Dalam kesempatan kali ini, topik yang ingin saya sharing adalah tentang rating. Dalam investasi, rating merupakan salah satu hal yang sangat penting karena menentukan suatu perusahaan / negara bisa mendapatkan pendanaan dari penerbitan obligasi atau tidak dan berapa besar kupon atau imbal hasil yang harus dibayarkan supaya mau diterima oleh investor. Dalam investasi, baik saham, reksa dana ataupun obligasi, perubahan rating terutama rating suatu negara bisa menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi arah investasi. Untuk itu, sedikit banyak investor perlu mengetahuinya.

Apa itu Rating?

Rating adalah suatu penilaian yang TERSTANDARISASI terhadap kemampuan suatu negara atau perusahaan dalam membayar hutang-hutangnya. Karena terstandarisasi artinya rating suatu perusahaan atau negara dapat dibandingkan dengan perusahaan atau negara yang lain sehingga dapat dibedakan siapa yang mempunyai kemampuan lebih baik, siapa yang kurang. Rating dikeluarkan oleh perusahaan pemeringkat, dan biasanya untuk menjadi perusahaan pemeringkat harus mendapat izin resmi dari pemerintah. Di Indonesia, perusahaan yang mendapat izin serta menjadi market leader dalam pemberian rating  adalah PT. PEFINDO (Pemeringkat Efek Indonesia). Selain itu, belakangan ini juga terdapat perusahaan baru yang memiliki bidang usaha serupa yaitu Fitch Rating Indonesia dan ICRA (Indonesia Credit Rating Agency). Informasi  perusahaan pemeringkat tersebut bisa anda baca di icraindonesia.com dan new.pefindo.com.

Umumnya perusahaan yang mendapat izin dari pemerintah Indonesia hanya memeringkat perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Indonesia. Sementara rating terhadap kemampuan membayar hutang suatu negara dilakukan oleh perusahaan pemeringkat yang mendapat pengakuan internasional. Dahulu perusahaan pemeringkat ini didominasi oleh 3 pemain besar seperti Standard & Poor, Moody’s Investor Service dan Fitch Rating. Namun belakangan ini juga semakin bermunculan perusahaan pemeringkat yang ratingnya juga diakui selain 3 pemain di atas. Sebagai contoh, jika anda melihat di website bank Indonesia, selain ketiga perusahaan di atas juga terdapat 2 perusahaan pemeringkat lain yaitu JCRA (Japan Credit Rating Agency) dan Rating & Information Service Inc.

Suatu rating terdiri dari 2 bagian Rating dan Outlook. Rating adalah kemampuan membayar hutang sedangkan Outlook adalah pandangan dari perusahaan pemeringkat apakah Rating akan naik, turun atau tetap pada periode penilaian berikutnya. Rating sendiri terdiri dari 2 yaitu 3 huruf yang disertai dengan tanda atau angka tergantung perusahaan pemeringkat. Sebagai contoh urutan dari yang paling tinggi hingga paling rendah secara umum adalah sebagai berikut

  • Investment Grade
    • AAA atau Aaa
    • AA+, AA dan AA- atau Aa1, Aa2 dan Aa3
    • A+, A, dan A- atau A1, A2 dan A3
    • BBB+, BBB dan BBB- atau Baa1, Baa2 dan Baa3
  • Non Investment Grade (junk Bond) dengan rating di bawah BBB atau Baa
    • BB+, BB dan BB- atau Ba1, Ba2, dan Ba3
    • B+, B dan B- atau B1, B2 dan B3
    • CCC+, CCC dan CCC- atau Caa1, Caa2, dan Caa3
    • CC+, CC dan CC- atau Ca11, Ca2 dan Ca3
    • C+, C dan C- atau C1, C2 dan C3
    • Default

Investment Grade adalah kategori bahwa suatu perusahaan atau negara dianggap memiliki kemampuan yang cukup dalam melunasi hutangnya. Sehingga bagi investor yang mencari investasi yang aman, umumnya mereka memilih rating Investment Grade. Praktek pada perusahaan lebih detail lagi. Sepengetahuan penulis, ada perusahaan yang menerapkan screening yang lebih mendalam seperti harus BUMN atau kalaupun investment Grade minimal A. Rating BBB dianggap masih belum aman.

