Dalam kesempatan kali ini, topik yang ingin saya sharing adalah tentang rating. Dalam investasi, rating merupakan salah satu hal yang sangat penting karena menentukan suatu perusahaan / negara bisa mendapatkan pendanaan dari penerbitan obligasi atau tidak dan berapa besar kupon atau imbal hasil yang harus dibayarkan supaya mau diterima oleh investor. Dalam investasi, baik saham, reksa dana ataupun obligasi, perubahan rating terutama rating suatu negara bisa menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi arah investasi. Untuk itu, sedikit banyak investor perlu mengetahuinya.

Apa itu Rating?

Rating adalah suatu penilaian yang TERSTANDARISASI terhadap kemampuan suatu negara atau perusahaan dalam membayar hutang-hutangnya. Karena terstandarisasi artinya rating suatu perusahaan atau negara dapat dibandingkan dengan perusahaan atau negara yang lain sehingga dapat dibedakan siapa yang mempunyai kemampuan lebih baik, siapa yang kurang. Rating dikeluarkan oleh perusahaan pemeringkat, dan biasanya untuk menjadi perusahaan pemeringkat harus mendapat izin resmi dari pemerintah. Di Indonesia, perusahaan yang mendapat izin serta menjadi market leader dalam pemberian rating  adalah PT. PEFINDO (Pemeringkat Efek Indonesia). Selain itu, belakangan ini juga terdapat perusahaan baru yang memiliki bidang usaha serupa yaitu Fitch Rating Indonesia dan ICRA (Indonesia Credit Rating Agency). Informasi  perusahaan pemeringkat tersebut bisa anda baca di icraindonesia.com dan new.pefindo.com.

Umumnya perusahaan yang mendapat izin dari pemerintah Indonesia hanya memeringkat perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Indonesia. Sementara rating terhadap kemampuan membayar hutang suatu negara dilakukan oleh perusahaan pemeringkat yang mendapat pengakuan internasional. Dahulu perusahaan pemeringkat ini didominasi oleh 3 pemain besar seperti Standard & Poor, Moody’s Investor Service dan Fitch Rating. Namun belakangan ini juga semakin bermunculan perusahaan pemeringkat yang ratingnya juga diakui selain 3 pemain di atas. Sebagai contoh, jika anda melihat di website bank Indonesia, selain ketiga perusahaan di atas juga terdapat 2 perusahaan pemeringkat lain yaitu JCRA (Japan Credit Rating Agency) dan Rating & Information Service Inc.

Suatu rating terdiri dari 2 bagian Rating dan Outlook. Rating adalah kemampuan membayar hutang sedangkan Outlook adalah pandangan dari perusahaan pemeringkat apakah Rating akan naik, turun atau tetap pada periode penilaian berikutnya. Rating sendiri terdiri dari 2 yaitu 3 huruf yang disertai dengan tanda atau angka tergantung perusahaan pemeringkat. Sebagai contoh urutan dari yang paling tinggi hingga paling rendah secara umum adalah sebagai berikut

  • Investment Grade
    • AAA atau Aaa
    • AA+, AA dan AA- atau Aa1, Aa2 dan Aa3
    • A+, A, dan A- atau A1, A2 dan A3
    • BBB+, BBB dan BBB- atau Baa1, Baa2 dan Baa3
  • Non Investment Grade (junk Bond) dengan rating di bawah BBB atau Baa
    • BB+, BB dan BB- atau Ba1, Ba2, dan Ba3
    • B+, B dan B- atau B1, B2 dan B3
    • CCC+, CCC dan CCC- atau Caa1, Caa2, dan Caa3
    • CC+, CC dan CC- atau Ca11, Ca2 dan Ca3
    • C+, C dan C- atau C1, C2 dan C3
    • Default

Investment Grade adalah kategori bahwa suatu perusahaan atau negara dianggap memiliki kemampuan yang cukup dalam melunasi hutangnya. Sehingga bagi investor yang mencari investasi yang aman, umumnya mereka memilih rating Investment Grade. Praktek pada perusahaan lebih detail lagi. Sepengetahuan penulis, ada perusahaan yang menerapkan screening yang lebih mendalam seperti harus BUMN atau kalaupun investment Grade minimal A. Rating BBB dianggap masih belum aman.

