Dalam kesempatan kali ini, topik yang ingin saya sharing adalah tentang rating. Dalam investasi, rating merupakan salah satu hal yang sangat penting karena menentukan suatu perusahaan / negara bisa mendapatkan pendanaan dari penerbitan obligasi atau tidak dan berapa besar kupon atau imbal hasil yang harus dibayarkan supaya mau diterima oleh investor. Dalam investasi, baik saham, reksa dana ataupun obligasi, perubahan rating terutama rating suatu negara bisa menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi arah investasi. Untuk itu, sedikit banyak investor perlu mengetahuinya.

Apa itu Rating?

Rating adalah suatu penilaian yang TERSTANDARISASI terhadap kemampuan suatu negara atau perusahaan dalam membayar hutang-hutangnya. Karena terstandarisasi artinya rating suatu perusahaan atau negara dapat dibandingkan dengan perusahaan atau negara yang lain sehingga dapat dibedakan siapa yang mempunyai kemampuan lebih baik, siapa yang kurang. Rating dikeluarkan oleh perusahaan pemeringkat, dan biasanya untuk menjadi perusahaan pemeringkat harus mendapat izin resmi dari pemerintah. Di Indonesia, perusahaan yang mendapat izin serta menjadi market leader dalam pemberian rating  adalah PT. PEFINDO (Pemeringkat Efek Indonesia). Selain itu, belakangan ini juga terdapat perusahaan baru yang memiliki bidang usaha serupa yaitu Fitch Rating Indonesia dan ICRA (Indonesia Credit Rating Agency). Informasi  perusahaan pemeringkat tersebut bisa anda baca di icraindonesia.com dan new.pefindo.com.

Umumnya perusahaan yang mendapat izin dari pemerintah Indonesia hanya memeringkat perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Indonesia. Sementara rating terhadap kemampuan membayar hutang suatu negara dilakukan oleh perusahaan pemeringkat yang mendapat pengakuan internasional. Dahulu perusahaan pemeringkat ini didominasi oleh 3 pemain besar seperti Standard & Poor, Moody’s Investor Service dan Fitch Rating. Namun belakangan ini juga semakin bermunculan perusahaan pemeringkat yang ratingnya juga diakui selain 3 pemain di atas. Sebagai contoh, jika anda melihat di website bank Indonesia, selain ketiga perusahaan di atas juga terdapat 2 perusahaan pemeringkat lain yaitu JCRA (Japan Credit Rating Agency) dan Rating & Information Service Inc.

Suatu rating terdiri dari 2 bagian Rating dan Outlook. Rating adalah kemampuan membayar hutang sedangkan Outlook adalah pandangan dari perusahaan pemeringkat apakah Rating akan naik, turun atau tetap pada periode penilaian berikutnya. Rating sendiri terdiri dari 2 yaitu 3 huruf yang disertai dengan tanda atau angka tergantung perusahaan pemeringkat. Sebagai contoh urutan dari yang paling tinggi hingga paling rendah secara umum adalah sebagai berikut

  • Investment Grade
    • AAA atau Aaa
    • AA+, AA dan AA- atau Aa1, Aa2 dan Aa3
    • A+, A, dan A- atau A1, A2 dan A3
    • BBB+, BBB dan BBB- atau Baa1, Baa2 dan Baa3
  • Non Investment Grade (junk Bond) dengan rating di bawah BBB atau Baa
    • BB+, BB dan BB- atau Ba1, Ba2, dan Ba3
    • B+, B dan B- atau B1, B2 dan B3
    • CCC+, CCC dan CCC- atau Caa1, Caa2, dan Caa3
    • CC+, CC dan CC- atau Ca11, Ca2 dan Ca3
    • C+, C dan C- atau C1, C2 dan C3
    • Default

Investment Grade adalah kategori bahwa suatu perusahaan atau negara dianggap memiliki kemampuan yang cukup dalam melunasi hutangnya. Sehingga bagi investor yang mencari investasi yang aman, umumnya mereka memilih rating Investment Grade. Praktek pada perusahaan lebih detail lagi. Sepengetahuan penulis, ada perusahaan yang menerapkan screening yang lebih mendalam seperti harus BUMN atau kalaupun investment Grade minimal A. Rating BBB dianggap masih belum aman.

