Suku Bunga Turun, Reksa Dana Saham Naik ?

Saat ini, pasar modal meyakini bahwa tingkat suku bunga akan turun. Secara teori, jika suku bunga turun, maka obligasi dan reksa dana pendapatan tetap akan mengalami kenaikan harga dan sebaliknya. Bagaimana dengan reksa dana saham?

Sebelum membahas lebih jauh, perlu dipahami terlebih dahulu mengenai suku bunga acuan di Indonesia. Lembaga yang menerbitkan besaran suku bunga acuan adalah Bank Indonesia, sehingga disebut juga dengan BI Rate.

Dalam prosesnya, BI Rate mengalami perubahan dan sekarang dikenal dengan istilah 7 Day Reverse Repo Rate. Apa bedanya? Sebenarnya kedua istilah tersebut sama-sama merupakan suku bunga acuan atau BI Rate.

Perbedaannya secara sederhana terletak pada suku bunga yang dulu menggunakan rata-rata periode deposito 1 tahun sebagai acuan, sementara BI 7 Day Reverse Repo Rate menggunakan rata-rata 7 hari. Hal ini kemungkinan karena transaksi antar bank lebih banyak yang jangka pendek, sehingga menggunakan rata-rata 1 tahun sebagai acuan kurang tepat.

Penggunakan 7 Day Reverse Repo Rate sebagai suku bunga acuan secara efektif berlaku pada tanggal 19 Agustus 2016. Secara akademis, BI Rate atau Suku Bunga Acuan ini juga bisa menjadi salah satu acuan Risk Free.

Pergerakan BI Rate dan 7 Day Reverse Repo Rate sejak tahun 2007 sampai 2019 adalah sebagai berikut

Sumber : Bank Indonesia, diolah

Perubahan Suku Bunga
Suku bunga ditetapkan oleh Bank Indonesia dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) setiap bulan. Terdapat 3 jenis keputusan terkait suku bunga yaitu:
1. Tetap
2. Naik
3. Turun

Jika naik atau turun, biasanya besaran perubahannya adalah 0.25% atau 25 Basis Point (Bps). Namun dalam beberapa kesempatan, perubahannya juga sempat mencapai 0.50% atau 50 Bps atau bahkan lebih. Memang tidak ada ketentuan baku untuk perubahan ini.

2 Hal yang biasanya menjadi pertimbangan dalam penetapan tingkat suku bunga adalah sebagai berikut:

Pertama, kondisi inflasi. Biasanya suku bunga acuan akan ditetapkan sedemikian rupa sehingga lebih besar daripada tingkat inflasi. Sebab, tujuan utama dalam kebijakan suku bunga adalah mengendalikan tingkat inflasi.

Semakin tinggi inflasi, maka semakin tinggi suku bunga. Sebaliknya semakin rendah inflasi, maka tingkat suku bunga juga akan semakin rendah. Dalam beberapa kasus, ketika terjadi lonjakan inflasi secara signifikan (dalam contoh terdahulu pada saat pengumuman kenaikan BBM), ada kemungkinan inflasi lebih tinggi daripada suku bunga acuan. Kondisi ini biasanya tidak bertahan lama karena inflasi yang sifatnya one shoot (naik signifikan tapi sekali saja) akan turun dengan cepat.

Kedua, nilai tukar Rp terhadap USD. Seiring dengan perkembangan kondisi, pertimbangan dalam menentukan tingkat suku bunga acuan juga memperhatikan faktor nilai tukar.

Pada saat nilai tukar Rp melemah terhadap USD (misalkan dari Rp 14.000 menjadi Rp 15.000) dimana pada saat itu biasanya banyak dana yang keluar dari Indonesia sehingga kebutuhan USD tinggi, maka supaya dana tersebut tidak keluar, Suku Bunga Acuan dinaikkan.

Sebaliknya ketika nilai tukar Rp menguat terhadap USD (misalkan dari Rp 14.000 menjadi Rp 13.000), maka Bank Indonesia berpeluang untuk menurunkan tingkat suku bunga untuk menjaga agar mata uang tetap kompetitif.

Tentu saja, kedua hal tersebut bukanlah pertimbangan absolut. Indikator ekonomi lainnya seperti tingkat penyerapan kredit, defisit / surplus neraca dagang dan pembayaran, kondisi ekonomi, kebijakan bank sentral Amerika Serikat (The Fed) dan perdagangan global serta berbagai faktor lainnya yang mendasari keputusan tersebut.

Perubahan suku bunga juga bisa berturut-turut. Jadi misalkan bulan ini turun, bulan depan turun lagi. Secara historis, sejak tahun 2007 – 2019, terdapat 6 kali penurunan tingkat suku bunga baik yang sekali saja atau berkali-kali.