Non Investment Grade adalah kategori bahwa suatu perusahaan atau negara dianggap memiliki kemampuan yang meragukan dalam memenuhi kewajibannya. Perusahaan yang masuk kategori ini biasanya cenderung sulit memperoleh pendanaan. Supaya bisa berhasil umumnya mereka memberikan kupon atau imbal hasil yang tinggi sehingga disebut juga dengan High Yield Bond. Investor yang memilih jenis obligasi ini biasanya cenderung memiliki sifat spekulatif. Sebab jika ternyata perusahaan berkomitmen melunasi seluruh kewajibannya, imbal hasil yang diterima bisa sangat tinggi.

Pada prinsipnya, semakin rendah rating, berarti semakin tinggi risiko gagal bayar dan berarti semakin besar pula imbal hasil (return) yang diharapkan oleh investor. Jadi ini menjadi alasan mengapa bunga deposito yang berbasis dollar seperti mata uang Singapura (AAA) bisa jauh lebih rendah dibandingkan bunga deposito Indonesia (BB) dan orang tetap mau menempatkan dana pada deposito tersebut.

Sebagai contoh rating Indonesia yang diringkas oleh Bank Indonesia adalah sebagai berikut

sumber: Bank Indonesia

Kesalahan umum dalam membaca rating

Dalam membaca rating umumnya salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menyamakan tanda + dengan Outlook. Sebetulnya tanda Plus, Minus atau 1,2, 3 dalam rating merupakan tingkatan. AA+ atau Aa1 lebih besar dari AA atau Aa2 dan AA atau Aa2 lebih besar dari AA- atau Aa3. Jadi ketika membaca BB+ orang berpikir ratingnya BB dengan peluang dinaikkan. Padahal dinaikkan atau tidak tergantung pada Outlook. Jika Outlooknya Positif artinya berpeluang dinaikkan pada periode rating mendatang, Stabil artinya akan tetap dan Negative artinya berpeluang diturunkan pada periode rating berikutnya. Perlu diingat Outlook bukan vonis, meskipun positif bisa saja rating tetap atau turun di masa mendatang karena kondisi bisa berubah dengan cepat.

Rating dan Implikasinya Terhadap Investasi

Rating dalam hal ini Rating terhadap Negara Indonesia memiliki implikasi yang signifikan terhadap investasi di Indonesia. Saat ini rating Indonesia berada pada BB+ atau 1 tingkat lagi supaya bisa mencapai BBB-. Jika Indonesia berhasilkan mendapatkan kenaikan rating tersebut pada tahun 2012 nanti, maka perkiraan saya akan ada beberapa dampak positif yang bisa dirasakan seperti:

  • Investor luar akan mengganggap negara Indonesia menjadi negara yang layak investasi (Investment Grade) dibandingkan negara yang hanya menjadi tujuan spekulasi saja
  • Dengan masuknya investasi, maka dana yang masuk tidak melulu hanya dana hot money yang bisa keluar setiap saat akan tetapi bisa jadi merupakan dana investasi yang sifatnya lebih jangka panjang.
  • Masuknya dana asing diharapkan dapat mendongkrak harga saham dan obligasi sehingga pada akhirnya juga meningkatkan tingkat pengembalian instrumen reksa dana.

Demikian artikel saya kali ini, semoga dapat bermanfaat bagi anda.

Penyebutan produk investasi  (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, ataupun rekomendasi jual beli atau tahan untuk instrumen tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang.

338 tanggapan atas “Mengenal Rating Obligasi”

  1. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @budi
    Salam Pak Budi,

    Memangnya harus berpengaruh positif ya?
    Dan yang paling penting, apakah data kamu sudah valid, berikut juga cara perhitungannya ?