Non Investment Grade adalah kategori bahwa suatu perusahaan atau negara dianggap memiliki kemampuan yang meragukan dalam memenuhi kewajibannya. Perusahaan yang masuk kategori ini biasanya cenderung sulit memperoleh pendanaan. Supaya bisa berhasil umumnya mereka memberikan kupon atau imbal hasil yang tinggi sehingga disebut juga dengan High Yield Bond. Investor yang memilih jenis obligasi ini biasanya cenderung memiliki sifat spekulatif. Sebab jika ternyata perusahaan berkomitmen melunasi seluruh kewajibannya, imbal hasil yang diterima bisa sangat tinggi.

Pada prinsipnya, semakin rendah rating, berarti semakin tinggi risiko gagal bayar dan berarti semakin besar pula imbal hasil (return) yang diharapkan oleh investor. Jadi ini menjadi alasan mengapa bunga deposito yang berbasis dollar seperti mata uang Singapura (AAA) bisa jauh lebih rendah dibandingkan bunga deposito Indonesia (BB) dan orang tetap mau menempatkan dana pada deposito tersebut.

Sebagai contoh rating Indonesia yang diringkas oleh Bank Indonesia adalah sebagai berikut

sumber: Bank Indonesia

Kesalahan umum dalam membaca rating

Dalam membaca rating umumnya salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menyamakan tanda + dengan Outlook. Sebetulnya tanda Plus, Minus atau 1,2, 3 dalam rating merupakan tingkatan. AA+ atau Aa1 lebih besar dari AA atau Aa2 dan AA atau Aa2 lebih besar dari AA- atau Aa3. Jadi ketika membaca BB+ orang berpikir ratingnya BB dengan peluang dinaikkan. Padahal dinaikkan atau tidak tergantung pada Outlook. Jika Outlooknya Positif artinya berpeluang dinaikkan pada periode rating mendatang, Stabil artinya akan tetap dan Negative artinya berpeluang diturunkan pada periode rating berikutnya. Perlu diingat Outlook bukan vonis, meskipun positif bisa saja rating tetap atau turun di masa mendatang karena kondisi bisa berubah dengan cepat.

Rating dan Implikasinya Terhadap Investasi

Rating dalam hal ini Rating terhadap Negara Indonesia memiliki implikasi yang signifikan terhadap investasi di Indonesia. Saat ini rating Indonesia berada pada BB+ atau 1 tingkat lagi supaya bisa mencapai BBB-. Jika Indonesia berhasilkan mendapatkan kenaikan rating tersebut pada tahun 2012 nanti, maka perkiraan saya akan ada beberapa dampak positif yang bisa dirasakan seperti:

  • Investor luar akan mengganggap negara Indonesia menjadi negara yang layak investasi (Investment Grade) dibandingkan negara yang hanya menjadi tujuan spekulasi saja
  • Dengan masuknya investasi, maka dana yang masuk tidak melulu hanya dana hot money yang bisa keluar setiap saat akan tetapi bisa jadi merupakan dana investasi yang sifatnya lebih jangka panjang.
  • Masuknya dana asing diharapkan dapat mendongkrak harga saham dan obligasi sehingga pada akhirnya juga meningkatkan tingkat pengembalian instrumen reksa dana.

Demikian artikel saya kali ini, semoga dapat bermanfaat bagi anda.

Penyebutan produk investasi  (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, ataupun rekomendasi jual beli atau tahan untuk instrumen tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang.

338 tanggapan atas “Mengenal Rating Obligasi”

  1. Indana Mutiara Avatar
    Indana Mutiara

    Salam Pak,
    saya sedang mengerjakan skripsi pak saya mau bertanya dimana ya pak melihat nilai dan rating penerbitan obligasi syariah? karena saya lihat di BEI tidak mendapatkan datanya. mohon pencerahannya Pak. Terimakasih

    Suka

  2. prima_andini Avatar
    prima_andini

    malam pak,
    saya mau tanya bagaimana saya mendapatkan peringkat oblgasi tahun 2010-2013, karena saat saya lihat di pefindo hanya menampilkan tahun 2014 saja
    terima kasih

    Suka

  3. rani Avatar
    rani

    assalau alaikum
    pak saya rani mahasisiwa yang sedang mengerjakan skripsi
    saya mau tanya
    1. jika terjadi default obligiasi ,tindakan yang harus dilakukan oleh perusahaan obligasi?
    2. apakah ada jaminan peringkat obligasi dapat menghindarkan default obligasi?
    terimah kasih

    Suka

  4. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @Ega
    Salam Pak Ega,

    Kalau http://www.pefindo.com sudah dicoba?

