GoTo Terancam Keluar dari MSCI? Begini Cara Menghitung Risiko Likuiditasnya

Saham GOTO sedang banyak cobaan. Gara-gara dipindahkan dari Papan New Economy ke Papan Pengembang, dikeluarkan dari FTSE. Kemudian gara-gara harganya Rp 50 sejak Mei 13 Mei 2026, berpotensi dikeluarkan dari MSCI karena dianggap tidak likuid.

Bagaimana cara hitung Risiko Likuiditasnya?

Karena harga saham terendah untuk pasar reguler adalah Rp 50 dan harga GOTO saat ini di Rp 50, ada kekhawatiran Global Index Provider kalau ETF tidak dapat menjual saham tersebut ketika diperlukan. Dalam istilah pasar modal, kondisi ini dikenal dengan risiko likuiditas.

Likuiditas adalah poin utama global index provider. Bagi investor asing, rugi tidak apa-apa, tapi tidak boleh nyangkut. Mereka harus yakin ketika membeli saham, harus dapat dijual sewaktu-waktu. Risiko likuiditas ini dalam MSCI diukur dengan ATVR (Annual Traded Value Ratio).

Sesuai dengan dokumen MSCI, cara mengukurnya ada 4 langkah :

Sesuai dengan dokumen MSCI, cara mengukurnya ada 4 langkah

Berdasarkan 4 langkah ini, kita akan cob...


Berdasarkan 4 langkah ini, kita akan coba hitung ATVR GOTO pada bulan Mei 2026

1. Daily Traded Value
Harga penutupan x lembar saham transaksi harian. Ternyata walaupun harganya Rp 50, transaksi GOTO masih mencapai puluhan bahkan ratusan miliar. Pada tanggal rebalancing MSCI di akhir Mei, juga ada transksi Rp 132 Miliar.

1. Daily Traded Value
Harga penutupan x lembar saham transaksi harian

Ternyata walaupun harganya Rp...

2. Median Daily Traded Value
Dari proses nomor 1, diambil angka Median. Hal ini untuk menghindari ada transaksi besar dalam 1 hari yang membuat rata-rata jadi tinggi. Data diurutkan, karena ada 16 hari transaksi, diambil Median = data ranking 8 + 9 dibagi 2. Hasilnya Rp 62.5 M.

2. Median Daily Traded Value
Dari proses nomor 1, diambil angka Median
Hal ini untuk menghindari ada...

3. Monthly Median Traded Value (MMTV)
Merupakan angka Median dikalikan dengan jumlah hari transaksi dalam 1 bulan. Pada bulan Mei ada 16 hari kerja, sehingga :
Rp 62.578.195.000 x 16
Rp 1,001,251,120,000

4. Annual Traded Value Ratio
Adalah No 3 bagi Free Float Market Caps akhir bulan x 12.
Free Float MCaps = Total Lembar x Harga x %Free Float.
= 1.140.573.267.220 x 50 x 75%
= 42,771,497,520,750 ~ Rp 42.7 T
ATVR = 1,001,251,120,000 / 42,771,497,520,750 x 12
ATVR Mei 2026 = 28.09%

Dengan cara yang sama, maka ATVR selama 12 bulan terakhir adalah sebagai berikut :

Dengan cara yang sama, maka ATVR selama 12 bulan terakhir adalah sebagai berikut

Untuk bulan Juni 2...


Untuk bulan Juni 2026, baru tersedia dari tanggal 1-10 saja, namun mengingat harga terus konsisten di 50 dan transaksi semakin kecil, tinggal 2 % saja.


Seperti apa ketentuan ATVR di MSCI?

Untuk anggota existing, dalam hal ini GOTO masih sebagai MSCI Standard, berlaku ketentuan :
– Untuk bisa bertahan, minimal harus ATVR 12 bulanan sebesar 10% dan ATVR 3 bulanan 5%
– Untuk evaluasi pada Agustus 2026 nanti, data ATVR yang digunakan adalah per Juni 2026

Untuk anggota existing, dalam hal ini GOTO masih sebagai MSCI Standard, berlaku ketentuan :

- Untuk...

ATVR bulanan yang tadi, harus dihitung lagi 3 bulanan dan 12 bulanan. Caranya sederhana, yang 3 bulanan adalah rata-rata dari 3 bulan. Kemudian yang 12 bulanan adalah rata-rata dari 12 bulanan.
Hasilnya :
3 bulan > 5%
12 bulan > 10%
Jika dari ATVR saja, maka GOTO masih bertahan

ATVR bulanan yang tadi, harus dihitung lagi 3 bulanan dan 12 bulanan

Caranya sederhana, yang 3 bula...

Mengingat Indonesia menjadi perhatian global index provider belakangan ini, jangan-jangan mereka terapkan standar yang lebih ketat. Bisa saja digunakan ATVR yang Juni 2026 saja atau ada pertimbangan lain. Tapi jika sesuai dokumen, harusnya tetap aman setidaknya di Agustus 2026 ini.

GOTO dengan harga Rp 50 memang jadi masalah. Tidak hanya Global Index Provider, tapi juga indeks lokal seperti IDX30 yang menjadi acuan Panin IDX30. Karena harga sudah Rp 50 dan nilai transaksi makin kecil dari waktu ke waktu, ada keengganan untuk reksa dana indeks dan ETF.

Hal ini karena dikhawatirkan reksa dana tidak bisa menjual saham ini waktu nasabah redemption. Pilihannya adalah underweight atau zero. Bobot GOTO sekitar 3% di IDX30, besar tidak, kecil juga tidak, kalau tidak ada, maka ada risiko selisih kinerja reksa dana dengan indeks acuan.

Ada baiknya jika ada saham yang masuk ke indeks utama seperti IDX30, Sri Kehati, atau LQ-45 yang banyak ETF atau reksa dana indeks, dapat diberlakukan pengecualian harga minimal Rp 50. Sekalian saja turunnya bisa sampai Rp 1 sehingga tidak ada kendala likuiditas.

Have a nice day
BUKAN REKOMENDASI BUY SELL HOLD

Rudiyanto

Tinggalkan komentar

  1. avatar practicallyface67b73b3ab2
  2. avatar Rudiyanto
  3. avatar practicallyface67b73b3ab2
  4. avatar Rudiyanto
  5. avatar bayu