Dampak Brexit dan Tax Amnesty Terhadap Pasar Modal Indonesia – Update 29 Juni

Brexit Puzzle Pieces

Bulan Juni ini, tepatnya hari Jumat tanggal 24 Juni 2016, terdapat 2 kejadian yang berdampak besar bagi pasar modal Indonesia. 1 Kejadian yang berdampak negatif adalah tentang Brexit (British Exit) yang diberitakan oleh berbagai media nasional maupun internasional. Saking banyaknya pemberitaan tersebut, 1 kejadian yang berdampak positif menjadi kurang diperhatikan atau bahkan tidak disadari masyarakat.

Kejadian yang berdampak positif tersebut adalah disepakatinya tarif tebusan tax amnesty dan periode pengajuan yang terdiri dari 3 kuartal hingga Maret 2017. Berita ini dimuat di CNN Indonesia hari Jumat sekitar jam 12.48 dan menurut saya menjadi pemicu menguatnya IHSG di sesi 2. Hal ini juga menjadi penyebab mengapa pasar modal Indonesia turunnya relatif lebih kecil dibandingkan pasar modal Amerika Serikat, Eropa dan pasar modal Asia lainnya yang mencapai rata-rata di atas 3%.

Referensi berita : Tim Perumus RUU Tax Amnesty Sepakati Besaran Tarif Tebusan

IHSG Dampak Brexit dan Tax Amnesty

Meski belum resmi menjadi Undang-Undang, pembahasan tentang RUU Tax Amnesty sepertinya sudah menunjukkan titik terang. Hal ini menjadi positive surprise yang telah ditunggu-tunggu sejak awal tahun sehingga berdampak positif terhadap bursa saham Indonesia.

Dengan 2 kejadian yaitu Brexit dan RUU Tax Amnesty, bagaimana dampaknya terhadap investasi reksa dana di semester 2 tahun ini ?

Dampak Brexit

Terus terang dari sudut pandang perusahaan tempat saya bekerja saat ini yaitu Panin Asset Management, kami memperkirakan Inggris akan tetap bertahan di dalam Uni Eropa. Namun ternyata 51.9% warga Inggris lebih memilih keluar. Dengan sistem demokrasi dimana Winner take all, maka keputusan ini tentu harus dituruti meskipun dari pemberitaan muncul efek samping seperti Skotlandia dan London yang menyatakan ingin merdeka sendiri dan tetap bergabung dalam Uni Eropa.

Hasil Referendum Inggris Bloomberg

Sumber : Bloomberg

Penjelasan ataupun perkiraan mengenai dampak Brexit terhadap Indonesia sudah banyak diulas di berbagai media massa dan media sosial. Ada yang mengatakan bahwa Brexit akan menguntungkan China sehingga secara tidak langsung akan menguntungkan Indonesia karena transaksi dagang yang lebih besar di China dibandingkan Inggris. Ada yang mengatakan bahwa untuk minimal 2 tahun ke depan, belum akan ada perubahan yang terlalu signifikan karena setelah referendum masih ada proses panjang mulai dari negosiasi hak dan kewajiban Inggris yang memakan waktu lama. Ada juga yang memperkirakan efek domino lanjutan dimana akan semakin banyak negara anggota Uni Eropa yang selanjutnya akan mengikuti langkah Inggris.

Duta besar Inggris di berbagai penjuru dunia juga segera bereaksi cepat dengan memberikan pernyataan resmi kepada negara dimana mereka ditempatkan. Pada dasarnya mereka menyatakan bahwa dalam jangka pendek akan ada gejolak di pasar keuangan, tapi secara fundamental dan hubungan yang sudah berjalan selama ini tetap akan seperti apa adanya. Sebagai informasi, bursa saham Inggris mengalami penurunan hingga 3%, mata uang poundsterling mengalami pelemahan terbesar dalam sejarah 31 tahun terakhir.