    Suka

  5. Ega Avatar
    Ega

    siang pak,

    saya mau tanya bagaimana saya bisa melihat pemeringkatan perusahaan yang mengumumkan bond rating, saya sdh mencoba membuka di website new.pefindo.com tapi tidak bisa di akses
    mohon petunjuknya untuk pengerjaan skripsi saya pak terimakasih

    Suka

  6. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @nony
    Malam Ibu Nony,

    Boleh dijelaskan apa itu BTDs?

    Mengenai penggunaan SPSS, bisa ditanyakan dengan dosen statistik atau membaca petunjuk penggunaan SPSS tersebut.

    Semoga bermanfaat.

    Suka

  7. nony Avatar
    nony

    pagi pak
    maaf pak, sy sedang mengerjakan skripsi saya tentang peringkat obligasi. dimana salah satu yg mempengaruhinya adalah BTDs dan Pajak tangguhan. menurut bapak bagaimana cara mengukur BTDs? lalu jika menggunakan regresi berganda, bagaimana input untuk aplikasi spss, apakah bisa menggunakan regresi ini untuk mengolah peringkat obligasi?
    Terima kasih pak 🙂

    Suka

  8. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @Ana
    Salam Ana,

    Cara untuk membuktikan hasil penelitian adalah dengan data yang lengkap. Kalau memang datanya sudah super lengkap dengan kesimpulan yang kuat sementara teori belum ada, maka saran saya anda bisa membuat teori baru.

    Semua teori itu awal mulanya juga datang dari penelitian seperti yang kamu lakukan.

    Semoga bermanfaat.

    Suka

  9. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @Nur
    Salam Nur,

    Coba kamu tanya dosen kamu atau cari tahu sendiri, yang memberikan peringkat obligasi itu PEFINDO atau IBPA? Akan lebih baik lagi kalau kamu kontak lembaga yang bersangkutan langsung.

    Semoga bermanfaat.

    Suka

  10. Ana Avatar
    Ana

    Selama siang pak. Skripsi saya tentang analisis pengaruh credit rating terhadap capital structure pak.
    Saya sudah mengolah data skripsi saya pak dan menemukan hasil bahwa credit rating yang mendekati penurunan tidak mempengaruhi struktur modal perusahaan di Indonesia pak. sedangkan credit rating yang mendekati peningkatan mempengaruhi struktur modal secara signifikan pak. Tapi saya masih bingung mencari teori untuk membuktikan hasil penelitian saya ini pak. Apakah bapak bisa bantu saya untuk menjelaskan masalah ini pak? terima kasih pak

    Suka

  11. Nur Avatar

    siang pak. skripsi saya tentang analisis reaksi pasar dalam merespon penurunan peringkat obligasi perusahaan. dan dosen saya inginkan data di IBPA bukan di pefindo. untuk mendapatkan data peringkat obligasi dari tahun 2009 – 2013 bisa saya dapatkan dimana ya pak? apa harus beli data? terimaksih

    Suka

  12. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @bagus
    Ada contoh nyatanya pak Bagus?

    Suka

  13. bagus Avatar
    bagus

    pak saya mau nanya, rating yg digunakan dalam pembuatan suatu penelitian, itu yg digunakan yg mana ya apak?? soalnya dalam listed corporate bonds, terkadang dalam 1 perusahaan ada beberapa seri obligasinya dengan tahun dan dengan peringkat yg berbeda2,,,, misal: perusahaan A, obligasi XXXX II thn 2006 seri A , obligasi II thn 2007 seri B dan seterusnya itu yg digunakan yg mana pak????,, dan juga mau nanya pak , apakah nilai peringkat semisal A- ,B- itu sama saja dengan AAA, /BBB

    Suka

  14. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @yulia imagiar
    Salam Yulia,

    Silakan tanyakan dengan dosen pembimbing anda.
    Semoga skripsinya cepat selesai.

    Suka

  15. yulia imagiar Avatar
    yulia imagiar

    pak saya sedang mengerjakan skripsi. bagaimana cara mengkonversi rating obligasi ke dalam bentuk angka ?

    Suka

  16. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @Miranti
    Salam Miranti,

    Terus terang saya tidak tahu mengapa angkanya berbeda. Mungkin bisa ditanyakan langsung sama perusahaan yang menerbitkan data tersebut.