    Semoga bermanfaat.

    Suka

  2. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @Ega
    Salam Pak Ega,

    Pertanyaan tersebut lebih tepat ditujukan kepada PEFINDO. Saran saya anda bisa menghubungi perusahaan yang bersangkutan.

    Semoga bermanfaat.

    Suka

  3. evi Avatar

    sudah pak,, pak boleh tanya lagi? pefindo memeringkat dan memberi peringkat itu dengan cara atau syarat gimana ya, cara menilai obligasi tersebut masuk kreteria investment good atau Non Investment Grade. terimakasih

    Suka

  4. budi Avatar
    budi

    pagi pak
    saya Budi pak sedang mengerjakan skripsi saya tentang sukuk akan tetapi saya bingung di interpretasi hasilnya. Yang mau saya tanyakan adalah kenapa debt to equity ratio berpengaruh negatif terhadap return sukuk pak?

    Suka

  5. Ega Avatar
    Ega

    @Rudiyanto
    siang pak saya ingin bertanya bagaimana saya bisa melihat data angka yang menunjukkan bahwa perusahaan tersebut dapat memiliki nilai AA karna yang saya lihat di website pefindo hanya menampilkan AA tidak di sertai dengan dari mana huruf tersebut di dapatkan
    terimakasih

    Suka

  6. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @evi
    Sudah dicoba belum?

    Suka

  7. evi Avatar

    siang pak.. kalau boleh tau carinya dimana ya pak? kan disitusnya gak ada? apa harus cari di BEI

    Suka

  8. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @juan
    Siang Pak Juan,

    Kalau yang itu bisa tanya ke perusahaan jasa yang memberikan jasa pemeringkatan tersebut. Saya yakin mereka punya jawabannya.

    Suka

  9. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @evi
    Siang Bu Evi,

    Solusinya gampang, cari laporan keuangannya.

    Semoga bermanfaat

    Suka

  10. juan Avatar
    juan

    pak saya mau bertanya, apakah ada rumus untuk menghitung peringkat obligasi.

    saya di suruh oleh dosen saya untuk mencari rumusnya untuk skripsi sy pak….
    padahal sdh sy bilang kalo yg memberi itu perusahaan jasanya.. soanya yang saya baca seperti itu

    Suka

  11. evi Avatar

    siang pak saya tanya, saya lg skripsi tentang faktor faktor yang mempengaruhi peringkat obigasi dari beberapa faktor tersebut, perhitungan harus menggunakan data laporan keuangan. tetapi di web pt pefindo disitu tidak ada cantuman laporan keuangan. saya harus gimana? mohon saranya

    Suka

  12. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @Dhea
    Salam Dhea,

    Kalau memang datanya demikian kenapa tidak fokus pada obligasi yang ada datanya saja?

    Mengenai General Bond, saya kurang mengerti jika tidak melihatnya langsung. Tapi kalau GO mungkin itu kependekan dari Government Bond. Saran saya anda bisa menelepon CS PEFINDO untuk menanyakan lebih lanjut karena bagaimanapun laporan itu mereka yang buat, tentu mereka yang berkompeten menjawabnya.

    Semoga bermanfaat.

    Suka

  13. Dhea Avatar
    Dhea

    malam pak, saya dhea sedang mengerjakan skripsi mengenai faktor2 yg mempengaruhi peringkat obligasi periode 2012-2014. Saya sudah mengecek datanya di website pefindo. saya bingung cara membaca ratingnya, ada beberapa perusahaan yang datanya berhenti di 2008/2009 atau ada juga yang mulai dari tahun 2013, sedangkan saya butuh periode 2012-2014, itu gimana ya pak, tq

    Dan saya mau nanya lagi, bedanya GENERAL BOND dan GO/BOND/MTN (saya ga bisa mengakses link2 di atas, tapi saya dapatnya berupa data grafik ) tq

    Suka

  14. yefi Avatar
    yefi

    belum pak

    Suka

  15. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @yefi
    Salam Bu Yefi,

    Sudah coba menghubungi PEFINDO ?