Dalam pandangan saya, dampak Brexit dalam jangka pendek, menengah dan panjang adalah sebagai berikut :

  • Jangka Pendek : Bursa saham akan mengalami volatilitas namun seharusnya tidak akan terlalu lama. Pada akhirnya harga saham akan menemukan ekuilibriumnya kembali dan sesuai dengan kondisi fundamental perusahaan. Dalam kondisi ketidakpastian ini, instrumen safe haven seperti emas akan mendapatkan dorongan untuk naik seperti yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir
  • Jangka Menengah : Melemahnya Poundsterling, peraturan tenaga kerja yang lebih ketat, dan hilangnya fasilitas ekspor impor pada saat bergabung di Uni Eropa akan menyebabkan tingkat pengangguran meningkat, nilai perdagangan turun, dan harga properti yang sulit meningkat.
  • Jangka Panjang : Keluarnya Inggris dari Uni Eropa berpotensi membuat pertumbuhan ekonomi global menjadi lebih rendah dari yang diharapkan

Bagi Indonesia, dampak dari Brexit adalah ketidakpastian pada bursa saham dan obligasi. Namun sifatnya hanya sementara dan mungkin saja dalam 1-2 minggu berita ini sudah tidak menjadi perhatian / penentu arah pergerakan bursa lagi.

Dampak dari RUU Tax Amnesty

Sebagaimana yang saya sebut dalam artikel Menanti Potensi Positive Surprise Di Tahun 2016, Tax Amnesty merupakan sesuatu yang sudah ditunggu-tunggu dan bisa berdampak positif pada pasar modal Indonesia. Pada berita yang diatas, disebutkan bahwa rancangan tarif tebusan adalah :

  • Untuk deklarasi : 4% periode Juli – September 2016, 6% periode Oktober – Desember 2016, dan 10% periode Januari – Maret 2017
  • Untuk repatriasi : 2% periode Juli – September 2016, 3% periode Oktober – Desember 2016, dan 5% periode Januari – Maret 2017
  • Instrumen repatrasi dibebaskan namun selanjutnya di atur dalam peraturan Kementrian Keuangan
  • Tarif tebusan untuk UMKM adalah 0.5%

Untuk deklarasi menurut saya 4% cukup tinggi, tapi seharusnya masih dalam kisaran yang bisa diterima oleh masyarakat. Pemerintah diharapkan bisa secepatnya menyetujui dan memberikan peraturan pelaksana yang jelas sehingga bisa diikuti oleh masyarakat yang ingin menunaikan kewajiban pajaknya.

Update Perkembangan RUU Pengampunan Pajak Terbaru – Kontan 29 Juni 2016

Poin Penting UU Pengampunan Pajak

Berdasarkan pemahaman saya terhadap sumber berita di atas, maka ketentuan tebusan adalah sebagai berikut :

  • Untuk Deklarasi Aset Luar Negeri : 4% periode Juli – September 2016, 6% periode Oktober – Desember 2016, dan 10% periode Januari – Maret 2017
  • Untuk Deklarasi Aset Dalam Negeri dan Repatriasi : 2% periode Juli – September 2016, 3% periode Oktober – Desember 2016, dan 5% periode Januari – Maret 2017
  • Tarif tebusan untuk UMKM adalah 0.5%

Dengan demikian, tarif tebusan untuk Deklarasi dalam negeri lebih murah dari asumsi sebelumnya dan hal ini sangat positif. Semoga tingkat kesuksesannya juga akan semakin tinggi dengan adanya kebijakan ini.

Dampak dari Tax Amnesty ini dalam jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang adalah sebagai berikut :

  • Jangka Pendek : membuat sentimen positif pada bursa saham tapi sifatnya juga sementara terutama pada saat aturan ini disahkan dan hasil dari tax amnesty diumumkan yang syukur2 kalau sesuai target
  • Jangka Menengah : Rating Indonesia berpotensi di naikkan oleh S&P tanpa harus menunggu hingga tahun depan
  • Jangka Panjang : Harga properti, saham dan obligasi bisa meningkat karena naiknya permintaan serta membuat basis data pajak yang baik bagi pemerintah

Demikian artikel ini, semoga bermanfaat.