    Terima kasih

    Suka

  17. Miranti Avatar
    Miranti

    saya ambil contoh obligasi pemerintah seri FR0027.
    Pada web IBPA tertulis
    issue amount : 13,089,000,000,000.00
    amount outstanding : 17,278,032,000,000.00

    sedangkan pada web KSEI tertulis
    current amount : 19,989,000,000,000.00
    mohon dijelaskan pak… terimakasih.

    Suka

  18. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @Miranti
    Salam Miranty,

    1. Ada contohnya?

    2. Kalau penawaran oleh pemerintah, biasanya selalu di harga par. Harga di atas atau di bawah par itu biasanya terjadi di pasar sekunder. Meskipun dalam buku teori, disebutkan penawaran obligasi bisa di atas atau di bawah par, pada kenyataannya di Indonesia jika obligasi tidak laku, maka kuponnya dinaikkan dan sebaliknya. Ketika sudah tercapai titik temu, pada penawaran pertama kali menggunakan harga par.

    Jika transaksi tersebut terjadi pasar sekunder, maka yang dibayarkan adalah seperti yang kamu sebutkan di atas ditambah dengan Accrued Interest kalau ada.

    Semoga bermanfaat.

    Suka

  19. Miranti Avatar
    Miranti

    terimakasih pak atas jawabannya. Sekarang saya ingin menanyakan
    1) Apa bedanya issue amount, amount outstanding, dan current amount pada obligasi pemerintah? Karena nominal yang ditunjukkan berbeda-beda. Mohon bapak bisa menjelaskannya. Karena saya hanya menemukan ini pada obligasi pemerintah saja. Tidak seperti obligasi korporasi.
    2) Jika pemerintah mengeluarkan obligasi senilai 10Milyar dengan harga 102%, lalu investor yg tertarik membeli 5Milyar, harga yang dia bayar 5M dikali 102% pak ??
    Terimakasih. maaf jika pertanyaannya banyak pak.

    Suka

  20. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @Miranti
    Malam Ibu Miranti,

    Alternatifnya bisa di IBPA atau Infovesta. Untuk harganya silakan bertanya langsung ke institusi tersebut.

    Semoga bermanfaat.

    Suka

  21. Miranti Avatar
    Miranti

    Pak, kalo ingin mengetahui data perubahan obligasi bagaimana?
    apakah harus berlangganan di web IBPA? kalo iya, kira-kira berapa biayanya? apakah mahal? terimakasih.

    Suka

  22. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @abdurrahman
    Salam Pak Abdurrahman,

    Apakah sudah mencoba di website OJK dengan mengganti tahunnya?

    Suka

  23. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @Ihsan
    Salam Pak Ihsan,

    Sudah mencoba di PEFINDO ?
    Kalau saya tidak salah mayoritas perusahaan di Indonesia menggunakan jasa PEFINDO sebagai perusahaan pemeringkat, jadi perusahaan yang tidak menggunakan sangat sedikit. Dan dalam rating, biasanya disebut perusahaan mana yang memberikan rating.

    Semoga bermanfaat. Terima kasih

    Suka

  24. abdurrahman Avatar
    abdurrahman

    kalau maulihat NAB perusahaan pada tahun 2010-2014 bagaimana pak ? soal a yg muncul cuman tahun 2014 duank … saya kebingungan untuk mencari yang tahun 2010-2013
    saya sudah masuk web a infovesta dan kontan tapi blum bisa ktmu … mohon bantanya

    NB:data uuntuk pengembengan penelitian >>
    terima kasih

    Suka

  25. Ihsan Avatar
    Ihsan

    Pak,saya mau tanya, bagaimana cara melihat rating perusahaan di pefindo tahun 2010 hingga 2013? Jika emiten yang dicari tidak ditemukan, apa mungkin emiten tersebut titdak menggunakan jasa pefindo? terimakasih.

    Suka

  26. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @april
    Dear April,

    Itu pertanyaan yang sama dengan Bobby Sanjaya di atas yang juga sudah saya jawab tapi tidak muncul disini karena ditanyakan beberapa kali.

    Bayangkan saja, kamu adalah orang punya uang. Si A datang mau pinjam uang dan menawarkan bunga 8%, si B juga datang dengan maksud yang sama tapi bunga yang ditawarkan 3%. Kira-kira siapa yang bakal kamu pinjamkan uangnya?

