
Tidak hanya Hutan yang kebakaran. IHSG juga kebakaran hebat dan terburuk sedunia 2026 ini.
Dari luar negeri, harga minyak masih tinggi.
Inflasi dan yield negara maju seperti US, Prancis, dan Jepang terus meningkat.
Kok Rupiah masih bisa bertahan < Rp 18.000?
Patokan kurs nilai tukar Rp USD adalah US Dollar Indeks atau DXY. Informasi DXY dapat diperoleh melalui internet, terdapat di aplikasi saham seperti RTI bagian Indices
Jika DXY naik, berarti Rp berpotensi melemah. Dan sebaliknya jika DXY turun Rp berpotensi menguat.
DXY adalah indeks perbandingan USD dengan 6 mata uang negara maju : 57.6% Euro, 13.6% Yen, 11.9% GBP, 9.1% Canada Dollar, 4.2% Krona Swedia dan Swiss Franck. Tidak ada Indonesia dalam kelompok tersebut.
Dari gambar berikut, DXY naik 4.02% periode Year to date 13 Oktober 2026

Akhir Desember 2025, kurs Rp di Rp 16.720. Kemudian DXY pertama kal menembus 100 periode Maret – April 2026, Rp terus melemah ke Rp 17rb an. Ketika DXY tembus 100-101 di Juni, Rp kembali melemah level Rp 18.171. Setelah itu nilai tukar Rp menguat kembali karena DXY turun. Anehnya DXY kembali naik ke level 102++, kurs Rp masih bertahan di bawah Rp 18.000.
Dari grafik ini, bisa disimpulkan DXY BUKAN satu-satunya ukuran menguat atau melemahnya nilai tukar Rp

Dari Januari – Juni 2026, Rp terus melemah dibandingkan USD meskipun US Dollar Index sempat di bawah 100.
Kemungkinan penyebabnya adalah domestik
– Net sell masif asing dari saham
– Defisit APBN mengkhawatirkan
– Moody dan Fitch beri outlook negatif
Karena domestik, mau DXY naik turun Rp tetap melemah.
Kemudian sejak Juni – Oktober 2026, Rp cenderung menguat meskipun DXY sempat naik. Untuk periode kali ini menurut saya ada 2 faktor domestik dan eksternal.
Domestik
– Imbal hasil SRBI dan SUN yang tinggi, berhasil menarik dana asing.
– Defisit APBN tidak seburuk yang dikhawatirkan meskipun sebagian mungkin karena restitusi pajak dan lebih bayar yang dipersulit.
– BI mengubah strategi intervensi dari sebelumnya SRBI menjadi biaya hedging kurs diturunkan.
Eksternal
– Porsi Euro paling dominan di DXY mencapai 57.6% dengan Jerman dan Prancis sebagai ekonomi terbesar.
– Negara Prancis sedang banyak mengalami masalah, Defisit APBN diperkirakan mencapai 5.4% vs target 4.6 – 5% akibat harga minyak naik, bunga pinjaman tinggi, dan terlalu besarnya pengeluaran program sosial untuk pensiun dan pendidikan.
– Di sisi lain, meningkatnya biaya hidup juga membuat demontrasi di Prancis semakin marak.
– Akibatnya Yield 10 tahun Prancis naik dari level 3.5++% di awal tahun menjadi 4.8% dan Euro melemah terhadap USD.
– Jepang juga punya masalah yang serupa dimana pelemahan mata uang terhadap USDnya berkali2 menembus batas psikologis angka 160 Yen / US dan inflasi tinggi.

Pelemahan Euro terhadap USD juga ternyata menguntungkan Indonesia. Karena Rp menguat terhadap Euro juga dalam 3 bulan terakhir ini, dari Rp 20.983 menjadi Rp 20.061 per Euro. Meskipun posisi awal tahun sebetulnya masih di Rp 19.624 karena faktor domestik Indonesia sehingga secara year to date masih melemah 1.56% terhadap Euro.

Jadi DXY menguat itu, bukan karena USD yang menguat. Tapi lebih banyak karena Euro yang porsinya 57% dari DXY mengalami pelemahan yang lebih dalam. Sebab DXY itu naik turun bukan semata-mata dari US saja, tapi juga dari counterparty-nya. Euro yang terbesar sedang bermasalah.
Kemudian dari Eksternal sendiri, US juga tidak baik-baik saja
– Yield US sempat naik ke 5.3% yang tertinggi hampir dalam 3 dekade terakhir walaupun sudah sempat turun.
– Harga minyak yang tinggi dan selat Hormuz yang terblokir “memaksa” US mengimpor minyak Diesel dari Rusia.
Impor minyak Rusia ini benar-benar ironis, sebab kalau ada negara lain yang melakukannya berpotensi di sanksi US.
– Defisit APBN US pada tahun 2026 berkisar di 6,2% terhadap PDB, naik dafi 5.8-5.9% tahun lalu.

Jadi nilai tukar Rp yang bertahan di level bawah Rp 18rb ini terjadi karena “kebetulan” data-data domestik sedang bagus sementara eksternal yaitu US, Euro, dan Jepang sedang dalam kondisi yang buruk. Bisa juga dibilang “beruntung”. Semoga terus berlanjut.
Have a nice day

Tinggalkan Balasan