Penyebutan produk investasi  (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, ataupun rekomendasi jual beli atau tahan untuk instrumen tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.

Facebook : https://www.facebook.com/rudiyanto.blog

Twitter : https://twitter.com/Rudiyanto_zh

New Blog : www.ReksaDanaUntukPemula.comwww.ReDaNesia.com

Sekolah Investor Reksa Dana : www.InvestoReady-aprdi.org

Sumber Gambar : Istockphoto, Bloomberg, dan Yahoo Finance.

Advertisements

18 thoughts on “Dampak Brexit dan Tax Amnesty Terhadap Pasar Modal Indonesia – Update 29 Juni

  1. Terimakasih banyak pak Rudiyanto. Memang cukup mengejutkan berita Brexit dan membuat banyak orang luput tentang berita baik tax amnesty ini. Beberapa klien saya juga sangat menantikan keputusan tax amnesty ini. Salut untuk Bapak yang jeli mengangkat kedua hal ini! 🙂

    Like

  2. @dani
    Salam Pak Dani,

    Terima kasih atas apresiasinya. Btw blog anda sangat bagus dan inspiratif. Ditulis dengan bahasa yang sederhana, dilengkapi dengan GIF yang bagus dan interaksinya juga banyak.

    Semoga bisa menginpirasi banyak orang.

    Terima kasih

    Like

  3. Salam pak Rudi,

    Dari ulasan pak Rudi di atas dan juga pernyataan dari BI serta pemerintah, sepertinya dampak Brexit ini tidak seberapa bagi Indonesia. Namun adakah negara-negara lain yang paling terdampak, selain negara-negara EU dan Inggris tentunya?

    Pada artikel di kompas:
    http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/06/26/121500026/sebenarnya.apa.saja.dampak.brexit.bagi.asia.
    disebutkan bahwa diantara negara-negara Asia, Brexit cukup berdampak bagi Jepang dan India. Apakah hal ini bisa menyebabkan sebagian investor yang menaruh dananya di India, Jepang, atau negara-negara lain yang lebih terdampak untuk mengalihkan dananya ke negara-negara lain yang kurang terdampak, termasuk Indonesia? Apakah ini bisa menyebabkan investasi di Indonesia menjadi lebih menarik?

    Like

  4. @Budi
    Salam Pak Budi,

    Dengan segala hormat, saya meyakini analisa tentang dampak Brexit terhadap negara x, y dan z atau kawasan tertentu yang dikemukan oleh para ahli, tentu sudah dibuat berdasarkan pertimbangan yang mendalam.

    Namun menurut saya, semua itu hanya dugaan yang bisa terjadi bisa juga tidak. Apakah kita masih ingat waktu ada kebangkrutan Yunani dan segalam macam evaluasi dampaknya. Apakah itu benar terjadi? Kemudian masih ingatkah dengan ketidakpastian akibat suku bunga the Fed, sekarang suku bunga the Fed sudah naik, apakah semua prediksi itu terjadi? Kebanyakan tidak..

    Satu hal yang mirip dari semua kejadian di atas adalah ketika baru terjadi atau ibaratnya isu masih “hangat” yang ada adalah ketidakpastian. Dan akibat ketidakpastian itu, harga saham dan obligasi berfluktuatif. Dan karena orang tidak tahu apa yang aman, akhirnya instrumen safe haven seperti dollar dan emas menjadi salah satu “pelarian”

    Jadi dampak ke Indonesia seperti apa, menurut saya yang paling bisa diperkirakan adalah “hanya” ketidakpastian dalam jangka pendek saja. Untuk menengah dan panjang, ada banyak sekali versi analisa. Bisa terjadi bisa juga tidak.