    Suka

  16. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @Nanda
    Salam Pak Nanda,

    Mungkin bisa dicek pada buku Akuntasi dasar dan lanjutan yang ada di perkuliahan anda. Saya yakin, topik tersebut pernah di bahas. Selanjutnya anda bisa membandingkan dengan melihat laporan keuangan dari perusahaan penerbit obligasi di Indonesia.

    Semoga berhasil dengan penelitiannya.

    Suka

  17. yefi Avatar
    yefi

    pak mau tanya cara untuk mendownload obligasi syariah yang diperingkat oleh pt. pefindo itu gimananya pak pada periode 2011-2014
    terimakasih pak,,

    Suka

  18. Nanda Avatar
    Nanda

    @Rudiyanto

    Maaf pak rudiyanto, saya mau tanya tentang pernyataan bahwa perusahaan mengeluarkan biaya agar obligasinya diperingkat oleh PT pefindo. Pertanyaan saya, biaya tersebut di catat pada akun apa dalam suatu perusahaan ya pak?

    Saya bertanya hal tersebut untuk mendukung penelitian saya bahwa biaya yang dikeluarkan untuk peringkat obligasi merupakan salah satu pemberian sinyal kepada investor.
    Mohon pencerahannya pak, terima kasih.

    Suka

  19. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @Vina
    Selamat Siang Ibu Vina,

    Bisa ditanyakan ke perusahaan pemeringkat lain yang anda maksud.

    Semoga bermanfaat.

    Suka

  20. Vina Avatar
    Vina

    pak..saya ingin menanyakan kalo mencari data obligasi yang tidak diberikan peringkat obligasi oleh pefindo dapat diliat dimana ya? dan obligasi yg diterbitkan oleh perusahaan yang tidak termasuk dalam industry keuangan pada tahun 2009-2014…terima kasih pak.

    Suka

  21. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @bernadete
    Selamat Malam Bu,

    Sudah coba ke website PEFINDO dan IDX ?

    Suka

  22. bernadete Avatar
    bernadete

    selamat pagi pak,
    saya bernadete mahasiswa stiesia, mau bertanya bagaimana caranya mendapatkan data perusahaan yang menerbitkan obligasi syariah ijarah pada tahun 2005 sebelum dan setelah penerbitan obligasi syariah ijarah dengan beberapa ratio yang ada yaitu : current ratio, asset turn over, return on asset, return on investmen.. mohon bantuannya

    terima kasih

    Suka

  23. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @gagah erlangga
    Selamat siang,

    Anda bisa mencarinya di prospektus obligasi.

    Semoga bermanfaat.

    Suka

  24. gagah erlangga Avatar
    gagah erlangga

    Asslmualaikum pa, saya gagah mahasiswa unpas, mau bertanya pa, jika kita ingin melihat suatu obligasi ada jaminan atau tidaknya dilihat dimana ya pa? Karena variabel x saya ttg jaminan oblogasi, sedangkan saya bingung melihat jaminan obligasi dimanany? Saya sudah lihat di IBMD tapi bingung d sebelah mananya pa, trmksh waslam

    Suka

  25. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @ayu putri
    Selamat Malam Ibu Ayu Putri,

    Terkait pertanyaan anda, terus terang saya sendiri tidak tahu mengapa sektor manufaktur lebih baik dibandingkan sektor lain. Jika anda mendapatkan kesimpulan tersebut dari data yang anda teliti, saya rasa anda bisa membuat sendiri analisisnya.

    Mengenai data default risk, anda bisa melihat rating PEFINDO atau yield wajar di IBPA. Mengenai isu yang fenomenal, silakan anda cek darimana sumber yang mengatakan hal tersebut dan membaca dasar analisisnya.

    Semoga bermanfaat.

