IPO Space X (Mungkin) Bikin Saham Turun Dulu, Peluang Beli?

Pada Juni 2026 ini ada Mega IPO perusahaan Elon Musk – Space X (SPCX). IPO SPCX ditargetkan untuk menghimpun dana USD 75 Miliar ~ Rp 1.335 Triliun, dengan valuasi antara USD 1.75 – 2 T setara Rp 31.150 – 35.600 T.
Apakah saham US lain akan terkoreksi sehingga jadi peluang beli?

Mega IPO SPCX menjadi hajatan IPO terbesar dalam sejarah US. Berdasarkan prospektus, 5 Investment banking terbesar dunia ikut terlibat.

Mega IPO SPCX menjadi hajatan IPO terbesar dalam sejarah US

Berdasarkan prospektus, 5 Investment ba...


Lead Global Coordinator :
1. Goldman Sachs
2. Morgan Stanley
3. BofA Securities
4. Citigroup
5. J.P. Morgan

Co Lead Book Runner :
6. Barclays
7. Deutsche Bank Securities
8. RBC Capital Markets
9. UBS Investment Bank
10. Wells Fargo Securities

Co Manager & Regional Distribution Partner :
11. Allen & Company
12. Cantor
13. Needham & Company
14. Raymond James
15. Societe Generale
16. Stifel
17. William Blair
18. BTG Pactual
19. ING
20. Macquarie Capital
21. Mirae Asset Securities
22. Mizuho
23. Santander

🥇 Tier 1 – Lead Global Coordinators
Pemimpin utama IPO, menentukan strategi, pricing, dan distribusi global
🥈 Tier 2 – Co-Lead Bookrunners
Membantu distribusi ke investor institusi global dan wilayah tertentu
🥉 Tier 3 – Co-Managers & Regional Distribution Partners
Memperluas penjualan ke investor regional dan segmen khusus

Dalam analogi olahraga, itu sudah NBA All Star atau Los Galacticos keuangan ngumpul jadi satu. Begitu banyak yang terlibat karena IPOnya tidak hanya ke US, tapi juga Eropa, Jepang, Australia, Korea, Amerika Latin, hingga Silikon Valley (Allen & Company)
Kalau basket, ini NBA All Star, kalau sepakbola, ini Los Galacticos ngumpul semua.

Secara bisnis berdasarkan data 2025, SPCX ada 3 lini yaitu
– Starlink : 61%
– Launch Services : 22%
– AI / XaI : 17%
Per 2025 masih rugi USD 4.94 Miliar ~ Rp 88 T

Secara bisnis berdasarkan data 2025, SPCX ada 3 lini yaitu
- Starlink : 61%
- Launch Services : 22%...

Mega IPO ini juga dimanfaatkan Elon Musk untuk memperkenalkan AI Grok ke dunia korporasi. Sesuai berita di bawah, mulai dari Investment Banking, Auditor, Penasihat Hukum, dan Penasihat Keuangan yang terlibat dalam IPO ini wajib berlangganan Grok (XaI)
finance.yahoo.com

Elon Musk demands that banks advising on SpaceX’s blockbuster IPO must subscribe to his AI chatbot,...

finance.yahoo.com/markets/stocks…

Seberapa besar ranking SPCX ketika sudah IPO dengan valuasi USD 1.75 – 2 Triliun USD?
Berdasarkan data 2 Juni 2026, SPCX akan tercatat sebagai perusahaan terbesar ke 7 di Amerika Serikat setelah Broadcom dan di atas Tesla yang juga milik Elon Musk

Seberapa besar ranking SPCX ketika sudah IPO dengan valuasi USD 1.75 - 2 Triliun USD?

Berdasarkan d...

Untuk ranking global berdasarkan data 2 Juni 2026, akan menempatkan SPCX sebagai perusahaan terbesar no 8 dunia setelah Broadcom dan di atas Saudi Aramco. Booming AI ternyata juga membawa TSMC asal Taiwan dan Samsung asal Korea masuk ke top 10 Market Caps dunia

Untuk ranking global berdasarkan data 2 Juni 2026, akan menempatkan SPCX sebagai perusahaan terbesar...

Dengan IPO sebesar ini, beberapa global index provider bahkan sampai “mengubah” aturannya agar SPCX bisa masuk melalui jalur Fast Track. NASDAQ-100 yang digunakan ETF Invesco QQQ (USD 495 Miliar ~ Rp 8.811 T) mengubah aturan Fast Entry dari 3 bulan menjadi 15 hari setelah IPO. FTSE yang digunakan Vanguard, aturan Fast Entry dari tiap kuartal menjadi 5 hari setelah IPO. S&P500 yang digunakan oleh State Street, sebelumnya harus ada masa tunggu 12 bulan dan mencetak keuntungan, sedang dalam pembahasan menjadi 6 bulan dan potensi pengecualian harus profit. MSCI yang digunakan oleh Blackrock, sudah punya pengalaman dengan IPO Saudi Aramco, dalam 5 hari kerja, Saudi Aramco sudah efektif masuk dalam MSCI.

Dalam rangka IPO ini, investor institusi, perorangan, wall street, silicon valley, sovereign wealth fund, sekuritas di seluruh dunia akan berupaya mendapatkan saham ini. Mungkin saja mereka percaya bisa ARA berhari-hari. Bukan tidak mungkin pada awal Juni ini, sudah ada yang menjual saham untuk memperoleh cash supaya bisa ikut berpartisipasi jadi akan ada tekanan jual. Kemudian ketika SPCX masuk dalam index seperti SP500, NASDAQ, MSCI, FTSE, dan sebagainya, investor reksa dana pasif juga akan melakukan rebalancing dengan menjual saham lain dan membeli SPCX pada tanggal efektif.

Seberapa besar kira2 bobot SPCX dalam berbagai index acuan tersebut?
Nah ini yang menarik, persentase free float yang ditawarkan ke public “hanya” sekitar 3.75 sampai 5%. Kalau di IDX, malah sudah tidak disetujui karena kurang dari 15% berdasarkan aturan terbaru ini. Tapi karena ukuran yang raksasa dan satu-satunya perusahaan swasta yang memonopoli penerbitan roket dan satelit luar angkasa, bisa mendapat pengecualian.

Dengan Free float yang kecil, maka meski ukurannya raksasa, maka bobot di awal juga kecil. Sebagai referensi, Broadcom dengan market caps USD 2.1 T, bobot di MSCI ACWI sekitar 2%, persentase Free Floatnya 98%. Seandainya market caps SPCX juga sama, maka dengan Free Float 5% maka estimasi bobot di MSCI ACWI sekitar 0.10%, di FTSE juga mungkin mirip. Di SP500 dan NASDAQ yang hanya saham US, bisa antara 0.15 – 0.38%.

Perlu dipahami bahwa free float SPCX akan membesar seiring dengan lock off period lewat dan investor awal seperti manajemen dan karyawan melepas sahamnya. Selama proses ini berlangsung dan waktu rebalancing berlangsung, sedikit banyak akan menyebabkan tekanan jual ke harga saham lainnya. Pada saat ini, mungkin bisa jadi kesempatan baik untuk masuk ke pasar saham atau reksa dana yang berinvestasi ke saham US seperti Panin Global. Sebab harga turun bukan karena fundamental, tapi lebih ke efek rebalancing yang sifatnya sementara.

Have a nice day

Rudiyanto

Tinggalkan komentar

  1. avatar practicallyface67b73b3ab2
  2. avatar Rudiyanto
  3. avatar practicallyface67b73b3ab2
  4. avatar Rudiyanto
  5. avatar bayu