
Hasil review GDX dan GDXJ September 2026 telah terbit,
Mohon maaf, saya salah guys 😅😅
Tidak ada saham Indonesia yang keluar ataupun masuk, hanya bobot saja yang berubah. Prediksi saham AMMN akan masuk ke GDXJ ternyata meleset.
Apa yang saya lewatkan?
Berikut review saya
Khusus untuk saham Indonesia, hasil review GDX September 2026 dan bobotnya sebagai berikut :
AMMN 0.74%
BRMS 0.48%
Data diambil dari pengumuman GDX :

Vs posisi riil kepemilikan oleh ETF GDX yang dikelola VanEck
USD 29.13 Miliar ~ Rp 512,6 T
Bobot ETF 10 September 2026
AMMN 0.60%
BRMS 0.41%
Apabila ETF replicate 100%, maka 18 September nanti :
AMMN 0.60% -> 0.74% +0.14% ~ Rp 717 M
BRMS 0.41% -> 0.48% +0.07% ~ Rp 358 M
Data diambil dari VanEck GDX :

Untuk GDXJ, bobot saham Indonesia :
BRMS 0.88%
EMAS 0.57%
ARCI 0.08%
PSAB 0.02%
Data diambil dari pengumuman GDXJ September 2026

Vs posisi riil kepemilikan oleh ETF GDXJ yang dikelola VanEck
USD 9.26 Miliar ~ Rp 162.9 T
BRMS 0.78%
EMAS 0.74%
ARCI 0.05%
PSAB 0.02%
Apabila ETF replicate 100%, maka 18 September nanti :
BRMS 0.78% -> 0.88% +0.10% ~ +Rp 162.9 M
EMAS 0.74% -> 0.57% -0.17% ~ -Rp 277 M
ARCI 0.08% -> 0.05% -0.03% ~ -Rp 48.8 M
PSAB 0.02% -> 0.02% tetap
Data diambil dari VanEck GDX

Perlu diingat, bahwa posisi portofolio 10 September 2026 riil di ETF ini bisa berubah dari waktu ke waktu. Perubahan yang benar-benar terjadi adalah tanggal 17 September 2026 vs 18 September.
Contoh misalkan BRMS itu bobot baru 0.88% vs 10 September 0.78% sehingga naik +0.10%. Bisa jadi pada 17 September 2026 bobot riilnya sudah 0.85% sehingga cuma naik +0.03% bukan +0.10%. Kemudian ETF biasanya memiliki kebijakan untuk tidak replikasi 100%, artinya bobot riilnya tidak harus sama persis dengan ETF, bisa lebih besar atau lebih kecil.
AMMN gagal masuk ke GDXJ, apa yang salah?
Terus terang saya juga penasaran, kemudian saya baca ulang lagi aturan ketentuan GDXJ. Ketentuannya “Only Companies ranking between 60-98% qualify for selection”. Masih sama, sepanjang masuk coverage 60-98 berdasarkan full market caps.

Dengan menggunakan universe yang baru per data September ini, saya lakukan kalkulasi ulang.

Ternyata masih konsisten, AMMN masuk dalam coverage 66.08% ~ range 60-98% sehingga seharusnya tetap eligible.
Apakah karena faktor kontribusi emas kurang dari 50%?
Berdasarkan informasi perusahaan pada full year 2025, kontribusi penghasilan emas adalah sekitar (454 + 233) / 1847 adalah sekitar 37% dan dari dulu selalu di kisaran 30%an.

Memang ada aturan kalau saham member baru pureplay >50% di emas atau perak, tapi anggota lama boleh >25%. Tapi kalau itu aturannya, mengapa AMMN bisa masuk ke GDX? Sebab aturan pureplay di GDX dan GDXJ itu sama. Karena secara coverage dan bisnis masuk, terus terang saya tidak menemukan alasan mengapa saham ini tidak masuk karena alasan kuantitatif. Kemungkinan lain karena alasan kualitatif yang alasannya hanya diketahui oleh index provider itu sendiri.
Anomali lain yang saya perhatikan adalah member keluar.
Pada pasal yang sama, anggota existing yang bisa bertahan adalah
55-60%, 60 – 98% dan 98 – 99%.
Artinya saham yang di atas 99% itu akan keluar. Hitungan saya ada 27an saham yang masuk di coverage 99% ke atas.

Tapi kenyataannya hanya ada 2 saham yang dikeluarkan dan 44 saham baru yang masuk. Akibatnya anggota GDXJ naik dari 109 ke 151.
Contoh saham-saham baru yang masuk ke GDXJ sebagai berikut :

Menurut saya ini juga tidak konsisten dengan dokumen yang disampaikan.
Berbeda dengan MSCI dan FTSE yang dokumen dan metodenya cukup rigid dan ketika ada metode baru, kemudian dipublikasikan. Yang GDX dan GDXJ ini menurut saya masih belum sekonsisten ini. Bisa jadi karena masih relatif baru.
Anyhow, saya mohon maaf ternyata prediksi sebelumnya salah. Semoga yang berikut bisa lebih baik lagi.
Have a nice day
BUKAN REKOMENDASI BUY SELL HOLD

Tinggalkan komentar