    Suka

  26. ayu putri Avatar
    ayu putri

    Semalat siang pak.. saya sedang menyusun tesis..
    saya mau bertanya :
    kenapa sektor manufatur lebih menarik dibandingkan sektor-sektor lain (menurut pengelompokan di BEI) dengan mempertimbangkan data trend obligasi yang diterbitkan oleh sektor industri di BEI.
    dan bagaimana melihat data default risk, obligasi yang diterbitkan oleh sektor manufaktur merupakan issue paling fenomenial (baik dalam artian paling tinggi tingkat default risknya ataupun paling rendah tingkat default risknya.

    Teirmakasih

    Suka

  27. rani Avatar
    rani

    selamat malam pak
    yg ada di data saya itu yield pak
    tapi bukan yield to maturity

    Suka

  28. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @rani
    Selamat Siang Ibu Rani,

    YTM itu singkatan dari Yield to Maturity. Jadi sama saja.

    Suka

  29. rani Avatar
    rani

    selamat siang pak
    saya meneliti tentang obligasi dan peringkat obliigasi
    data yang mereka kirim ada hasil ahir yang namanya yield ,,,,,apakah yield itu hasil dari YTM ya pak ?
    terima kasih

    Suka

  30. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @rani
    Siang Ibu Rani,

    Silakan baca komentar kutipan di atas

    Rudiyanto :
    @devi
    Selamat Siang Ibu Devi,

    Sepengetahuan saya, lembaga yang berwenang untuk mengeluarkan harga acuan obligasi adalah IBPA. Harga yang mereka terbitkan, digunakan sebagai acuan dalam berbagai keperluan seperti valuasi obligasi di reksa dana.
    Lembaga lain yang menerbitkan harga wajar, sebagai contoh seperti Infovesta, biasanya digunakan sebagai alat analisis. Selain itu, dalam berbagai riset obligasi yang dikeluarkan oleh perusahaan sekuritas, mereka juga memiliki harga acuan / harga teoritis tersendiri.
    Kalau metode dan data yang digunakan untuk kalkulasi berbeda, tentu harganya bisa berbeda pula.
    Kalau Kontan itu adalah media, jadi mereka memberitakan berapa harga transaksi obligasi yang terjadi. Jadi itu bukan harga wajar.
    Obligasi ditransaksikan secara Over The Counter alias tidak ada bursa. Gampangnya kamu mau beli HP Second tipe tertentu tapi karena tidak tahu siapa yang ada kamu pesan via Calo. Nah, calo itu nantinya akan tanya ke orang2 yang punya HP yang kamu punya.
    Selanjutnya si Calo akan deal harga dengan orang yang punya HP dan menawarkan ke kamu dengan harga sedikit lebih tinggi. Selisih harga inilah yang menjadi keuntungan calo karena dari transaksi ini tidak ada biaya seperti halnya transaksi saham.
    Sebaliknya juga bisa terjadi, kalau kamu punya HP Second mau dijual kamu bisa tanya ke Calo apakah bisa dicarikan pembelinya.
    Calo itu adalah broker atau Perusahaan sekuritas.
    Semoga menjawab pertanyaan anda. Terima kasih

    Terima kasih

    Suka

  31. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @Linda
    Selamat Siang Ibu Linda,

    Kalau data Yield Obligasi dalam 1 hari masih bisa didapatkan di website IDX.
    Tapi kalau data historis harus berlangganan di IBPA.

    Data obligasi di Indonesia memang komersial. Mungkin universitas di Indonesia perlu meniru Universitas di luar negeri, langganan data seperti bloomberg, infovesta, reuters, IBPA dan lainnya di kampus. Terutama yang kampus jurusan ekonomi dan investasi.

    Mahasiswa dapat belajar menggunakan alat itu dan ketika sudah lulus sudah tidak asing lagi dan berpengalaman mengoperasikannya. Jadi bisa usulan ini bisa disampaikan ke kampus anda.