Non Investment Grade adalah kategori bahwa suatu perusahaan atau negara dianggap memiliki kemampuan yang meragukan dalam memenuhi kewajibannya. Perusahaan yang masuk kategori ini biasanya cenderung sulit memperoleh pendanaan. Supaya bisa berhasil umumnya mereka memberikan kupon atau imbal hasil yang tinggi sehingga disebut juga dengan High Yield Bond. Investor yang memilih jenis obligasi ini biasanya cenderung memiliki sifat spekulatif. Sebab jika ternyata perusahaan berkomitmen melunasi seluruh kewajibannya, imbal hasil yang diterima bisa sangat tinggi.

Pada prinsipnya, semakin rendah rating, berarti semakin tinggi risiko gagal bayar dan berarti semakin besar pula imbal hasil (return) yang diharapkan oleh investor. Jadi ini menjadi alasan mengapa bunga deposito yang berbasis dollar seperti mata uang Singapura (AAA) bisa jauh lebih rendah dibandingkan bunga deposito Indonesia (BB) dan orang tetap mau menempatkan dana pada deposito tersebut.

Sebagai contoh rating Indonesia yang diringkas oleh Bank Indonesia adalah sebagai berikut

sumber: Bank Indonesia

Kesalahan umum dalam membaca rating

Dalam membaca rating umumnya salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menyamakan tanda + dengan Outlook. Sebetulnya tanda Plus, Minus atau 1,2, 3 dalam rating merupakan tingkatan. AA+ atau Aa1 lebih besar dari AA atau Aa2 dan AA atau Aa2 lebih besar dari AA- atau Aa3. Jadi ketika membaca BB+ orang berpikir ratingnya BB dengan peluang dinaikkan. Padahal dinaikkan atau tidak tergantung pada Outlook. Jika Outlooknya Positif artinya berpeluang dinaikkan pada periode rating mendatang, Stabil artinya akan tetap dan Negative artinya berpeluang diturunkan pada periode rating berikutnya. Perlu diingat Outlook bukan vonis, meskipun positif bisa saja rating tetap atau turun di masa mendatang karena kondisi bisa berubah dengan cepat.

Rating dan Implikasinya Terhadap Investasi

Rating dalam hal ini Rating terhadap Negara Indonesia memiliki implikasi yang signifikan terhadap investasi di Indonesia. Saat ini rating Indonesia berada pada BB+ atau 1 tingkat lagi supaya bisa mencapai BBB-. Jika Indonesia berhasilkan mendapatkan kenaikan rating tersebut pada tahun 2012 nanti, maka perkiraan saya akan ada beberapa dampak positif yang bisa dirasakan seperti:

  • Investor luar akan mengganggap negara Indonesia menjadi negara yang layak investasi (Investment Grade) dibandingkan negara yang hanya menjadi tujuan spekulasi saja
  • Dengan masuknya investasi, maka dana yang masuk tidak melulu hanya dana hot money yang bisa keluar setiap saat akan tetapi bisa jadi merupakan dana investasi yang sifatnya lebih jangka panjang.
  • Masuknya dana asing diharapkan dapat mendongkrak harga saham dan obligasi sehingga pada akhirnya juga meningkatkan tingkat pengembalian instrumen reksa dana.

Demikian artikel saya kali ini, semoga dapat bermanfaat bagi anda.

Penyebutan produk investasi  (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, ataupun rekomendasi jual beli atau tahan untuk instrumen tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang.

338 tanggapan atas “Mengenal Rating Obligasi”

  1. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @Veriani Putri
    Selamat Siang ibu Veriani,

    Saya setuju dengan argumentasi kamu yang kedua tersebut, bahwa namanya penelitian, maka peneliti berhak membuat skala versi dia sendiri dan kemudian mempertanggung jawabkannya.

    Semoga bermanfaat

    Suka

  2. Veriani Putri Avatar
    Veriani Putri

    Selamat pagi, pak.
    Saya sedang menempuh skripsi dengan tema skripsi peringkat obligasi di Pefindo. Yang ingin saya tanyakan, apakah ada skala khusus untuk masing-masing peringkat? Karna dalam beberapa jurnal, skala untuk setiap peringkat berbeda-beda. Misalnya dalam jurnal A skala untuk AAA+ adalah 16, dan dalam jurnal B skala untuk AAA+ adalah 10. Apakah di pefindo sendiri ada standar dalam penentuan skala tersebut? Atau skala tersebut hanya penomoran oleh masing-masing peneliti? Terimakasih pak.

