MSCI  Kembali Bekukan Review Indonesia

Pengumuman MSCI 22 April 2026 ini kembali jadi perhatian.
Ada beberapa bagian mulai dari progress regulator, treatment untuk Mei 2026 ini, dan diskusi lebih lanjut di Juni 2026.
Apakah ini tandanya sudah aman atau justru sinyal bahaya?

Pengumuman MSCI April 2026 sebagai berikut :

Pengumuman MSCI April 2026 sebagai berikut

Bagian pengakuan atas upaya yang dilakukan regulator ter...


Bagian pengakuan atas upaya yang dilakukan regulator terkait reformasi pasar modal Indonesia, mulai dari data 1%, 39 klasifikasi, HSC, dan road map Free Float minimal 15%
Ada kata “assesing”, artinya “sedang” dinilai.

Apa yang dinilai?
Menurut dugaan saya, dalam konteks data, apakah sumbernya bisa diperoleh dalam format yang konsisten dan diolah. Sebab sumbernya dari bagian yang berbeda.
– Data 1% bentuknya PDF
– Data 39 Klasifikasi lagi2 PDF
– Data KSEI 9 kategori TXT
– Data Free Float sumbernya berbeda lagi


Dalam proses menggabungkan data dari berbagai sumber ini, apakah bisa dilakukan secara efisien dan efektif?


Terus terang agak sulit, contoh di Data KSEI 9 kategori itu ada Asing – Lokal, tapi di 39 Klasifikasi tidak ada sehingga tidak bisa di crosscheck. Kemudian data 1%, masih menggunakan 9 kategori KSEI, sementara ada versi 39 Klasifikasi. Data 1% juga belum memunculkan apakah pihak tersebut Afiliasi atau bukan, padahal ini sangat penting untuk justifikasi. Untuk bagian ini, menurut saya, masih perlu ada perbaikan. Makanya ada kalimat “assessing”.

Jikalau boleh memberi masukan, bentuk yang paling ideal adalah seperti ini :

Jikalau boleh memberi masukan, bentuk yang paling ideal adalah seperti ini

Menggunakan Data >1%...
  • Menggunakan Data >1% sebagai acuan
  • Kategori yang 39 Klasifikasi
  • Ada Informasi Status Afiliasi / Non
  • Ada tambahan Saham Treasury, Direksi dan Komisaris serta Karyawan Senior
  • Bentuknya Excel Friendly

Bagian 2 : Treatment untuk Review Mei 2026

Bagian 2 : Treatment untuk Review Mei 2026

Poin penting
1. Tidak ada kenaikan FIF dan Jumlah Lembar...


Poin penting
1. Tidak ada kenaikan FIF dan Jumlah Lembar Saham

Secara MSCI, biasanya jumlah lembar saham merujuk pada free float, misalkan total saham 1000 lembar, yang masyarakat 41.5%, artinya lembar saham 415 lembar. Selanjutnya 41.5% ini dibulatkan sesuai kelipatan MSCI menjadi 42.5% yang disebut Foreign Inclusion Factor – FIF. Jika ada penjualan saham oleh Pengendali, seperti yang dilakukan dalam saham CUAN misalnya sehingga angka Free Float bertambah, maka penambahannya tidak diakui. MSCI akan tetap pakai angka Number of Shares yang lama.

2. MSCI tidak akan mengimplementasikan Index Addition
Artinya katakan ada saham yang secara ATVR, Market Size, Extreme Return, FOT, dan Coverage sudah memenuhi ketentuan MSCI sehingga masuk dalam MSCI Small atau MSCI Standard, masuknya saham dalam MSCI dibatalkan. Contoh, untuk hitung2an saya, harusnya BUMI sudah masuk dalam MSCI standar di Mei 2026, tapi tampaknya harus menunggu periode berikutnya lagi. Ketentuan untuk masuk selalu di update, jadi masuk di Mei 2026 ini tidak jaminan pasti akan masuk di Agustus 2026.

3. MSCI tidak akan mengimplementasikan upward migration
Artinya katakan ada MSCI Small, berdasarkan kondisi-kondisi seharusnya dia akan promosi ke MSCI Standard, promosi tersebut juga dibatalkan dan baru akan dikaji pada periode berikutnya.