    Pada akhirnya Indonesia itu menarik atau tidak harus kembali ke dirinya sendiri. Bahasa pasar modalnya, fundamental. Apa yang menjadi indikator fundamental, menurut saya cukup sederhana
    – Penjualan dan keuntungan perusahaan meningkat karena ekonomi bergairah
    – Pendapatan negara mencapai target karena warga membayar pajak sesuai aturan
    – Infrastruktur berhasil dibangun dan tepat guna
    – Korupsi diberantas dan ada kepastian hukum
    – Warga mendapat layanan pendidikan dan kesehatan yang layak

    Kalau semua hal di atas terjadi, mau Brexit, Grexit, Departugal, Italeave, Fruckoff, Czechout, Oustria, Finish, Slovakout, Latervia, Byegium, Indonesia tetap akan menarik. Kalau tidak, mau Inggris tetap di Uni Eropa sekalipun orang tetap ogah masuk ke Indonesia.

    Semoga bermanfaat

    Like

  5. Salam pa Rudiyanto,
    Artikel yg saya tunggu2, senang sekali membaca artikel anda.
    Bagaimana menurut anda dampak tax amnesty pd nilai tukar rupiah terhadap US dollar?
    Terima kasih

    Like

  6. Salam Pa Rudi,
    Artikel sangat bagus sekali…cuma yg ingin saya tanyakan apakah dana2 ini bisa masuk ke produk reksadana?

    Terima Kasih

    Like

  7. Pak Rudiyanto, saya mau bertanya. Kalau saya fresh graduate dan belum pernah buat npwp dan saya punya aset +- 200juta di indonesia, dengan pendapatan 5,2 juta per bulan, apakah saya perlu mengajukan tax amnesty? Jika tidak, berapa denda yang harus saya bayarkan? Maaf saya awam sekali tentang perpajakan Indonesia. Jika tidak keberatan, mohon respons nya.. terima kasih.

    Like

  8. @Rudiyanto
    Terima kasih tanggapannya pak Rudi,

    Berkaitan juga dengan artikel pak Rudi tentang positive surprise di 2016, dengan disahkannya RUU Tax amnesty ini berarti satu dari beberapa “positive surprise” sudah terlaksana. Di atas, Pak Rudi sebutkan juga bahwa harapannya, dengan UU Tax Amnesty ini S&PP akan segera menaikkan rating investasi Indonesia sebelum tahun depan. Dengan UU Tax Amnesty ini juga, IHSG mungkin bisa menembus level psikologis 5000. Jika demikian, Tax amnesty dapat memicu 2 “positive surprise” lainnya, sedangkan kinerja perusahaan2 Tbk di Q2 masih belum diketahui.

    Jika misalnya ketiga “positive surprise” ini terjadi, sementara kinerja perusahaan2 Tbk di Q2 ini sedang-sedang saja, menurut Pak Rudi berapa kira2 proyeksi IHSG di akhir tahun ini?

    Terima kasih sebelumnya, Pak.

    Like

  9. Halo Pak Rudiyanto,

    Sebenarnya kalo kita bicara dampak Brexit, pasti akan sampai juga di Indonesia seperti yang telah dijelaskan di atas IHSG langsung terkena imbas. Tapi selain itu, kondisi perdagangan dan harga komoditas juga otomatis akan ikut berubah juga. Meskipun akan terlalu dini jika kita membuat kesimpulannya saat ini.

    Namun demikian, pasar Indonesia adalah pasar yang mudah panik. Dan saat ini pasar sedang mencari bentuk di antara Brexit dan Tax amnesty.

    Salam

    Like

  10. @arya
    Salam Pak Arya,

    Menurut saya tax amnesty tidak berdampak langsung terhadap US Dollar. Yang berdampak secara langsung adalah suku bunga the Fed dan perkembangan inflasi di Indonesia.

