
Data klasifikasi investor dari IDX per Juni 2026 sudah terbit. Data akhir Juni sudah mencerminkan kepemilikan saham setelah rebalancing MSCI pada akhir Mei dan FTSE pada 22 Juni.
Saham apa saja yang di Buy, Sell, dan Hold oleh Mutual Fund (MF) dan Exchange Traded Fund (ETF)?
Pada konten sebelumnya, saya membahas saham yang dimiliki oleh ETF dan MF di atas Rp 100 M dan perbandingan dengan posisi sebelumnya. Namun karena hanya membandingkan angka naik atau turun, selisih 100 lembar juga akan keluar kesimpulan up atau down. Pada konten ini lebih diperjelas.
Untuk yang awam, ETF itu mengikuti indeks acuan seperti MSCI, FTSE, GDX, GDXJ, LQ-45, IDX-30, Sri Kehati dan berbagai variasi indeks lainnya dari dalam dan luar negeri. MF itu strateginya aktif, jadi tidak selalu mengikuti indeks acuan, tapi berdasarkan valuasi, fundamental, story, teknikal, dan metode analisa yang dia tetapkan.
Jadi daftar saham yang digunakan untuk perbandingan adalah Saham yang dimiliki oleh ETF dan MF per Juni 2026 dengan nilai > Rp 100 M.
Selanjutnya berdasarkan persentase perubahan lembar kepemilikan ditetapkan :
+ di atas 3% = Buy
– di bawah -3% = Sell
Antara -3% s/d +3% = Hold
Contoh BBCA oleh ETF
Lembar
Apr 26 – 2,602,956,578
Mei 26 – 2,589,995,171 (turun 0.5% = Hold)
Jun 26 – 2,506,277,015 (turun 3.23% = Sell)
Nominal Rp
Apr 26 – 15,227,295,981,300
Mei 26 – 14,762,972,474,700
Jun 26 – 13,909,837,433,250
Selanjutnya ditampilkan seperti contoh di bawah :

Yang lembar sengaja diambil kesimpulan saja, karena akan terlalu panjang tabelnya.
Cara baca : BBCA dari Apr ke Mei, oleh ETF di Hold.
Dari Mei ke Juni, oleh ETF di Sell.
Per Juni 2026, terdapat 64 Saham yang dimiliki ETF lebih dari Rp 100 M.
Peringkat 1-20 dan Mei ke Juni

Buy : BMRI, GOTO, dan INDF.
BMRI bisa dilihat secara nominal turun dari Rp 9.25 T ke sekitar Rp 9 T, tapi secara lembar, pertambahannya di atas 3%.
GOTO yang harganya 50 dan menjadi concern, ternyata lembarnya juga naik.
Sisanya mayoritas di Sell dan Hold.
Yang Sell 2 bulan berturut-turut ada di AMMN, EMAS, dan ANTM.
Peringkat 21-40 dan Mei ke Juni

Ternyata cukup banyak yang Buy, ada AADI, ENRG, BUMI, UNVR, EXCL, BBTN, AKRA, ISAT, TOWR, JSMR, dan PTRO.
Ada juga yang berturut-turut buy dari Apr ke Mei dan Mei ke Juni seperti BUMI dan AKRA.
Sementara yang Sell berturut-turut ada BREN.
Yang Sell hanya INKP dan JPFA, sisanya Hold.
Peringkat 41-64 dan Mei ke Juni

Mayoritas Buy dan Hold.
Yang berturut-turut Buy sejak April ada MBMA, GGRM, BFIN, FILM AVIA, MAPA dan ARTO.
Hanya TKIM yang berturut-turut Sell.
Secara agregat, kepemilikan ETF di saham.
April 2026 – Rp 115 T
Mei 2026 – Rp 100 T
Juni 2026 – Rp 86 T
Selanjutnya adalah kepemilikan saham oleh Mutual Fund (MF). Per Juni 2026, terdapat 163 Saham yang kepemilikan oleh MF di atas Rp 100 M.
Peringkat 1-25

Mayoritas Hold dan Sell.
BBCA yang harganya sempat turun dalam, ternyata oleh MF Hold 2 bulan berturut-turut.
Yang Buy hanya ada AMMN, MDKA, AADI, dan TINS, tidak ada yang berturut-turut.
Yang Sell berturut-turut ada BMRI dan MAPI.
Khusus BMRI, jika dibandingkan dengan ETF yang Buy, menunjukkan bahwa ETF dan MF memiliki strategi yang berbeda.
Peringkat 26 – 50

Di range ini masih didominasi Sell dan Hold.
Yang Buy cuma ada TPIA, BUMI, ITMG, dan PWON.
Khusus PWON, Buy terjadi 2 bulan berturut-turut.
Untuk Sell yang berturut-turut ada INKP, INCO, MEDC, dan ADMR.
Peringkat 51 – 75

Ternyata tetap didominasi oleh Sell dan Hold.
Yang Buy dan berturut-turut ada TAPG.
Yang Sell berturut-turut ada NCKL, HRTA, BFIN,SSIA,INDY, dan ARCI.
Untuk SOHO saya ada catatan karena, kepemilikan senilai Rp 661 M tersebut, jumlah lembarnya sama dengan kepemilikan atas nama Prysselius Limited yang terdaftar di Hong Kong.
Dari namanya itu, tipe yang lebih tepat adalah Corporation, tapi ternyata dikategorikan Mutual Fund.
Hal ini menunjukkan bahwa KSEI masih perlu cek kategori klasifikasi investor atau meminta pihak pelapor mendefinisikan dengan benar.
Peringkat 76 – 100

Tetap dominan Sell dan Hold.
Yang Buy cuma DEWA, APIC, dan PTRO.
Khusus untuk PTRO, buy 2 bulan berturut-turut.
Catatan khusus BINA, yang turun dari Rp 3 T menjadi Rp 400 M, ketika di cek, tidak ada net sell besar, kemungkinan ada perubahan klasifikasi.
Peringkat 101 – 125

Tetap dominasi Sell dan Hold.
Ada BANK dan PRDA yang Buy.
Lalu hanya BANK yang Buy 2 bulan berturut-turut.
Yang Sell berturut-turut ada TKIM dan RAJA.
Peringkat 126 – 150

Tetap dominasi Hold dan Sell.
Ada PANI dan WIIM yang Buy 2 bulan berturut-turut.
Lalu yang Sell 2 bulan berturut-turut ada SCMA, DSSA, dan BIRD.
DSSA yang dikeluarkan oleh MSCI pada Mei dan FTSE pada Juni, ternyata masih dimiliki MF sebesar Rp 181 M.
Peringkat 151 – 163

Tidak ada yang Buy disini, hanya Sell dan Hold.
Secara agregat, kepemilikan Saham oleh MF.
April 2026 – Rp 562 T
Mei 2026 – Rp 515 T
Juni 2026 – Rp 462 T
Jadi kalau ditanya, siapa Asing yang banyak sell di bulan Juni lalu, menurut saya kontributor utamanya adalah MF yang sekitar 80an% dimiliki asing. MF menggunakan pendekatan aktif, banyak yang Sell, artinya meski harga turun mereka tetap jual karena tidak ada sentimen / katalis positif. Semoga kebijakan pemerintah bisa lebih baik ke depannya, sehingga ada alasan bagi mereka untuk masuk kembali.
Seluruh data bersumber dari IDX yang diolah
Pembahasan Bukan rekomendasi Buy, Sell, Hold
Have a nice day

Tinggalkan komentar