Saham yang masuk dalam indeks global seperti MSCI, FTSE, GDX/GDXJ biasanya akan dibeli oleh ETF. Dengan 39 Klasifikasi Investor, kini kepemilikan saham oleh ETF bisa dilihat.
Berikut 75 Saham Indonesia yang kepemilikan oleh ETF di atas Rp 100 M.
BUKAN REKOMENDASI BUY SELL HOLD
39 Klasifikasi Investor IDX sebagi berikut :

Dari 9 Kategori KSEI sebelumnya, masih tersisa 7
MF – Mutual Fund
SC – Securities Company
PF – Pension Fund
IB – Financial Institutions
IS – Insurance
FD – Foundation
ID – Individual
Untuk 2 sisanya CP – Corporate dan OT – Others berubah.
Apakah 2 CP dan OT berubah menjadi 32? rasanya tidak.
Sebab bisa saja untuk Mutual Fund dipecah jadi MF dan ETF. Untuk IB – Bank, ada Trustee Bank, Private Bank, Central Bank. Untuk FD – Foundation, ada Diocese, Conference, Congregation, dan tetap ada FD.
Fokus di pembahasan ini adalah kepemilikan ETF asing karena masuk ke MSCI berarti dibeli oleh ETF Blackrock dan masuk FTSE dibeli oleh ETF Vanguard. Berdasarkan lembar kepemilikan dan harga saham Akhir Maret 2026, terdapat 242 Saham Indonesia yang dimiliki ETF senilai Rp 116.9 T.
Namun data 39 klasifikasi ini, tidak membedakan asing atau lokal. Untungnya data ETF Indonesia dapat diakses oleh publik, berdasarkan data Maret 2026, total AUM ETF Rp 9.1 T, yang murni saham kurang dari Rp 7 T. Sehingga dari Rp 116.9 T, sekitar Rp 110 T atau lebih dari 94%-nya.
Jadi pada dasarnya kepemilikan saham oleh ETF itu > 94% adalah milik asing. Namun jumlahnya bervariasi, dari Rp 2900 MDLN hingga > Rp 16 T BBCA, untuk itu ditampilkan 75 saham yang kepemilikan ETF > Rp 100 M saja. Kemudian ditampilkan juga persentase ETF terhadap total lembar.
Urutan 1 – 19

BBCA dimiliki ETF sekitar 2.5 miliar lembar atau 2.08% dari seluruh lembar sahamnya. Dengan harga akhir Maret 2026, setara Rp 16.4 T, disusul BBRI 11.9 T, BMRI 10.2 T, TLKM Rp 7.8 T dan ASII Rp 7.3 T. AMMN di luar dugaan adalah saham terbesar ke 6 dimiliki ETF dengan nilai Rp 6.8 T. BRMS peringkat 7 yang masuk dalam FTSE, MSCI, GDX, dan GDXJ dimiliki Rp 6.1 T dengan persentase ETF 5.91% dari total lembar beredar, tertinggi di antara 75 saham. EMAS yang baru-baru ini masuk dalam GDXJ juga dimiliki ETF asing sebesar Rp 1.5 T di peringkat 18.
DSSA ada di peringkat 10 dimiliki ETF Asing Rp 2.5 T atau 38.2 juta lembar sebelum stock split, atau sesudah stock split 956 juta lembar. BREN di peringkat 13 dimiliki ETF Asing Rp 1.8 T dengan 348 juta lembar. Dengan asumsi >94% merupakan ETF Global, maka dengan masuk ke HSC, potensi outflow mencapai Rp 2.5 T + Rp 1.8 T = 4.3 T. Dikalikan 94%, potensi outflow pada Mei dan Juni oleh MSCI dan FTSE lebih dari Rp 4 T.
Urutan 20 – 39

Pada Februari 2026 lalu, orang mengira tidak ada perubahan pada saham Indonesia karena masih masa review Free Float, di luar dugaan INDF diturunkan dari MSCI Standard ke MSCI Small Caps. Ternyata kepemilikan ETF di INDF masih ada sekitar Rp 1 T di peringkat 24. BUMI yang menurut saya, potensi masuk ke MSCI Standard dan FTSE Large, ternyata sudah dimiliki juga oleh ETF sebanyak Rp 574 M, kemungkinan sudah masuk small caps dan ada ETF sectoral energi lain.
Urutan 39 – 57

Ada ICBP no 53 dengan Rp 225 M. Sekedar informasi, ICBP anggota MSCI Standard dikeluarkan total (bukan downgrade) pada November 2025. Tapi ternyata masih ada kepemilikan ETF, bisa jadi itu dari FTSE atau indeks lainnya, jadi MSCI bukan satu-satunya indeks acuan.
Urutan 58 – 75

Ada juga ARCI yang baru-baru ini masuk dalam GDXJ dengan Rp 174 M di urutan 62. Untuk PSAB yang juga masuk GDXJ di luar list top 75 karena nilainya < Rp 100 M.
Jika dilihat dari % ETF terhadap Total Lembar, secara rata-rata ETF membeli 1.14% dari total lembar beredar. Jika melihat saham big caps tradisional seperti perbankan, TLKM dan ASII, sekitar 2%. Beberapa saham seperti BRMS, PGAS, dan GOTO bisa 3-5% dari saham beredarnya.
Dalam kategori MSCI dan FTSE, kepemilikan oleh ETF = Free Float, semakin besar kepemilikan oleh segmen ini, maka semakin besar pula potensi bertambahnya bobot saham dalam indeks global.
Semoga bermanfaat
Data diambil dari IDX dan KSEI Maret 2026
BUKAN REKOMENDAIS BUY SELL HOLD


Tinggalkan komentar