus saya mau nanya nentuin hubungan tingkat kesehatan dengan ratingnya bagaimana pak?
    maaf sebelumnya ganggu waktu bapak dan juga merepotkan:(

    Suka

  19. siska Avatar
    siska

    pak, saya mau nanya, apa bapak pernah mendengar rating obligasi bank? apa saya boleh tau bagaimana pengaruh tingkat kesehatan bank terhadap rating obligasi? terimakasih pak.

    Suka

    1. Rudiyanto Avatar
      Rudiyanto

      Salam Siska,

      Rating obligasi bank tidak ada bedanya dgn rating obligasi non bank. Terkait kesehatan perusahaan, menurut kamu apakah jika kesehatannya kurang maka akan nendapatkan rating yg bagus? Apa definisi kesehatan itu sendiri?

      Suka

  20. vivi Avatar
    vivi

    oiyaa pak terima kasih >

    Suka

  21. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @vivi
    Salam Vivi,
    Rating obligasi itu sifatnya tidak gratis. Artinya perusahaan penerbit obligasi membayar kepada perusahaan rating agar memeringkat obligasi yang diterbitkannya. Sebagai perusahaan rating, mereka tetap akan berupaya objektif meskipun mereka dibayar atas jasa mereka memeringkat suatu perusahaan, dan ada kemungkinan perusahaan merasa keberatan jika hasil rating tidak seperti yang mereka harapkan.

    Kepada investor, untuk mengakses data tersebut terkadang ada yang dipublikasikan di publik seperti PEFINDO sehingga gratis, ada pula perusahaan pemeringkat yang hanya mempublikasikan data ratingnya saja, sementara utk mengakses detail dasar pemeringkatan tersebut diharuskan untuk berbayar.

    Setahu saya, kebanyakan atau hampir semua perusahaan obligasi di Indonesia menggunakan PEFINDO sebagai lembaga rating yang utama. Jadi mungkin agak sulit untuk mencari perusahaan yang dirating oleh Moody. Jika memang data tersebut dibutuhkan, saran saya kamu menghubungi Moody langsung.

    Semoga bermanfaat.

    Suka

  22. vivi Avatar
    vivi

    sudah pak tetapi untuk perusahaan di indonesia yang masuk peringkat moody kenapa tidak ada yaa pak ?

    Suka

  23. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @vivi
    Dear Vivi, sudah mencoba ke website Moody?

    Suka

  24. vivi Avatar
    vivi

    pak saya mau tnya bagaimana caranya melihat daftar nama perusahaan tahun 2008 – 2011 yang masuk dalam peringkat moody . Terima kasih pak .

    Suka

  25. anggie Avatar
    anggie

    @Rudiyanto
    terimakasih pak…………

    Suka

  26. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @anggie

    Dear Anggie, sudah mencoba mengobrak-abrik buku investasi yang ada diperpustakaan universitas anda? Di masa-masa kuliah saya banyak belajar dari buku2 tersebut loh.

    Suka

  27. anggie Avatar
    anggie

    pak, saya anggie, saya mau tanya pak, barang kali bapak tahu buku yang lengkap seputar investasi peringkat obligasi. soalnya saya memerlukan teori tentang hubungan inflasi dengan peringkat obligasi pak. dimana inflasi mempunyai pengaruh terhadap tingkat suku bunga. sehingga dari teori tersebut akan berdampak terhadap peringkat obligasi. namun saya kurang mempunyai teori yang kuat untuk itu pak.
    mohon pencerahannya, dimana saya mendapatkan informasi teori tentang hubungan inflasi terhadap peringkat obligasi, soalnya dari literatur yang saya baca hanya pada tingkat suku bunga saja namun bukan inflasi pak.

    trimakasih…..

    Suka

  28. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @Retno oktafiani
    Salam Retno,

    Perubahan peringkat kredit masuk dalam kategori risiko kredit. Apakah risiko kredit berpengaruh terhadap harga obligasi? pastinya ada. Namun saya menyarankan agar kamu membaca2 kembali beberapa teori dasar tentang investasi. Hal seperti ini memang sudah pernah dibahas, hanya saja bahasanya tidak gamblang seperti di atas.

