51 Saham Sudah Masuk HSC, Tapi Masalahnya Belum Selesai

Dengan Price Impact Ratio, penghuni HSC naik dari 14 menjadi 51 saham. MSCI dan FTSE sudah memiliki prosedur penyesuaian untuk saham HSC yaitu dikeluarkan, tapi IHSG belum.
Apakah saham HSC di IHSG juga harus dikeluarkan?
Bagaimana prosesnya supaya tidak bermasalah?

Saham ditetapkan HSC bukan menandakan adanya pelanggaran peraturan pasar modal. Saham masuk HSC artinya memiliki tingkat konsentrasi kepemilikan yang sangat tinggi di tangan segelintir pemegang saham pengendali atau pihak terafiliasi. Investor disarankan agar lebih berhati-hati.

Bagi global index provider seperti MSCI dan FTSE, saham HSC mengindikasikan risiko likuiditas dan fluktuasi harga yang tinggi. Yang sudah terlanjur jadi anggota, akan dikeluarkan di review berikutnya. Yang belum jadi anggota, harus menunggu 1-2 tahun setelah status HSC dicabut.

Di Indonesia, ketentuan yang mirip MSCI dan FTSE untuk saham HSC baru diterapkan pada LQ-45, IDX-30, dan IDX-80. Yang sudah terlanjur jadi anggota akan dikeluarkan di review berikut dan tidak bisa masuk selama masih berstatus HSC. Meski demikian, untuk IHSG belum ada penyesuaian.

Di Panin Asset Management, ada 10 Reksa Dana Saham.
Tolok ukur yang digunakan :
1 Reksa Dana Global – S&P 500 Shariah
2 Reksa Dana Indeks – IDX30 dan Sri Kehati
1 Reksa Dana Syariah – Indeks Saham Syariah Indonesia

6 Sisanya menggunakan IHSG sebagai benchmark. Jadi mayoritas memang IHSG kecuali tipenya berbeda. Saya tidak tahu dengan MI lain, tapi nampaknya tidak jauh berbeda prakteknya.

Sebelum ada “drama” MSCI-HSC inipun, sebenarnya beberapa MI yang saya kenal sudah mempertanyakan validitas IHSG dijadikan benchmark karena terdapat saham-saham yang likuiditasnya sangat terbatas tapi bobotnya besar di IHSG. Yang sebelumnya pakai IHSG juga perlahan mengubah benchmark lain karena tidak replicable. Untuk itu sebagai Manajer Investasi lokal pengguna jasa IDX, jika ada perbaikan pada metode IHSG terkait HSC ini akan sangat diapresiasi.

Hanya saja secara teknis, IHSG berbeda dengan LQ-45. Apabila ada member LQ-45 yang dikeluarkan karena HSC dengan bobot (misalnya) 3%, pada saat keluar, LQ-45 tidak turun 3%. Yang terjadi adalah pergantian member, dan secara teknis saham yang keluar itu tidak membuat LQ-45 jatuh.

IHSG berbeda, karena mencerminkan semua saham yang ada di Bursa Efek Indonesia, dia tidak bisa melakukan pergantian member. Yang bisa bobotnya dari 3% menjadi 0%. Tapi kalau ini yang dilakukan, maka berpotensi membuat IHSG turun 3%.

Sebagai referensi dari data 16 Juli top 25 Market Caps, ada 9 saham yang masuk HSC
Bahkan dari 10 besar, 4 diantaranya masuk ke HSC. Market Caps DCII, BREN, BYAN, dan MORA jika dijumlahkan mencapai Rp 1.633 T hampir setara dengan gabungan BBCA, BBRI, dan BMRI.

Sebagai referensi dari data 16 Juli top 25 Market Caps, ada 9 saham yang masuk HSC

Bahkan dari 10 b...

Hanya saja secara persentase, bobot di IHSG bukan dihitung dari Market Caps, tapi Free Float Adjusted Market Caps (FFAMC). Jadi dari Market Caps di atas, dikalikan lagi dengan Free Float, kemudian karena di IHSG ada batasan maksimal 9% per saham, angka free float disesuaikan.

Contoh FFAMC BCA
Market Caps x Free Float
Rp 759.7 T x 31.45%
Rp 238.9 T

Free Float BBCA sebenarnya di 42.13%, tapi jika dengan angka ini, maka bobot BBCA di atas 9%, maka dilakukan penyesuaian oleh IDX menjadi 31.45%. Angka Free float versi IDX untuk masing2 indeks ini bisa didapatkan dari website bursa. Bobot dihitung dengan FFAMC BBCA dibagi FFAMC semua saham pada tanggal yang sama.
Rp 238.9 T / Rp 2,657.4 T
= 8.99%

Angka FFAMC ini juga yang menentukan perubahan IHSG dari hari ke hari.
Contoh FFAMC total semua saham di IHSG adalah :
15 Juli 2026 – 2,628,652,445,650,610
16 Juli 2026 – 2,657,469,742,163,020
Jika diselisihkan, dari 15 Juli ke 16 Juli +1.10%
Angka ini sama persis dengan IHSG.
15 Juli 2026 – 6041.97
16 Juli 2026 – 6108.21
Kalau dihitung persentase kenaikannya juga +1.10%

Sebetulnya IHSG itu dihitung dari FFAMC dibagi dengan angka divider yang terhitung secara sistem di IHSG.

