
Yang menjadi sengketa dalam sidang harta gono gini biasanya tidak jauh-jauh dari rumah, kendaraan, aset investasi, dan hak asuh anak.
Di Singapore ada kasus hukum yang unik, 2 doggie peliharaan menjadi rebutan hingga istri menggugat mantan suami ke pengadilan.
Apa putusan hakim?
Suami inisial XSN 👱🏼♂️
Istri inisial XSO 👱♀️
XSN dan XSO menikah pada Februari 2020, kemudian bercerai pada Februari 2024. Tentang Gono Gini diputuskan Mei 2024.
Isinya :
– Rumah dijual 50 : 50
– Tidak ada kewajiban nafkah
– Aset lainnya diputuskan: “Each party shall retain their respective assets in their own names”. Artinya aset yang atas nama masing-masing tetap jadi milik masing-masing.
Pada Maret 2025, 👱🏼♀️ menggugat mantan suami 👱🏼♂️ ke pengadilan karena 2 doggie 🐶🐶 X dan Y dengan tipe Beagle diambil tanpa izin.
Isi gugatannya :
1. 👱🏼♂️ melanggar putusan pengadilan selama X dan Y belum dikembalikan.
2. 👱🏼♂️ diberikan sanksi denda dan atau penjara atas pelanggaran ini.
3. 👱🏼♂️ menanggung biaya hukum yang dikeluarkan 👱🏼♀️.

X adalah jantan lahir 24 Februari 2015, dibeli oleh mantan suami 👱🏼♀️, sebut Mr A 👨🏽💼 pada tahun 2016. Jadi 👱🏼♀️waktu menikah dengan 👱🏼♂️ berstatus cerai hidup.
Y adalah jantan lahir 5 Apr 2019. 👱🏼♂️ mengadopsi Y dari Miss B, temannya dan seorang dog breeder setelah melihat iklan di Facebook.
Kedua doggie ini secara akta, terdaftar atas nama istri 👱🏼♀️ di Animal and Veterinary Service (AVS).
X: lisensi sejak Juli 2016
Y: lisensi sejak Januari 2025
Mengutip putusan pengadilan perceraian, dimana “aset” menjadi milik sesuai nama, 👱🏼♀️ mengganggap kedua doggie miliknya.
Tentang 🐶🐶 menjadi masalah ketika 20 Januari 2025, 👱🏼♂️ keluar dari rumah sambil membawa X dan Y. Pada 27 Januari 2025, 👱🏼♀️ melakukan somasi kepada 👱🏼♂️ untuk segera mengembalikan. Namun 👱🏼♂️tidak kunjung mengembalikan juga yang akhirnya berujung pada gugatan pengadilan.
Argumentasi 👱🏼♀️
1. X dan Y atas nama 👱🏼♀️.
2. Putusan pengadilan semua aset menjadi hak milik sesuai namanya.
3. 👱🏼♂️ mengambil X dan Y, artinya dia melanggar perintah pengadilan.
Dia melampirankan 147 foto, invoice dokter hewan, dan pet shop yang menunjukkan dia merawat kedua 🐶🐶.
Pembelaan 👱🏼♂️
1. X dan Y tidak pernah dibahas dalam proses perceraian dan kesepakatan gono gini, sehingga sejak awal 👱🏼♂️ berasumsi 🐶🐶 ikut dia.
2. Menurut 👱🏼♂️ doggie adalah makhluk hidup, bukan aset gono gini yang bisa dinilai dan dibagi.
3. Mantan suami 👱🏼♀️ pernikahan sebelumnya MR A menyatakan bahwa dia adalah pemilik sebenarnya 🐶 X karena dia yang membayar dan dia juga memberikan izin kepada 👱🏼♂️ untuk memelihara X.
4. Untuk 🐶 Y, 👱🏼♂️ bisa membuktikan bahwa memang dia yang mengadopsi dari iklan facebook, dan Miss B juga memberikan kesaksian bahwa 🐶 Y diberikan langsung ke 👱🏼♂️ bukan istrinya.
5. Pendaftaran X dan Y ke AVS dilakukan tanpa sepengetahuan dia. Bahkan Y dilakukan setelah mereka bercerai dan putusan pengadilan keluar.
Pertimbangan Hakim
1. Bahwa 🐶🐶 meski merupakan makhluk hidup, masuk dalam harta gono gini. Ketika menjadi Gono Gini, pengadilan bisa memutuskan bagaimana mau dibagi, diberikan kepada siapa, termasuk memerintahkan dijual dan dibagi hasilnya.
2. Dog Licence BUKAN kepemilikan. Di 🇸🇬, untuk memelihara 🐶🐶 dibutuhkan izin dari AVS, tapi tidak menentukan kepemilikan.
3. Siapa yang banyak merawat BUKAN kepemilikan. 👱🏼♀️dan 👱🏼♂️ sama2 menunjukkan foto, dokumen, dan invoices terkait kebersamaan mereka dengan 🐶🐶. TAPI menurut hakim, untuk menentukan kepemilikan, ada bukti pembelian seperti yang dilakukan mantan suami 👱🏼♀️, MR A yang ada bukti pembelian 🐶 X seharga SGD 5000 ~ Rp 70 juta, atau bukti adopsi 🐶Y dari iklan Facebook dari Miss B.
4. Status 🐶🐶 X dan Y dalam harga gono gini. Ternyata memang tidak dibahas dalam putusan harta gono gini.
Keputusan hakim
1. Tindakan 👱🏼♂️ mengambil X dan Y tidak melanggar perintah pengadilan.
2. Karena tuduhan tidak terbukti, 👱🏼♀️ diperintahkan mengganti biaya hukum 👱🏼♂️ senilai SGD 3500 ~ Rp 49 juta.
Jadi 🐶🐶 milik siapa?
Menurut hakim, proses penentuan kepemilikan harus diputuskan dalam sengketa tersendiri. Objek hukum dalam pengadilan ini hanya menentukan apakah 👱🏼♂️ melanggar perintah pengadilan atau tidak.
Bagaimana menurut anda?
Apakah keputusan hakim untuk 🐶🐶 sudah adil ?
Silakan komen ya
Link kasus : https://www.elitigation.sg/gd/s/2025_SGFC_106
Have a nice day

Tinggalkan komentar