22 Mei Pengumuman FTSE : Apakah Akan Mengulang Efek MSCI?

Pengumuman MSCI Mei 2026 cukup mengejutkan karena saham yang keluar banyak sekali selain BREN dan DSSA yang terkena status HSC. Nah, 22 Mei 2026 ini giliran FTSE dengan tanggal efektif 22 Juni 2026.

Apakah akan seperti MSCI juga?

FTSE digunakan oleh Vanguard, Manajer Investasi terbesar kedua dunia. Nomor 1-nya Blackrock (iShares) pakai MSCI. Tapi di segmen ETF, Vanguard no 1. iShares MSCI Emerging Market kelola USD 28.4 M ~ Rp 497 T. Vanguard FTSE Emerging Market ETF kelola USD 159.9 M ~ Rp 2,798 T.

Selain dana kelolaan, ada satu lagi cara kerja yang membedakan ETF Vanguard dengan ETF iShares yaitu universe portofolio. FTSE dan MSCI sama2 punya Small Caps, Medium Caps, dan Large Caps. Di MSCI, Medium dan Large disebut Standard Sementara tidak ada istilah itu di FTSE

iShares MSCI EM hanya beli saham masuk kategori Standard. Yang beli Small Caps, lain lagi ETFnya. Namanya iShares MSCI EM Small Caps. Tapi dana kelolaannya jauh lebih kecil, “cuma” sekitar USD 440 juta ~ Rp 7.7 T. Makanya kalau downgrade dari Standard ke Small, tetap net sell.

Vanguard FTSE VWO tidak seperti iShares yg ada Small dan Standard. Vanguard VWO beli semua mulai dari Small, Medium, dan Large Caps. Jika ada downgrade dari Large / Medium ke Small karena harga turun, tidak terjadi outflow karena masih dalam portofolio yang sama.

Jadwal rebalancing MSCI dan FTSE beda.
MSCI : Februari, Mei, Agustus, dan November.
FTSE : Maret, Juni, September, dan Desember.

Untuk jadwal Juni ini:
Tanggal Pengumuman : 22 Mei 2026.
Tanggal Efektif : 22 Juni 2026

MSCI :
Pengumuman 12 Mei 2026.
Efektif 1 Juni 2026.

Sejak diumumkan 12 Mei sampai saat ini, sedang berlangsung penjualan saham akibat dikeluarkan dari MSCI hingga akhir bulan yaitu 29 Mei. Kalau misalkan nanti di 22 Mei ada lagi saham dikeluarkan FTSE, maka yang menjual bukan hanya ETF MSCI saja, tapi juga ETF FTSE – double.

Sama halnya seperti MSCI, pihak FTSE juga sedang dalam masa pengkajian program reformasi pasar modal yang sedang berjalan di Indonesia. Sebelum pengumuman resmi di Juni ini, FTSE pada 13 Mei 2026 telah menerbitkan informasi Indonesia Index Treatment yang juga dikutip media massa.

Bagi yang awam soal indexing, membaca penjelasan di atas mungkin belum begitu paham. Poin yang ditangkap mungkin saham HSC dikeluarkan yaitu DSSA saja. FTSE telah mengeluarkan saham BREN sejak September 2024 karena konsentrasi kepemilikan saham sebelum istilah HSC populer.

Padahal informasi yang lebih jelas ada di file FAQ

Poin 1

  • Industry Classification Benchmark (ICB) Updates. Artinya misalkan ada perusahaan yang tadi bidangnya properti, tapi berubah menjadi tourisme, maka itu tetap berlaku.
  • Quarterly share updates. Artinya jika perusahaan melakukan right issue dan total lembar saham bertambah, maka tetap berlaku.
  • Quarterly free float decreases only. Artinya % Free Float kalau bertambah, ga berubah, tapi kalau turun berlaku. Contoh misalkan sebelumnya Owner 80% Free Float 20%, kemudian owner jual 3% sehingga jadi 77% dan 23%, tetap yang dipakai 20%. Sebaliknya kalau Free Float berkurang karena Owner buyback 3%,maka Free Float jadi 17%.
  • Large / Mid / Small / Micro-Cap resulting from spin off. Artinya misalkan ada perusahaan melakukan spin off anak usaha contoh ADRO spin off AADI, maka saham ADRO akan direview ulang dan jika tidak memenuhi ketentuan, akan dikeluarkan. Tapi jika tidak melakukan spin off, maka tidak dilakukan review.

Poin 2

Apa yang akan ditangguhkan (continue to be deffered) yang sudah berlaku sejak Maret 2026?

  • Addition to Indices including IPO. Artinya TIDAK ADA anggota baru FTSE sekalipun itu dari saham IPO.
  • Quarterly Free Float Increase. Sejalan dengan Poin 1.3, kalau ada tindakan yang membuat free float naik, ga dihitung. Tapi kalau turun, tetap dihitung.
  • Full index re-ranking changes. Ini yang paling penting, TIDAK ADA Index Re-Ranking. Maksudnya tidak ada yang promosi, pindah antara Large / Medium / Small, dan keluar. Jadi kemungkinan terjadi saham selain HSC dikeluarkan karena tidak memenuhi cut off seperti halnya MSCI adalah sangat kecil.

Poin 11 titik ke dua

Mempertegas penjelasan sebelumnya, dimana sejak Februari 2026, FTSE telah menunda Deletion – resulting from index review. Artinya sejak review Maret 2026, memang tidak ada saham Indonesia yang dikeluarkan.

Poin 12

Menjelaskan bahwa di Juni 2026 ini, akan berlaku

  • Capping, artinya jika bobot terlalu besar, maka akan dibatasi.
  • Deletion of Index Constituent – resulting from takeover / merger, suspension, bankruptcy and delisting, Artinya tetap ada saham yang akan dikeluarkan apabila perusahaan tersebut diambil alih / merger, suspensi, bangkrut, atau delisting. Jika tidak ada status tersebut, maka tetap berada di index. Untuk 2 poin terakhir bisa dibaca sendiri.

Mengacu pada penjelasan di atas, maka setidaknya untuk Juni 2026 ini, tidak ada risiko outflow gara-gara FTSE. Index Re-ranking “kemungkinan” akan berjalan di September 2026 nanti. Ada saham masuk dan saham keluar, dengan catatan dinyatakan sudah normal.

Kesimpulan

Hingga Juni 2026, Indonesia aman dari FTSE. Tekanan rebalancing hanya dari MSCI saja hingga akhir bulan Mei ini. Setelah itu, business as usual. Jika fundamental dan sentimen bagus, harga naik dan sebaliknya. Semoga semakin banyak good news di semester 2.

Have a nice day

Rudiyanto

Tinggalkan komentar

  1. avatar practicallyface67b73b3ab2
  2. avatar Rudiyanto
  3. avatar practicallyface67b73b3ab2
  4. avatar Rudiyanto
  5. avatar bayu