Ini Jenis Reksa Dana Favorit Pilihan Investor Indonesia

Sumber : Kompas.com / shutterstocks

Ada banyak jenis reksa dana di Indonesia. Selain jenis reksa dana konvensional seperti pasar uang, pendapatan tetap, campuran dan saham yang kita kenal selama ini. Terdapat juga jenis lain seperti reksa dana terproteksi, reksa dana syariah, reksa dana efek global, reksa dana indeks, hingga yang lebih advance seperti ETF (Exchange Traded Fund), reksa dana berbasis sukuk hingga jenis produk pengelolaan investasi lainnya.

Dari sekian banyak jenis reksa dana yang ada, manakah yang kira-kira menjadi favorit investor Indonesia ?

Secara umum investor reksa dana terdiri dari 2 kategori besar yaitu orang perorangan dan institusi. Untuk institusi dibagi lagi menjadi banyak kelompok seperti Perseroan Terbatas, Bank, Asuransi, Koperasi, Yayasan, Dana Pensiun, BUMN, dan bentuk hukum lainnya.

Meski demikian, data reksa dana yang ditampilkan di publik tidak membagi berdasarkan kategori tersebut, hanya total saja. Sehingga belum bisa diketahui mana yang diminati investor institusi dan mana yang diminati perorangan.

Secara industri, dana kelolaan yang lebih dominan adalah dari investor institusi. Akan tetap investor perorangan juga meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Secara umum, perkiraan dana investor perorangan adalah antara 20 – 40% dari total dana kelolaan reksa dana.

Setiap bulannya, Otoritas Jasa Keuangan melalui situs www.reksadana.ojk.go.id menyediakan data perkembangan industri reksa dana dan pembagian per jenisnya.

Untuk data pada bulan Mei 2021 adalah sebagai berikut

Sumber : reksadana.ojk.go.id, Mei 2021

Berdasarkan grafik di atas, dari yang terbesar ke paling kecil adalah sebagai berikut

  1. Reksa Dana Pendapatan Tetap 26.81%
  2. Reksa Dana Saham 23.34%
  3. Reksa Dana Pasar Uang 18.7%
  4. Reksa Dana Terproteksi 18.39%
  5. Reksa Dana Campuran 4.84%
  6. Reksa Dana Syariah Efek Global 2.99%
  7. Exchanged Traded Fund (ETF) 2.77%
  8. Reksa Dana Indeks 1.74%
  9. Reksa Dana berbasis Sukuk 0.42%

Dari data yang ada, dapat dikatakan bahwa reksa dana favorit pilihan investor Indonesia adalah jenis reksa dana pendapatan tetap, diikuti dengan saham, pasar uang dan terproteksi. Jenis reksa dana lainnya memiliki pangsa pasar kurang dari 5%.

Berdasarkan profil risikonya, reksa dana pendapatan tetap, pasar uang, terproteksi, dan sukuk termasuk dalam kategori konservatif karena menggunakan obligasi dan deposito sebagai aset dasarnya. Total dari seluruh kategori di atas adalah 64.32%

Sementara reksa dana saham, syariah efek global, ETF dan reksa dana indeks termasuk kategori agresif karena menggunakan saham sebagai aset dasar utamanya. Untuk reksa dana campuran, secara historis juga merupakan jenis yang bobot sahamnya lebih banyak. Sehingga masuk ke kategori agresifnya. Total dari seluruh jenis di atas adalah 35.68%.

Dengan menggunakan alokasi di atas, secara sederhana bisa disimpulkan bahwa sekitar 64% dari dana investasi reksa dana ditempatkan pada jenis yang konservatif dan sekitar 36% pada jenis reksa dana yang agresif.

Jadi secara umum, bisa dikatakan bahwa investor reksa dana di Indonesia berdasarkan jumlah uang yang ditempatkan memiliki karakter yang lebih konservatif.

Strategi Aset Alokasi

Di tengah situasi ekonomi yang tidak pasti, aset alokasi adalah strategi investasi yang lebih baik karena tidak semua investor memiliki keahlian untuk melakukan market timing yang baik.

Mencoba untuk masuk ketika harga turun dan jual ketika harga naik di jenis reksa dana yang agresif memang terdengar bagus, tapi sulit untuk mendapatkan orang yang mampu melakukan hal tersebut secara konsisten.

Untuk itu, membagi reksa dana ke dalam beberapa jenis yang berbeda dapat menjadi suatu pilihan strategi investasi yang lebih bijaksana. Yang sering menjadi pertanyaan, bagaimana cara untuk melakukan aset alokasi yang ideal?

Pembagian aset reksa dana dapat mengikuti profil risiko, rekomendasi dari tenaga pemasar, bahkan yang sekarang lebih canggih yaitu menggunakan robo advisor. Namun jika anda mau ikut arus, pangsa pasar masing-masing reksa dana di atas dapat menjadi salah satu referensi.

Untuk ETF dan Reksa Dana Syariah berbasis sukuk mungkin agak sulit ditemui oleh investor reksa dana perorangan. Untuk itu perlu disesuaikan dimana ETF dikategorikan sama dengan reksa dana indeks dan reksa dana syariah berbasis sukuk dikategorikan sama dengan reksa dana pendapatan tetap.

 Dengan menggunakan angka di atas yang disesuaikan, salah satu referensi aset alokasi dengan mengikuti minat investor Indonesia secara keseluruhan adalah sebagai berikut :

  1. Reksa dana pasar uang 15-20%
  2. Reksa dana pendapatan tetap 25 – 30%
  3. Reksa dana terproteksi 15 – 20%
  4. Reksa dana campuran 5 – 10%
  5. Reksa dana saham 20 – 25%
  6. Reksa dana Indeks 5 – 10%
  7. Reksa dana dollar 2 – 5%

Demikian artikel ini, semoga bermanfaat.

Penyebutan produk investasi  (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, ataupun rekomendasi jual beli atau tahan untuk instrumen tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.

Instagram : https://www.instagram.com/rudiyanto_zh/

Facebook : https://www.facebook.com/rudiyanto.blog

Twitter : https://twitter.com/Rudiyanto_zh

Belajar Reksa Dana : www.ReksaDanaUntukPemula.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s