Sumber : Bank Indonesia, diolah

Bagaimana pergerakan IHSG pada saat suku bunga acuan turun? Secara lengkap adalah sebagai berikut:

Sumber : Bank Indonesia dan Infovesta, diolah

Pada periode 1, bisa dilihat bahwa BI Rate diumumkan turun dari 9.5% menjadi 9.25% pada 4 Desember 2008. Dengan asumsi investor memanfaatkan momentum tersebut untuk membeli reksa dana saham (IHSG), maka dia akan masuk pada harga 1.205.

Penurunan suku bunga ternyata terjadi berturut-turut dari 9.25% menjadi 6.5%. Jika investor tetap menahan investasinya, telah terjadi kenaikan 92% karena IHSG naik 2.317.

Tanggal 5 Agustus 2009 merupakan penurunan yang terakhir. Bagaimana jika investor menahannya selama 3 bulan ke depan? Ternyata IHSG masih mengalami kenaikan jika dibandingkan harga masuknya pada 4 Desember 2008 (tulisan warna biru).

Pada periode 2, penurunan suku bunga berlangsung dari 11 Oktober 2011 hingga 9 Februari 2012 meskipun sempat tetap selama 2 bulan. Dalam penelitian ini tetap dianggap sebagai penurunan yang berturut-turut.

Jika investor masuk pada saat bunga pertama kali diumumkan yaitu 11 Oktober 2011 dan menahannya hingga 3 bulan setelah penurunan yang terakhir, IHSG tetap mengalami kenaikan.

Sumber : Bank Indonesia dan Infovesta, diolah

Pada periode 3, merupakan penurunan yang terpendek karena hanya 1 kali saja. Jika investor membeli IHSG di 17 Februari 2015 dan menahannya selama 3 bulan, sampai pada bulan pertama dan kedua masih untung, tapi mengalami kerugian pada bulan ketiga.

Pada periode 4, menunjukkan pergerakan IHSG seperti pada periode 2. IHSG mengalami kenaikan sejak bunga diumumkan turun meskipun di tengah-tengah juga sempat mengalami penurunan. Hingga 3 bulan setelahnya, kenaikan masih terjadi di IHSG.

Sumber : Bank Indonesia dan Infovesta, diolah

Pada periode 5, IHSG mengalami kenaikan sejak diumumkan 16 Juni 2016 turun hingga penurunan suku bunga yang terakhir pada 20 Oktober 2016. Total kenaikannya mencapai 12% lebih. Namun jika investor masih tetap memegang selama 3 bulan ke depan, IHSG mengalami penurunan walaupun masih di atas posisi tanggal 16 Juni 2016.

Pada periode 6, merupakan periode dengan 2 kali penurunan suku bunga. Jika investor beli pada 22 Agustus 2017 dan memegangnya hingga 3 bulan sejak penurunan terakhir, masih mengalami pertumbuhan positif.

Berdasarkan tabel di atas, dapat disimpulkan sebagai berikut :
Jika investor membeli reksa dana saham pada saat suku bunga diumumkan turun dan menahannya minimal 3 bulan, kemungkinannya :
1. Untuk 1 bulan, 6 dari 6 periode pengamatan, IHSG mengalami kenaikan
2. Untuk 2 bulan, 6 dari 6 periode pengamatan, IHSG mengalami kenaikan
3. Untuk 3 bulan, 5 dari 6 periode pengamatan, IHSG mengalami kenaikan dan 1 kali mengalami penurunan

Dengan kata lain, meskipun investasi sebaiknya dilakukan sebelum suku bunga turun supaya hasilnya lebih maksimal, tapi tetap tidak terlambat walaupun baru dilakukan pada saat diumumkan.

Lebih penting lagi, investasi di IHSG atau reksa dana saham bersifat jangka panjang. Periode 3 bulan di atas sifatnya hanya referensi saja. Ada baiknya untuk investasi di reksa dana saham bisa di atas 5 tahun.

Kapan suku bunga akan turun di 2019 ?

Sebagaimana dijelaskan bahwa suku bunga ditetapkan dalam Rapat Dewan Gubernur bulanan. Jadwal untuk tahun 2019 adalah sebagai berikut

Yang terdekat ini adalah 17-18 Juli 2019. Namun bisa juga terjadi pada bulan-bulan berikutnya hingga tahun 2020 nanti.

Demikian artikel ini, semoga bermanfaat

Penyebutan produk investasi  (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, ataupun rekomendasi jual beli atau tahan untuk instrumen tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.

Facebook : https://www.facebook.com/rudiyanto.blog

Twitter : https://twitter.com/Rudiyanto_zh

Belajar Reksa Dana : www.ReksaDanaUntukPemula.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s