Stimulus – Quantitative Easing – Cetak Uang… Bagaimana cara kerjanya??

View this post on Instagram

Stimulus – Quantitative Easing atau sering disebut dengan istilah Cetak Uang adalah faktor utama pendorong kenaikan harga Saham, Obligasi, Reksa Dana dan Emas sejak bulan april Di negara seperti China, bahkan harga properti juga terus mengalami kenaikan.. Kebijakan stimulus dari Bank Sentral di seluruh dunia yang dilakukan secara serentak mulai dari Amerika Serikat, Jepang, China, Uni Eropa, Asia Tenggara termasuk Indonesia merupakan upaya utk memulihkan kondisi ekonomi krn Covid19 Stimulus menambah uang beredar (supply) sementara penambahan aset (demand) tidak secepat itu, akibatnya ya harga aset jadi naik Yang menjadi pertanyaan, kalau dibilang stimulus itu apakah sama dengan artinya Bank Indonesia mencetak uang kertas kemudian dibagi2kan ke masyarakat? Kalau demikian kok perasaan saya ga dapat? Bank Sentral tidak membagikan uang ke masyarakat, perusahaan, atau negara secara langsung secara cuma-cuma Yang benar (kalau di 🇮🇩) pemerintah menerbitkan surat hutang. Namanya juga hutang, berarti ada bunga / kupon dan ada jatuh temponya Surat ini akan jadi uang di saldo kas pemerintah kalau ada yang beli. Biasanya surat hutang ini ditawarkan ke masyarakat salah satunya seperti penawaran ORI dan Sukuk Ritel. Ketika dibeli, uangnya pindah dari tabungan milik masyarakat ke tabungan atas nama pemerintah. Baru nantinya disalurkan dalam berbagai program seperti prakerja, BLT, bangun infrastruktur, gaji PNS dsbnya Dalam kondisi COVID19, kebutuhan pemerintah sangat besar sekali. Kalau mengandalkan penjualan ke masyarakat, dipastikan tidak cukup. Jadi solusinya sebagian dibeli masyarakat, sebagian lagi dibeli sama Bank Sentral atau BI. Darimana BI punya duit? Itulah salah satu kewenangan Bank Sentral di seluruh dunia, mereka bisa mencetak uang sendiri. Jadi surat hutang pemerintah yang tidak terserap masyarakat dibeli sama Bank Sentral. Jadinya pemerintah punya uang untuk menjalankan program ekonominya. Kalau begitu kenapa tidak Bank Sentral cetak uang sebanyak2nya utk dibagikan kepada masyarakat agar cepat pulih? Jika dilakukan seperti bisa saja, tapi kalau tidak terkendali bisa menyebabkan hiperinflasi. (Sambung di komen..)

A post shared by Rudiyanto (@rudiyanto_zh) on

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s