Top 25 Peringkat dan bobot saham HSC dalam IHSG FFAMC 16 Juli 2026 sebagai berikut :

Top 25 Peringkat dan bobot saham HSC dalam IHSG  FFAMC 16 Juli 2026 sebagai berikut

Dari top 25 FFA...


Dari top 25 FFAMC, terdapat 6 yang HSC, lebih sedikit dibandingkan versi Market Caps. Kemudian dari top 10 ada 4 yang HSC. Total bobot dari top 25 jika dijumlahkan adalah 12.54%. Ini pun dengan harga Juli setelah koreksi dalam, sebelum ini tentu jauh lebih besar lagi.

Jika 51 saham HSC dijumlahkan totalnya 17.33%. Kemudian secara peringkat bervariasi. Ada yang masuk top 100, hingga urutan 925 dari total 965 saham yang terdaftar di IHSG.

Jika 51 saham HSC dijumlahkan totalnya 17.33%

Kemudian secara peringkat bervariasi
Ada yang masuk t...

Secara matematis jika 51 HSC dengan bobot 17.33% ini diturunkan jadi 0%, maka FFAMC akan berkurang 17.33% artinya IHSG juga akan turun dengan persentase yang sama. Kalau menggunakan IHSG 16 Juli 2026 sebagai patokan maka 6108.21 turun 17.33% setara 5049. Tiba-tiba IHSG turun ke 5050 padahal harga saham tidak berubah tentu akan jadi headline lagi. Jadi kalaupun mau dikeluarkan dari IHSG, tidak bisa menggunakan penurunan bobot.

Apa yang bisa dilakukan??
Menurut saya bisa menggunakan metode seperti waktu saham IPO tapi dibalik
Contoh, asumsi FFAMC :
15 Juli 2026 – 2,628 T
16 Juli 2026 – 2,657 T
Selisih +1.10%

16 Juli ada Mega IPO saham baru senilai FFAMC Rp 10 T yang hari pertama naik 30% sehingga menjadi Rp 13 T
Jadinya
15 Juli 2026 – 2,628 T
16 Juli 2026 – 2,657 T + 10 T + 3 T= 2,670 T
Selisih +1.59%

Angka +1.59% itu overstated karena mengganggap naiknya 13 T, padahal harusnya cuma 3 T saja. Untuk itu, biasanya dibuat FFAMC bayangan di 15 Juli.
15 Juli 2026 – 2,628 T + 10 T = 2,638 T
16 Juli 2026 – 2,657 T + 10 T + 3 T= 2,670 T
Selisih +1.21%
Kalau penyesuaian karena saham baru bisa, maka sebaliknya kalau saham dikeluarkan juga bisa.

Per 16 Juli 2026, dari 51 saham HSC, nilai FFAMCnya mencapai Rp 460 T. Katakan di take out tanggal 16 Juli, kemudian harganya turun sekitar 9% para hari itu, sehingga total menjadi Rp 420 T atau turun Rp 40 T
15 Juli 2026 – 2,628 T – 460 T = 2,168 T
16 Juli 2026 – 2,657 T – 460 T – 40 T = 2,157 T
Selisih -0.50%

Tentu saja ini hanya estimasi, perhitungan yang sebenarnya perlu dilakukan dengan menggunakan data real time. Tapi paling tidak, efek penyesuaian di IHSG hanya sebatas penurunan harga waktu dikeluarkan, bukan sama dengan pokok-pokoknya.

Dengan mengeluarkan saham HSC dari IHSG, maka reksa dana yang menggunakan IHSG sebagai benchmark akan terbantu. Sebab dia tidak lagi terpaksa harus beli saham kurang likuid supaya kinerjanya mendekati IHSG. Jika setelah itu, kinerjanya masih tetap kalah dengan IHSG, sudah tidak bisa beralasan banyak lagi. Memang Asset Allocation dan Stock Pickingnya kurang canggih saja. IHSG juga akan lebih representatif mencerminkan kinerja pasar modal Indonesia. Bagaimanapun ketika dibandingkan dengan pasar modal negara lain, tetap IHSG yang dijadikan acuan.

Have a nice day

Rudiyanto

Tinggalkan komentar

  1. avatar practicallyface67b73b3ab2
  2. avatar Rudiyanto
  3. avatar practicallyface67b73b3ab2
  4. avatar Rudiyanto
  5. avatar bayu