
Pada Agustus 2026, pembekuan MSCI masih berlaku. Artinya tidak ada promosi dan baru, tapi kalau demosi dan keluar tetap berlaku.
Terdapat 10 saham yang keluar yaitu ARTO BUKA ESSA FILM HEAL KPIG RATU SMGR TCPI dan GOTO.
Apakah 10 saham tersebut keluar dengan alasan yang sama?

Disclaimer, saya tidak punya akses informasi langsung mengenai mengapa saham-saham ini dikeluarkan. Konten dibuat dengan membandingkan data saham dan ketentuan sesuai dokumen MSCI GIMI Agustus 2026. Pada saat konten dibuat, saya tidak memiliki saham atas nama-nama yang dibahas.

Berdasarkan pengamatan, saham yang dikeluarkan pada review Agustus ini dibagi jadi 4 kategori :
1. Karena aturan early deletions
2. Masuk dalam kategori HSC
3. Ukuran Full Market Caps dan Free Float Market Caps di bawah ketentuan
4. Penggunaan data kepemilikan >1%
1. Aturan Early Deletions
Pada dokumen MSCI GIMI Agustus 2026, terdapat pasal tambahan baru pada 3.2.6 Early Deletions of Existing Index Constituents. Pada dasarnya suatu saham yang masuk dalam MSCI, dapat dikeluarkan lebih awal apabila :
– Mengajukan kebangkrutan
– Gagal memenuhi ketentuan bursa setempat sehingga mengalami delisting
Pada poin delisting ini, juga disebutkan lowest price system (0.00001), dimana harga saham mencapai titik terendah.
Kemudian suatu saham juga “mungkin” akan dikeluarkan lebih cepat apabila :
– Free Float versi MSCI atau FIF “diperkirakan” kurang dari 15%
– FIF turun untuk member MSCI Standar yang FIFnya < 15%
– Suspend berkepanjangan
– Akuisisi atau merger dengan non member atau spin off
– Perubahan share class
– Aksi korporasi besar yang menyebabkan perubahan signifikan pada market caps

Ketentuan Lowest Price System ini diterapkan pada saham GOTO. Dengan menyentuh harga saham terendah, versi IDX di 50, maka akan berdampak terhadap index replicability. Maksudnya kalau ada reksa dana indeks / ETF dapat dana subscription, dia bisa beli GOTO. Tapi waktu ada redemption, reksa dana akan kesulitan jual. Makanya disebut reksa dana tidak bisa meniru indeks tersebut (replicability). Tapi hal ini bukan mendadak, peringatan akan hal ini sudah sejak bulan Mei 2026. Jadi Saham GOTO dikeluarkan karena masuk kategori Early deletion, didukung pengumuman langsung dari MSCI.

2. Masuk dalam kategori HSC
Masuk HSC bukan pelanggaran aturan, tapi menandakan adanya konsentrasi kepemilikan di sekelompok investor tertentu. Bagi global index provider, konsentrasi kepemilikan = risiko tinggi di likuiditas sehingga akan dikeluarkan pada review berikutnya bagi anggota, dan dilarang masuk 1-2 tahun setelah status dicabut bagi yang bukan anggota. 2 saham yang keluar dari MSCI Small karena HSC ada TCPI dan FILM. TCPI ditetapkan HSC pada 29 Mei 2026, kemungkinan sudah melewati review MSCI Mei sehingga baru dikeluarkan Agustus ini. FILM ditetapkan HSC pada 14 Juli 2026 dan dikeluarkan pada review Agustus.

3. Ukuran Full Market Caps dan Free Float Market Caps di bawah ketentuan
Berdasarkan informasi Global Minimum Size Reference dokumen MSCI Agustus 2026, angka untuk Emerging Market di Indonesia asumsi kurs Rp 18,000 adalah :
Full MC
Standard: USD 8,138 Million ~ Rp 146.4 T
Small Caps : USD 617 Million ~ Rp 11.1 T
Untuk Free Float Mcaps adalah minimum 50%nya
FF MC
Standard Rp 73.2 T
Small Caps Rp 5.5 T

Posisi CPIN per 31 Juli 2026 adalah :
Full MC Rp 53.9 T
Free Float MC Rp 18.3 T
Sekalipun dengan buffer 2/3 dimana Full MC Standard Rp 97.7 T, tetap tidak cukup sehingga turun ke Small Caps. Tapi bagian ini terus terang masih ada yang mengganjal, sama-sama di MSCI Standard ada :
UNTR
Full MC Rp 89.3 T
Free Float MC Rp 31.1 T
BRMS
Full MC Rp 79.4 T
Free Float MC Rp 37.4 T
Keduanya memang lebih besar dari CPIN, tapi tetap lebih kecil dari buffer sehingga seharusnya juga turun ke Small Caps. Tapi kenyataan tidak ikut turun. Kemudian ukuran CPIN yang tidak sesuai sebenarnya sudah cukup lama, namun turunnya baru di Agustus 2026 ini.
Kemudian di Small Cap, ada 7 saham lain yang keluar.
Berdasarkan size cut off dan buffer 2/3, yang benar2 harus keluar itu Full MC < Rp 7,4 T atau FF MC < Rp 3.7 T.
Dari kriteria tersebut, hanya BUKA yang harus keluar. 6 lainnya masih di atas ketentuan. Yang mengganjal, AVIA Full MC Rp 20 T dan FF MC Rp 2.6 T, harusnya keluar tapi tidak.

4. Penggunaan Data Kepemilikan > 1%
Untuk 6 saham tersisa, kemungkinan karena faktor penggunaan data kepemilikan >1%.
Contoh HEAL berdasarkan data IDX, free float 53%
Tapi ketika data >1% digunakan
Private Equity 11.43%
Corporate 22.19%
Individu (mayoritas pengendali dan dokter) 42.53%
International Organization 2.28%
Total 78.5%, sehingga estimasi sisa free float cuma 21.5%. Dengan angka ini, FF Mcaps cuma Rp 2.6 T sehingga dikeluarkan.

Untuk 6 saham ini, ketika diterapkan data >1% digunakan, sehingga angka free float lebih rendah dari versi IDX, ternyata konsisten menghasilkan Free Float Market Caps < Rp 3.7 T sehingga dikeluarkan.

Apakah ada saham Small Caps lain yang jika diterapkan data >1% ini akan keluar juga? Mungkin saja.
Mengapa cuma 6 saham ini yang digunakan data >1%, sementara saham lain tidak? Terus terang saya tidak tahu, bisa saja sudah digunakan tapi tetap memenuhi.
Demikian review MSCI Agustus 2026, semoga di November nanti pembekuan sudah dicabut.
Have a nice day

Tinggalkan komentar