GDX dan GDXJ Juni 2026 Resmi Dirilis. Indonesia Dapat Jackpot Lagi?

12 Juni 2026, Market Vector selaku Global Index Provider untuk indeks GDX dan GDXJ telah mengumumkan hasilnya.

GDX – Gold Miner
GDXJ – Junior Gold Miner

Seperti apa hasilnya?
Apakah bad news atau malahan Jackpot untuk Indonesia?

BUKAN REKOMENDASI BUY SELL HOLD

GDX dan GDXJ dikeluarkan oleh Market Vector yang merupakan anak usaha VanEck. VanEck sendiri juga penerbit ETF.

11 Juni 2026
GDX | VanEck Gold Miners ETF

USD 24.38 Miliar ~ Rp 435 T
Ada 2 saham Indonesia ~ 0.85% ~ Rp 3.6 T
AMMN Rp 2.03 T
BRMS Rp 1.57 T
Asumsi kurs 17.850

11 Juni 2026
GDXJ | VanEck Junior Gold Miners ETF

USD 7.61 Miliar ~ Rp 135 T
Ada 4 saham Indonesia ~ 1.56% ~ Rp 2 T
EMAS Rp 1.04 T
BRMS Rp 875 M
ARCI Rp 90 M
PSAB Rp 30 M
Asumsi kurs 17.850

Pertanyaannya :

1. Apakah ada saham Indonesia yang dikeluarkan dari GDX dan GDXJ ?
Jawabannya tidak ada 🎉

2. Apakah ada saham Indonesia baru yang masuk ke GDX dan GDXJ ?
Jawabannya juga tidak ada
Memang emiten yang bisnisnya Tambang emas dan perak sudah masuk semua.

3. Ini yang penting, bagaimana dengan bobot saham apakah mengalami kenaikan, tetap, atau penurunan?
Kita mulai dari GDX dulu
Berdasarkan portofolio GDX per 11 Juni 2026, 1 hari sebelum pengumuman, bobot
AMMN 0.48%
BRMS 0.37%
Berdasarkan review Q2
AMMN 0.53%
BRMS 0.39%

3. Ini yang penting, bagaimana dengan bobot saham apakah mengalami kenaikan, tetap, atau penurunan?...

Artinya ada kenaikan bobot
AMMN 0.48% –> 0.53% setara +0.05%
BRMS 0.37% –> 0.39% setara +0.02%
Dengan asumsi dana kelolaan GDX Rp 435 T, maka kenaikan tersebut setara
AMMN +Rp 217.5 M
BRMS +Rp 87 M
Bukan angka triliunan, tapi still a good news 🎉
Ada alasan asing inflow

Bagaimana dengan GDXJ?
Berdasarkan portofolio GDXJ per 11 Juni 2026, 1 hari sebelum pengumuman, bobot
EMAS 0.80%
BRMS 0.67%
ARCI 0.07%
PSAB 0.02%
Berdasarkan review Q2
EMAS IJ 0.79%
BRMS IJ 0.74%
ARCI IJ 0.05%
PSAB IJ 0.03%

Bagaimana dengan GDXJ?
Berdasarkan portofolio GDXJ per 11 Juni 2026, 1 hari sebelum pengumuman, bobo...

Perubahan:
EMAS 0.80% –> 0.79% setara -0.01%
BRMS 0.67% –> 0.74% setara +0.07%
ARCI 0.07% –> 0.05% setara -0.02%
PSAB 0.02% –> 0.03% setara +0.01%
Dana kelolaan GDXJ Rp 135 T, perubahan setara
EMAS -Rp 13.5 M
BRMS +Rp 94.5 M
ARCI -Rp 27 M
PSAB +Rp 13.5 M
Total masih plus 🍾

NAMUN sebetulnya PSAB itu tidak eligible untuk GDX dan GDXJ, karena free float cuma 7.5% sementara syarat minimal 10%. Memang yang provider ini paling longgar / tidak teliti.

Meski hasil rebalancing GDX dan GDXJ ada saham yang berpotensi mengalami outflow, tapi secara total estimasi inflownya lebih besar. Bahkan sebetulnya kalau GDXJ melakukan rebalancing secara kuartalan, maka AMMN berpotensi masuk ke indeks ini seperti BRMS yang member di 2 tempat.

Sayangnya rebalancing yang ada member keluar masuk di GDXJ hanya semi annual di Maret dan September, berbeda dengan GDX yang tiap kuartalan. Tergantung harganya, ada peluang besar bagi AMMN untuk masuk di GDXJ pada September nanti. Tapi perlu hitung lagi jelang September nanti.

4. Apakah dari GDXJ ada yang berpeluang masuk ke GDX?
Dari 4 saham GDXJ, BRMS sudah anggota GDX. Tinggal EMAS, ARCI, dan PSAB
Dari 3 saham ini, peluang yang lebih besar adalah di EMAS karena market caps yang paling besar.

Ketentuan entry dan exit GDX dan GDXJ menggunakan peringkat coverage Full Market Caps dan Free Float Market Caps. Dari hitung-hitungan Juni 2026, harga EMAS perlu ke sekitar Rp 10.140 untuk bisa masuk ke dalam coverage GDX. Tapi untuk September nanti, harus dihitung ulang lagi.

Secara sentimen, ini salah satu hal positif untuk Indonesia. Semoga semakin banyak ke depannya. Sekali lagi, penyebutan nama-nama saham di konten ini BUKAN REKOMENDASI BUY SELL HOLD. Hitung-hitungan harga juga bukan target teknikal ataupun fundamental.

Have a nice day

Rudiyanto

Tinggalkan komentar

  1. avatar practicallyface67b73b3ab2
  2. avatar Rudiyanto
  3. avatar practicallyface67b73b3ab2
  4. avatar Rudiyanto
  5. avatar bayu