Mau Investasi Reksa Dana Panin Global? Pahami Dulu Peta Bisnis AI

Banyak yang tanya soal Reksa Dana Panin Global. Sebelum bicara kinerja, lebih penting memahami apa yang sebenarnya diinvestasikan supaya lebih paham dengan risk and return-nya.

Ini peta bisnis AI yang menjadi sebagian besar portofolio reksa dana tersebut

Saham di US yang related dengan AI dapat dibagi menjadi 2 kluster :
Hyper Scaler : perusahaan-perusahaan yang sedang membangun infrastruktur AI sendiri dengan dengan tujuan monetisasi di masa depan.
Hyper Enabler : perusahaan-perusahaan yang menyediakan “bahan-bahan” untuk bangun infrastruktur AI.

Hyper Scaler ini ada 2 tipe lagi :
Yang bisnisnya murni AI, seperti ChatGPT yang dimiliki Open AI, Claude yang dimiliki Anthropic, dan Perplexity yang dimiliki secara private. Semuanya bukan perusahaan Tbk sehingga laporan keuangan belum ada, kemungkinan besar per 2026 rata-rata masih rugi.
AI hanya unit bisnis, contoh SpaceX ada 3 lini bisnis langganan internet Starlink (untung), peluncuran Roket (rugi), dan XaI yang merupakan hasil merger antara sosial media X dan AI Grok (rugi).
Contoh yang lain seperti Google – Gemini, Microsoft – Copilot, dan Instragram – Meta
Untuk AI yang menjadi unit bisnis, kebanyakan dari perusahaan induknya sudah Tbk
Kerugian dari unit bisnis AI dapat tertutupi oleh keuntungan dari unit bisnis lain yang memang sangat besar.

Bagaimana cara perusahaan AI ini menghasilkan uang?
Apakah semuanya dari langganan?

Nah ini yang menarik, karena ternyata berbeda-beda.
Sebagai pionir, kalau bicara AI ya ChatGPT. Di halaman langganan, ada pilihan untuk individual dari USD 8 – 100 per bulan dan bisnis yang USD 20 per user dan Enterprise yang hitungannya per token.
Token artinya tiap kali perintah (prompt), itu bayar.
Menurut estimasi yang dibuat oleh ChatGPT sendiri, kontribusi penghasilannya
55-65% Langganan Individu
18-25% Langganan Korporasi
12-20% Bayar per token
1-5% Lainnya seperti iklan, commerce, lisensi

Bagaimana cara perusahaan AI ini menghasilkan uang? Apakah semuanya dari langganan?

Nah ini yang me...
Bagaimana cara perusahaan AI ini menghasilkan uang? Apakah semuanya dari langganan?

Nah ini yang me...

Untuk AI yang muncul belakangan, tergantung fokus bisnisnya kontribusi di atas bisa berbeda. Contoh Claude banyak digunakan institusi, sehingga kontribusinya :
10-20% Langganan Individu
20-30% Langganan Korporasi
55-65% Bayar per token
0-5% Lainnya seperti iklan, commerce, lisensi

Supaya pemakaian tokennya banyak, sekarang juga bermunculan Agentic AI, pada dasarnya AI itu dibiarkan berjalan otomatis. Contoh Ai diperintahkan membaca email yang masuk, membuat template balasan / membalas langsung dalam format yang diinstruksikan, membuat ringkasan, dan mengirimkan ke user secara otomatis seharian penuh. Yang pakai model ini hati-hati, kalau kena spam email dan jumlahnya banyak, tokennya bisa boncos.
Kalau Grok lain lagi, pelanggannya belum banyak sementara kapasitas yang dibangun sangat besar sekali. Jadi sekitar 75-85% dari kapasitas tidak terpakai tersebut disewakan langsung ke kompetitornya. Seperti Claude yang kontrak penyewaan kapasitas komputasi dengan Grok senilai USD 920 juta ~ Rp 16.5 T per bulan.

Yang dilakukan AI adalah menerima instruksi (prompt) dari user secara online, memahami instruksi dan mencari solusi dengan referensi dari berbagai sumber dan hasil latihan (menghitung), dan memberikan jawaban terbaik sesuai tingkat kecanggihan.
Nah tingkat kecanggihan ini, AI meniru iPhone dan Samsung, ada seri-serinya. Seperti Chat GPT pakai nomor GPT 5.3, 5.4, 5.5 dan seterusnya. Seperti Claude pakai nama Haiku, Sonet, Opus, Fable, dan seterusnya. Makin baru makin canggih.
Yang langganan dengan harga murah dan promo, biasanya dikasih tipe yang lama atau akses terbatas pada tipe baru seperti hanya boleh pakai 3-5x prompt atau maksimal xx kali dalam 1 hari.

