
Hitung Masuk-keluar saham GDX sudah. Sekarang giliran hitung bobotnya.
Ternyata GDX tidak sekadar pakai Free Float Market Cap / total market cap.
Ada mekanisme Large Weights, Small Weights, capping 45%, minimum 5%, dan maksimum 4,5%.
Begini step by step hitungannya 👇
Berdasarkan konten sebelumnya, belum ada anggota GDXJ yang dipromosikan ke GDX atau anggota GDX yang dikeluarkan pada review September 2026 ini. Untuk saham baru, karena tidak ada datanya, diasumsikan juga tidak ada. Sehingga diasumsikan anggota GDX sama.
Berdasarkan dokumen GDX untuk review September 2026 :
1. Data 31 Agustus 2026 sebagai landasan penentuan promosi, demosi, dan keluar masuk.
2. Data 9 September 2026 untuk perhitungan bobot.
3. Diumumkan 11 September 2026 dan akan efektif 18 September 2026.
Karena pada saat konten ini dibuat, data 9 September belum tersedia, maka digunakan data per 4 September 2026.
Langkah-langkah perhitungan mengacu ke dokumen GDX:
1. Data diurutkan berdasarkan Free Float Market Capitalization (FFMC).
2. Dibagi dalam 2 kelompok Large-Weights (LW) dan Small-Weights (SW).
3. LW dibatasi di 45% maks 20% min 5%, dan SW 55% maks 4.5%.
4. Ada perlakuan khusus untuk perusahaan-perusahaan dengan exposure emas dan perak kurang dari 50%, yaitu maksimal 20%.
Dari poin di atas, yang no 4 datanya tidak dipublikasikan sehingga bagian ini saya asumsikan semua saham exposure emas di bawah 50% kurang dari 20%

1. Bobot FF Mcaps
Berdasarkan data dari GDX, Free Float Market Caps per 4 September 2026 adalah sebagai berikut :

Dari daftar tersebut, terdapat 2 saham Indonesia yaitu AMMN dan BRMS. Selanjutnya dihitung bobot masing-masing saham berdasarkan perbandingan FF Mcaps dengan total.
2. Large Weights LW dan Small Weights SW
LW adalah saham dengan bobot di atas 4.5%, minimal 5 dan maksimal 9. Dari contoh di bawah adalah dari Newmont Corp sampai Franco, total ada 6 saham LW.

Total bobot dari LW adalah maksimal 45%, apabila lebih maka disesuaikan dengan capping factor. Jumlah dari 6 saham tersebut 51.22%, karena lebih dari 45% dikenakan Capping Factor pertama yaitu 45 / 51.22 = 0.8786. Selanjutnya Bobot dikalikan Capping Factor 1 didapatkan Bobot LW 1.
Selanjutnya untuk LW ada ketentuan minimum 5%. Dalam hal ini Anglogold dan Franco melanggar karena bobotnya kurang. Untuk itu kedua saham ini bobotnya min 5%, kekurangannya diambil dari 4 saham LW lain sesuai total bobot 4 saham, sehingga hasil akhir menjadi LW Min 5%. Total kekurangan dari 2 saham adalah 0.84%.
Berdasarkan bobot dari 4 saham LW, selisih 0.84% ini dikurangkan secara proporsional baru kemudian diperoleh bobot final LQ Min 5%

Setelah LW, selanjutnya dihitung yang SW
Total dari semua SW adalah 48.78%, seharusnya SW itu 55%, oleh karena itu Capping Factornya 55% / 48.78% = 1.1276.
Selanjutnya angka Bobot dikalikan Capping Factor 1.1276.
Kemudian di cek lagi apakah terdapat saham yang bobotnya di atas 4.5%, kebetulan tidak ada, sehingga bobot akhir sama dengan bobot SW 1. Jika ternyata ada, maka dilakukan capping factor kedua, dimana kelebihannya didistribusikan ke saham SW lain proporsional sesuai bobotnya.

Apabila seluruh angka di atas tidak ada perubahan pada 9 September 2026 dan ini menjadi bobot final, maka untuk saham Indonesia di GDX ada 2 saham yaitu :
AMMN 0.52%
BRMS 0.40%
VS angka riil di GDX per 4 September 2026
AMMN 0.53%
BRMS 0.41%
Akan ada penurunan bobot 0.01%. Selisih ini amat kecil, bisa jadi tidak ada perubahan tapi hanya selisih pembulatan saja.
Per 4 September 2026, VanEck GDX merupakan raksasa ETF berbasis emas dengan dana kelolaan USD 30.26 Miliar.
Asumsi kurs Rp 17.700 setara ~Rp 535,6 T
0.01% dari Rp 535.6 T setara ~Rp 53.5 M
Bukan angka yang terlalu besar, akan lebih bagus lagi jika pada 9 September nanti ternyata harga lebih tinggi dibandingkan saham lain sehingga saham Indonesia bisa mendapat inflow dari ETF ini.
Apakah cara hitung ini sama dengan GDXJ?
Tidak, cara hitung GDXJ lebih unik dibandingkan GDX karena ada asumsi bobot yang bersifat tetap.
Lebih lengkapnya akan dibahas di konten mendatang.
Disclaimer
1. Perhitungan ini mengasumsikan tidak ada saham baru dalam GDX baik dari promosi GDXJ ataupun tambahan dan tidak ada saham yang keluar.
2. Harga saham dan kurs yang dijadikan acuan untuk bobot adalah 9 September 2026.
3. BUKAN REKOMENDASI BUY SELL HOLD.

Tinggalkan komentar