
Aturan harga minimum saham Rp50 jadi Rp1 masih tertunda.
Transaksi GOTO sepi di pasar reguler, ramai di pasar nego.
Jika diperhatikan baik-baik, ternyata ada peluang dapat “uang gratis” GOTO di pasar nego?
Bagaimana cara ambilnya?
Tiap kali cek harga saham GOTO di RTI, tampilannya seperti denyut nadi pasien yang tidak berhasil diselamatkan di ruang ICU. Transaksi memang ada, tapi cuma ratusan juta saja, sementara antrian jual di harga Rp 50 bisa ratusan miliar bahkan triliunan.

Tapi pas cek nilai transaksi pasar nego, selalu ada transaksi. Bahkan nilainya cukup signifikan mencapai puluhan miliar. Contoh pada data 10 September 2026, transaksi pada harga Rp 29 dan Rp 30 mencapai Rp 90 Miliar. Tapi ini adalah informasi yang sudah done, bukan bid offer berjalan.

Bid Offer di pasar nego sebetulnya bisa di cek, contoh menggunakan aplikasi Post-Pro Panin Sekuritas, sebagai berikut :

Klik OrderBook kemudian NG.
Angka volume di bawah sini bukan dalam lot tapi lembar.
Di antrian nego Bid ~ Investor mau beli
YP 33 x 1000 = Rp 33.000
YP 33 x 100k = Rp 3.3 juta
EP 30 x 100m = Rp 3 miliar
EP 30 x 51 M = Rp 1.53 miliar
dstnya.
Di antrian Nego Offer
HD 25 x 500k = Rp 12.5 juta
YP 25 x 4k = Rp 100 rb
..
RX 29 x 100m = Rp 2.9 miliar
Kalau bid dan offer di pasar reguler, harga akan match dengan sendirinya dan akan terbentuk harga penutupan di 33. Sayangnya di pasar nego, walau harganya match, transaksi tidak match dengan sendirinya. Pihak pembeli / penjual harus menelepon ke pihak lawan untuk memastikan done.
Contoh ada EP mau beli Rp 30 sebanyak 100 juta lembar setara Rp 3 M, melihat antrian jual yang di bawah 30, tentu akan otomatis done. Tapi tidak bisa, harus broker dari investor yang punya barang misalkan CP, menelepon ke EP konfirmasi mau jual di harga tersebut baru done.
Andaikan Offer dari RX diambil
29 x 100M = Rp 2.9 M – beli
Kemudian Bid dari EP diambil
30 x 100 M = Rp 3 M – jual
Langsung untung Rp 100 juta
Seperti “uang gratis”, bahkan tidak perlu keluar uang sama sekali kalau limit transaksinya cukup.

Begitu saya scroll terus ke bawah, transaksi offer di pasar nego hasilnya sebagai berikut :

Jika semua yang harga Rp 30 dibeli
YP Rp25 × 4.000 = Rp100rb
HD Rp25 × 500.000 = Rp12.5 jt
RS Rp26 × 9.000.000 = Rp234 jt
CP Rp26 × 536 = Rp13.936
YP Rp27 × 3.000 = Rp81rb
RS Rp28 × 9.000.000 = Rp252 jt
HD Rp29 × 200.000.000 = Rp5.8 miliar
RX Rp29 × 100.000.000 = Rp2.9 miliar
Total
318.507.536 lembar
Nilai beli = Rp9.198.694.936 ≈ Rp9,20 miliar
Kemudian dijual di harga Rp 30
318.507.536 × Rp30 = Rp9.555.226.080
Langsung untung Rp 350juta.
Cuman repotnya tidak bisa seperti pasang bid offer, tapi broker tempat kamu bertransaksi literally harus menelepon ke broker lawan satu per satu untuk transaksi beli dan jual. Kalau ada 8 offer kamu ambil, dia harus telpon dan konfirmasi 8X. Bisa juga keduluan orang lain offer tersebut telah diambil orang lain. Jadi adu cepat dan adu dekat.
Dalam beberapa kasus, bisa saja broker kamu tidak mengenal baik broker di pihak seberang sehingga tidak tahu siapa yang harus dihubungi. Bisa juga karena sudah kenal dekat, transaksi kamu diprioritaskan. Transaksi pasar nego tidak mengenal antrian.
Jadi cara untuk mengambil “uang gratis” ini mengandalkan kehandalan broker tempat kamu bertransaksi. Kalau tidak ketemu bid dan offer yang bagus, bisa juga pasang iklan sehingga muncul sebagai bid dan offer di atas yang nantinya akan dihubungi pihak lawan.
Transaksi nego ini memang tidak umum, apalagi zaman sekarang yang apa-apa serba aplikasi dan kurang mengandalkan broker perorangan ini.
Tapi peluang itu ada. Tinggal mau dicoba atau tidak.
Hati-hati investasi saham bisa rugi.
Semoga bermanfaat
BUKAN REKOMENDASI BUY SELL HOLD

Tinggalkan komentar