
Secara MSCI, jika Vietnam promosi Frontier ke Emerging, bobot Indonesia bakal berkurang karena dibagi. Sebaliknya jika Korea promosi Emerging ke Develop, bobot Indonesia bakal bertambah karena dapat limpahan.
Seandainya ini terjadi, berapa bobot Indonesia di Emerging Market?
Disclaimer dulu bahwa promosi Vietnam dan Korea yang kemudian sahamnya disesuaikan dalam MSCI itu BUTUH WAKTU. Prosesnya dari Market Accessibility Review Juni tiap tahun, kemudian di SAIR (Semi Annual Review) dan QIR (Quarterly Review) berikutnya, jadi tidak serta merta.
Secara alami, bobot saham juga berubah-ubah setiap waktu karena tergantung pada hasil harga saham x total lembar saham x Free Float x Kurs USD. Bobot negara adalah bobot dari seluruh saham di negara tersebut yang dijumlahkan. Jadi bobot negara berubah mengikuti saham + kurs juga.
Berhubung tempat kerja saya tidak berlangganan MSCI, maka estimasi bobot per negara menggunakan ETF iShares MSCI Emerging Market. ETF ini berinvestasi pada saham MSCI Standard 24 negara sesuai kategori MSCI. Dana kelolaan per 8 Mei 2026 mencapai USD 29.75 Miliar ~Rp 513 T.
Per 7 Mei 2026, bobot terbesar di MSCI EM adalah 84 perusahaan Taiwan sebesar 25.26%. TSMC sendiri adalah saham terbesar dalam iShares MSCI EM dengan bobot 14.38% – produsen semikonduktor terbesar dunia dengan pangsa pasar sekitar 70%. Chip dari NVIDA, AMD, dibuat perusahaan ini.

Negara terbesar kedua – China sebesar 21.91%. 3 Saham terbesarnya adalah Tencent 3.08%, Alibaba 2.45%, dan China Construction Bank 0.86%. Bobot China besar karena ada 579 saham dalam MSCI EM. Sebagian dari saham ini dibeli melalui Hong Kong, tapi HK sendiri sudah Develop Market.
Di peringkat 3 ada 80 saham Korea Selatan dengan total bobot 20.67%, naik dari 13.35% sejak awal tahun. 2 Saham terbesar adalah Samsung Electronic dengan 2 share class total 7.83% dan SK Hynix 4.92%. Samsung dan SK Hynix sedang naik daun karena berhasil menjadi produsen Chip.
Bobot Indonesia sendiri terus menurun dari awal tahun 1.15% menjadi 0.71%. Penyebabnya? downgrade INDF dari Standard ke Small Caps dan penurunan harga karena berbagai sentimen internal dan eksternal. Jika Korea promosi, tentu ini berita bagus karena bobotnya akan dibagi.
Simulasi perhitungan:
Total EM Lama USD 11.681.207 juta
Korea Out – USD 2.183.790 juta
Vietnam in + USD 63.971 juta
Total EM Baru = USD 9.561.388 juta

Bobot Indonesia lama
USD 84.662 juta / USD 11.681.207 juta
= 0.72%
Bobot Indonesia baru
USD 84.662 juta / USD 9.561.388 juta
= 0.88%
Jadi efek dari Korea dan Vietnam promosi bersamaan adalah kenaikan dari 0.72% menjadi 0.88%. Meski “cuma” +0.16%, tapi secara persentase +22%.
Persentase 22% artinya jika ETF punya saham BBCA tadinya Rp 1 T, dia kan tambah Rp 220 M lagi. Efek dari 0.16% ini sangat signifikan. Jadi kita doain Korea cepat-cepat promosi ke Develop Market.
Bagaimana jika ternyata Korea tetap, tapi Vietnam promosi duluan?
Secara matematis dengan cara yang sama
Total EM Lama USD 11.681.207 juta
Vietnam in + USD 63.971 juta
Total EM Baru USD 11.675.178 juta
Bobot Indonesia lama 0.7291%
Bobot baru 0.7253%
Turun sekitar 0.0038%
Secara persentase turun 0.52%
Jadi Bobot Indonesia di MSCI Emerging Market
Jika Korea dan Vietnam Promosi = +22%
Jika Vietnam Promosi =-0.52%
Total Free Float Market Caps Indonesia masih sedikit lebih besar dari Vietnam, jadi efeknya terbatas. Tapi ini posisi April 2026, ke depan tidak ada yang tahu.
Indonesia sudah kehilangan 2 kali momentum saham baru dalam MSCI karena Index Treatment di Februari dan Mei 2026. Semoga setelah kendala Free Float ini beres, tidak ada lagi treatment khusus. Dengan semakin banyak saham masuk, bobot Indonesia bisa bertambah.
Have a nice day

Tinggalkan komentar