    Suka

  27. april Avatar
    april

    pak saya mau tanya
    kenapa pihak asing lebih tertarik membeli obligasi di indonesia , terkait dengan imbal hasil yang di berikan masih sangat tinggi

    Suka

  28. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @hermin
    Selamat pagi,

    Hal ini boleh ditanyakan kepada pihak IDX langsung?

    Terima kasih

    Suka

  29. hermin Avatar
    hermin

    selamat pagi pak, saya sedang mengerjakan skripsi tentang peringkat obligasi, bagaimana saya memperoleh data IBMD tahun 2011-2014 ya pak, saya download di BEI hanya ada data tahun 2011 yang lengkap, yang lainnya cuma preview saja pak, terimakasih.

    Suka

  30. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @rani
    Selamat Pagi Ibu Rani,

    Sebaiknya ditanyakan langsung dengan memberikan atau membuat statement 8 bulan tersebut.

    Mengenai Investment dan Non Investment grade silakan baca artikel dan komentar di atas.

    Terima kasih

    Suka

  31. rani Avatar

    selemat pagi pak
    saya mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi
    saya masi bingung dengan data 8 bulan sebelum dan 8 sesuda pengumuman peringkat ?

    dan apa maksud dari Investment Grade dan non investment grade ?

    Suka

  32. bobby sanjaya Avatar
    bobby sanjaya

    pak saya mau tanya

    mengapa pihak asing tertarik akan surat utang di indonesia mengingat imbal hasil yang diberikan masih sangat tinggi?

    terimaksih

    Suka

  33. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @Gon
    Kalau soal boleh atau tidak boleh, itu adalah perihal disetujui oleh dosen pembimbing kamu apa tidak dan apakah siap untuk diargumentasikan pada saat sidang skripsi atau tidak.

    Semoga bermanfaat.

    Suka

  34. Gon Avatar
    Gon

    @Emanuel S.W
    Saya juga mengalami kendala yg sama dgn emanuel pak .
    Lalu apakah boleh kalau saya mengkonversi rting dgn memberi angka tertinggi untuk rating AAA+ berurutan sampai angka 0 untuk rating D.
    Mohon penjelasannya pak.
    terimakasih

    Suka

  35. sari Avatar
    sari

    trimaksih bapak,,,

    Suka

  36. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @sari
    Selamat Sore,

    Untuk informasi yang paling lengkap tentang obligasi bisa dicari di prospektus. Untuk mencari prospektus obligasi, cara yang paling baik adalah datang pada saat IPO obligasi karena dibagikan kepada peserta di sana. Di luar itu agak sulit karena jarang ada yang menyimpan softcopynya.

    Terima kasih

    Suka

  37. sari Avatar
    sari

    selamat pagi pak,,,saya mau mnanyakan seputar obligasi,,bgaimna saya bsa mngetahui bhwa obligSI trsebut di jamin/tidak,,,sumbernya dri mna,,mhon pjelsanny,,,trimksih pak,,

    Suka

  38. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @annisa
    Sore Annisa,

    Kalau komentar saya persis seperti dosen kamu, untuk apa meneliti sesuatu yang sudah diteliti oleh lembaga pemeringkat.

    Kalau topik penelitian yang menarik menurut saya, adalah misalkan kamu bisa membuktikan bahwa rating tersebut salah, apakah terlalu tinggi atau terlalu rendah.

    Mengenai mengapa banyak yang memilih topik tersebut, mungkin saja karena contekan sudah banyak sehingga banyak orang mengambil jalan pintas untuk membuat skripsi yang mudah.

    Skripsi itu seumur hidup hanya sekali, sama seperti halnya hidup. Jadi mumpung masih punya waktu, energi dan pikiran, buatlah sesuatu yang membuat kamu bangga dengan hasil skripsi tersebut.

    Semoga bisa memberikan pencerahan.

    Suka

  39. annisa Avatar
    annisa

    malam pak,
    pak saya lagi meneliti mengenai pengaruh rasio-rasio keuangan terhadap peringkat obligasi perusahaan., kata dosen saya knapa itu deteliti lgi padahal kan sudah diteliti oleh lembaga pemeringkatnya seperti pefindo.. dan rasio tersebut ada disajikan pada bond book nya langsung,. tapi yang saya binggungkan kenapa banyak penelitian yang meneliti mengenai pengaruh rasio tersebut

    mohon pencerahannya pak:)

    Suka

  40. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @melawati dewi
    Mala Dewi,

    Kalau belum tahu bagaimana cara mencari datanya, usul saya kamu ganti judul lain yang mudah kamu cari datanya.