    Sebagai informasi, harga langganan data di atas bisa berkisar antara jutaan hingga ratusan juta per bulan.

    Terima kasih

    Suka

  32. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @devi
    Selamat Siang Ibu Devi,

    Sepengetahuan saya, lembaga yang berwenang untuk mengeluarkan harga acuan obligasi adalah IBPA. Harga yang mereka terbitkan, digunakan sebagai acuan dalam berbagai keperluan seperti valuasi obligasi di reksa dana.

    Lembaga lain yang menerbitkan harga wajar, sebagai contoh seperti Infovesta, biasanya digunakan sebagai alat analisis. Selain itu, dalam berbagai riset obligasi yang dikeluarkan oleh perusahaan sekuritas, mereka juga memiliki harga acuan / harga teoritis tersendiri.

    Kalau metode dan data yang digunakan untuk kalkulasi berbeda, tentu harganya bisa berbeda pula.

    Kalau Kontan itu adalah media, jadi mereka memberitakan berapa harga transaksi obligasi yang terjadi. Jadi itu bukan harga wajar.

    Obligasi ditransaksikan secara Over The Counter alias tidak ada bursa. Gampangnya kamu mau beli HP Second tipe tertentu tapi karena tidak tahu siapa yang ada kamu pesan via Calo. Nah, calo itu nantinya akan tanya ke orang2 yang punya HP yang kamu punya.

    Selanjutnya si Calo akan deal harga dengan orang yang punya HP dan menawarkan ke kamu dengan harga sedikit lebih tinggi. Selisih harga inilah yang menjadi keuntungan calo karena dari transaksi ini tidak ada biaya seperti halnya transaksi saham.

    Sebaliknya juga bisa terjadi, kalau kamu punya HP Second mau dijual kamu bisa tanya ke Calo apakah bisa dicarikan pembelinya.

    Calo itu adalah broker atau Perusahaan sekuritas.

    Semoga menjawab pertanyaan anda. Terima kasih

    Suka

  33. rani Avatar
    rani

    selamat pagi pak saya suda buka di websita IBPA
    tapi tidak ada kata Infovesta atau Bloomberg
    terima kasih

    Suka

  34. Linda Avatar
    Linda

    Selamat sore pak. Menurut bapak, apa ada sumber terbuka ttg data yield obligasi diindonesia. Menurut bapak, adakah rekomendasi utk mencari data obligasi yg lengkap dimana? Karena sy sulit sekali untuk mendapatkan akses data ttg obligasi. Terima kasih.

    Suka

  35. devi Avatar
    devi

    Selamat sore Pak Rudi, terima kasih untuk artikelnya sangat membantu.

    Saya ingin bertanya apakah harga wajar obligasi yang dikeluarkan oleh IBPA atau institusi lain seperti infovesta, kontan, dll itu sama?Atau setiap institusi memiliki analisis tersendiri?

    Selain itu, apakah obligasi itu diperjualbelikan seperti saham di bursa atau bagaimana ya Pak?

    Terima kasih..

    Suka

  36. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @rani
    Selamat Siang Rani,

    Anda bisa berlangganan website IBPA, Infovesta atau Bloomberg
    Semoga berhasil

    Suka

  37. rani Avatar
    rani

    selamat pagi pak
    pak untuk mendapat data harga obligasi untuk perusahaan yang termasuk dalam non investment grade itu bagaimana pak

    Suka

  38. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @niswatil
    Mohon maaf, saya hanya bisa kirim doa saja.
    Semoga sukses dengan tugas skripsinya.

    Suka

  39. niswatil Avatar
    niswatil

    bapak saya mahasiwi lagi nyusun skripsi saya butuh daftar nama perusahaan manufaktur yang menerbitkan obligasi di bursa efek indonesia 2012-2014
    dan daftar perusahaan manufaktur yang menerbitkan obligasi di keluarkan pefindo 2014-2014
    kirim lwat email sya niswatil_h@yahoo.co.id

    Suka

  40. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @rani
    Salam Rani,

    Tanggal transaksinya kapan?
    Dan bukankah di buku Manajemen Investasi sudah dijabarkan cara perhitungan tersebut? Silakan anda cek buku tersebut dulu.