    Suka

  3. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @Amell
    Selamat Sore Ibu Amell,

    Terkait pertanyaan anda:
    1. Benar
    2. Sebaiknya dikonsultasikan dengan dosen pembimbing. Tentu ada alasan mengapa anda diminta meneliti topik tersebut.
    3. Google
    4. Silakan bertanya dengan dosen pembimbing atau dari referensi jurnal yang kamu gunakan

    Semoga bermanfaat

    Suka

  4. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @Titi
    Salam Ibu Titi,

    Coba hubungi langsung pihak PEFINDOnya. Semoga bermanfaat

    Suka

  5. Amell Avatar
    Amell

    Selamat sore, Pak..
    Saya mahasiswa yang sedang menempuh skripsi, saya disuruh dosen pembimbing untuk membuat skripsi dengan topik CSR – financial perforance, kemudian digabungkan dengan credit rating. Pertanyaan saya:
    1. Credit rating itu sama dengan peringkat obligasi kan, Pak
    2. Saya sudah cari jurnal2 mengenai CSR thd Credit Rating, tetapi kebanyakan jurnal membahas GCG thd Credit Rating, apakah sebaiknya saya membuat skripsi mengenai GCG thd Credit rating saja? Soalnya jurnal yang saya temukan kebanyakan mengenai GCG-Credit Rating.
    3. Kalau misalkan tetap membahas CSR thd credit rating, apakah Bapak mempunyai saran darimana saja saya bisa mendapatkan referensi mengenai topik tsb?
    4. Terakhir, hubungannya dengan financial performance. Sebaiknya bagaimana cara untuk menentukan variabel dependen/independen antara ketiga topik tsb?

    Mohon bantuannya, Pak. Mohon dijawab 🙂
    Terima kasih banyak, Pak.
    Salam.

    Suka

  6. Titi Avatar
    Titi

    Bapak saya ingin bertanya bagaimana mencari data peringkat obligasi di pefindo dari tahun 2011-2014?
    setelah saya buka website pefindo cuma ada tahun 2015 dan 2016
    trimakasih

    Suka

  7. Titi Avatar
    Titi

    Bapak saya ingin bertanya bagaimana mencari data peringkat obligasi di pefindo dari tahun 2011-2014?
    setelah saya buka website pefindo cuma ada tahun 2015 dan 2016
    trimakasih

    Suka

  8. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @Rahel
    Salam Ibu Rahel,

    Anda bisa cek di website PEFINDO atau IBPA.

    Semoga bermanfaat

    Suka

  9. Rahel Avatar
    Rahel

    Bapak saya ingin bertanya berapa lama rata2 umur obligasi korporasi di Indonesia? Kebanyakan 5-7 tahun, apa di atas 10 tahun pak? Terimakasih sebelumnya.

    Suka

  10. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @ewik
    Selamat Sore Pak Ewik,

    Pertanyaan tersebut bisa ditanyakan sama orang yang membuat penelitiannya.

    Semoga bermanfaat

    Suka

  11. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @yogo
    Selamat Sore Pak Yogo,

    Kalau memang tidak berhasil menemukannya, bisa jadi karena kamu carinya kurang teliti atau memang benar data tersebut tidak ada. Dan PEFINDO adalah lembaga pemeringkat resmi yang menguasai hampir semua pangsa pasar rating obligasi di Indonesia. Tidak ada lagi yang punya data lebih lengkap selain mereka. Jadi mungkin anda perlu mencarinya lebih teliti lagi. Semoga berhasil.

    Suka

  12. ewik Avatar
    ewik

    siang pak, ada yang ingin saya tanyakan. bagaimana cara mengukur bond rating untuk memberikan nilai pada masing-masing peringkat ? kenapa disetiap penelitian ad yg memberi score aaa = 10 , aaa = 1 ? cara menentukan score itu sendiri bagaimana pak ? trims.

    Suka

  13. yogo Avatar
    yogo

    maaf mau tanya pak,, untuk data peringkat obligasi perbankan tahun 2011-2014 cari dimana ya pak..? saya menulis skripsi tentang peringkat obligasi sebagai variabel dependen saya.. saya coba cari di website pefindo tapi tidak ketemu data perusahaan perbankan yang saya cari.. terimakasih

    Suka

  14. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @febi
    Selamat siang Ibu Febi,

    Beberapa tahun terakhir memang saya melihat website perusahaan terus diperbaiki dari waktu ke waktu. Kecuali sedang down, harusnya website perusahaan tetap ada. Paling tampilannya berubah. Jadi menurut saya kamu harus berusaha lebih keras lagi dalam mencari data tersebut.