    Semoga bermanfaat.

    Suka

  41. melawati dewi Avatar

    bapak saya lgi mengadakan penilitian yang jdul nya “pengaruh profitabilitas, likuiditas dan leverage terhadap peringkat obligasi pada perusahaan finance yang terdaftar di BEI 2010-2012”
    sya pengen tahu pak gmna cara nyari data nya?
    trus cara menentukan peringkat obligasi nya tuh gmna bapak?
    mhon bantuannya
    makasih

    Suka

  42. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @Emanuel S.W
    Saya hanya mengikuti saran dari Dosen Manajemen keuangan kamu juga karena kamu kesulitan data untuk non investment grade. Perihal itu bisa dianggap benar atau tidak, pas kamu skripsi tergantung penguji dan argumentasinya.

    Suka

  43. Emanuel S.W Avatar
    Emanuel S.W

    jadi pak untuk invesmnet grade bisa dipecah lagi dan kita asumsikan sendiri seperti (AAA, AA+, AA, AA-) diberi nilai 1, sedangkan peringkat obligasi (A+, A-, BBB+) diberi nilai 0 ? begitu pak ?

    Suka

  44. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @Emanuel S.W
    Malam Emanuel,

    Kalau kesulitan untuk menamakannya menjadi Investment Grade dan Non Investment Grade karena data tidak tersedia, kenapa tidak dinamakan kategori 1 dan 2 atau nama lainnya seperti di atas A+ dan di bawah A+ ?

    Suka

  45. Emanuel S.W Avatar
    Emanuel S.W

    Yang saya bingungkan pada saat uji statistik pak, kata dosen statistik saya nd bisa masuk invesment semua, karena perlu ada yang nilai 0 (masuk kategori non invesment), sedangkan saya tanyakan dosen manajemen keuangan, beliau mengatakan ” kamu pecah aja” yang nilainya (AAA, AA+, AA, AA-) diberi nilai 1, sedangkan peringkat obligasi (A+, A-, BBB+) diberi nilai 0. namun dosen pembimbing saya menyanakan dasarnya apa dibagi seperti itu, beliau juga kebingungan pak. mohon pencerahannya pak, terimakasih.

    Suka

  46. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @Emanuel S.W
    Salam Pak Emanuel,

    Bukankah hal tersebut bagus karena itu berarti perusahaannya pada bonafid semua?

    Suka

  47. Emanuel S.W Avatar
    Emanuel S.W

    Pak, saya ingin menayankan, apa yang dilakukan jika data peringkat obligasi semuanya masuk dalam kategori invesment grade. Saya terkendala di bab IV skripsi saya, apa yang harus dilakukan…. terima kasih sebelumnya

    Suka

  48. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @Gon
    Dear Gon,

    Untuk konversi data yang sifatnya non angka ke angka biasanya yang pernah saya temui adalah seperti pada kasus kebangkrutan, dimana bangkrut angka 0 dan tidak bangkrut angka 1. Atau pada metode penilaian kemampuan mengalahkan pasar henriksson merton dimana menang 1 dan kalah sama 0. (Tolong dikoreksi kalau urutannya salah)

    Namun untuk data non angka yang sifatnya ada tingkatan seperti rating, terus terang saya belum pernah lihat cara untuk konversi ke angkanya. Tapi sebenarnya ini bukan masalah yang terlalu besar, sepanjang kita nyatakan dasar teori dan asumsi yang jelas kita bisa membuat interval sendiri.

    Dan saya juga tidak tahu apa itu MSI, jadi mungkin pertanyaan anda bisa ditanyakan ke dosen statistik.

    Terima kasih.

    Suka

  49. Gon Avatar
    Gon

    Pak saya mau bertanya bagaimana cara konversi rating obligasi ke data interval.
    apakah sama dengan MSI untuk kuisioner?
    sebab saya sudah cari berkali-kali tetapi hasil berbeda dengan skripsi acuan saya.
    terima kasih

    Suka

  50. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @Nia
    Kalau sudah dibaca, tentu anda sudah membaca pula indikator keuangan yang biasanya ditampilkan dalam laporan tersebut bukan? Periode yang manakah itu?

    Suka

Tinggalkan Balasan ke Ana Batalkan balasan

  1. avatar Rudiyanto
  2. avatar amedenthusiast
  3. avatar Rudiyanto
  4. avatar Hardi P
  5. avatar Rudiyanto