    Semoga bermanfaat.

    Suka

  41. rani Avatar
    rani

    selamat siang pak caya mau tanya
    bagaimna cara perhitungan obligasi misalnya
    obligasi syariah ijarah apexindo pratama duta I tahun 2005
    maturity date 6-juni-10
    outstanding 240.000.000.000
    coupun 12,250%
    price 100,488515
    yield 11,480097
    rumus current yield
    yield to maturity
    yield spread
    cara perhitungsannya bagaimana pak
    terima kasih

    Suka

  42. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @raisa
    Selamat Malam Raisa,

    Rating PEFINDO bisa diakses tanpa harus teregistrasi. Kalau belum berhasil berarti mencarinya tidak teliti. Silakan dicoba lagi.

    Mengenai pertanyaan buy back, silakan anda lakukan test untuk mengetahui apakah ada pengaruh terhadap harga saham atau tidak. Untuk perusahaan yang melakukannya anda bisa coba di website KSEI.

    Semoga bermanfaat.

    Suka

  43. raisa Avatar
    raisa

    pak maaf saya mau bertanya
    saya mahasiswa yang sedang memulai skripsi
    kalau rating obligasi di pefindo itu bagaimana cara aksesnya ya ? soalnya saya sudah coba buka pefindo tapi tidak dapat di akses, saya coba registrasi tapi belum mendapat tanggapan
    tapi kalau lihat di penelitian sebelumnya, ada yang mendapatkan/menggunakan data rating tsb
    lalu apakah buy back saham berpengaruh terhadap harga saham ? tapi saya cari jurnal nya sangat jarang pak, dan darimana saya bisa mendapatkan data perusahaan yang melakukan buy back saham pak ?
    mohon bantuannya pak, saya ngerasa lumayan buntu sebelum memulai

    Suka

  44. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @rani
    Selamat Siang Juga Rani,

    Boleh tahu darimana anda mendapat istilah tersebut?

    Suka

  45. rani Avatar
    rani

    selemat seiang pak saya rani mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi
    saya mau tanya apa yang dimaksud dengan obligasi perusahaan besar dan perusahaan kecil
    terimah kasih

    Suka

  46. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @prima_andini
    Salam Ibu Prima,

    Bisa lebih spesifik, apa yang dimaksud dengan action kadaluarsa ?

    Suka

  47. prima_andini Avatar
    prima_andini

    bapak benar bahwa saya kemarin kurang teliti, sekarang saya sudah bisa mendapatkan datanya..terimakash
    namun yang mau saya tanyakan lagi, kalau actionnya kadaluarsa itu maksudnya apa ya pak,, apa bisa di buat sampel perusahaan tersebut.. terimakasih

    Suka

  48. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @Indana Mutiara
    Salam Ibu Indana,

    Sudah coba ke PEFINDO ?

    Suka

  49. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @prima_andini
    Siang Ibu Andini,

    Mencarinya kurang teliti. Coba dicari dengan lebih teliti lagi.

    Suka

  50. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @rani
    Salam Rani,

    Sehubungan dengan pertanyaan anda :
    1. Anda bisa membaca buku yang membahas tentang kebangkrutan. Sebelum bangkrut, biasanya ada proses renegosiasi, restrukturisasi, dan istilah2 lainnya.
    2. Anda bisa membaca tentang studi kebangkrutan yang dilakukan PEFINDO http://www.pefindo.com/index.php/pageman/page/default-studies.html

    Semoga bermanfaat

    Suka

Tinggalkan Balasan ke Rudiyanto Batalkan balasan

  1. avatar Rudiyanto
  2. avatar amedenthusiast
  3. avatar Rudiyanto
  4. avatar Hardi P
  5. avatar Rudiyanto