    Terima kasih

    Suka

  15. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @sugara
    Selamat Siang Pak Sugara,

    Apa yang dimaksud dengan skala pengukuran variable dummy?

    Suka

  16. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @Rara
    Selamat Malam Ibu Rara,

    Yang bisa jawab pertanyaan itu adalah dosen pembimbing, dosen penguji dan mahasiswa dengan menggunakan argumentasinya.

    Semoga bermanfaat

    Suka

  17. febi Avatar
    febi

    saya mau bertanya kalau mau mencari pengumuman bond rating tahun 2013-2015 bagaimana ya caranya ? karena saat saya membuka web pefindo terjasi ke eror-an ? terimakasi mohon bantuannya memberikan ulasan jawaban bisa mengemail saya di febindriana@gmail.com

    Suka

  18. sugara Avatar
    sugara

    selamat malam pak saya ingin bertanya : apakah dengan meberikan angka 1 pada perusahaan yang masuk dalam invesment gread dan 0 untuk non invesment grad termasuk dalam sekala pengukuran dengan variabel dummy

    Suka

  19. Rara Avatar
    Rara

    Selamat pagi pak,
    Mayoritas ratingnya sama pak, jadi saya bisa pakai general obligation saja ya pak? Terima kasih pak atas pencerahannya ^^

    Suka

  20. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @rara
    Selamat malam Ibu Rara,

    Pertanyaan saya, apakah rating dari obligasi yang disebutkan itu berbeda ?

    Semoga skripsinya bisa selesai dengan sukses ya.

    Suka

  21. rara Avatar
    rara

    selamat sore pak…
    saya sedang mengerjakan skripsi mengenai corporate governance terhadap peringkat obligasi, setelah saya membaca laporan pefindo setiap perusahaan menerbitkan obligasi yang banyak seperti BOND I, BOND II, Syariah ijarah, dan ada pula general obligation. yang saya ingin tanyakan apakah untuk mengolah data saya harus menggunakan seluruh data obligasi yang diterbitkan (BOND I, BOND II, Syariah ijarah) atau lebih baik memakai data general obligation saja?
    terima kasih pak, semoga bapak bisa menjawab pertanyaan saya dan doain saya ya pak hehe

    Suka

  22. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @riaiz
    Selamat Sore Ibu Ria,

    Untuk bisa menerbitkan obligasi, salah satu persyaratannya adalah perusahaan tersebut harus di rating. Ada juga kewajiban rating tersebut selalu diperbaharui selama obligasi tersebut masih belum jatuh tempo sebagai salah satu bentuk pertanggung jawaban.

    Semoga bermanfaat

    Suka

  23. riaiz Avatar
    riaiz

    selamat malam pak Rudi, saya ingin menanyakan bagaimana awalnya obligasi perusahaan itu bisa di peringkat oleh perusahaan pemeringkat ya pak? apakah perusahaan penerbit obligasi meminta perusahaan pemeringkat untuk memeringkat obligasinya? trus (jmisal perusahaan itu terdaftar di BEI) apa kemudian perusahaan penerbit obligasi itu menyetor data peringkat obligasi yang sudah diperingkat tersebut ke BEI yg nantinya di publikan dalam buku IBMD itu ya pak? mohon penjelasannya terimakasih.

    Suka

  24. sugara Avatar
    sugara

    siap terimakasih 🙂

    Suka

  25. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @sugara
    Selamat siang,

    Kalau untuk hal tersebut silakan konsultasikan dengan dosen pembimbing anda.

    Terima kasih

    Suka

  26. sugara Avatar
    sugara

    sudah pak tapi saya masih kebingungan menentukan sampel dalam penelitian saya tentang peringakt obligasi karna setiap bulanya perusahaan yang mendapatkan peringkat obligasi berbeda-beda. tolong gimana solusinya pak ?

    Suka

  27. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @sugara
    Selamat Malam Pak Sugara,

    Sudah lihat di website PEFINDO ?

    Suka

  28. sugara Avatar
    sugara

    @Rudiyanto
    pak dimana kita bisa lihat perusahaan perusahan yang menerbitkan obligas

    Suka

  29. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @riri
    Selamat malam Ibu Riri,

    Anda bisa membaca buku manajemen keuangan dan investasi, khususnya yang berkaitan dengan teori durasi pada obligasi. Seharusnya teori preferensi likuiditas juga ada pada buku tersebut.