Hyper Enabler itu banyak tipe karena bangun infrastruktur AI itu komponennya bermacam-macam, antara lain seperti CPU, GPU, HBM, dan SSD.
CPU = Central Processing Unit
GPU = Graphic Processing Unit
HBM = High Bandwidth Memory
SSD = Solid State Drive
Di luar itu tentu masih ada, tapi ini gambaran awamnya saja.

CPU fungsinya seperti pengatur lalu lintas, harus ada di komputer tapi bukan yang utama dalam konteks AI. Produsen CPU seperti Intel dan AMD.
GPU fungsinya tenaga kerja yang melakukan perhitungan dalam AI, inilah fungsi paling utama dan perlu jumlah besar. Produsen GPU seperti NVDIA, AMD juga ada tapi tidak sebesar NVDIA. NVIDIA dan AMD itu desainer chip, pabriknya di TSMC Taiwan.
Supaya hasil perhitungan AI akurat / baik, GPU membutuhkan referensi data sebanyak mungkin dari berbagai sumber, disini peran HBM diperlukan. HBM itu seperti jalan tol, memungkinkan data dan referensi dari banyak sumber ditransfer dalam jumlah besar ke GPU.
Kemudian dia juga berfungsi seperti tempat penyimpanan memory sementara (Dynamic Random Access Memory – DRAM). Maksudnya sementara, jadi kalau komputer dimatikan, data-data yang disimpan itu hilang. Produsen HBM / DRAM itu seperti Micron, Samsung dan Hynix.
Lalu ada SSD, disebut juga NAND, yang menjadi tempat penyimpanan memori permanen. Anggap saja seperti USB, komputer dimatikan data di USB masih ada
Untuk melatih model AI, data-data perlu disimpan secara permanen, disinilah peran SSD tersebut. Produsen SSD itu seperti Sandisk.

Jadi ketika para Hyper Scaler disebut menghabiskan ratusan milliar USD untuk bangun AI, itu maksudnya mereka beli GPU, beli HBM, beli SSD, dan komponen-komponen pendukung lainnya dari para Hyper Enabler. Kenaikan harga saham dari perusahaan Hyper Enabler itu benaran didukung dengan kenaikan penjualan dan laba bersih. Saking besarnya kebutuhan infrastruktur AI, meskipun pabriknya difungsikan 100% dari kapasitas, tetap tidak dapat memenuhi kebutuhan yang ada. Akibatnya harga komponen infrastruktur AI tersebut ikut meningkat dan membuat laba bersih dari para Hyper Enabler tersebut “meledak”.

Jadi ketika para Hyper Scaler disebut menghabiskan ratusan milliar USD untuk bangun AI, itu maksudny...

Kalau begitu, apa risiko yang perlu diperhatikan?
Dalam konteks kinerja perusahaan, bukan harga saham, kekhawatiran investor adalah
1. Para Hyper Scaler tersebut tidak berhasil melakukan monetisasi, sehingga belanja infrastruktur AI diperlambat –> makanya kalau mau ini bertahan lama, jangan pakai yang gratisan.
2. Laba bersih yang tinggi akan mengundang kompetitor baru, China adalah raja manufaktur dunia yang bisa membuat hampir apa saja. Begitu ada alternatif yang lebih murah tapi canggih, maka profit margin dan harga akan turun –> para Hyper Enabler juga pintar, pembeli komponen diikat dengan kontrak jangka panjang untuk kepastian dapat barang dan harga, kalau belinya ga pakai kontrak harga mahal dan tidak jamin ada. Kemudian mereka juga investasi besar-besaran pada research and development sehingga seperti iPhone, selalu ada seri terbaru yang lebih canggih. Contoh NVDIA ada seri Hopper, Blackwell, Rubin, dan sebagainya.
3. Keunggulan AI berarti juga keunggulan di bidang ekonomi, teknologi, dan militer. Karena politis, pemerintah melakukan blokade. Contoh Trump batasin seri dan jumlah GPU yang boleh dijual ke China, kemudian China membatasi ekspor Rare Earth, komponen bahan baku penting dalam semikonduktor –> Kalau ini sudah di luar kendali perusahaan, sama seperti Indonesia yang wanti2 nanti Pidato Presiden mau ngomong apa.

Demikian gambaran tentang peta bisnis AI. Mohon maaf saya bukan orang IT, pemahaman saya akan IT dan juga perusahaan di US juga tidak terlalu mendalam
Apabila ada kesalahan, mohon maklum dan silakan koreksi.
Semoga bermanfaat untuk anda yang berminat investasi ke reksa dana Panin Global. Ingat reksa dana saham itu High Risk High Return.

Have a nice day

Rudiyanto

Tinggalkan komentar

  1. avatar practicallyface67b73b3ab2
  2. avatar Rudiyanto
  3. avatar practicallyface67b73b3ab2
  4. avatar Rudiyanto
  5. avatar bayu