    Kelemahan teori tersebut adalah bisa diterapkan pada obligasi yang transaksinya likuid, jika tidak (obligasi jarang transaksi) maka sulit untuk mengukur kebenaran teori tersebut meskipun pada prakteknya memang demikian.

    Semoga membantu. Terima kasih

    Suka

  29. Retno oktafiani Avatar
    Retno oktafiani

    Pak, saya Retno sedang menempuh skripsi,.mau tanya sebenarnya secara teori apakah ada pengaruh antara peringkat obligasi terhadap perubahan harga obligasi pak?lalu apakah ada teori yang memaparkan mengenai hal tersebut pak?

    terimakasih 🙂

    Suka

  30. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @ezen
    Salam Ezen,

    Kalau yang saya tahu, data tersebut bisa diperoleh dengan cara berbayar di infovesta.com, bloomberg, dan IBPA. Kalau mau yang gratis, kamu mesti lihat koran investor daily, kontan atau Bisnis Indonesia yang lama dan melihat satu per satu. Di kontan kebetulan ada e-paper lama, tapi saya tidak tahu apakah masih ada hingga edisi 2009.

    Semoga beruntung.

    Suka

  31. ezen Avatar
    ezen

    Pak saya dalam penelitian perubahan harga obligasi dari tahun 2009-2011. bagaimana saya dapatkan data harian obligasi tersebut pak? terutama yang tahun 2009? terimakasih sebelumnya pak.

    Suka

  32. Yuliana Avatar
    Yuliana

    pak saya mau tanya, tentang pengkategorian investmen grade dan non investment grade. saya pernah baca salah satu jurnal tentang peringkat obligasi. di jurnal tersebut penulis membagi kategori invesment grade itu menjadi high investment dan low investment. tetapi penulis tidak memaparkan secara detail teori tentang high investment dan low investment. yang mau saya tanyakan, apakah bapak pernah mendengar tentang pembagian kategori invesment grade menjadi high investment dan low investment?

    Terima kasih…

    Suka

    1. Rudiyanto Avatar
      Rudiyanto

      Pagi juga Yuliana,

      Saya belum pernah membaca jurnal yang anda maksud. Mungkin bisa ditanyakan langsung ke penulis Jurnal yang bersangkutan. Beberapa kali ketika saya membaca jurnal dan ada yang tidak dimengerti, saya juga langsung menghubungi penulisnya. Itu dengan catatan penulis jurnal mencantumkan data kontaknya. Semoga berhasil.

      Suka

  33. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @ayak
    Salam Ayak, coba cek di laporan Pefindo per emiten. Kalau tidak salah ada historis ratingnya.

    Suka

  34. ayak Avatar
    ayak

    pak saya mau tanya, gimana caranya melihat rating obligasi di pefindo tahun 2007-2011?

    Suka

  35. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @donno haryanto
    Salam Donno,

    Definisi antara rating investment grade dalam praktek ada yang agak beragam. Ada yang menggangap Investment grade minimal BBB ada pula yang menganggap minimum harus A. Anda bisa mencoba cari di buku literatur investasi yang membahas tentang obligasi. Atau bisa juga mencari2 lebih jauh di website perusahaan pemeringkat seperti PEFINDO, MOODY, atau S&P.

    Semoga berhasil

    Suka

  36. donno haryanto Avatar
    donno haryanto

    Pak, saya ingin menanyakan kategori investment grade dan non investment grade itu berasal dari mana ya? apakah ada dasarnya? Saya menanyakan ini karena oleh dosen pembimbing, skripsi tentang rating obligasi saya harus disertai sumber dari mana kategori tersebut berasal.