    Semoga bermanfaat.

    Suka

  30. deni Avatar
    deni

    @evi
    salam mbak evi,,
    mungkin kita bisa sharing,, saya juga sedang mengerjakan skripsi tentang peringkat obligasi..
    boleh tanya-tanya?

    Suka

  31. riri Avatar
    riri

    selamat sore pak ,
    saya mau nanya bisa ga pak, bapak jelaska teori bunga obligasi, jatuh tempo dan likuditas dapat mempengaruhi tinggi rendahnya suatu harga obligasi. saya harap bapak bisa bantu

    Suka

  32. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @riaiz
    Malam Pak Riaiz,

    3 perusahaan yang anda sebut memeringkat “korporasi” yang ada di Indonesia. Sementara perusahaan internasional yang anda sebut memeringkat “korporasi” dan “negara”. Kurang lebih seperti itu, semoga bermanfaat.

    Suka

  33. riaiz Avatar
    riaiz

    selamat malam pak sy mau tanya mengenai 3 perusahaan pemeringkat (Pefindo,Fitch Rating Indonesia dan ICRA (Indonesia Credit Rating Agency) dengan Indonesia Sovoreign Rating ( yang didalamnya ada moody’s investor service, standard poor’s dst…) itu bedanya apa ya pak?

    Suka

  34. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @evi
    Selamat Malam Ibu Evi,

    Pertanyaan tersebut bisa ditanyakan atau browsing ke website PEFINDO.

    Semoga bermanfaat

    Suka

  35. evi Avatar

    selamat pagi pak,,, pak saya mau tanya,, kira kira dalam setahun pefindo mengelurkan atau memberikan reting berapa kali untuk obligasinya

    Suka

  36. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @hadi
    Selamat Siang Pak Hadi,

    Mengenai tanda kurung, itu adalah merek dagang saja. Sebab kalau sama persis, tidak bisa lagi dibedakan antara perusahaan pemeringkat yang satu dengan yang lainnya.

    YTM itu per tanggal. Tergantung definisi 2012 kamu itu tanggal berapa.

    Semoga bermanfaat

    Suka

  37. hadi Avatar
    hadi

    Selamat malam pak,

    Saya mau bertanya apa perbedaan rating obligasi yg diawali dengan tulisan “id” dan yang diberi kurung “(idn)” ?

    Dan untuk menghitung YTM corporate bond historis seperti YTM tahun 2012, harga pasar yang digunakan dalam rumus menggunakan harga pasar pada saat kapan ya pak?

    Terima kasih sebelumnya pak

    Suka

  38. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @salim
    Salam pak Salim,

    Bisa bertanya langsung ke PEFINDO atau mempelajari website PEFINDO.
    Semoga bermanfaat

    Suka

  39. salim Avatar
    salim

    Selamat sore pak,

    Saya mau bertanya apa saja yang dilihat oleh pefindo dalam menetukan peringkat yang akan diberikan untuk obligasi sebuah perusahaan?selain laporan keuangan perusahaan tersebut..

    Terima kasih..

    Suka

  40. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @cicilia
    Selamat Pagi Ibu Cicilia,

    Pertanyaan tersebut bisa ditanyakan ke S&P dan PEFINDO langsung. Bisa juga mempelajari situs mereka tentang dasar pemberian skala tersebut. Semoga bermanfaat

    Suka

  41. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @Budi
    Siang Pak Budi,

    Untuk lebih detailnya saya harus melihat cara perhitungan dan sumber datanya.
    Tapi ini skripsi anda, jadi menurut saya memang tugas kamu untuk membuat interprestasinya.

    Semoga berhasil

    Suka

  42. cicilia Avatar
    cicilia

    selamat malam pak, saya mau menanyakan apa beda dari S&P dan PEFINDO pak? krn saya sedang mengerjakan skripsi dengan topik rating credit, S&P memberi skala untuk rating AAA adalah 1, sedangkan pefindo memberi skala AAA dengan angka 9. ini beda sekali pak jadi saya takut ada dampak dengan perhitungan saya

    Suka

  43. evi Avatar

    @firdausnoto
    boleh minta alamat emailnya,, mungkin aja bisa sharing

    Suka

  44. Budi Avatar
    Budi

    @rudiyanto
    Pagi pak.
    Iya pak benar saya meneliti obligasi syariah korporasi.
    Saya menghitung tingkat return nya menggunakan yield to maturity. Data saya dapat kan dari indonesian capital market electronic. Bagaimana pak menurut bapak?