    Semoga bermanfaat

    Like

  11. @Billy
    Salam Pak Billy,

    Untuk hal tersebut masih menunggu ketentuan peraturan pelaksana dari Kementerian Keuangan. Nanti tinggal dibaca saja dan semuanya akan menjadi lebih jelas.

    Semoga bermanfaat

    Like

  12. @aisyah
    Salam Bu Aisyah,

    Sebagai warga negara yang baik dan mendukung pemerintahan, adalah kewajiban kita untuk memiliki NPWP dan membayar pajak sesuai dengan penghasilan kita.

    Untuk besaran denda dan mekanismenya, saran saya anda bisa berkonsultasi dengan konsultan pajak di kota anda atau menghubungi Kring Pajak di 1500 200. Jika niatnya memang baik, saya yakin tidak akan dipersulit.

    Semoga bermanfaat

    Like

  13. @Andhika
    Salam Pak Andhika,

    Sedikit menambahkan, pasar saham yang mudah panik itu tidak hanya Indonesia tapi seluruh dunia. Hal ini normal, karena secara teori, harga saham adalah leading indicator.

    Yang dimaksud dengan Leading adalah mendahului, artinya sebelum ada kejadian, orang sudah mencoba memperkirakan dampaknya dalam bentuk kenaikan / penurunan harga. Mencoba memperkirakan disebut juga “berasumsi”, dan namanya orang, terkadang asumsinya bisa tepat, bisa juga tidak. Ketika asumsi yang dibuat salah, maka akan ada penyesuaian yang menyebabkan harga bergejolak.

    Demikian, semoga bermanfaat

    Like

  14. @Rudiyanto
    Bukankah aliran dana ke dalam negeri dalam jumlah besar alias pulang kampung berarti permintaan akan rupiah meningkat? Sehingga kemungkinan rupiah menguat vs USD kan pa?

    Like

  15. @arya
    Selamat Sore Pak Arya,

    Nilai Rupiah terhadap USD selain ditentukan oleh permintaan dan penawaran juga ditentukan oleh tingkat inflasi dan suku bunga yang berlaku di Indonesia dan Amerika.

    Jadi memang bisa menguat jika banyak dana yang masuk, tapi bisa juga melemah jika inflasi kita tidak terkendali dan suku bunga terlalu rendah.

    Semoga bermanfaat

    Like

  16. Terima kasih untuk tulisannya Pa Rudiyanto, sangat bermanfaat tentunya.
    Tentunya kita mengetahui bahwasannya Indonesia sudah melakukan program tax amnesty ditahun2 sebelumnya dan bisa dibilang belum berhasil, bagaimana dengan program tax amnesty yang dilakukan pada pemerintahan saat ini? apa yang membuatnya yakin?

    Like

  17. @Chandra
    Salam Pak Chandra,

    Amnesti pajak sepanjang sejarah pernah terjadi 3 kali yaitu pada tahun 1965, 1984 dan 2016.

    Pada tahun 1965, gagal karena ada G30SPKI.
    Pada tahun 1984, gagal karena pada waktu itu pendapatan negara masih didominasi dari Migas sehingga porsi pendapatan pajak sangat kecil begitu juga perhatian negera.

    Untuk tahun 2016 ini saya yakin akan berhasil karena Pak Presiden Joko Widodo turun langsung, Ada Ibu Sri Mulyani yang dipercaya sebagai Menteri Keuangan dan rencana keterbukaan data finansial (AEOI) di luar negeri serta revisi UU Kerahasiaan Data perbankan sehingga perpajakan memiliki data yang lengkap.

    Yang jadi penghalang adalah waktu yang cukup mepet dan proses sosialisasi di daerah. Namun Indonesia sudah terbiasa bekerja SKS, jadi meskipun tidak sempurna 100% saya yakin tetap akan cukup berhasil.

    Demikian pendapat saya.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s