
Di konten sebelumnya, saya mencoba mencari bobot saham dan obligasi berdasarkan data historis Indonesia. Saat ini saham internasional dari US juga semakin mudah diakses melalui reksa dana.
Pertanyaannya, berapa porsi saham internasional yang ideal dalam portofolio?
Pada konten lalu, untuk periode investasi 5 tahun, dengan porsi obligasi 60% dan saham 40% kinerja historis terburuk (worst return) tidak pernah rugi.
Pertanyaannya, dari 40% tersebut, berapa baiknya porsi Saham Indonesia dan Internasional?

Proses perhitungan sebagai berikut :
Periode: Januari 2008 – September 2026.
Metode: harian 5 tahun untuk median, best, dan worst return.
Rebalancing: setiap 1 tahun.
RD Pendapatan Tetap dengan komposisi minimum 60%
Kelipatan 10% untuk :
IHSG
S&P 500 = Saham Internasional
Kinerja 5 tahun:
100% RDPT
Median +28.43%
Best +16.88%
Worst +75.36%
100% IHSG
Median +28.13%
Best -27.72%
Worst +313.04%
100% S&P500
Median +75.02%
Best +0.84%
Worst +174.66%
Best Return tertinggi IHSG
Median Return tertinggi S&P 500
Worst Return terbaik RDPT

Jadi 3 instrumen tersebut melengkapi satu sama lain. Ada RDPT yang 5 tahun tidak pernah rugi, SP500 yang mediannya mengalahkan inflasi, dan IHSG yang return tertingginya bisa bagger 3x. Dengan obligasi minimal 60%, ada 15 kombinasi IHSG dan S&P 500 sebagai berikut.

Dari tabel di atas, terus terang saya sulit untuk menemukan rekomendasi aset alokasi “ideal”. Kinerja Median S&P 500 jauh lebih baik dari RDPT dan IHSG, jadi kalau RDPT tidak dibatasi minimum 60%, niscaya bobot S&P 500 bisa 80-100%. Tapi karena USD, ada faktor risiko kurs juga.
Median IHSG memang rendah dan jika objektif, sekalian saja 60% RDPT dan 40% S&P 500. Tapi Best returnnya amat tinggi 313%, hampir 2x best return S&P 500, menjadikannya sebagai booster return. Di waktu terkoreksi, ini kesempatan emas untuk masuk karena potensi rebound lebih tinggi.
Jadi kalau mau tetap ada eksposur di Saham Indonesia, bisa pertimbangkan
60% RDPT
10% IHSG
30% S&P 500
Kombinasi ini akan menghasilkan portofolio dengan estimasi median return 42% dalam 5 tahun setara CAGR 7.28% per tahun.
Kalau ingin hasilnya lebih tinggi, selain timing masuk yang baik, usahakan bisa dapat reksa dana yang kinerjanya lebih baik dari RDPT, IHSG, dan SP500.
Untuk SP500, referensinya sebagai berikut :

Semoga konten ini bermanfaat untuk anda yang sedang mengatur portofolio.
Have a nice day

Tinggalkan Balasan