4. MSCI akan menghapus saham HSC pada periode berikutnya
Artinya BREN dan DSSA akan dihapus dari MSCI Standard

5. MSCI “may – mungkin” menggunakan data kepemilikan >1% untuk estimasi Free Float “jika dianggap perlu”
Kata Mungkin dan Jika dianggap perlu ini buat bingung. Jadi datanya mungkin dipakai, mungkin juga tidak. Bisa jadi ini mengacu ke paragraf terakhir, yang intinya MSCI ingin data ini di assess dan mendapat masukan dari pelaku pasar dulu sebelum digunakan
Kemudian MSCI juga ingin menjaga agar turnover tidak terlalu tinggi – maksudnya biar yang keluar masuk tidak terlalu banyak, dan memberikan “waktu” bagi pasar untuk menyesuaikan reformasi pasar yang baru dimulai ini.

Bagian 2 ini jangan dibaca sebagai review MSCI dibekukan, artinya tidak ada yang masuk dan keluar kecuali saham HSC. Spesifik yang disebutkan itu tidak ada Saham Baru dan Promosi, tapi tidak disebutkan bahwa Tidak ada Saham Keluar atau Demosi. Artinya jika hitung-hitungaan masuk, tetap ada saham demosi dan keluar. Sebagai referensi, berikut pengumuman Index Treatment MSCI pada Januari 2026 yang kalimatnya mirip

Bagian 2 ini jangan dibaca sebagai review MSCI dibekukan, artinya tidak ada yang masuk dan keluar ke...

Tapi pada Pengumuman Index Review Februari 2026, ternyata Saham INDF diturunkan dari MSCI Standard ke MSCI Small, kemudian CLEO dan ACES dihapus dari MSCI Small
Dugaan saya, untuk Mei 2026 ini juga sama
Tidak ada Baru di MSCI Standard dan MSCI Small, tapi bisa jadi ada MSCI Standard Demosi ke Small atau dikeluarkan dan MSCI Small dikeluarkan

Tapi pada Pengumuman Index Review Februari 2026, ternyata Saham INDF diturunkan dari MSCI Standard k...
Tapi pada Pengumuman Index Review Februari 2026, ternyata Saham INDF diturunkan dari MSCI Standard k...

Bagian 3 – ini yang menurut saya banyak media salah paham

Bagian 3 - ini yang menurut saya banyak media salah paham

MSCI akan terus berhubungan dengan pelaku...

MSCI akan terus berhubungan dengan pelaku pasar dan otoritas mengenai respon atas data baru yang disampaikan dalam menentukan Free Float. Kemudian ada Market Accessibility Review di Juni 2026. Market Accessibility Review itu bukan Index Review, tapi ke review apakah suatu negara Stand Alone, Frontier, Emerging, atau Develop Market. Jadwalnya kalau tidak salah memang tahunan dan jatuhnya di Juni. Respon atas data baru dari regulator ini juga akan menjadi salah satu topik dalam pembahasan penentuan status negara tersebut. Jadi Juni 2026 ini bukan berarti ada Index Review Khusus Indonesia sendiri, tapi lebih ke untuk Pasar Modal Negara Indonesia, apakah akan bertahan di Emerging Market atau turun ke Frontier Market

Market Accessibility Review ini adalah PR bagi OJK dan IDX. Penentuan status negara ini menggunakan 5 Kriteria dan 18 Pengukuran.

Market Accessibility Review ini adalah PR bagi OJK dan IDX

Penentuan status negara ini menggunakan...

Macam-macam mulai dari kemudahan investor asing buka rekening, ketersediaan data dan informasi dalam bahasa Inggris, bisa short selling atau tidak, dan sebagainya. Semoga suatu saat Indonesia bisa masuk ke Develop Market.

Tinggalkan komentar

  1. avatar Rudiyanto
  2. avatar practicallyface67b73b3ab2
  3. avatar Rudiyanto
  4. avatar bayu
  5. avatar Rudiyanto