    Suka

  45. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @Budi
    Malam Pak Budi,

    Terus terang kalau saya tidak begitu yakin dengan perhitungan dan penelitian anda karena :
    1. Kalau sukuk yang kamu maksud adalah obligasi syariah yang diterbitkan pemerintah, maka itu sudah salah total karena pemerintah tidak punya rasio DER.
    2. Kalau seandainya sukuk yang kamu maksud adalah obligasi syariah yang diterbitkan korporasi, maka itu juga saya ragukan karena transaksi sukuk korporasi sangat jarang. Darimana anda dapat datanya, dan bagaimana cara kamu hitung returnnya?

    Kurang lebih seperti itu tanggapan saya. Semoga bermanfaat.

    Suka

  46. Budi Avatar
    Budi

    @rudiyanto

    Maksud saya return sukuk pak. Hehehehe

    Suka

  47. Budi Avatar
    Budi

    @rudiyanto

    Tidak harus positif pak dan data dengan perhitungan sudah valid akan tetapi saya bingung menginterpretasikan kan. Boleh minta masukan tidak pak. Kira-kira kenapa der tersebut berpengaruh negatif terhadap return suku? Terima kasih pak

    Suka

  48. firdausnoto Avatar
    firdausnoto

    @evi

    kebetulan saya sedang mengerjakan tugas metode penelitian akuntansi dengan tema “analisis hubungan faktor keuangan dan non keuangan terhadap peringkat obligasi” : Perusahaan industri properti yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun (2010-2014)

    Berikut Faktor yang Mempengaruhi Rating Obligasi menurut Pefindo

    Pertumbuhan dan stabilitas sector industri perusahaan, dimana hal itu berkaitan dengan kondisi permintaan dan penawaran, prospek, market opportunities (domestic vs eksport), tahap pertumbuhan industry ( awal,berkembang,dewasa,menurun), tipe produk ( komplemen vs produk pengganti, spesifik vs umum, komoditas vs diferensiasi).

    Pendapatan dan struktur biaya yang termasuk pemeriksaan komposisi arus pendapatan (rupiah vs kurs asing), kemampuan memperoleh operating profit ( EBITDA dan EBIT), kemampuan meningkatkan harga ( kemampuan dengan mudahnya mengoper biaya produk yang meningkat dengan meningkatkan harga jual produk kepada konsumen), tenaga kerja dan bahan baku, komposisi dan struktur biaya (rupiah vs kurs asing), komposisi biaya tetap dan variable, pembelian bahan baku industry (domestic dan impor)

    Adanya batasan untuk masuk dan berkompetisi di industri yang digeluti perusahaan tersebut, termasuk penilaian karakteristik industry ( padat modal,padat karya,fragmented, difusi,diatur dengan ketat) untuk mennetukan level kesulitan untuk masuk ke dalam pasar bagi pemin baru. Penilaian juga memasukkan analisis jumlah competitor dalam industry (domestic vs global), competitor terdekat (domestic vs global), potensi adanya perang harga, dan lainnya untuk menentukan tingkat kompetisi yang telah ada atau yang akan datang.

    Regulasi Industri, terbatasnya jumlah pemain dalam suatu industry, lisensi, kebijakan pajak( eksport,import, kuota,tariff,bea cukai,dll), kebijakan pricing pemerintah ( Peraturan pemerintah Indonesia untuk menetapkan harga di beberapa sector seperti ketenagalistrikan, told an telepon) dan persyaratan lingkungan(terutama disektor pertambangan) dan lainnya.

    Profil finansial dari industri umumnya dinilai dengan menganalisis beberapa patokan yang diambil dari beberapa perusahaan besar pada industri tersebut yang mayoritasnya mewakili industrinya masing-masing. Analisis performa finansial industry ini memasukkan analisis leverage dan cash flow protection

    Semoga membantu 🙂

    Suka

  49. Rudiyanto Avatar
    Rudiyanto

    @evi
    Kalau sudah ke website PEFINDO langkah berikutnya adalah bertanya kepada PEFINDO atau mencari di website tersebut bagaimana cara mereka melakukan pemeringkatan obligasi.

    Semoga bermanfaat

    Suka

Tinggalkan Balasan ke sugara Batalkan balasan

  1. avatar Rudiyanto
  2. avatar amedenthusiast
  3. avatar Rudiyanto
  4. avatar Hardi P
  5. avatar Rudiyanto