Rapat Umum Anggota PWMII 2020

Bagi anda yang menjadi pemegang Izin PWMII silakan mendaftar untuk mengikuti Rapat Umum Tahunan Anggota PWMII 2020 melalui situs http://bit.ly/rutapwmii2020

Apakah Indonesia Bisa Mengalami Resesi di 2020 ?

Ilustrasi resesi ekonomi
Shutterstock – Kompas

Pada kuartal II 2020 yang lalu, meskipun angka pertumbuhan PDB negatif, Indonesia belum masuk dalam kategori resesi karena pertumbuhan pada kuartal I nya masih positif. Bagaimana dengan kuartal III dan IV? Apakah Indonesia bisa mengalami resesi di 2020?

Resesi adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan tingkat pertumbuhan ekonomi suatu negara. Setiap kuartal, yaitu Januari – Maret, April – Juni, Juli – September, dan Oktober – Desember, Badan Pusat Statistik (BPS) menghitung Produk Domestik Bruto (PDB) yang dihasilkan Indonesia.

Secara rumus, PDB merupakan penjumlahan dari angka Konsumsi (C), Investasi (I), Pengeluaran Pemerintah (G) dan selisih Ekspor dan Impor (X – M).  Biasanya diberi rumus PDB = C + I + G + (X-M)

Secara sederhana, Konsumsi adalah seluruh belanja masyarakat, Investasi adalah pendirian perusahaan dan pabrik, Pengeluaran Pemerintah adalah angka realisasi dari program pemerintah, dan Selisih Ekspor dan Impor adalah selisih bersih antara jumlah uang yang dihasilkan dari kegiatan ekspor dikurangi yang dikeluarkan untuk impor.

Dalam kondisi normal, biasanya hampir 60% dari PDB Indonesia berasal dari aktivitas Konsumsi masyarakat. Hal ini menjadikan negara Indonesia relatif kebal dengan resesi dan krisis. Sebagai contoh, ketika terjadi perang dagang antara China dan US, usaha ekspor impor memang terganggu, tapi karena kontribusinya kecil, ekonomi Indonesia tetap tumbuh hanya saja lebih lambat.

Pada tahun 2008 yang lalu dimana terjadi krisis subprime mortgage di Amerika Serikat yang menjalar menjadi krisis keuangan di seluruh dunia, Indonesia juga masih tetap adem ayem bahkan masih tetap positif. Lagi-lagi karena besarnya kontribusi konsumsi domestik.

Pandemi COVID-19 menjadi ujian berat bagi perekonomian Indonesia. Sampai sekarang, sekolah masih mayoritas belum dibuka. Kegiatan hiburan seperti bioskop dan konser masih dilarang. Resepsi dan pesta juga masih sangat terbatas. Belum lagi PHK dan berkurangnya penghasilan membuat daya beli turun.

Dengan kondisi seperti di atas, apakah masih bisa selamat dari resesi dan krisis dengan mengandalkan konsumsi domestik seperti sebelumnya?

Secara matematis, suatu negara dinyatakan resesi apabila tingkat pertumbuhan PDB lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya selama 2 kuartal berturut-turut. Angka PDB Indonesia untuk tahun 2019 dan 2020 adalah sebagai berikut :

Continue reading “Apakah Indonesia Bisa Mengalami Resesi di 2020 ?”

Untung Mana, Emas atau Pasar Modal?

Sampai Kapan Harga Emas Akan Naik?

View this post on Instagram

Sampai Kapan Harga Emas Akan Naik? Emas menjadi favorit ditengah pemberitaan pandemi Covid19 dan resesi Waktu harganya menembus Rp 1 juta per gram, emas menjadi pemberitaan selama berhari-hari di semua media baik ekonomi ataupun umum Sekarangpun harga emas diberitakan seperti halnya saham. Pada dasarnya kenaikan harga emas disebabkan oleh stimulus yang dilakukan oleh bank sentral berbagai negara di dunia. Khusus utk emas, yg menjadi acuan adalah stimulus dari Bank Sentral Amerika Serika atau dikenal Federal Reserve (The Fed) Apakah stimulus ini bisa dihitung? Tentu bisa dan bahkan selalu tercatat. Setiap kali pemerintah meluncurkan stimulus yang uangnya berasal dari meminjam ke bank sentral, secara mekanisme pemerintah menerbitkan hutang dan bank sentral menerbitkan piutang. Secara akuntansi, piutang dicatat dalam neraca keuangan (Balance Sheet) sebagai aset aktiva. Semakin besar piutang ini, berarti semakin besar pula pinjaman pemerintah. Angka dalam balance sheet inilah yang menjadi salah satu acuan utama kenaikan harga emas. Apakah angka balance sheet tersebut bisa turun? Tentu bisa, ketika ekonomi sudah pulih, maka pemerintah mengembalikan pinjaman maka angkanya akan menurun. Sebab bank sentral mencatat sebagai piutang telah dilunasi. Atau ada juga skenario, dimana pemerintah masih dalam masa pemulihan sehingga memilih untuk perpanjang / roll over. Hal ini akan menyebabkan nilainya tetap Secara historis, ketika Balance Sheet turun atau tetap, harga emas cenderung stagnan atau ikut turun. Jadi ketika hal ini terjadi, maka penguatan harga emas akan terhenti Bagaimana kondisi saat ini? Silakan lihat post berikut

A post shared by Rudiyanto (@rudiyanto_zh) on

Apa Yang Bisa Membuat Investor Beralih Dari Saham Teknologi?