    Suka

  37. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @yudia yustine
    Salam Yudia,

    Terus terang saya belum pernah mendengar model ini sebelum anda kemukakan. Tapi saya sempat mencari di google dan menemukan beberapa paper yang membahas tentang model ini. Seharusnya contoh untuk pembahasan model ini akan semakin banyak mengingat belakangan ini (dari 2008 – sekarang) banyak kasus kebangkrutan baik dari korporasi maupun negara. Namun satu hal yang menarik dalam teori ini adalah pembahasan tentang recovery rate. Suatu faktor yang umumnya tidak diperhatikan oleh banyak pihak. Biasanya ketika suatu perusahaan / negara bangkrut seolah sudah kiamat, padahal masih ada kemungkinan untuk melakukan restrukturisasi sehingga mungkin saja investor tidak kehilangan seluruh pinjaman yang diberikan. Contoh ini telah ditunjukkan dalam kasus Yunani dan beberapa kasus obligasi dalam negeri.

    Jika anda berhasil menuntuskan skripsi ini dan mampu menjelaskan dalam bahasa yang mudah dipahami oleh investor, tentu merupakan hal yang sangat baik. Semoga sukses dengan topik yang anda ambil.

    Suka

  38. yudia yustine Avatar
    yudia yustine

    pak, saya yudia sedang mengerjakan skripsi pak. saat ini sy sedang mengerjakan skripsi dengan tema probability of default obligasi dengan reduced form model dengan parameter lamda yang dilihat dari rating obligasinya pak, bapak pernah dengar tdk? terimakasih ya pak .

    Suka

  39. Rudiyanto Avatar

    @vian
    Salam Vian,

    Kalau klasifikasi rasanya tidak masalah, tapi tetap ada hirarkinya. Yang + lebih baik daripada stabil dan minus.

    Suka

  40. vian Avatar
    vian

    Tapi apa AA+ dan AA- dapat diklasifikasikan kedalam AA saja?? Thanks pak.. 🙂

    Suka

  41. […] untuk tahu dan mengkuantifikasikan risiko gagal bayar suatu perusahaan. Untuk itulah dikembangkan Rating. Perusahaan dengan rating yang lebih baik cenderung membayar kupon lebih rendah dibandingkan dengan […]

    Suka

  42. Rudiyanto Avatar

    @vian
    Salam Vian,

    Tanda + atau – itu sama dengan fungsi angka. AA+ lebih tinggi dari AA, dan AA lebih tinggi dari AA-. Kalau outlook itu adalah pendapat yang diberikan oleh perusahaan pemeringkat, kira-kira di periode penilaian yang akan datang, ratingnya akan naik atau turun.

    Outlook juga bisa macam-macam, ada positif berarti akan naik, stabil berarti akan tetap, negatif brarti akan turun, credit watch negatif berarti akan gagal bayar.

    Demikian semoga bermanfaat untuk anda. Thanks

    Suka

  43. vian Avatar
    vian

    Pak, dimana letak perbedaan antara AA+, AA, AA- tanpa melihat outlooknya?????
    Saya masih bingung dengan tanda dibelakang abjad karena awalnya saya pikir itu adalah outlooknya..
    Thanks..

    Suka

  44. […] ini kata “Investment Grade” merupakan salah satu isu yang aktif diperbincangkan. Investment Grade, secara sederhana, adalah sebutan untuk negara yang telah memiliki rating minimal BBB atau Baa […]

    Suka

  45. […] ini kata “Investment Grade” merupakan salah satu isu yang aktif diperbincangkan. Investment Grade, secara sederhana, adalah sebutan untuk negara yang telah memiliki rating minimal BBB atau Baa […]

    Suka

  46. Rudiyanto Avatar

    @Justina Keriahen Sembiring
    Salam Justina,

    Untuk memperoleh data yang anda maksud melalui Infovesta.com harus berlangganan. Anda bisa menghubungi nomor kontak yang tertera pada homepage website. Atau anda bisa mencarinya di website BAPEPAM-LK.

    Suka

  47. Justina Keriahen Sembiring Avatar
    Justina Keriahen Sembiring

    Pak, bagaimana caranya jika ingin memperoleh data NAB dan dana total kelolaan Reksa Dana periode sebelumnya dalam http://www.infovesta.com ..
    mohon bantuannya..
    Terima kasih ..

    Suka

Tinggalkan Balasan ke delim Batalkan balasan

  1. avatar Rudiyanto
  2. avatar amedenthusiast
  3. avatar Rudiyanto
  4. avatar Hardi P
  5. avatar Rudiyanto