
Saat ini IHSG, Obligasi, Kurs Rp/USD, hingga harga Emas kompak turun.
Apakah masih ada yang naik?
Ada, tapi di luar negeri yang didukung dengan tren AI dan Semikonduktor.
Mengapa sektor ini rally? Sampai kapan akan berlanjut?
Studi Kasus Panin Global Shariah Equity Fund
Jika pada tahun 2025 AI identik dengan Chip Nvidia dan ChatGPT, sekarang AI dapat ditemukan dalam berbagai variasi. Contoh di WA ada logo ungu yang jika di klik adalah versi AI dari Meta. Anda bisa bertanya banyak hal, mulai dari resep, jalan, hingga bantu buatkan gambar.

Selain versi gratisan, banyak juga versi berbayar baik yang anda berlangganan langsung seperti ChatGPT atau bagian dari bundling seperti Copilot di MS Office. Contoh sebagai pelanggan centang biru di X (Twitter),dapat AI Grok yang bisa diminta tolong menjawab pertanyaan.

Jadi AI itu memang didasarkan pada permintaan bukan hype semata. Yang menggunakan AI mulai dari perorangan, korporasi, hingga perusahaan raksasa global. Dari sekedar bikin tugas, buat gambar dan video, materi presentasi, olah data, mobil otomatis, operator pabrik hingga senjata. Permintaan yang tinggi menciptakan booming kenaikan penjualan tidak hanya di perusahaan Chip seperti NVIDIA tapi juga ekosistemnya secara keseluruhan. Secara sederhana, ekosistem AI dan Semikonduktor yang dibuat dengan AI Copilot dari MS Office sebagai berikut :

Jadi ketika AI booming, Chip Desainer seperti NVDIA dan AMD diuntungkan karena mereka mendesain GPU yang dibutuhkan untuk pengolahan data di AI. Pabrik Chip seperti TSMC dan Samsung diuntungkan karena GPU diproduksi di pabrik berteknologi tinggi. Pabrik Peralatan seperti ASML diuntungkan karena pabrik TSMC menggunakan mesin yang diproduksi mereka. Infrastruktur Cloud seperti Amazon, Microsoft Azure diuntungkan karena pengolahan data membutuhkan data center raksasa yang disimpan di cloud. Penyedia High Bandwidth Memory seperti Micron dan SK Hynix diuntungkan karena pengolahan data AI membutuhkan transfer data berkecepatan tinggi. Gambar di atas masih belum termasuk perakitan rak, dimana chip dalam jumlah besar disusun sedemikian rupa untuk memberikan kecepatan pengolahan optimal hingga sumber energinya.
Saham terkait AI dan Semikonduktor tersebar di berbagai negara di dunia. Mulai dari Amerika Serikat dimana “otak” dan temuan teknologi seperti NVDIA, AMD, aplikasi-aplikasi AI, dari sana. Kemudian “pabrik” di Asia Pasifik seperti TSMC di Taiwan, SK Hynix dan Samsung di Korea. Pembuat mesin Chip yaitu ASML di Belanda. Sayangnya Indonesia belum ada karena masih sebatas hilirisasi barang mineral.
Beruntung, terdapat jenis reksa dana yang diperbolehkan investasi di luar negeri yaitu Reksa Dana Syariah Efek Luar Negeri. Kebijakan investasinya minimum 50% efek syariah luar negeri. Panin Global Sharia Equity Fund (Panin Global) adalah Reksa Dana Syariah. Efek Luar Negeri yang kebijakan investasinya difokuskan pada saham AS. Awal diterbitkan Mei 2023, targetnya cuma mau copy paste SP 500 Shariah. Secara historis 10 tahun terakhir, SP 500 Shariah > SP 500.

Seiring waktu, dengan pemahaman pasar saham US yang semakin baik, Manajer Investasi mengubah pendekatannya dari pasif menjadi aktif dengan harapan dapat mengalahkan kinerja SP 500 Shariah. Dengan strategi overweight sektor AI dan Chip, kinerja Panin Global di atas SP 500 Shariah.

Perbandingan kinerja Reksa Dana Global periode Year to date 11 Mei 2026 sebagai berikutn :

Apakah tren kenaikan harga saham AI masih akan berlanjut?
Berdasarkan laporan keuangan dari Yahoo Finance, perusahaan-perusahaan yang menjadi portofolio dari Panin Global menunjukkan bahwa pertumbuhan penjualan dan laba bersih sangat signifikan. Tren adopsi AI masih di tahap awal, sehingga kenaikan penjualan dan laba bersih diperkirakan setidaknya masih akan bertahan selama 1-2 tahun ke depan.

Apakah kenaikan harga saham sudah terlalu tinggi sehingga ada potensi koreksi?
Ini pertanyaan sulit..
Tapi berdasarkan kinerja historis sejak terbit, rally (kenaikan 2 bulan atau lebih berturut-turut) itu pernah 2 bulan, 5 bulan, dan 6 bulan. Asumsi bulan Mei, masih positif, berarti rally karena AI dan Semikonduktor baru 2 bulan yaitu dari April dan Mei. Jika seperti lalu, bisa 5-6 bulan, maka masih ada potensi kenaikan harga masih mungkin terjadi. Cuma perlu diperhatikan kalau sedang turun, bisa -7% dalam 1 bulan dan pernah turun hingga 3 bulan berturut-turut.

Secara strategi, Panin Global cukup aktif melakukan perubahan portofolio jika dilihat dari FFS dari waktu ke waktu. Ada waktu NVIDIA menjadi portofolio terbesar, ada waktu juga AMD menjadi yang terbesar. Selain aktif, bobot terkonsentrasi sehingga lebih high risk high return.

Meski berinvestasi di luar negeri, Panin Global adalah instrumen reksa dana yang terdaftar di Indonesia. Selain sebagai diversifikasi investasi, bisa juga sebagai pilihan reinvestasi dividen agar bukan objek pajak. Bagi yang berminat bisa unduh iProsper Panin AM.
Happy Holiday

Tinggalkan komentar